Monday, 29 February 2016

29 Februari 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Efesus 5:16-17, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” WAKTU adalah Modal Utama, bahkan lebih dari UANG. Dengan Waktu kita bisa menghasilkan uang, tetapi dengan Uang kita tidak dapat membeli Waktu J.  Dengan demikian kita tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja. Tanpa membuatnya milik kita, yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, jadi gunakan waktu dengan: 1) Bijaksana; 2) Tanggung Jawab; 3) Sesuai kehendak Tuhan atau hal-hal Spiritualitas.

Xavier Quentin Pranata
“Cinta sejati adalah jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama sampai mati.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Renungan pagi hari ini, 29-2-2016. Terkadang Tuhan sendiri yang mengatur kondisi dan membawa kita di kondisi itu untuk memastikan bahwa kita adalah benar-benar anakNya. Waktu Tuhan sedang uji kita seperti tidak ada seorangpun yang bisa tolong kita (Daniel 3:17-18). Kalau kita adalah instrumen yang spesial bagi Tuhan maka prosesnya juga tidak biasa-biasa. Tuhan tahu berpihak kepada siapa, jangan takut walaupun kita sendiri di tengah-tengah kumpulan musuh sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa. Berdiri pada kebenaran, jangan takut kompromi hanya karena kita ingin kaya, rendah sekali. Untuk membuktikan kemurnian iman kita, Tuhan menguji kita dengan api (1 Yohanes 2:15-17). Tuhan mau melatih kasih kita. Firman Allah itu absolut (tetap) tidak bisa diamandemen (diubah) seperti UUD 45. Roh yang mengadili datang dan membakar memurnikan gereja sehingga gereja tidak lagi bisa bermain-main dengan dosa dan menjadi kompromi dan tidak mengejar kekayaan dunia ini karena semua yang berasal dari dunia ini akan lenyap. Ada dimensi RohNya yang menyatakan kepada kita “HIDUP MENURUT HIKMAT TUHAN”. Amin. Happy Monday, happy day. JBU All.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 29 Februari 2016. Sang Penjunan. Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! (Yeremia 18:6) Adelaide Pollard, seorang guru Injil keliling, putus asa karena belum mengumpulkan cukup uang untuk menjadi misionaris di Afrika. Ia secara tak sengaja mendengar seorang perempuan tua berdoa seperti ini: “Sungguh Tuhan, apa pun yang akan Tuhan lakukan dengan hidup kami, lakukanlah, karena Engkau memegang hidup kami.” Sepenggal doa itu membuka hati Adelaide dan menyadarkannya tentang arti berserah kepada Tuhan, sang pemilik hidup. Ia lalu menuliskan lagu pujian berdasarkan doa perempuan itu. Nantinya, meskipun hanya sebentar, ia memperoleh kesempatan melayani di Afrika. Yeremia sempat putus asa karena ketika ia memberitakan pesan Allah, orang Israel justru menolak dan mengancamnya. Allah ingin Yeremia mengenal pribadi-Nya dan apa yang menjadi rencana-Nya. Dan di hadapan Yeremia, Allah menggambarkan diri-Nya sebagai tukang periuk (penjunan) yang sedang membentuk sebuah periuk (umat-Nya). Sebagai penjunan, Allah berhak melakukan apa saja kepada periuk-Nya menurut yang dikehendaki-Nya. Allah adalah penjunan dan kita adalah tanah liatnya. Setiap orang yang memiliki kesadaran ini akan mengerti bagaimana seharusnya ia menjalani hidup. Sebagai Bapa yang baik, Dia memang mengizinkan kita untuk menyatakan apa pun keinginan hati kita kepada-Nya. Namun kiranya kita dapat belajar agar kita tidak meminta Allah melakukan sesuatu yang menurut kita baik untuk diri kita; tetapi memohonlah kepada Allah untuk melakukan sesuatu yang baik menurut Allah bagi kita —SYS. ALLAH, SANG PENJUNAN, MEMBENTUK KEHIDUPAN KITA MENJADI YANG TERBAIK MENURUT KEBIJAKAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semangat berdoa dan baca Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

GNCC
Mazmur 13:6, “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” Have a great week. God is with you and bless you.

No comments:

Post a Comment