RICH FAMILY-POOR FAMILY
1 Petrus 2:2, “Dan
jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang
murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan.”
Amin. Jadikan Firman Tuhan sebagai “Santapan Rohani” bagi jiwa kita. Sediakan
waktu bersama-sama dengan keluarga kita: baik dengan suami/istri, ortu &
anak untuk mendengarkan ‘perkataanNya’ melalui pembacaan firmanNya setiap hari
(mezbah keluarga). DIA-lah Roti Hidup, DIA-lah yang akan mengenyangkan jiwa
kita. Dengan ‘Santapan Rohani’/pembacaan
Firman Tuhan setiap hari, itulah yang akan mengubah
hidup kita. Amin.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 18 Februari 2016. Jerat Harta.
“...lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya
masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Matius 19:24). Ketika seorang kaya ingin
memperoleh hidup kekal, Yesus menantangnya agar menjual semua harta miliknya
untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Tetapi orang kaya yang merasa sudah
sempurna itu enggan memberikan hartanya. Yesus pun berkata, “Lebih mudah seekor
unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan
Allah” (ay. 24). “Lubang jarum” adalah sebutan untuk sepasang balok kayu yang
ditegakkan di atas tanah untuk mengapit rapat seekor unta saat dimandikan.
Itulah cara orang di Palestina membuat unta tidak bisa bergerak sehingga dengan
mudah dimandikan. Orang kaya yang terjerat harta itu seperti unta dijepit balok
kayu. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sukar
sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga” (ay. 23). Namun,
seperti unta yang dimandikan, ketika tubuhnya masih basah, itulah saat yang
tepat untuk dapat menarik keluar hewan itu dari dua balok kayu yang
mengapitnya. Lubang Jarum menyiratkan bahwa orang kaya yang terjerat harta
harus dimandikan, dibersihkan, dikuduskan atau diruwat dari pemikiran, sikap
percaya dan perilaku yang terlalu dirasuki harta duniawi. Marilah kita
memeriksa diri: “Apakah aku termasuk orang yang terjerat hartaku sendiri?
Apakah kekayaan telah mengalangi jalanku untuk menjadi sempurna di mata Tuhan?”
Izinkan Tuhan meruwat, memandikan, dan menarik kita keluar dari sikap hidup
yang salah —ASA. TIDAK ADA SEORANG PUN YANG KEKAYAANNYA MENYENTUH LANGIT BISA
MENGGUNAKANNYA UNTUK MEMASUKI KERAJAAN SURGA. Selamat pagi. Setia berdoa dan
baca Firman. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier Quentin
Pranata
“Ketulusan tetap menjadi syarat kelulusan dalam
menjalin persahabatan.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
Deklarasi 2016. Di dalam nama Tuhan Yesus
Kristus, Tuhan dan Raja yang berkuasa dan berdaulat di langit di bumi dan dibawah
bumi. Bapa yang kekal yang mempunyai otoritas atas semua perjanjian: 1. Kami
berkata di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, tahun 2016 semua rencana Tuhan jadi
dengan keajaiban, dengan kekuatan Tuhan Yesus Kristus. Amin. 2. Kami masuk
unity, kami masuk dalam yobel besar, kami masuk dalam karakter kristus, kami
masuk dalam kesehatian, kesepakatan, sederap, seirama dengan Tuhan. Amin. 3.
Tuhan Yesus dengan pertolongan Roh Kudus bawa kami terbang karena ini tahun
terbang. Ini bukan tahun berjalan, ini bukan tahun lari, tapi ini tahun
terbang. Amin. 4. Buat setiap kami terbang dengan keajaiban karena kami
menjadikan Engkau satu-satunya Tuhan yang menjadi bagian warisan kami.
Engkaulah yang menjadi piala kami, engkau Tuhan yang meneguhkan bagian yang
diundikan kepada kami. Engkaulah Tuhan yang menentukan dan menjatuhkan tali
pengukur bagi kami di tempat tempat permai. Amin. 5. Tahun 2016 akan menjadi
Tahun yang tidak akan ada kegagalan, tidak ada penderitaan, tidak ada kerugian,
tidak ada kejatuhan, tidak ada ketidaktepatan. Amin. 6. Tahun 2016 adalah tahun
yang penuh dengan kemenangan, tahun unstoppable, tahun lawatan, tahun sukacita,
sorak sorai, tahun penuaian jasmani dan rohani, tahun kemuliaan, tahun great
awakening, tahun yobel besar, tahun keintiman, tahun pemulihan. Di dalam Nama
Tuhan Yesus terjadi dan termaterai. Amin, amin, amin.
Bp. Anto –
Citraland
Kisah pagi. Seorang ayah memiliki 4 orang anak,
ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon
pear dalam kurun waktu yang berbeda. Anak ke 1 pada bulan Januari, anak ke 2
pada bulan April, anak ke 3 pada bulan Juli, Anak ke 4 pada bulan Oktober.
Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda.
Anak pertama, “Pohon pear adalah pohon yang meranggas, jelek dan batangnya
bengkok. Anak kedua, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau
yang menjanjikan.” Anak ketiga, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan
bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum.” Anak keempat, “Pohon pear adalah pohon
yang penuh dengan buah yang matang dan ranum.” Di akhir tahun, sang ayah
berkata bahwa kepada keempatnya. “Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di
waktu yang berbeda”. Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah
menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja.” LIHATLAH PROSES HIDUP
SEBAGAI KESATUAN UTUH, ADA SUKA, DUKA, TAWA, TANGIS, SEDIH DAN BAHAGIA. Ketika
kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan,
banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain
bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun
semacamnya. Ingatlah, kita berharga di mata TUHAN. Tidak ada istilah “nasib
sial” bagi orang beriman! Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita.
Jika kita tidak bersabar ketika berada di Januari, maka kita akan kehilangan
bulan April dan Juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita
tidak akan menuai hasil di bulan Oktober. Sahabat… “Kegelapan malam tidak
seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan”. Ya...
Selalu ada harapan bagi orang yang mau bertahan. Semangat pagi.
No comments:
Post a Comment