RICH FAMILY-POOR FAMILY
Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya:
‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu.’” Jika kita mengasihi Allah,kita pasti ingin
hidup menurut jalanNya, kita melakukan bukan karena takut pada konsekwensinya
tetapi karena ada ‘kasih’/Roh Kudus di dalam hati kita yang ingin menyenangkan
hatiNya. Sekalipun kami belum pernah melihatMU tetapi kami PERCAYA dan
MENGASIHIMU (1 Petrus 1:8). Biarlah KASIH kita kepada Kristus menjadi bukti
nyata lewat kasih kita kepada sesama kita. Amin.
Ibu Caroline – Bandung
Senin, 15 Februari 2016. Bacaan: Lukas 22:24-38.
Setahun: Bilangan 7. Nats: Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu
jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah
saudara-saudaramu (Lukas 22:32). Kembali dan Semakin Kuat. Ada yang menarik dibalik
cidera parah yang dialami oleh Luke Shaw, bek kiri klub Manchester United, saat
bertanding melawan PSV Eindhoven pada September 2015. Kaki kanannya patah
akibat tebasan kaki pemain PSV, membuatnya mengerang kesakitan. Ia diperkirakan
akan absen bertanding minimal enam bulan. Dukungan pun mengalir dari berbagai
pihak, terutama dari rekan-rekan Shaw di Manchester United. Kiper David de Gea
berkicau di akun Twitter: “Kami berharap kamu kembali dalam kondisi lebih
kuat.” Yesus bukan hanya berharap, tapi mempersiapkan Petrus, agar tetap kuat
dalam menghadapi pencobaan. Yesus tahu Petrus akan gagal. Dia tidak berdoa
supaya Petrus batal menyangkal-Nya, tetapi Dia berdoa agar iman Petrus jangan
sampai gugur. Yesus pun menyatakan harapan-Nya, agar Petrus dapat kembali dari
masa-masa sulit yang dialaminya dengan kondisi lebih kuat. Yesus berharap agar
masa-masa sulit yang dialami Petrus bukan hanya akan membuatnya lebih kuat --
secara iman dan mental -- melainkan juga dapat menguatkan orang lain. Dalam
hidup ini, meskipun kita mengalami masa sulit, Tuhan tidak akan membiarkan kita
terpuruk. Justru Dia berharap kita dapat lebih kuat setelah masa sulit itu
berlalu, supaya kita dapat menolong orang lain yang sedang mengalami masa sulit
juga. Jika saat ini kita diizinkan mengalami pergumulan, kegagalan, atau jatuh
dalam dosa, terimalah penguatan iman dan semangat dari Tuhan. Segera bangkit
dan jadilah kuat, karena Tuhan mau memakai hidup kita untuk menolong sesama
–GoHokJin. Masa-masa sulit dapat memperlemah atau, sebaliknya, justru
memperkuat kita.
Xavier Quentin Pranata
“Kerinduan terbesar kita adalah agar orang yang
kita kasihi merindukan kita.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 27:1 – TUHAN adalah terangku dan
keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku,
terhadap siapakah aku harus gemetar? Ya jelas nggak adalahhh... Percayalah
YESUS sanggup menjagai hidup kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 15 Februari 2016. Mengosongkan
Gelas. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan
orang-orang yang berhikmat (1 Korintus 1:27). Bob Sadino, pengusaha Indonesia
yang bergerak di bidang pangan dan peternakan serta pemilik jaringan usaha
Kemfood dan Kemchicks, semasa hidup dikenal sebagai penular “ilmu goblok untuk
sukses”. Ia berkata, “Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu
mengosongkan ‘gelas’ saya lebih dulu.” Mengapa? Sebab, semakin “goblok”
seseorang, akan semakin banyak ilmu yang diperolehnya. Sikap ini ada benarnya:
kita perlu merendahkan diri untuk belajar sehingga pengertian kita semakin
luas. Dalam gereja di Korintus, sebagian orang tidak percaya bahwa Yesus telah
bangkit dari kematian karena mereka sangat berpegang pada ilmu pengetahuan.
Selain itu, ada juga keyakinan Yahudi yang tidak percaya kalau Mesias bisa
mati. Mereka berpikir bahwa Mesias itu tangguh dan tak terkalahkan. Tak heran,
kelompok ini memandang salib sebagai sebuah kebodohan. Ini terjadi karena
mereka tidak mau “mengosongkan gelas” dan bersikeras dengan pandangan mereka
sendiri. Mereka tidak mau mencoba memahami cara pandang Allah, dan sulit
menerima pandangan yang berbeda. Demikian pula jika kita mau belajar. Alangkah
baiknya bila kita “mengosongkan gelas” lebih dulu dan siap untuk banyak mendengar
dengan rendah hati. Dengan hikmat Tuhan, maka kita akan bisa menerima
kebenaran-kebenaran yang mungkin berbeda dengan pikiran kita sendiri. Kita juga
tidak menganggap diri serba benar, tetapi bersedia dikoreksi. Kiranya ini
menjadi cara kita bertumbuh—baik secara jasmani maupun rohani —AW. ORANG YANG
TERBUKA UNTUK BELAJAR SEDIA MEMBUKA HATI DAN TELINGANYA UNTUK MENDENGAR.
Selamat pagi. Semangat awal Minggu. Tuhan Yesus memberkati.
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KASIH & CINTA YESUS KRISTUS. “Janganlah
takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan
namamu, engkau ini kepunyaan-Ku” (Yesaya 43:1). Banyak cara untuk mengungkapkan
cinta kepada orang terkasih di hari Valentine. Setiap tahun, pembuat kartu
mencetak kata-kata romantis di lembaran penuh hiasan bunga, Cupid, bentuk
bibir, atau hati. Perlu kita akui, makin banyak saja cara untuk mengungkapkan 3
kata yang penuh makna berbunyi, “Aku cinta kamu” ini. Cokelat, bunga, apa saja
yang bisa mewakili penyataan tanda cinta seseorang terhadap pasangannya. Namun
di antara smua cara & pesan manis tersebut, tak ada yang bisa menyamai
pesan cinta terindah yang pernah tercatat dalam sejarah yang ditemukan dalam
kitab Yohanes. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
Ya, inilah ekpresi kasih TUHAN yang DIA hembuskan melalui Alkitab—dan inti dari
semua pesan-NYA adalah CINTA. Cinta Kasih TUHAN tidak bersyarat & mencakup
segala hal. DIA selalu menantikan saat-saat DIA bisa memeluk kita & menaruh
kita dekat dengan hati-NYA, sambil berbisik, “Maukah kau jadi milik-KU?” Maukah
Anda menerima kado Valentine paling spesial di tahun ini? Sebenarnya ‘kado’ ini
telah dikirimkan kepada Anda sejak 2000 tahun lalu, yakni Yesus Kristus, Anak
Allah yang tunggal. Maukah Anda menerima-NYA hari ini? DIA rindu memberikan
ungkapan kasih kepada Anda & mengubah hari-hari Anda yang biasa saja
menjadi ‘hari Valentine’ setiap saat!!! ”Bukan kita yang telah mengasihi Allah,
tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai
pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah
sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1 Yohanes
4:10-11). God bless you.
Tante Elisabeth – NTT
Ya amin. Kis 8:5. Dorong diri kita untuk
mengerjakan pekerjaanNya, Tuhan itu upahNya kita. Ibrani 4:1-13, ayat 7. Tuhan
mengangkat semua balok yang di dalam batinmu, Tuhan: saya memaksa hati saya
masuk ke tempat perhentian-Mu, bersatu dengan Engkau kita harus mengalami hari
perhentian yang adalah ‘hari ini’ hari perhentian datang, hari ini adalah hari
dimana kita dapat bergembira. 2 Tim 2:13, Jika kita tidak setia, Dia tetap
setia. Karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya. “Apa yang membuat Abraham
berharap? Karena dia mengenal Allah. Pastikan bahwa kita akan menemukan
pengharapan yang Tuhan janjikan, kondisikan diri kita setiap hari. Bapa di surga
akan bertindak mencabut konflik batin yang menghalangi hidup kita. Amin. Happy
Monday, happy day. JBU all.
