Tuesday, 23 February 2016

23 Februari 2016




  

RICH FAMILY-POOR FAMILY


 


Matius 5:13-15, 13Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” Tuhan Yesus tidak berkata kamu HARUS menjadi Terang & Garam tetapi IA berkata kamu ADALAH Terang & Garam. Terang dan Garam adalah jati diri murid-murid Kristus, mereka tidak perlu bergumul keras untuk berubah menjadi Terang & Garam. Mereka SUDAH MENJADI Terang & Garam. Yang perlu kita prektekkan adalah apakah kita sudah BERFUNGSI sebagai Terang & Garam?? Seringkali kita (saya) “tidak berfungsi” karena terisolasi, ditutup oleh ‘gantang’ & pasif dalam menunjukkan/melakukan perbuatan-perbuatan baik di depan orang lain?? Padahal dengan cara inilah Bapa di Surga dimuliakan (baca ayat 16). Demikianlah hendaknya: TERANGMU BERCAHAYA di depan orang, supaya mereka MELIHAT PERBUATANMU yang BAIK dan MEMULIAKAN Bapamu yang di sorga. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Tidak ada sukacita yang lebih berarti ketimbang melihat senyuman yang merekah di bibir orang-orang yang kita kasihi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 23 Februari 2016. Tahu yang Terbaik. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya (Matius 6:8). Seorang laki-laki menanam pohon di kebun. Ia berdoa, “Tuhan, berilah hujan agar akar pohon ini mendapat cukup air dan tumbuh.” Tuhan menurunkan hujan yang cukup lebat. Orang itu khawatir karena hujan tak kunjung berhenti, jadi ia memohon, “Tuhan, hentikanlah hujan ini supaya pohonku mendapat sinar matahari.” Hujan berhenti dan matahari bersinar dengan terik. Orang itu khawatir pohonnya mati kepanasan, ia berdoa, “Tuhan, turunkan hujan es agar pohonku merasa sejuk.” Tuhan mengirimkan hujan es. Pohon itu sesaat tampak segar, tetapi sorenya layu dan mati. Dengan sedih orang itu bercerita kepada temannya. Temannya berkata, “Aku juga menanam pohon, dan lihatlah pohon itu tumbuh dengan baik. Aku memercayakan pohon itu sepenuhnya pada Tuhan. Dia yang telah menciptakannya tentu lebih tahu apa yang diperlukan pohon daripada aku, seorang manusia. Badai, cahaya matahari, hujan, angin, atau apa pun, Tuhan tentu tahu yang terbaik bagi kebutuhan pohon itu.” Yesus mengajar kita bagaimana seharusnya berdoa. Bukan bertele-tele dan menyangka banyaknya perkataan membuat dikabulkan, melainkan doa yang penuh penyerahan. Doa yang percaya bahwa Allah pasti melakukan yang terbaik untuk kita, bagaimanapun caranya. Itu sebabnya Allah menghendaki agar kita tidak mengkhawatirkan segala hal, sebaliknya mengucap syukur apa pun jawaban-Nya. Bukankah Dia tahu yang terbaik dan yang paling kita perlukan? Dia yang menjadikan kita, Dia tahu bagaimana mencukupi kebutuhan kita —SYS. SEORANG BAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB PASTI TAHU MENYEDIAKAN YANG TERBAIK BAGI ANAK-ANAKNYA. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya, amin, amin, amin. MENYEMBAH DAN URAPAN ROH KUDUS. Yoh 4:24, “Tuhan itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahnya dalam roh dan kebenaran.” Menyembah merupakan wujud kita menyatu dengan Tuhan, bukan hanya mendekat Tuhan. Tapi menyatu hati, pikiran, perasaan dan roh dengan Tuhan. Apakah kita menganggap bahwa menyatu dengan Tuhan merupakan prioritas atau kebutuhan tambahan, bila diperlukan. Itu semua akan terlihat dari sikap kita terhadap penyembahan ,yang membawa berkat ‘urapan’. Dalam setiap aspek kehidupan, kita membutuhkan “urapan” yang akan memperkuat misi kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, masyarakat, khususnya dalam pelayanan terhadap jiwa-jiwa untuk menyenangkan Tuhan. Amin.  Selamat pagi, selamat berkarya dalam urapan Roh Kudus. JBU all.

Bp. Anto - Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:8). Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang bersungguh hati kepada-Nya. Tetap semanga.

Worship Center Surabaya
Sejak ribuan tahun lalu, manusia bukanlah pribadi-pribadi yang mudah mengucapkan terima kasih. Hingga kini, kita semua masih perlu selalu diingatkan untuk mengucap syukur & melatih diri melakukannya setiap hari. Akhir zaman ditandai makin banyaknya orang-orang yang tidak tahu berterima kasih & tidak tahu bersyukur dalam hidup (2 Tim. 3:2). Sewaktu Yesus melayani, ada 10 orang kusta yang memohon belas kasihan Yesus. Yesus menyuruh mereka menghadap imam. Sesuatu yang hanya dilakukan mereka yang sudah sembuh dari kusta. Walau begitu mereka percaya & taat. Di perjalanan, mereka disembuhkan dengan ajaib, namun hanya satu orang (ia orang Samaria) yang kembali pada Yesus, memuji Allah lalu menyembah Yesus (Luk. 17:11-19). Mungkinkah kita termasuk orang-orang yang tiada bersyukur? •Kita tidak bersyukur jika kita lupa akan kebaikan-kebaikan yang pernah kita terima dari seseorang atau Tuhan. Sadar maupun tidak, manusia sering lebih mudah mengingat hal-hal buruk & pahit untuk kemudian hidup dalam kenangan-kenangan akan semua itu ketimbang menghidupi ingat-ingatan akan segala kebaikan yang pernah ia terima dalam hidup. •Adalah sikap tidak berterima kasih jika kita tak memiliki kerinduan membalas kebaikan yang kita terima. Setidaknya menyampaikan ucapan terima kasih atas berkat yang kita terima atau bila berhubungan dengan Tuhan dari lidah bibir kita keluar ucapan-ucapan syukur, kata-kata iman atau puji-pujian yang tulus karena segala kelimpahan pemberian-Nya. Jauh dari keluhan & sungut-sungut sehari-hari. •Bila dialamatkan kepada Tuhan, kita tergolong orang-orang yang lupa diri jika kita tidak datang dalam penyembahan sejati kepada Tuhan sebagai ucapan syukur yang layak pada Bapa yang baik itu (Luk. 17:15-16). Mengetahui dlam sgala hal kita berhutang pada kasih aunia-Nya, tidak ada ungkapan syukur terbesar selain penundukan & penyerahan diri untuk hidup demi melakukan kehendak-Nya bagi kita (2 Kor. 5:14-15). Hari ini ucapkan terima kasih pada seseorang & naikkanlah syukur pada Tuhan. Bukankah Anda mau termasuk sebagai orang-orang yang tahu berterima kasih? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment