Monday, 15 February 2016

15 Februari 2016



RICH FAMILY-POOR FAMILY


Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.’” Jika kita mengasihi Allah,kita pasti ingin hidup menurut jalanNya, kita melakukan bukan karena takut pada konsekwensinya tetapi karena ada ‘kasih’/Roh Kudus di dalam hati kita yang ingin menyenangkan hatiNya. Sekalipun kami belum pernah melihatMU tetapi kami PERCAYA dan MENGASIHIMU (1 Petrus 1:8). Biarlah KASIH kita kepada Kristus menjadi bukti nyata lewat kasih kita kepada sesama kita. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Senin, 15 Februari 2016. Bacaan: Lukas 22:24-38. Setahun: Bilangan 7. Nats: Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu (Lukas 22:32). Kembali dan Semakin Kuat. Ada yang menarik dibalik cidera parah yang dialami oleh Luke Shaw, bek kiri klub Manchester United, saat bertanding melawan PSV Eindhoven pada September 2015. Kaki kanannya patah akibat tebasan kaki pemain PSV, membuatnya mengerang kesakitan. Ia diperkirakan akan absen bertanding minimal enam bulan. Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, terutama dari rekan-rekan Shaw di Manchester United. Kiper David de Gea berkicau di akun Twitter: “Kami berharap kamu kembali dalam kondisi lebih kuat.” Yesus bukan hanya berharap, tapi mempersiapkan Petrus, agar tetap kuat dalam menghadapi pencobaan. Yesus tahu Petrus akan gagal. Dia tidak berdoa supaya Petrus batal menyangkal-Nya, tetapi Dia berdoa agar iman Petrus jangan sampai gugur. Yesus pun menyatakan harapan-Nya, agar Petrus dapat kembali dari masa-masa sulit yang dialaminya dengan kondisi lebih kuat. Yesus berharap agar masa-masa sulit yang dialami Petrus bukan hanya akan membuatnya lebih kuat -- secara iman dan mental -- melainkan juga dapat menguatkan orang lain. Dalam hidup ini, meskipun kita mengalami masa sulit, Tuhan tidak akan membiarkan kita terpuruk. Justru Dia berharap kita dapat lebih kuat setelah masa sulit itu berlalu, supaya kita dapat menolong orang lain yang sedang mengalami masa sulit juga. Jika saat ini kita diizinkan mengalami pergumulan, kegagalan, atau jatuh dalam dosa, terimalah penguatan iman dan semangat dari Tuhan. Segera bangkit dan jadilah kuat, karena Tuhan mau memakai hidup kita untuk menolong sesama –GoHokJin. Masa-masa sulit dapat memperlemah atau, sebaliknya, justru memperkuat kita.

Xavier Quentin Pranata
“Kerinduan terbesar kita adalah agar orang yang kita kasihi merindukan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 27:1 – TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Ya jelas nggak adalahhh... Percayalah YESUS sanggup menjagai hidup kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 15 Februari 2016. Mengosongkan Gelas. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat (1 Korintus 1:27). Bob Sadino, pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang pangan dan peternakan serta pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchicks, semasa hidup dikenal sebagai penular “ilmu goblok untuk sukses”. Ia berkata, “Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan ‘gelas’ saya lebih dulu.” Mengapa? Sebab, semakin “goblok” seseorang, akan semakin banyak ilmu yang diperolehnya. Sikap ini ada benarnya: kita perlu merendahkan diri untuk belajar sehingga pengertian kita semakin luas. Dalam gereja di Korintus, sebagian orang tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit dari kematian karena mereka sangat berpegang pada ilmu pengetahuan. Selain itu, ada juga keyakinan Yahudi yang tidak percaya kalau Mesias bisa mati. Mereka berpikir bahwa Mesias itu tangguh dan tak terkalahkan. Tak heran, kelompok ini memandang salib sebagai sebuah kebodohan. Ini terjadi karena mereka tidak mau “mengosongkan gelas” dan bersikeras dengan pandangan mereka sendiri. Mereka tidak mau mencoba memahami cara pandang Allah, dan sulit menerima pandangan yang berbeda. Demikian pula jika kita mau belajar. Alangkah baiknya bila kita “mengosongkan gelas” lebih dulu dan siap untuk banyak mendengar dengan rendah hati. Dengan hikmat Tuhan, maka kita akan bisa menerima kebenaran-kebenaran yang mungkin berbeda dengan pikiran kita sendiri. Kita juga tidak menganggap diri serba benar, tetapi bersedia dikoreksi. Kiranya ini menjadi cara kita bertumbuh—baik secara jasmani maupun rohani —AW. ORANG YANG TERBUKA UNTUK BELAJAR SEDIA MEMBUKA HATI DAN TELINGANYA UNTUK MENDENGAR. Selamat pagi. Semangat awal Minggu. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KASIH & CINTA YESUS KRISTUS. “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku” (Yesaya 43:1). Banyak cara untuk mengungkapkan cinta kepada orang terkasih di hari Valentine. Setiap tahun, pembuat kartu mencetak kata-kata romantis di lembaran penuh hiasan bunga, Cupid, bentuk bibir, atau hati. Perlu kita akui, makin banyak saja cara untuk mengungkapkan 3 kata yang penuh makna berbunyi, “Aku cinta kamu” ini. Cokelat, bunga, apa saja yang bisa mewakili penyataan tanda cinta seseorang terhadap pasangannya. Namun di antara smua cara & pesan manis tersebut, tak ada yang bisa menyamai pesan cinta terindah yang pernah tercatat dalam sejarah yang ditemukan dalam kitab Yohanes. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Ya, inilah ekpresi kasih TUHAN yang DIA hembuskan melalui Alkitab—dan inti dari semua pesan-NYA adalah CINTA. Cinta Kasih TUHAN tidak bersyarat & mencakup segala hal. DIA selalu menantikan saat-saat DIA bisa memeluk kita & menaruh kita dekat dengan hati-NYA, sambil berbisik, “Maukah kau jadi milik-KU?” Maukah Anda menerima kado Valentine paling spesial di tahun ini? Sebenarnya ‘kado’ ini telah dikirimkan kepada Anda sejak 2000 tahun lalu, yakni Yesus Kristus, Anak Allah yang tunggal. Maukah Anda menerima-NYA hari ini? DIA rindu memberikan ungkapan kasih kepada Anda & mengubah hari-hari Anda yang biasa saja menjadi ‘hari Valentine’ setiap saat!!! ”Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1 Yohanes 4:10-11). God bless you.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin. Kis 8:5. Dorong diri kita untuk mengerjakan pekerjaanNya, Tuhan itu upahNya kita. Ibrani 4:1-13, ayat 7. Tuhan mengangkat semua balok yang di dalam batinmu, Tuhan: saya memaksa hati saya masuk ke tempat perhentian-Mu, bersatu dengan Engkau kita harus mengalami hari perhentian yang adalah ‘hari ini’ hari perhentian datang, hari ini adalah hari dimana kita dapat bergembira. 2 Tim 2:13, Jika kita tidak setia, Dia tetap setia. Karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya. “Apa yang membuat Abraham berharap? Karena dia mengenal Allah. Pastikan bahwa kita akan menemukan pengharapan yang Tuhan janjikan, kondisikan diri kita setiap hari. Bapa di surga akan bertindak mencabut konflik batin yang menghalangi hidup kita. Amin. Happy Monday, happy day. JBU all.