GNCC
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh
hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya (Lukas 2:40). Empat area dimana
Yesus bertumbuh sebagai manusia: 1. BERTAMBAH BESAR. Berhubungan dengan tubuh
jasmani (Ibrani 10:5-7). Tubuh jasmani itu untuk melakukan kehendak Tuhan sehingga harus menjaga tubuh dengan
baik. 2. MENJADI KUAT. Menjadi kuat = He grew in spirit (NKJV). Ketika lahir
baru, roh manusia menjadi baru. Seperti bayi yang harus diberi makan &
dirawat supaya dapat bertumbuh dengan
baik dan sehat, demikian juga dengan manusia roh kita. Supaya manusia roh dapat
bertumbuh: Berdoa, Firman, bergaul dengan saudara seiman untuk selalu menguatkan.
3. PENUH HIKMAT (Amsal 9:10). 4. KASIH KARUNIA ALLAH ADA PADANYA. Teks
asli: Graciousness of God. Yang artinya:
Sopan, murah hati, mudah diajak bergaul, luas. Ketika ada karakter yang baik
dalam hidup kita, kita akan mudah bergaul dengan orang lain. Dan kita dapat
membawa mereka kepada Yesus.
Worship Center Surabaya
Akan ada perbedaan antara orang-orang yang
benar-benar hidup menjadi pelaku-pelaku firman dengan yang abai terhadap
petunjuk-petunjuk ilahi dalam hidupnya. Mazmur 119:21-22 menunjukkan
kekontrasan itu. Mereka yang menyimpang dari praktek-praktek kebenaran firman
Tuhan, yang disebut ‘orang-orang kurang ajar’, akan menerima hardikan, suatu
tegoran keras, bahkan kutuk dari Tuhan. Pada waktunya, mereka akan berurusan
dengan Tuhan yang sabda-Nya dianggap sebagai angin lalu itu (ayat 21). Jika itu
terjadi tak seorang pun manusia dapat menghalangi tangan Tuhan yang teracung
itu. Di sisi lain, mereka yang dengan segenap hati mencari Tuhan, mengasihi-Nya
dengan taat & setia MELAKUKAN perintah-perintahNya, mungkin saja akan
‘berurusan’ dengan manusia-manusia yang lain, khususnya yang membenci
jalan-jalan Tuhan. Para pelaku firman memang kerap menjadi sasaran olok-olok,
hinaan, celaan, caci maki & pelecehan dari berbagai pihak yang tak dikenal
atau yang telah dikenal sebelumnya (seperti misalnya di tempat kerja,
lingkungan sosial/pergaulan, bahkan di keluarganya sendiri) oleh sebab
keteguhan hidupnya menjalankan kehendak Tuhan. Meski begitu, ayat 22
memberitahu kita bahwa jika cela & hinaan menimpa kita, maka kita dapat
menaikkan memohon pembelaan dari Tuhan sendiri. Pada saatnya, Tuhan pasti akan
menolong hamba-hambaNya & membungkamkan mulut orang-orang fasik itu.
Sesungguhnya, sadar atau tidak, sebuah pilihan dihadapkan pada kita setiap hari.
Sebagai pengikut Kristus ada waktu-waktu dimana kita harus memilih, apakah kita
akan mengikuti ketetapan-ketetapan Tuhan atau mengikuti petunjuk & nasihat
manusia yang mungkin tampak baik bahkn benar tetapi tak sesuai dengan kehendak
Tuhan. Harus diakui, jalan sesak & pintu yang sempit bukan pilihan banyak
orang. Hingga kini, umumnya perintah-perintah Tuhanlah yang kita sisihkan
sedangkan ajakan, saran, bujukan orang-orang yang tiada mengenal jalan-jalan
Tuhan kerap kita pertimbangkan & ikuti atas nama menjaga perasaan atau
hubungan baik. Jika tahu kebenaran firman di atas, adakah Anda memegang
perintah-perintah Tuhan apapun yang terjadi? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment