Saturday, 27 February 2016

27 Februri 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Lukas 10:37, “Jawab orang itu: ‘Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Pergilah, dan perbuatlah demikian!’” Lewat Perkataan dan Perbuatannya, seorang yang percaya harus menunjukkan KASIH kepada orang-orang di sekitarnya, TANDA PENGENAL pengikut Kristus adalah: KASIH. Tuhan Yesus meminta kita untuk menunjukkan KASIHNya dalam tindakan nyata yaitu dengan melakukan perintahNya. Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Dengan melakukan apa yang Tuhan perintahkan, kita sedang mencerminkan KASIH Tuhan yang sempurna (Mat 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna”). Amin.

Worship Center Surabaya
Pengikut Kritus sejati yang hidup dalam kasih karunia Tuhan tidak menyia-nyiakan segala yang disediakan Tuhan untuk membuat mereka tinggal & bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan itu. Pada iman, kita perlu menambahkannya suatu karakter-karakter yang baik yang dijalani dalam kebajikan atau nilai-nilai yang mulia melalui cara hidup yang terhormat di hadapan orang. Tidak cukup dengan itu, selanjutnya kita diperintahkan untuk menambahkan 'pengetahuan' (2 Pet. 1:5). Sebagai murid Kristus seberapa banyak pengetahuan rohani yang kita miliki? Kita kerap mengisi pikiran kita dengan berbagai pengetahuan. Pengetahuan umum, berita-berita terbaru, pengetahuan tentang keahlian atau yang berkaitan dengan profesi kita. Namun seberapa banyak pengetahuan rohani kita, mengenai iman kita? Ada pengetahuan mengenai hal-hal rohani secara umum, yang berkaitan dengan dunia roh, makhluk-makhluk roh & apa yang disebut Tuhan. Pengetahuan ini diserap turun temurun melalui mitos, takhyul & budaya leluhur. Bukan ini yang dimaksud oleh Petrus dalam suratnya yang ke-2 itu. Adapula pengetahuan agama. Kita menyebutnya theologia. Mengenai pengetahuan ini, siapapun relatif dapat mempelajari & mengadopsi pengetahuan tentang ini. Memang umumnya, orang belajar theologia sesuai agamanya tapi tidak selalu demikian. Mencapai tingkat keilmuan yang tinggi dalam bidang ini pun bukan yang dimaksud dalam nats di atas. Pengetahuan yang perlu ditambahkan dalam hidup rohani setelah kebajikan ialah PENGETAHUAN AKAN JALAN-JALAN TUHAN, SUATU PENGENALAN yang BENAR AKAN TUHAN (2 Pet. 3:18; Fil. 3:8,10; 2 Kor. 4:6). Ini bukanlah sekedar memasukkan pengetahuan tentang Alkitab & isinya, namun dibarengi dengan suatu hubungan pribadi dengan Tuhan, yang dijalani dalam doa & perenungan siang & malam akan jalan-jalan Tuhan. Pengenalan akan jalan-jalan Tuhan membawa kita pada kedalaman: makin mengenal & makin yakin teguh akan siapa yang kita percaya -bagai pohon yang berakar makin kuat ke dalam tanah. Sudahkah Anda bertekad mengenal Tuhan & jalan-jalanNya? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang ditipu kadang bukan tidak tahu tapi pura-pura tidak tahu dan membiarkan penipu itu tahu dan malu.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 27 Februari 2016. Sombong Rohani. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam”  (Yesaya 6:5). Karena memiliki jabatan kerohanian, terlibat dalam suatu pelayanan, atau setia melakukan disiplin rohani seperti berpuasa, beberapa orang menganggap diri mereka lebih baik dari yang lain. Bahkan dengan mengklaim memiliki pengalaman rohani yang istimewa, ada yang menganggap dirinya orang Kristen kelas satu. Ketika kita sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain, di situlah celah kesombongan rohani muncul. Ketika Yesaya dipanggil menjadi nabi, Allah memberinya penglihatan yang spektakuler. Ia menyaksikan para malaikat mengagungkan Allah dalam kemuliaan-Nya. Berhadapan dengan kekudusan Allah, Yesaya segera menyadari betapa berdosa dirinya (ay. 5). Lalu malaikat Allah menyentuhkan bara ke mulutnya sebagai tanda bahwa Allah mengampuninya. Setelah itu, ia pun siap menjawab panggilan Allah untuk memberitakan firman Allah kepada umat Israel. Perjumpaan yang benar dengan Allah membuat seseorang makin menyadari betapa tidak ada apa-apanya dia dibandingkan dengan Allah yang mahabesar. Musa, Elia, dan Saulus hanyalah sedikit contoh yang mengalami kebenaran ini. Ketika kita makin mengenal Allah, kita akan makin menyadari alangkah besar anugerah-Nya yang telah menyelamatkan kita, dan betapa tidak layak kita di hadapan-Nya. Syukurlah Dia mengulurkan tangan kasih-Nya untuk menyelamatkan kita melalui karya Kristus di salib. Dengan kesadaran ini, tak ada yang pantas disombongkan. Sebaliknya, setiap pelayanan dan pengalaman rohani seharusnya membuat kita makin mengagumi kebesaran Allah —HT. SESEORANG YANG SOMBONG ROHANI MENGIRA DIRINYA BEGITU BESAR KARENA IA BELUM MENGENAL ALLAH YANG MAHABESAR. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Untuk mengaktivasi Roh Kristus, Tuhan telah memberikan Roh KudusNya (Kis 1:8) -yang perlu kita lakukan hanya bekerjasama dengan Roh KudusNya:  1) Memastikan diri setiap hari mengalami ledakan kuasa Roh KudusNya dalam batin (berbahasa roh mendeklarasikan firman, mengimajinasi firman, melompat, menari sampai kita mengalami kemerdekaan di dalam roh dan revival secara pribadi. 2) Memastikan diri kita berkomunikasi dengan Roh Kudus sampai kita menerima pewahyuan akan pemahaman dari suatu kebenaran (aktif bertanya kepada Roh Kudus, membayangkan Ia ada di sebelah kita mengajar dan memberikan arahan). 3) Terus menumbuhkan takaran iman (mempercayai sepenuhnya apa yang Roh Kudus singkapkan dan berfokus untuk terus membangun hidup seturut dengan takaran iman yang Roh berikan). 4) Memastikan diri bekerja sama dengan Roh Kudus untuk tetap berada dalam puncak kobaranNya, bahkan kita dapat meminta kepada Roh Kudus untuk menfokuskan diri kita lebih lagi merenungkan firman Tuhan dalam aktivitas hidup sehari-hari sehingga kobaran api Roh Kudus tersebut semakin besar. Saya semakin sadar, jika selama ini kita berpikir bahwa pelatihan di atas hanya untuk membuat kondisi roh kita menjadi baik dan hati kita menjadi tenang serta meluap-luap dalam kobaran. Maka kita perlu naik ke level pemikiran, sekarang saatnya kita memandang pelatihan membangun manusia rohani di atas untuk mengaktivasi Roh Kristus yang ada dalam kehidupan kita. Dengan demikian kuasa dan otoritas pemerintahan kerajaan Allah akan menjadi nyata atas kita di muka bumi ini (Efesus 1:20-23). Amin. Happy weekend. JBU all.

No comments:

Post a Comment