GNCC
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya (Lukas 2:40). Empat area dimana Yesus bertumbuh sebagai manusia: 1. BERTAMBAH BESAR. Berhubungan dengan tubuh jasmani (Ibrani 10:5-7). Tubuh jasmani itu untuk melakukan kehendak  Tuhan sehingga harus menjaga tubuh dengan baik. 2. MENJADI KUAT. Menjadi kuat = He grew in spirit (NKJV). Ketika lahir baru, roh manusia menjadi baru. Seperti bayi yang harus diberi makan & dirawat  supaya dapat bertumbuh dengan baik dan sehat, demikian juga dengan manusia roh kita. Supaya manusia roh dapat bertumbuh: Berdoa, Firman, bergaul dengan saudara seiman untuk selalu menguatkan. 3. PENUH HIKMAT (Amsal 9:10). 4. KASIH KARUNIA ALLAH ADA PADANYA. Teks asli:  Graciousness of God. Yang artinya: Sopan, murah hati, mudah diajak bergaul, luas. Ketika ada karakter yang baik dalam hidup kita, kita akan mudah bergaul dengan orang lain. Dan kita dapat membawa mereka kepada Yesus.

Worship Center Surabaya
Akan ada perbedaan antara orang-orang yang benar-benar hidup menjadi pelaku-pelaku firman dengan yang abai terhadap petunjuk-petunjuk ilahi dalam hidupnya. Mazmur 119:21-22 menunjukkan kekontrasan itu. Mereka yang menyimpang dari praktek-praktek kebenaran firman Tuhan, yang disebut ‘orang-orang kurang ajar’, akan menerima hardikan, suatu tegoran keras, bahkan kutuk dari Tuhan. Pada waktunya, mereka akan berurusan dengan Tuhan yang sabda-Nya dianggap sebagai angin lalu itu (ayat 21). Jika itu terjadi tak seorang pun manusia dapat menghalangi tangan Tuhan yang teracung itu. Di sisi lain, mereka yang dengan segenap hati mencari Tuhan, mengasihi-Nya dengan taat & setia MELAKUKAN perintah-perintahNya, mungkin saja akan ‘berurusan’ dengan manusia-manusia yang lain, khususnya yang membenci jalan-jalan Tuhan. Para pelaku firman memang kerap menjadi sasaran olok-olok, hinaan, celaan, caci maki & pelecehan dari berbagai pihak yang tak dikenal atau yang telah dikenal sebelumnya (seperti misalnya di tempat kerja, lingkungan sosial/pergaulan, bahkan di keluarganya sendiri) oleh sebab keteguhan hidupnya menjalankan kehendak Tuhan. Meski begitu, ayat 22 memberitahu kita bahwa jika cela & hinaan menimpa kita, maka kita dapat menaikkan memohon pembelaan dari Tuhan sendiri. Pada saatnya, Tuhan pasti akan menolong hamba-hambaNya & membungkamkan mulut orang-orang fasik itu. Sesungguhnya, sadar atau tidak, sebuah pilihan dihadapkan pada kita setiap hari. Sebagai pengikut Kristus ada waktu-waktu dimana kita harus memilih, apakah kita akan mengikuti ketetapan-ketetapan Tuhan atau mengikuti petunjuk & nasihat manusia yang mungkin tampak baik bahkn benar tetapi tak sesuai dengan kehendak Tuhan. Harus diakui, jalan sesak & pintu yang sempit bukan pilihan banyak orang. Hingga kini, umumnya perintah-perintah Tuhanlah yang kita sisihkan sedangkan ajakan, saran, bujukan orang-orang yang tiada mengenal jalan-jalan Tuhan kerap kita pertimbangkan & ikuti atas nama menjaga perasaan atau hubungan baik. Jika tahu kebenaran firman di atas, adakah Anda memegang perintah-perintah Tuhan apapun yang terjadi? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment