RICH FAMILY-POOR FAMILY
Matius 5:13-15, “13Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar,
dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak
orang. 14Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung
tidak mungkin tersembunyi. 15Lagipula orang tidak menyalakan pelita
lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga
menerangi semua orang di dalam rumah itu.” Tuhan Yesus tidak berkata kamu HARUS menjadi Terang & Garam tetapi
IA berkata kamu ADALAH Terang &
Garam. Terang dan Garam adalah jati diri murid-murid Kristus, mereka tidak
perlu bergumul keras untuk berubah menjadi Terang & Garam. Mereka SUDAH
MENJADI Terang & Garam. Yang perlu kita prektekkan adalah apakah kita sudah
BERFUNGSI sebagai Terang & Garam?? Seringkali kita (saya) “tidak berfungsi” karena terisolasi,
ditutup oleh ‘gantang’ & pasif dalam menunjukkan/melakukan perbuatan-perbuatan
baik di depan orang lain?? Padahal dengan cara inilah Bapa di Surga dimuliakan
(baca ayat 16). Demikianlah hendaknya: TERANGMU BERCAHAYA di depan orang,
supaya mereka MELIHAT PERBUATANMU yang BAIK dan MEMULIAKAN Bapamu yang di
sorga. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Tidak ada sukacita yang lebih berarti ketimbang
melihat senyuman yang merekah di bibir orang-orang yang kita kasihi.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 23 Februari 2016. Tahu yang
Terbaik. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang
kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8). Seorang laki-laki
menanam pohon di kebun. Ia berdoa, “Tuhan, berilah hujan agar akar pohon ini
mendapat cukup air dan tumbuh.” Tuhan menurunkan hujan yang cukup lebat. Orang
itu khawatir karena hujan tak kunjung berhenti, jadi ia memohon, “Tuhan,
hentikanlah hujan ini supaya pohonku mendapat sinar matahari.” Hujan berhenti
dan matahari bersinar dengan terik. Orang itu khawatir pohonnya mati kepanasan,
ia berdoa, “Tuhan, turunkan hujan es agar pohonku merasa sejuk.” Tuhan
mengirimkan hujan es. Pohon itu sesaat tampak segar, tetapi sorenya layu dan
mati. Dengan sedih orang itu bercerita kepada temannya. Temannya berkata, “Aku
juga menanam pohon, dan lihatlah pohon itu tumbuh dengan baik. Aku memercayakan
pohon itu sepenuhnya pada Tuhan. Dia yang telah menciptakannya tentu lebih tahu
apa yang diperlukan pohon daripada aku, seorang manusia. Badai, cahaya
matahari, hujan, angin, atau apa pun, Tuhan tentu tahu yang terbaik bagi
kebutuhan pohon itu.” Yesus mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa. Bukan
bertele-tele dan menyangka banyaknya perkataan membuat dikabulkan, melainkan
doa yang penuh penyerahan. Doa yang percaya bahwa Allah pasti melakukan yang
terbaik untuk kita, bagaimanapun caranya. Itu sebabnya Allah menghendaki agar
kita tidak mengkhawatirkan segala hal, sebaliknya mengucap syukur apa pun
jawaban-Nya. Bukankah Dia tahu yang terbaik dan yang paling kita perlukan? Dia
yang menjadikan kita, Dia tahu bagaimana mencukupi kebutuhan kita —SYS. SEORANG
BAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB PASTI TAHU MENYEDIAKAN YANG TERBAIK BAGI
ANAK-ANAKNYA. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya, amin, amin, amin. MENYEMBAH DAN URAPAN ROH
KUDUS. Yoh 4:24, “Tuhan itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus
menyembahnya dalam roh dan kebenaran.” Menyembah merupakan wujud kita menyatu
dengan Tuhan, bukan hanya mendekat Tuhan. Tapi menyatu hati, pikiran, perasaan
dan roh dengan Tuhan. Apakah kita menganggap bahwa menyatu dengan Tuhan
merupakan prioritas atau kebutuhan tambahan, bila diperlukan. Itu semua akan
terlihat dari sikap kita terhadap penyembahan ,yang membawa berkat ‘urapan’.
Dalam setiap aspek kehidupan, kita membutuhkan “urapan” yang akan memperkuat
misi kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, masyarakat, khususnya dalam
pelayanan terhadap jiwa-jiwa untuk menyenangkan Tuhan. Amin. Selamat pagi, selamat berkarya dalam urapan
Roh Kudus. JBU all.
Bp. Anto -
Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Kecaplah dan lihatlah,
betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur
34:8). Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang bersungguh hati kepada-Nya.
Tetap semanga.
Worship
Center Surabaya
Sejak ribuan tahun lalu, manusia bukanlah
pribadi-pribadi yang mudah mengucapkan terima kasih. Hingga kini, kita semua
masih perlu selalu diingatkan untuk mengucap syukur & melatih diri
melakukannya setiap hari. Akhir zaman ditandai makin banyaknya orang-orang yang
tidak tahu berterima kasih & tidak tahu bersyukur dalam hidup (2 Tim. 3:2).
Sewaktu Yesus melayani, ada 10 orang kusta yang memohon belas kasihan Yesus.
Yesus menyuruh mereka menghadap imam. Sesuatu yang hanya dilakukan mereka yang
sudah sembuh dari kusta. Walau begitu mereka percaya & taat. Di perjalanan,
mereka disembuhkan dengan ajaib, namun hanya satu orang (ia orang Samaria) yang
kembali pada Yesus, memuji Allah lalu menyembah Yesus (Luk. 17:11-19).
Mungkinkah kita termasuk orang-orang yang tiada bersyukur? •Kita tidak
bersyukur jika kita lupa akan kebaikan-kebaikan yang pernah kita terima dari
seseorang atau Tuhan. Sadar maupun tidak, manusia sering lebih mudah mengingat
hal-hal buruk & pahit untuk kemudian hidup dalam kenangan-kenangan akan
semua itu ketimbang menghidupi ingat-ingatan akan segala kebaikan yang pernah
ia terima dalam hidup. •Adalah sikap tidak berterima kasih jika kita tak
memiliki kerinduan membalas kebaikan yang kita terima. Setidaknya menyampaikan
ucapan terima kasih atas berkat yang kita terima atau bila berhubungan dengan
Tuhan dari lidah bibir kita keluar ucapan-ucapan syukur, kata-kata iman atau
puji-pujian yang tulus karena segala kelimpahan pemberian-Nya. Jauh dari
keluhan & sungut-sungut sehari-hari. •Bila dialamatkan kepada Tuhan, kita tergolong
orang-orang yang lupa diri jika kita tidak datang dalam penyembahan sejati
kepada Tuhan sebagai ucapan syukur yang layak pada Bapa yang baik itu (Luk.
17:15-16). Mengetahui dlam sgala hal kita berhutang pada kasih aunia-Nya, tidak
ada ungkapan syukur terbesar selain penundukan & penyerahan diri untuk
hidup demi melakukan kehendak-Nya bagi kita (2 Kor. 5:14-15). Hari ini ucapkan
terima kasih pada seseorang & naikkanlah syukur pada Tuhan. Bukankah Anda
mau termasuk sebagai orang-orang yang tahu berterima kasih? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment