Saturday, 6 February 2016

6 Februari 2016



RICH FAMILY-POOR FAMILY


Ulangan 6:6-8, 6Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.” Sebagai orang tua kita perlu memberikan TELADAN dalam memperhatikan Firman Tuhan, mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak kita & membicarakannya saat kita sedang bersama-sama mereka. Kita akan mengenal DIA & hikmatNya pada saat kita mempelajari firmanNya dengan sepenuh hati & ketika Firman Allah ada didalam hati kita, kehendakNya akan menjadi kehendak kita. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Jika kita tidak cepat berubah dan berbenah, kita justru akan terkena panah, bernanah dan masuk tanah.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
The ultimate purpose of man is to love God, and the ultimate success of our life will be determined by how much we love Him (Rick Joyner). Tujuan utama manusia adalah untuk mengasihi Tuhan, dan kesuksesan utama dari hidup kita akan ditentukan dari seberapa besar kita mengasihiNya (Rick Joyner).

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 6 Februari 2016. Berpura-Pura. Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN” (Kejadian 27:27). Seorang wanita memesan tiket pesawat untuk dirinya dan anaknya. Petugas penjual tiket, yang mengenal baik wanita ini, menganjurkannya membeli satu tiket saja. Menurutnya, si anak berbadan mungil sehingga tidak akan ketahuan jika umurnya di atas 3 tahun. Sesaat wanita itu mempertimbangkan anjuran ini sambil membayangkan uang yang bisa dihemat. Akhirnya, ia memutuskan untuk tetap membeli dua tiket sesuai dengan peraturan penerbangan. Peristiwa tersebut mengingatkan saya pada Ribka, yang menyuruh Yakub berpura-pura menjadi Esau demi mendapatkan berkat anak sulung. Dan, Yakub menuruti perintah ibunya. Ia mengambil kambing untuk diolah ibunya menjadi makanan yang enak (ay. 14). Ia memakai pakaian kepunyaan Esau (ay. 15). Ia berpura-pura menjadi Esau dan menyediakan makanan dan minuman untuk ayahnya (ay. 25). Tepat seperti yang direncanakan, Ishak yang sudah tidak bisa melihat itu tertipu lalu memberikan berkat anak sulung kepada Yakub (ay. 28 dan 29). Namun, Yakub nantinya harus membayar mahal perbuatannya itu dengan menjadi pelarian selama bertahun-tahun. Berpura-pura dan bersikap tidak jujur memang bisa mendatangkan keuntungan—uang, kedudukan, atau ketenaran. Mungkin orang lain juga tidak akan mengetahui ketidakjujuran itu. Tetapi, Dia yang Maha Melihat itu mengetahuinya dengan jelas. Apakah hati nurani kita bisa tenang? Sanggupkah kita hidup dengan dikejar-kejar perasaan bersalah?—NNK. KATAKAN YA, JIKA YA. KATAKAN TIDAK, JIKA TIDAK. TIDAK PERLU BERPURA-PURA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Anto – Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi  (Yosua 1:9). Ini adalah perintah dan janji Tuhan buat saudara. Tetap semangat, have a good weekend Cik bersama anak-anak.

Worship Center Surabaya
Keselamatan kita adalah cuma-cuma. Tak dapat kita membelinya dengan seluruh harta dunia sekalipun. Kita pun tak dapat mengusahakannya dengan perbuatan baik kita untuk menerima jaminan hidup kekal & tempat yang pasti di sorga. Menerima keselamatan dengan mengerjakan keselamatan adalah dua hal yang berbeda. Menerima keselamatan tidak memerlukan harga apapun dari kita; mengerjakan keselamatan memerlukan seluruh hidup kita yang dipersembahkan oleh karena kasih pada Tuhan & Kekasih Agung kita. Iman semata demi menerima keselamatan; tetapi iman, penghaapan & kasihlah faktor utama mengerjakan keselamatan. Janji & komitmen Tuhan akan keselamatan adalah pasti; tak akan berubah. Janji & komitmen kitalah yang bisa berubah-ubah. Sebelum kita benar-benar menetapkan diri sebagai pengikut Kristus & tinggal selama-lamanya dalam kasih-Nya itu, kita sewaktu-waktu dapat kehilangan iman pada Yesus -meskipun kita masih menjadi Kristen. Oleh karena itu, dalam Alkitab kita ada nasihat rasuli yang perlu kita perhatikan. Mengapa? Karena pada bagian-bagian inilah kita seringkali lalai hingga tanpa sadar kita telah keluar dari jalan iman sejati. Surat 2 Pet. 1:3-4 memberitahukan kita kuasa Tuhan melengkapi kita untuk dapat hidup saleh bahkan kita beroleh janji-janji bahwa kita dimampukan beroleh bagian dalam kodrat ilahi. Ayat ke-5 dibuka dengan suatu kata-kata penghubung Justru karena itu..-yaitu karena Tuhan berkomitmen membawa kita berkemenangan hingga sampai di sorga & tinggal bersama-sama dengan Dia - maka KAMU HARUS DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH BERUSAHA… Dan ditegaskan lagi dalam ayat 10: “Karena itu, saudara-saudaraku, BERUSAHALAH SUNGGUH-SUNGGUH, supaya panggilan & pilihanmu makin teguh…” Hidup dalam kasih karunia bukan sekedar menikmati segala kelimpahan & kebaikan Tuhan. Namun juga suatu hidup yang penuh kesungguhan, gairah, komitmen, aktif mengejar perkara yang di atas, mencari kehendak Tuhan & mengikut Kristus kemana Dia menuntun kita dalam keindahan rencana-Nya. Sudahkah Anda melakukan bagian Anda selagi hidup dalam kasih karunia Tuhan? Salam revival! GBU.


No comments:

Post a Comment