RICH FAMILY-POOR FAMILY
2 Tim 3:14-17, “14Tetapi hendaklah
engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau
yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 15Ingatlah
juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi
hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus
Yesus. 16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17Dengan demikian tiap-tiap
manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Rasul
Paulus telah mengingat kan kita, bahwa Firman Tuhan yang diilhamkan Allah telah
diberikan kepada kita demi kebaikan dan pertumbuhan kita. Yakni membuat kita
berHIKMAT & menuntun kita kepada keselamatan & kehendakNya. Jadikan
Firman Tuhan sebagai tuntunan dalam hidup keluarga kita masing-masing, sehingga
setiap kita diperlengkapi untuk melakukan Perbuatan Baik. Amin.
UNCHARTED TERRITORY
By:
Don Moen
I
find myself in uncharted territory
(Aku menemukan
diriku di tempat yang tidak jelas)
Never felt so lost
Never felt so lost
(Tidak pernah
begitu merasa tersesat)
Never felt so lonely
Never felt so lonely
(Tidak pernah
begitu merasa kesepian)
Where are You Lord
Where are You Lord
(Di mana Engkau
Tuhan?)
I’m so afraid
I’m so afraid
(Aku begitu taku)
I can feel the fear inside me
I can feel the fear inside me
(Aku bisa merasakan
ketakutan di dalam diriku)
Can’t control the chaos all around me
Can’t control the chaos all around me
(Tidak bisa
mengendalikan kekacauan di sekelilingku)
Where are You Lord
Where are You Lord
(Di mana Engkau
Tuhan?)
How can I sing the Lord’s song in a foreign land
How can I sing the Lord’s song in a foreign land
(Bagaimana bisa aku
menyanyikan pujian kepada Tuhan di tanah yang asing?)
(But) How can I forget
(But) How can I forget
(Tapi bagaimana aku
bisa lupa)
All You’ve done for me
All You’ve done for me
(Semua yang telah
Kau lakukan kepadaku)
Everything You’ve done Lord
Everything You’ve done Lord
(Semua yang Engkau
lakukan)
Just to set me free
Just to set me free
(Hanyalah untuk
membebaskanku)
Teach me how to pray
Teach me how to pray
(Ajar aku bagaimana
berdoa)
Teach me how to praise
Teach me how to praise
(Ajar aku bagaimana
untuk memuji)
Even in the darkness
Even in the darkness
(Bahkan di dalam
kegelapan)
Teach me how to sing Your song
Teach me how to sing Your song
(Ajar aku bagaimana
untuk menyanyikan lagu pujianMu)
How can I sing
How can I sing
(Bagaimana aku menyanyi)
When my heart is broken
When my heart is broken
(Ketika hatiku
hancur)
When every prayer is just a token
When every prayer is just a token
(Ketika setiap doa
hanyalah satu-satunya jalan)
Where are You Lord
Where are You Lord
(Di mana Engkau
Tuhan?)
Sometimes our pain can tell a tragic story
Sometimes our pain can tell a tragic story
(Terkadang rasa
sakit kita dapat menceritakan cerita yang tragis)
Still I will praise You
Still I will praise You
(Namun tetap aku
akan memujiMu)
And give You glory
And give You glory
(Dan memuliakanMu)
Where are You Lord
Where are You Lord
(Di mana Engkau
Tuhan?)
Help me to sing the Lord’s song in this foreign land
Help me to sing the Lord’s song in this foreign land
(Tolong aku untuk
menyanyikan pujian Tuhan di tanah asing ini)
(But)
How can I forget
(Tapi bagaimana aku
bisa lupa)
All You’ve done for me
All You’ve done for me
(Semua yang telah
Kau lakukan kepadaku)
Everything You’ve done Lord
Everything You’ve done Lord
(Semua yang Engkau
lakukan)
Just to set me free
Just to set me free
(Hanyalah untuk
membebaskanku)
Teach me how to pray
Teach me how to pray
(Ajar aku bagaimana
berdoa)
Teach me how to praise
Teach me how to praise
(Ajar aku bagaimana
untuk memuji)
Even in the darkness
Even in the darkness
(Bahkan di dalam
kegelapan)
Teach me how to sing Your song
Teach me how to sing Your song
(Ajar aku bagaimana
untuk menyanyikan lagu pujianMu)
Gonna sing Your song
Gonna sing Your song
(Akan menyanyikan
pujianMu)
(But) How can I forget
(But) How can I forget
(Tapi bagaimana aku
bisa lupa)
All You’ve done for me
All You’ve done for me
(Semua yang telah
Kau lakukan kepadaku)
You have been so faithful
You have been so faithful
(Engkau telah
begitu setia)
Meeting every need
Meeting every need
(Dalam setiap
kebutuhanku)
Teach me how to pray
Teach me how to pray
(Ajar aku bagaimana
berdoa)
Teach me how to praise
Teach me how to praise
(Ajar aku bagaimana
untuk memuji)
Even in the darkness
Even in the darkness
(Bahkan di dalam
kegelapan)
Teach me how to sing Your song
Teach me how to sing Your song
(Ajar aku bagaimana
untuk menyanyikan lagu pujianMu)
Bp. Budi –
PT. Multipack Unggul
Selasa, 16 Februari 2016. Bacaan: Matius 6:5-8.
Setahun: Bilangan 8-9. Nats: Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu
mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8).
Tahu yang Terbaik. Seorang laki-laki menanam pohon di kebun. Ia berdoa, “Tuhan,
berilah hujan agar akar pohon ini mendapat cukup air dan tumbuh.” Tuhan
menurunkan hujan yang cukup lebat. Orang itu khawatir karena hujan tak kunjung
berhenti, jadi ia memohon, “Tuhan, hentikanlah hujan ini supaya pohonku
mendapat sinar matahari.” Hujan berhenti dan matahari bersinar dengan terik.
Orang itu khawatir pohonnya mati kepanasan, ia berdoa, “Tuhan, turunkan hujan
es agar pohonku merasa sejuk.” Tuhan mengirimkan hujan es. Pohon itu sesaat
tampak segar, tetapi sorenya layu dan mati. Dengan sedih orang itu bercerita
kepada temannya. Temannya berkata, “Aku juga menanam pohon, dan lihatlah pohon
itu tumbuh dengan baik. Aku memercayakan pohon itu sepenuhnya pada Tuhan. Dia
yang telah menciptakannya tentu lebih tahu apa yang diperlukan pohon daripada
aku, seorang manusia. Badai, cahaya matahari, hujan, angin, atau apa pun, Tuhan
tentu tahu yang terbaik bagi kebutuhan pohon itu.” Yesus mengajar kita
bagaimana seharusnya berdoa. Bukan bertele-tele dan menyangka banyaknya
perkataan membuat dikabulkan, melainkan doa yang penuh penyerahan. Doa yang
percaya bahwa Allah pasti melakukan yang terbaik untuk kita, bagaimanapun
caranya. Itu sebabnya Allah menghendaki agar kita tidak mengkhawatirkan segala
hal, sebaliknya mengucap syukur apa pun jawaban-Nya. Bukankah Dia tahu yang
terbaik dan yang paling kita perlukan? Dia yang menjadikan kita, Dia tahu
bagaimana mencukupi kebutuhan kita -- Samuel Yudi Susanto. Seorang bapa yang
bertanggung jawab pasti tahu menyediakan yang terbaik bagi anak-anaknya.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 86:5 – Sebab ENGKAU, ya TUHAN, baik dan suka
mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-MU!
YESUS, ENGKAU baik, sungguh baik, sangat baik. Kasih-MU tak berkesudahan.
Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
"Kesempatan kedua bisa saja ada tetapi belum
tentu seindah yang pertama." Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 16 Februari 2016. Bernyanyi
dalam Kesulitan. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku (Mazmur 23:1).
Lagu Kidung Jemaat 392, Ku berbahagia, ditulis oleh Fanny Crosby. Ketika
berusia enam tahun, dokter keliru mengobatinya sehingga ia kehilangan
penglihatan seumur hidup. Ia menikah dengan pria yang juga tuna netra.
Dikaruniai seorang anak, anak mereka meninggal saat berumur delapan tahun.
Tidak lama kemudian, suaminya juga meninggal dunia. Sebatang kara di dunia,
Crosby mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Tetapi dalam kesulitan ia
justru menciptakan lagu-lagu yang nantinya menguatkan jutaan orang di seluruh
dunia. Dalam lagu pop, kita cukup sering menjumpai lirik semacam ini, “Aku tak
sanggup lagi menanggung penderitaan ini.” Lirik ini mungkin mewakili jeritan
hati banyak orang. Adalah hal yang lazim jika kebanyakan orang terpuruk dan
kehilangan pengharapan saat penderitaan datang bertubi-tubi. Misalnya, saat
kehilangan orang yang dikasihi atau kehilangan hal yang berharga. Kita kecewa,
rentan, dan menjadi gampang menyalahkan orang lain, bahkan mungkin Tuhan. Akan
tetapi, orang yang percaya pada rencana baik Allah akan tetap bernyanyi dan
bersukacita. Mengubah penderitaan dan kesedihan itu sebagai inspirasi dan
pujian bagi Allah. Hal itu bukan hanya menguatkan dirinya, tetapi juga orang lain.
Ia tahu Allah tidak meninggalkannya. Ia yakin akan penyertaan dan pertolongan
Tuhan. Tetap bahagia walau kondisinya sulit dan menyedihkan. Dalam segala
keadaan ia berkata, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Apakah
kita termasuk orang yang seperti itu?—PRB. ORANG PERCAYA YAKIN BAHWA DALAM
SEGALA KEADAAN DAN SITUASI TUHAN TURUT BEKERJA UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN.
Selamat pagi. Tetap semangat ya. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
ADAKAH yang SALAH?? Doeloe... Orang tua kita
berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum
matahari terbenam... Walaupun memiliki anak yang banyak... Rumah dan halaman
pun tetap luas... Bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun... Dan semua
anak-anaknya bersekolah... Sekarang... Banyak yang berangkat kerja subuh dan
sampai rumah setelah isya... Tapi... Rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas
rumah orang tua kita... Dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak
karena takut kekurangan... Ada yang salah dengan cara hidup orang MODERN...
Orang tua kita hidup tanpa banyak ALAT BANTU... Tapi TENANG menjalani
hidupnya... Sementara kita yang dilengkapi dengan, mesin cuci, kompor gas, HP,
kendaraan, TV, email, FB, Twitter, i-pad, ruangan ber-AC dll... HARUSNYA
mempermudah hidup ini... TAPI TERNYATA TIDAK... Sampai-sampai, tidak sempat
kita MENIKMATI HIDUP, karena semuanya dilakukan TERBURU-BURU... Berangkat
kerja, TERBURU-BURU... Pulang kerja, juga TERBURU-BURU... Makan siang,
TERBURU-BURU... Di lampu merah, TERBURU-BURU... Berdoapun, TERBURU-BURU...
Hanya MATI... Yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU... Karena ketakutan akan
kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam MEMBERI...
Sementara Tuhan tidak pernah hitungan
dalam memberi rejeki kepada kita. Bahkan karena lebih takut kehilangan
pekerjaan, kita berani melewatkan Ibadah. Sampai dimanakah hidup kita pada hari
ini.....??? Apa ini terjadi pada diri kita? Hanya kita yang tahu. Semoga
menjadi renungan...
No comments:
Post a Comment