Thursday, 4 February 2016

4 Februari 2016



RICH FAMILY-POOR FAMILY


1 Yohanes 4:19-21, 19Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” Kalau kita mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan pasti kita juga mempunyai hubungan yang baik dengan sesama. Jadi kasih kita kepada Kristus (yang tidak kelihatan) harus terbukti lewat kasih kita kepada sesama (yang kelihatan). Amin. Sudahkah kita PRAKTEKkan KASIH kita kepada Tuhan?? Lewat saudara-saudara kita/sesama  yang ada dikomunitas/marketplace kita??

Xavier Quentin Pranata
“Saat orang yang kita percayai justru menusuk kita dari belakang yang perlu kita lakukan adalah menengadah ke atas dan mohon hikmat-Nya.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 37:5 – Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-NYA dan IA akan bertindak! YESUS sanggup menolong kita. Percayai kemampuan-NYA. DIA Luar Biasa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 4 Februari 2016. Bangun dan Berdoa. Kata-Nya kepada mereka, “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Lukas 22:46). Pada Juli 1991, seorang stuntman, Bobby Leach, mengarungi air terjun Niagara dalam gentong besi. Ia hanya menderita luka-luka ringan walaupun aksinya itu sangat berbahaya. Beberapa tahun kemudian, ketika Leach sedang berjalan-jalan di New Zealand, ia tergelincir karena menginjak kulit jeruk. Ia jatuh dan kakinya patah. Ia dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia karena mengalami komplikasi. Ia menderita luka-luka yang lebih berat ketika berjalan daripada ketika mengarungi Niagara. Ia mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi bahaya yang besar, namun ia tidak siap akan bahaya yang mengancam di jalan. Yesus memahami benar apa artinya menjaga hidup dengan penuh kewaspadaan dari ancaman Iblis yang dapat menjatuhkan iman-Nya dan umat-Nya. Sebuah kewaspadaan yang tidak hanya dilakukan ketika pencobaan itu datang, tetapi di setiap waktu. Itulah sebabnya Yesus meminta kepada murid-murid-Nya, “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan.” Doa pribadi kepada Allah adalah salah satu cara menjaga hati kita dari pengaruh jahat yang mencoba menghancurkan iman kita. Perkataan Yesus agar kita “bangun dan berdoa” menunjukkan betapa kita harus selalu waspada terhadap godaan si jahat. Doa dan hubungan pribadi kita dengan Allah menjadi kekuatan dan perisai agar kita tidak jatuh oleh pencobaan. Doa kepada Allah membuat iman kita tidak “tertidur”, sebaliknya semakin bertumbuh dan kuat —SYS. DOA MEMANG TIDAK MENGHINDARKAN KITA DARI PENCOBAAN, TETAPI MEMBERIKAN KEKUATAN AGAR KITA TIDAK JATUH DALAM PENCOBAAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
BELAJAR MENJAGA LIDAH. Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan, dua di antara kodok tersebut jatuh ke dalam sebuah lubang. Semua kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati. Kedua kodok tersebut tak menghiraukan komentar itu & mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat & lebih baik mati. Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain & menyerah. Dia terjatuh & mati, sedang kodok yang satunya tetap meneruskan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok-kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha & mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kuat, & akhirnya berhasil. Ketika dia sampai di atas, ada kodok yang bertanya, “Apa kau tak mendengar teriakan kami?” Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli. Akhirnya kodok-kodok sadar bahwa saat di bawah tadi kodok tuli itu menganggap mereka telah memberikan semangat kepadanya. Kekuatan Hidup & Mati ada di Lidah. Kekuatan kata-kata yang diberikan pada seseorang yang sedang “jatuh” justru dapat membuat orang tersebut bangkit & membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang “jatuh” dapat membunuh mereka, maka hati-hatilah dengan apa yang akan Anda ucapkan! Suarakan ‘Kata-Kata Semangat (Optimis)’ kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa ‘Kata-Kata Semangat’ itu dapat membuat Anda berfikir & melangkah lebih jauh dari yang Anda perkirakan. Smua orang dapat mengeluarkan ‘Kata-Kata Semangat’, untuk membuat rekan & teman atau bahkan kepada yang tak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaanya, keterpurukan & kemalangannya. “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mazmur 34:13). God bless you all.

