RICH FAMILY-POOR FAMILY
Efesus 5:16-17, “16dan
pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab
itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak
Tuhan.” WAKTU adalah Modal Utama, bahkan lebih dari UANG. Dengan
Waktu kita bisa menghasilkan uang, tetapi dengan Uang kita tidak dapat membeli
Waktu J. Dengan demikian kita tidak membiarkan waktu
berlalu begitu saja. Tanpa membuatnya milik kita, yang harus kita
manfaatkan sebaik-baiknya, jadi gunakan waktu dengan: 1) Bijaksana; 2)
Tanggung Jawab; 3) Sesuai kehendak Tuhan atau hal-hal Spiritualitas.
Xavier Quentin Pranata
“Cinta sejati adalah jatuh cinta
berkali-kali kepada orang yang sama sampai mati.” Xavier Quentin Pranata.
Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Renungan pagi hari ini,
29-2-2016. Terkadang Tuhan sendiri yang mengatur kondisi dan membawa kita di
kondisi itu untuk memastikan bahwa kita adalah benar-benar anakNya. Waktu Tuhan
sedang uji kita seperti tidak ada seorangpun yang bisa tolong kita (Daniel
3:17-18). Kalau kita adalah instrumen yang spesial bagi Tuhan maka prosesnya
juga tidak biasa-biasa. Tuhan tahu berpihak kepada siapa, jangan takut walaupun
kita sendiri di tengah-tengah kumpulan musuh sepertinya tidak bisa berbuat
apa-apa. Berdiri pada kebenaran, jangan takut kompromi hanya karena kita ingin
kaya, rendah sekali. Untuk membuktikan kemurnian iman kita, Tuhan menguji kita
dengan api (1 Yohanes 2:15-17). Tuhan mau melatih kasih kita. Firman Allah itu
absolut (tetap) tidak bisa diamandemen (diubah) seperti UUD 45. Roh yang
mengadili datang dan membakar memurnikan gereja sehingga gereja tidak lagi bisa
bermain-main dengan dosa dan menjadi kompromi dan tidak mengejar kekayaan dunia
ini karena semua yang berasal dari dunia ini akan lenyap. Ada dimensi RohNya
yang menyatakan kepada kita “HIDUP MENURUT HIKMAT TUHAN”. Amin. Happy Monday,
happy day. JBU All.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 29 Februari 2016.
Sang Penjunan. Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang
periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah
liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
(Yeremia 18:6) Adelaide Pollard, seorang guru Injil keliling, putus asa karena
belum mengumpulkan cukup uang untuk menjadi misionaris di Afrika. Ia secara tak
sengaja mendengar seorang perempuan tua berdoa seperti ini: “Sungguh Tuhan, apa
pun yang akan Tuhan lakukan dengan hidup kami, lakukanlah, karena Engkau
memegang hidup kami.” Sepenggal doa itu membuka hati Adelaide dan
menyadarkannya tentang arti berserah kepada Tuhan, sang pemilik hidup. Ia lalu
menuliskan lagu pujian berdasarkan doa perempuan itu. Nantinya, meskipun hanya
sebentar, ia memperoleh kesempatan melayani di Afrika. Yeremia sempat putus asa
karena ketika ia memberitakan pesan Allah, orang Israel justru menolak dan
mengancamnya. Allah ingin Yeremia mengenal pribadi-Nya dan apa yang menjadi
rencana-Nya. Dan di hadapan Yeremia, Allah menggambarkan diri-Nya sebagai
tukang periuk (penjunan) yang sedang membentuk sebuah periuk (umat-Nya).
Sebagai penjunan, Allah berhak melakukan apa saja kepada periuk-Nya menurut
yang dikehendaki-Nya. Allah adalah penjunan dan kita adalah tanah liatnya.
Setiap orang yang memiliki kesadaran ini akan mengerti bagaimana seharusnya ia
menjalani hidup. Sebagai Bapa yang baik, Dia memang mengizinkan kita untuk
menyatakan apa pun keinginan hati kita kepada-Nya. Namun kiranya kita dapat
belajar agar kita tidak meminta Allah melakukan sesuatu yang menurut kita baik
untuk diri kita; tetapi memohonlah kepada Allah untuk melakukan sesuatu yang
baik menurut Allah bagi kita —SYS. ALLAH, SANG PENJUNAN, MEMBENTUK KEHIDUPAN
KITA MENJADI YANG TERBAIK MENURUT KEBIJAKAN-NYA. Selamat pagi. Selamat
beraktivitas. Semangat berdoa dan baca Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
GNCC
Mazmur 13:6, “Tetapi aku, kepada kasih
setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau
menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” Have a great
week. God is with you and bless you.
No comments:
Post a Comment