RICH
FAMILY-POOR FAMILY
Efesus 6:1-4, “1Hai anak-anak,
taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2Hormatilah
ayahmu dan ibumu-- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata
dari janji ini: 3supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4Dan
kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak- anakmu, tetapi
didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Dalam hubungan orang
tua dan anak selalu ada hubungan otoritas/pihak yang duduk dalam posisi
kepemimpinan/orang tua dan orang yang dipimpin/anak. Bila seseorang ingin
bahagia dan sukses ia harus dapat menempatkan diri dengan baik dalam struktur
otoritas itu J. Yaitu dituntut adanya KeTAATan agar
berkat Tuhan: kebahagiaan & panjang umur menjadi bagian kita. Amin. Sukses
yang sesungguhnya ternyata bukan hanya sukses di tempat pekerjaan saja, tetapi
sukses yang sesungguhnya adalah kemampuan membangun hubungan yang
berkwalitas di dalam keluarga terlebih dahulu. Amin.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
2 Taw 26:5 – Ia mencari ALLAH selama hidup
Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan ALLAH. Dan selama ia mencari
TUHAN, maka ALLAH membuat segala usahanya berhasil! Yuk ibadah dengan sungguh-sungguh.
Datang pada YESUS. Rasakan hadirat-NYA maka DIA akan membuat kita sukses.
Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier Quentin Pranata
“Orang buta yang melihat dengan jelas lewat hati
nuraninya lebih melek ketimbang orang yang melihat tapi membutakan mata
rohaninya.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 14 Februari 2016. Bukan yang
Diperintahkan. Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati
kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan
membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka (Bilangan
20:12). Sebelum ke pasar, seorang majikan memerintahkan pembantu untuk mencuci
baju. Si pembantu lalu menyapu, mengepel, dan membersihkan rumah. Rumah majikan
menjadi bersih, tetapi baju kotor masih bertumpuk. Pulang dari pasar, majikan
marah-marah melihat baju kotor belum dicuci. Si pembantu bekerja, namun tidak
sesuai dengan perintah majikan. Ketika sulit mendapatkan air, bangsa Israel
bertengkar dengan Musa. Tuhan menyuruh Musa mengambil tongkatnya dan “berkata”
kepada bukit batu supaya memberikan airnya (ay. 8). Namun, Musa mengambil
tongkat, lalu “memukul” bukit batu itu dua kali (ay. 11). Tuhan menyuruh Musa
”berkata” kepada bukit batu, bukan “memukul”-nya. Musa bertindak, namun tidak
sesuai dengan perintah Tuhan. Maka, Tuhan tidak mengizinkan Musa masuk ke
Kanaan (ay.12). Dalam kasus lain, Tuhan berfirman kepada Saul untuk menumpas
orang Amalek dan membunuh mereka semua (1 Sam. 15:3). Tetapi Saul menyelamatkan
Agag, raja orang Amalek, dan kambing domba dan lembu yang terbaik dan tambun (1
Sam. 15:9). Akibatnya, Tuhan menolak Saul sebagai raja (1 Sam. 15:23). Kita
perlu belajar menaati sepenuhnya perintah Tuhan, bukannya memodifikasi perintah
itu mengikuti kemauan kita dan demi memuaskan hawa nafsu. Sesungguhnya,
mendengarkan dan menaati itu lebih baik daripada kurban sembelihan (1 Sam.
15:22). Melalui Nabi Yehezkiel, Tuhan berjanji akan memberikan hati yang taat
supaya kita dapat hidup menurut segala ketetapan dan peraturan-Nya dengan setia
(Yeh. 11:19-20) —IN. JANGANLAH MENGUBAH PERINTAH TUHAN MENURUT KEINGINAN KITA;
SESUAIKAN KEINGINAN KITA DENGAN PERINTAH TUHAN. Selamat pagi. Selamat hari
Kasih Sayang. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu Caroline – Bandung
Minggu, 14 Februari 2016. Bacaan: Filipi 3:1-16.
Setahun: Bilangan 5-6. Nats: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap
bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa
yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku
(Filipi 3:13). Membanggakan Masa Lalu. Sebagian orang senang membanggakan
sukses mereka pada masa lalu. Setiap kali ada kesempatan, dengan bangga mereka
akan menceritakannya kepada siapa pun yang dijumpainya. Bagaimana respons
pendengarnya? Bosan! Sejak bertobat, Paulus bekerja bagi Kristus. Tetapi Paulus
tidak menyatakan kalau dirinya telah sempurna dalam mengenal Kristus.
Keberhasilannya dalam mewartakan Injil Kerajaan Allah tidak membuatnya pongah. Paulus
terus berjuang supaya semakin mengenal Kristus. Ia tidak berhenti pada satu
titik keberhasilan untuk kemudian menceritakannya kepada setiap orang yang ia
jumpai, melainkan melupakan semua sukses pada masa lalu untuk melakukan karya
yang lebih baik lagi pada masa depan. Paulus menjaga diri supaya pencapaiannya
pada masa lalu tidak membuatnya merasa puas, bangga, dan terhenti karena
kepuasan dan kebanggaan itu. Perasaan puas dengan kesuksesan rohani pada masa
lalu akan membuat kita berhenti belajar mengenal Tuhan. Jika hal ini terjadi,
waspadalah karena berarti kita malah mengalami kemunduran! Sesungguhnya kita
tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan dalam mengenal Yesus Kristus, sang
Anak Allah yang keberadaan-Nya melampaui segala pengetahuan. Pengenalan iman
akan Dia tidak akan pernah mencapai kesempurnaan hingga kita berjumpa
dengan-Nya kelak. Karena itu, jangan merasa puas dengan masa lalu! Lupakan
sukses masa lalu, teruslah berjuang dalam pengenalan akan Dia. Terus berkarya
adalah cerita terbaik daripada sekadar mengungkit sesuatu yang sudah berlalu
--Endang Lestari. Tidak seorang pun mampu mengenal Kristus dengan sempurna
sampai pada saat kedatangan-Nya yang kedua.
Ibu Caroline – Bandung
Sis mau share ya khotbah tadi di gereja, bagus.
Kita akan menuai apa yang kita tabur! Gal 6:7. Oleh sebab itu jangan menabur
apa yang tidak kita ingin tuai... “Tabur perkataan yang baik...” 1 Pet 3:10.
-Kita harus melakukan apa yang harus dilakukan, bukan apa yang mau kita
lakukan. -Berikan kehidupan pada kata-kata kita maka kata-kata kita akan
mendatangkan kehidupan pada kita. -Masalah kita sebenarnya bukan apa yang telah
menyakiti kita tapi apa yang kita katakan tentang apa yang terjadi. -Ubahlah
perkataan kita maka kita akan mengubah arah hidup kita, perhatikan perkataan
kita jangan perhatikan masalah kita. Amsal 18:14, perkataan mempengaruhi
keadaan, keadaan mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaruhi pikiran dan
perasaan. Katakan yang positif. Mazmur 119:71 (TB) Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya
aku belajar ketetapan-ketetapanMu. Jadi, perkatakan firman sampai menyentuh
emosi kita maka itu akan membangkitkan IMAN. 1 Yohanes 5:4 (TB) sebab semua yang lahir dari Allah,
mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: IMAN kita. Jadi
apapun hal nggak enak yang sedang kita hadapi, tetap perkatakan yang positif.
Perkatakan firman Tuhan. Maka akan jadi seperti apa yang kita katakan/imani.
Gbu.
No comments:
Post a Comment