Ibu Caroline – Bandung
God can do anything He pleases through an ordinary person who is fully dedicated to Him (Henry Blackaby). Tuhan bisa melakukan apa saja yang Dia inginkan melalui orang biasa yang berdedikasi sepenuhnya kepadaNya (Henry Blackaby).

Worship Center Surabaya
Daging sapi merupakan komoditas makanan yang tidak murah. Tidak setiap hari setiap orang dapat mengkonsumsi daging. Sudah barang tentu, mereka yang dapat menikmati daging sebagai menu makannya tiap hari dianggap kualitas hidupnya lebih baik daripada yang hanya memakan sayur atau makanan pokok semata. Mungkin penilaian itu benar tapi tidak selalu benar. Hikmat dari Tuhan memberitahukan kita bahwa: “Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan” (Ams. 17:1). Dalam keadaan tertentu adalah lebih baik makan roti kering daripada makan daging. Dari sini kita kita dapat belajar bahwa: -Penting untuk mengetahui mana yang terutama & kurang utama; yang lebih baik daripada yang sekedar baik. Memang baik menyantap makanan bermutu tapi tidak lebih baik jika memakannya dalam perselisihan & kegelisahan. Yang tidak mengetahui mana yang terutama & tidak, itu serupa dengan orang yang menambang & menemukan emas tapi mengambil tanahnya lalu membuang emasnya. Suatu kebodohan yang membawa kerugian yang besar! -Memiliki ketenteraman jiwa, ketenangan batin & kedamaian hati ialah hal-hal yang lebih utama daripada kelimpahan & kenikmatan materi atau badani.  Tentu saja memiliki kekayaan & kemudahan dalam hidup membawa kesenangan tersendiri tapi itu bukan jaminan untuk hati yang bebas dari kegelisahan yang terus menghantui: karena rasa bersalah, sakit hati, kepahitan, kebencian, kemerahan & kekuatiran akan banyak hal lainnya. -Yang berpikir bahwa kelimpahan materi adalah kehidupan terbaik telah menaruh keyakinan pada pikiran-pikiran keliru yang akan berujung pada kekecewaan yang besar di waktu-waktu berikutnya. Tentu merupakan kebahagiaan besar jika ada hati yang tenteram diserta makan minum yang baik & limpah namun Tuhan menjanjikan yang utama bagi kita: sukacita & damai sejahtera yang tak pernah kering di hati kita. Itulah yang terbaik di antara apapun yang baik selama hidup manusia di muka bumi ini. Setujukah Anda? Salam revival! GBU.

NN
RENUNGAN: “Dua Orang Ibu & Pemilik Toko”. Suatu hari, ada dua orang ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju. Ternyata pemilik toko itu lagi ‘bad mood’ sehingga dia tidak melayani pelanggannya dengan baik, termasuk kedua orang ibu tadi. Malah si pemilik toko terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut. Ibu pertama jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan pada penjualnya. Ibu pertama: “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?” Ibu kedua: “Kenapa saya harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain.” Ibu pertama: “Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali?” Ibu kedua : “Itu masalah dia. Kalau dia mau ‘bad mood’, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh tidak ada kaitannya dengan kita kan? Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita.” Tindakan kita kerap kali dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga, dan sebaliknya. Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi demikian pelit jika harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain baik dulu? Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak!!! Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain. Hidup kita terlalu berharga, oleh sebab itu: “Make yourself have a meaning for others.” Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas. Tetap manis di tempat yang sangat pahit. Tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar. Dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat. Selamat pagi. Salam damai sejahtera. GBU.


No comments:

Post a Comment