Friday, 19 February 2016

19 Februari 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Keajaiban DOA. Efesus 6:18-20, 18dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.” Setelah menjabarkan seluruh senjata Peperangan Rohani yang Allah berikan (Ef 6:10-17), akhirnya Paulus menulis tentang senjata yang paling ampuh yaitu DOA. Bagaimana sih seharusnya kita BERDOA? Baca sekali lagi ayat 18-19: (1) Berdoa dalam segala doa & permohanan; (2) Berdoa setiap waktu; (3) Berdoa dalam Roh; (4) Berdoa & berjaga-jaga; (5) Berdoa tak putus-putus; (6) Berdoa untuk segala ‘Orang Kudus’. (7) Berdoa untuk yang terhilang. Percayalah bila Allah mendengar & menjawab DOA-DOA kita, seharusnya DOA bukan menjadi alternatif terakhir melainkan PILIHAN PERTAMA J. Amin. Sudahkah kita berDOA pagi hari ini?

Xavier Quentin Pranata
"Saat sadar hidup begitu singkat, mengapa kita tidak menjadi berkat?" Xavier Quentin Pranata.

GNCC
1 Samuel 17:11, 24. (11)  Ketika Saul dan segenap orang Israel MENDENGAR perkataan orang Filistin itu, maka CEMASLAH hati mereka dan SANGAT KETAKUTAN. (24) Ketika semua orang Israel MELIHAT orang itu, larilah mereka dari padanya dengan SANGAT KETAKUTAN. Hanya dengan MENDENGAR dan MELIHAT bisa membuat CEMAS dan SANGAT KETAKUTAN. Jangan berjalan dengan perasaan kita. Orang benar akan hidup oleh IMAN (Roma 1:17).

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 19 Februari 2016. Demi Kebaikan. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan memakai bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, ‘Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?’ (Markus 4:38). Seorang ibu melatih anaknya tidur sendiri. Ia membaringkan anak itu di tempat tidur, memberikan ciuman selamat malam, kemudian mematikan lampu. Dalam kegelapan, anak itu menangis memanggil-manggil ibunya. Ibunya diam. Anak itu mengira ibunya tidak mendengar tangisannya dan tidak mengasihinya. Padahal, ibu berada tidak jauh darinya. Sang ibu hanya bersembunyi di kamar sebelah. Rasa keibuannya terusik. Sang ibu mendengarnya menangis dan ingin mendatangi anak itu untuk menenangkannya. Tetapi demi kebaikan si anak, sang ibu menahan diri dan tetap bersembunyi. “Di manakah Allah saat aku menghadapi persoalan berat? Mengapa Dia meninggalkanku?” Sewaktu badai topan melanda perahu mereka, para murid bertanya, “Guru, apakah Engkau membiarkan kami binasa?” Mengapa Dia seolah membiarkan para murid menghadapi persoalan berat? Apakah Tuhan benar-benar membiarkan dan meninggalkan kita? Lihatlah kembali janji yang pernah diucapkan-Nya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr. 13:5). Salah satu alasan Allah “menyembunyikan diri” adalah karena Dia ingin kita belajar memercayai Dia. Dia menghendaki kita mengenal-Nya sebagai Bapa yang selalu menyertai kita. Ketika kita berada di tengah ketakutan, Dia mendengar seruan kita dan memedulikan kita. Sebagai Bapa, ia turut merasakan kepedihan hati kita. Jika Dia belum melakukan sesuatu, bukan karena Dia meninggalkan kita, tetapi Dia ingin kita bertumbuh dewasa dan memercayai-Nya —SYS. KETIKA TUHAN “MENYEMBUNYIKAN DIRI”, MASIHKAH KITA PERCAYA BAHWA DIA TIDAK MENINGGALKAN KITA? Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Yoh 10:10 – YESUS datang, supaya kita mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan! Berkat jasmani terlebih rohani pasti berlimpah-limpah buat kita, disediakan, ambil dan nikmatilah. YESUS Sumber berkat kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment