RICH FAMILY-POOR FAMILY
Apakah kita
BAHAGIA?
Pengkhotbah 5:9-10 & Yesaya 48:18. Seorang Isteri Pembicara Terkenal pernah
diwawancara olh seorang Wartawan: Apakah suami Anda bisa MEMBAHAGIAKAN Anda??
Lalu Istri Pembicara itu menjawab: Saya
tahu bahwa suami saya adalah orang yang takut Tuhan & dekat dengan Tuhan,
tetapi dia tidak bisa membahagiakan saya J. Karena masalah bahagia itu bukan ditentukan
oleh “Orang Lain”, tetapi ditentukan oleh “HATI” kita sendiri. Jadi orang lain
tidak punya kewajiban untuk membahagiakan kita J. Jadi pada intinya
adalah: KEBAHAGIAAN itu tidak ditentukan oleh orang lain tetapi oleh sikap HATI
kita sendiri J. BAHAGIA itu sederhana: BAHAGIA adalah ungkapan rasa syukur kita kepada Sang Pemberi
bukan kepada pemberianNya J. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika melihat orang lain lebih peduli terhadap
kita ketimbang keluarga sendiri bisa membuat kita sedih hati.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 20 Februari 2016. Bersaksi Itu
Indah. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,
nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran
dan pengajaran (2 Timotius 4:2). Pagi itu saya membawa mobil gereja ke tempat
cuci mobil. Sambil menunggu giliran, saya bercakap-cakap dengan seorang bapak
yang juga sedang menunggu. Pada awalnya kami berbasa-basi mengomentari beberapa
mobil yang sedang dicuci. Percakapan berlanjut sampai menanyakan pekerjaan
masing-masing. Sang bapak terlihat terkejut setelah tahu saya seorang pendeta.
Tak lama, bapak itu menceritakan siapa dirinya dan kerinduannya untuk kembali
bergereja setelah memeluk keyakinan lain. Rupanya ia gundah karena merasa tidak
punya keyakinan. Ke gereja tidak, menjalankan ibadahnya juga tidak. Percakapan
itu memberi saya ruang untuk bersaksi. Kepada Timotius, Paulus memberikan
serangkaian nasihat praktis. Pertama, agar Timotius selalu siap memberikan
kebenaran firman Tuhan dan, tentu saja, menyatakan kasih Tuhan. Kedua, berani
menyatakan benar itu benar dan salah itu salah, serta berani menegur orang yang
berlaku salah dengan penuh kesabaran dan pengajaran sesuai dengan kebenaran Firman.
Nasihat ini juga dialamatkan kepada kita semua. Kadang kita merasa tidak siap
dan tidak peka akan adanya kesempatan untuk memberitakan firman dan menyatakan
kasih Allah. Ketidaksiapan itu bisa jadi karena kita merasa tidak cukup pandai
berkata-kata. Nasihat ini kiranya mendorong kita untuk mengasah kepekaan kita
pada kesempatan itu. Sisanya, serahkan pada tuntunan dan pimpinan Roh Kudus
yang membuat kita mampu memberitakan firman, menyatakan kasih Allah, dan
mengungkapkan kebenaran —AAS. ROH KUDUS SELALU MEMBERI KITA KESEMPATAN DAN
PELUANG UNTUK MEMBERITAKAN KASIH DAN RAHMAT TUHAN YESUS KRISTUS. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Senantiasa bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Pada iman kita harus ditambahkan kebajikan, demikian
kata rasul Petrus (2 Pet. 1:5b). Bukan sebagai syarat keselamatan tapi sebagai
bagian dari kesungguhan kita tinggal dalam kasih karunia Tuhan & bertumbuh
di dalamnya. Apakah kebajikan itu? Dalam bahasa aslinya, itu berarti suatu cara
berpikir, merasa & bertindak dalam suatu ukuran moral yang baik, dalam
berbagai-bagai hal yang dipandang terhormat & mulia di hadapan manusia
& Tuhan. Mengapa pada iman kita perlu berkembang menuju suatu kehidupan
yang bermoral & berstandar tinggi sesuai ukuran kebenaran firman? •Sebab
itu membuktikan iman kita hidup, aktif & bekerja (1 Tes.1:3a). Iman yang
benar tidak statis tapi aktif & dinamis. Jika iman benar-benar ada, maka
akan ada langkah-langkah iman, kemajuan dalam iman, perbuatan-perbuatan iman.
Ditopang oleh kuasa Tuhan, iman akan membubung tinggi melampaui kehidupan lama
yang duniawi. Iman akan naik satu tingkat lebih tinggi pada perkara yang di
atas. Dari suatu cara hidup yang berbeda dari orang-orang duniawi, yang
bertumbuh dalam karakter-karakter yang baik & mulia, ialah bukti bahwa iman
kita itu iman yang sejati (bukan sekedar mengaku-ngaku percaya). •Sebab itu
menunjukkan suatu kualitas iman yang terhubung pada Allah yang benar. Siapa
yang ada dalam Kristus adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu & yang baru
sudah datang (2 Kor. 5:17). Itu artinya, kita sudah seharusnya mengalami suatu
perubahan hidup dari sifat & gaya hidup lama yang berdosa menjadi suatu
gaya hidup yang lebih tinggi: hidup dalam kebenaran, kejujuran & ketulusan
sebagai gaya hidup yang baru di hadapan Tuhan, oleh kerja kuasa Roh Kudus.
Bukankah memalukan & menuai cemooh jika ternyata orang-orang yang mengaku
percaya pada Tuhan ternyata sikap hidup & kelakuannya lebih buruk dari
mereka yang tak beriman? Orang yang mengaku bertuhan tapi hati &
sifat-sifatnya lebih buruk & jahat DALAM HIDUP SEHARI-HARINYA (khususnya
yang tak terlihat di depan orang banyak) pasti palsu imannya atau ia terhubung
pada tuhan yang keliru & tak mampu mengubah hati manusia. Bagaimana dengan
Anda? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment