Sunday, 14 February 2016

14 Februari 2016



                                                                                                       RICH FAMILY-POOR FAMILY


Efesus 6:1-4, 1Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2Hormatilah ayahmu dan ibumu-- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak- anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Dalam hubungan orang tua dan anak selalu ada hubungan otoritas/pihak yang duduk dalam posisi kepemimpinan/orang tua dan orang yang dipimpin/anak. Bila seseorang ingin bahagia dan sukses ia harus dapat menempatkan diri dengan baik dalam struktur otoritas itu J. Yaitu dituntut adanya KeTAATan agar berkat Tuhan: kebahagiaan & panjang umur menjadi bagian kita. Amin. Sukses yang sesungguhnya ternyata bukan hanya sukses di tempat pekerjaan saja, tetapi sukses yang sesungguhnya adalah kemampuan membangun hubungan yang berkwalitas di dalam keluarga terlebih dahulu. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
2 Taw 26:5 – Ia mencari ALLAH selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan ALLAH. Dan selama ia mencari TUHAN, maka ALLAH membuat segala usahanya berhasil! Yuk ibadah dengan sungguh-sungguh. Datang pada YESUS. Rasakan hadirat-NYA maka DIA akan membuat kita sukses. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Orang buta yang melihat dengan jelas lewat hati nuraninya lebih melek ketimbang orang yang melihat tapi membutakan mata rohaninya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 14 Februari 2016. Bukan yang Diperintahkan. Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka (Bilangan 20:12). Sebelum ke pasar, seorang majikan memerintahkan pembantu untuk mencuci baju. Si pembantu lalu menyapu, mengepel, dan membersihkan rumah. Rumah majikan menjadi bersih, tetapi baju kotor masih bertumpuk. Pulang dari pasar, majikan marah-marah melihat baju kotor belum dicuci. Si pembantu bekerja, namun tidak sesuai dengan perintah majikan. Ketika sulit mendapatkan air, bangsa Israel bertengkar dengan Musa. Tuhan menyuruh Musa mengambil tongkatnya dan “berkata” kepada bukit batu supaya memberikan airnya (ay. 8). Namun, Musa mengambil tongkat, lalu “memukul” bukit batu itu dua kali (ay. 11). Tuhan menyuruh Musa ”berkata” kepada bukit batu, bukan “memukul”-nya. Musa bertindak, namun tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Maka, Tuhan tidak mengizinkan Musa masuk ke Kanaan (ay.12). Dalam kasus lain, Tuhan berfirman kepada Saul untuk menumpas orang Amalek dan membunuh mereka semua (1 Sam. 15:3). Tetapi Saul menyelamatkan Agag, raja orang Amalek, dan kambing domba dan lembu yang terbaik dan tambun (1 Sam. 15:9). Akibatnya, Tuhan menolak Saul sebagai raja (1 Sam. 15:23). Kita perlu belajar menaati sepenuhnya perintah Tuhan, bukannya memodifikasi perintah itu mengikuti kemauan kita dan demi memuaskan hawa nafsu. Sesungguhnya, mendengarkan dan menaati itu lebih baik daripada kurban sembelihan (1 Sam. 15:22). Melalui Nabi Yehezkiel, Tuhan berjanji akan memberikan hati yang taat supaya kita dapat hidup menurut segala ketetapan dan peraturan-Nya dengan setia (Yeh. 11:19-20) —IN. JANGANLAH MENGUBAH PERINTAH TUHAN MENURUT KEINGINAN KITA; SESUAIKAN KEINGINAN KITA DENGAN PERINTAH TUHAN. Selamat pagi. Selamat hari Kasih Sayang. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Minggu, 14 Februari 2016. Bacaan: Filipi 3:1-16. Setahun: Bilangan 5-6. Nats: Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku (Filipi 3:13). Membanggakan Masa Lalu. Sebagian orang senang membanggakan sukses mereka pada masa lalu. Setiap kali ada kesempatan, dengan bangga mereka akan menceritakannya kepada siapa pun yang dijumpainya. Bagaimana respons pendengarnya? Bosan! Sejak bertobat, Paulus bekerja bagi Kristus. Tetapi Paulus tidak menyatakan kalau dirinya telah sempurna dalam mengenal Kristus. Keberhasilannya dalam mewartakan Injil Kerajaan Allah tidak membuatnya pongah. Paulus terus berjuang supaya semakin mengenal Kristus. Ia tidak berhenti pada satu titik keberhasilan untuk kemudian menceritakannya kepada setiap orang yang ia jumpai, melainkan melupakan semua sukses pada masa lalu untuk melakukan karya yang lebih baik lagi pada masa depan. Paulus menjaga diri supaya pencapaiannya pada masa lalu tidak membuatnya merasa puas, bangga, dan terhenti karena kepuasan dan kebanggaan itu. Perasaan puas dengan kesuksesan rohani pada masa lalu akan membuat kita berhenti belajar mengenal Tuhan. Jika hal ini terjadi, waspadalah karena berarti kita malah mengalami kemunduran! Sesungguhnya kita tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan dalam mengenal Yesus Kristus, sang Anak Allah yang keberadaan-Nya melampaui segala pengetahuan. Pengenalan iman akan Dia tidak akan pernah mencapai kesempurnaan hingga kita berjumpa dengan-Nya kelak. Karena itu, jangan merasa puas dengan masa lalu! Lupakan sukses masa lalu, teruslah berjuang dalam pengenalan akan Dia. Terus berkarya adalah cerita terbaik daripada sekadar mengungkit sesuatu yang sudah berlalu --Endang Lestari. Tidak seorang pun mampu mengenal Kristus dengan sempurna sampai pada saat kedatangan-Nya yang kedua.

Ibu Caroline – Bandung
Sis mau share ya khotbah tadi di gereja, bagus. Kita akan menuai apa yang kita tabur! Gal 6:7. Oleh sebab itu jangan menabur apa yang tidak kita ingin tuai... “Tabur perkataan yang baik...” 1 Pet 3:10. -Kita harus melakukan apa yang harus dilakukan, bukan apa yang mau kita lakukan. -Berikan kehidupan pada kata-kata kita maka kata-kata kita akan mendatangkan kehidupan pada kita. -Masalah kita sebenarnya bukan apa yang telah menyakiti kita tapi apa yang kita katakan tentang apa yang terjadi. -Ubahlah perkataan kita maka kita akan mengubah arah hidup kita, perhatikan perkataan kita jangan perhatikan masalah kita. Amsal 18:14, perkataan mempengaruhi keadaan, keadaan mempengaruhi tindakan, tindakan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Katakan yang positif. Mazmur 119:71 (TB)  Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu. Jadi, perkatakan firman sampai menyentuh emosi kita maka itu akan membangkitkan IMAN. 1 Yohanes 5:4 (TB)  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: IMAN kita. Jadi apapun hal nggak enak yang sedang kita hadapi, tetap perkatakan yang positif. Perkatakan firman Tuhan. Maka akan jadi seperti apa yang kita katakan/imani. Gbu.

No comments:

Post a Comment