RICH FAMILY-POOR
FAMILY
Ulangan 6:6-8, “6Apa
yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7haruslah
engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya
apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan,
apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8Haruslah juga
engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi
lambang di dahimu.” Sebagai orang tua kita perlu memberikan TELADAN dalam
memperhatikan Firman Tuhan, mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak kita
& membicarakannya saat kita sedang bersama-sama mereka. Kita akan
mengenal DIA & hikmatNya pada saat kita mempelajari firmanNya dengan
sepenuh hati & ketika Firman Allah ada didalam hati kita, kehendakNya akan
menjadi kehendak kita. Amin.
Xavier Quentin
Pranata
“Jika kita tidak
cepat berubah dan berbenah, kita justru akan terkena panah, bernanah dan masuk
tanah.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu Caroline –
Bandung
The ultimate
purpose of man is to love God, and the ultimate success of our life will be
determined by how much we love Him (Rick Joyner). Tujuan utama manusia adalah
untuk mengasihi Tuhan, dan kesuksesan utama dari hidup kita akan ditentukan
dari seberapa besar kita mengasihiNya (Rick Joyner).
Madam Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 6 Februari 2016. Berpura-Pura. Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan
diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah
dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati
TUHAN” (Kejadian 27:27). Seorang wanita memesan tiket pesawat untuk dirinya dan
anaknya. Petugas penjual tiket, yang mengenal baik wanita ini, menganjurkannya
membeli satu tiket saja. Menurutnya, si anak berbadan mungil sehingga tidak akan
ketahuan jika umurnya di atas 3 tahun. Sesaat wanita itu mempertimbangkan
anjuran ini sambil membayangkan uang yang bisa dihemat. Akhirnya, ia memutuskan
untuk tetap membeli dua tiket sesuai dengan peraturan penerbangan. Peristiwa
tersebut mengingatkan saya pada Ribka, yang menyuruh Yakub berpura-pura menjadi
Esau demi mendapatkan berkat anak sulung. Dan, Yakub menuruti perintah ibunya.
Ia mengambil kambing untuk diolah ibunya menjadi makanan yang enak (ay. 14). Ia
memakai pakaian kepunyaan Esau (ay. 15). Ia berpura-pura menjadi Esau dan
menyediakan makanan dan minuman untuk ayahnya (ay. 25). Tepat seperti yang
direncanakan, Ishak yang sudah tidak bisa melihat itu tertipu lalu memberikan
berkat anak sulung kepada Yakub (ay. 28 dan 29). Namun, Yakub nantinya harus
membayar mahal perbuatannya itu dengan menjadi pelarian selama bertahun-tahun.
Berpura-pura dan bersikap tidak jujur memang bisa mendatangkan keuntungan—uang,
kedudukan, atau ketenaran. Mungkin orang lain juga tidak akan mengetahui
ketidakjujuran itu. Tetapi, Dia yang Maha Melihat itu mengetahuinya dengan
jelas. Apakah hati nurani kita bisa tenang? Sanggupkah kita hidup dengan
dikejar-kejar perasaan bersalah?—NNK. KATAKAN YA, JIKA YA. KATAKAN TIDAK, JIKA
TIDAK. TIDAK PERLU BERPURA-PURA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan
Yesus memberkati.
Bp. Anto –
Citraland
Syalom! Pagi
saudaraku. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah
hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau,
ke mana pun engkau pergi (Yosua 1:9).
Ini adalah perintah dan janji Tuhan buat saudara. Tetap semangat, have a good
weekend Cik bersama anak-anak.
Worship Center
Surabaya
Keselamatan kita
adalah cuma-cuma. Tak dapat kita membelinya dengan seluruh harta dunia
sekalipun. Kita pun tak dapat mengusahakannya dengan perbuatan baik kita untuk
menerima jaminan hidup kekal & tempat yang pasti di sorga. Menerima
keselamatan dengan mengerjakan keselamatan adalah dua hal yang berbeda.
Menerima keselamatan tidak memerlukan harga apapun dari kita; mengerjakan
keselamatan memerlukan seluruh hidup kita yang dipersembahkan oleh karena kasih
pada Tuhan & Kekasih Agung kita. Iman semata demi menerima keselamatan;
tetapi iman, penghaapan & kasihlah faktor utama mengerjakan keselamatan.
Janji & komitmen Tuhan akan keselamatan adalah pasti; tak akan berubah.
Janji & komitmen kitalah yang bisa berubah-ubah. Sebelum kita benar-benar
menetapkan diri sebagai pengikut Kristus & tinggal selama-lamanya dalam
kasih-Nya itu, kita sewaktu-waktu dapat kehilangan iman pada Yesus -meskipun
kita masih menjadi Kristen. Oleh karena itu, dalam Alkitab kita ada nasihat
rasuli yang perlu kita perhatikan. Mengapa? Karena pada bagian-bagian inilah
kita seringkali lalai hingga tanpa sadar kita telah keluar dari jalan iman
sejati. Surat 2 Pet. 1:3-4 memberitahukan kita kuasa Tuhan melengkapi kita
untuk dapat hidup saleh bahkan kita beroleh janji-janji bahwa kita dimampukan
beroleh bagian dalam kodrat ilahi. Ayat ke-5 dibuka dengan suatu kata-kata
penghubung Justru karena itu..-yaitu karena Tuhan berkomitmen membawa kita
berkemenangan hingga sampai di sorga & tinggal bersama-sama dengan Dia -
maka KAMU HARUS DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH BERUSAHA… Dan ditegaskan lagi dalam ayat
10: “Karena itu, saudara-saudaraku, BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH, supaya
panggilan & pilihanmu makin teguh…” Hidup dalam kasih karunia bukan sekedar
menikmati segala kelimpahan & kebaikan Tuhan. Namun juga suatu hidup yang
penuh kesungguhan, gairah, komitmen, aktif mengejar perkara yang di atas, mencari
kehendak Tuhan & mengikut Kristus kemana Dia menuntun kita dalam keindahan
rencana-Nya. Sudahkah Anda melakukan bagian Anda selagi hidup dalam kasih
karunia Tuhan? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment