Wednesday, 3 February 2016

3 Februari 2016

RICH FAMILY-POOR FAMILY

CINTA SEGITIGA/CINTA dalam Keluarga ILAHI (Efesus 5:21-33). Ayat 22: “Istri-istri mengertilah dan dukunglah suami-suamimu, dengan cara yang menunjukkan dukunganmu bagi Kristus.” Ayat 23: “Suami memberikan kepemimpinan pada istrinya seperti Kristus kepada jemaatNya, tidak dengan dominasi, tetapi dengan menghargai” (terjemahan bebas Alkitab ‘The Message’). Saat seorang suami MENDEKAT & TUNDUK kepada Kristus & istri juga MENDEKAT & TUNDUK pada Kristus, maka mereka MENJADI DEKAT satu dengan yang lainnya! Rangkaian nasihat dari Rasul Paulus mengenai Hubungan Suami Istri dimulai dengan ayat 21: “Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain didalam ‘TAKUT’ akan Kristus.” Sudahkah kita merendahkan hati/RELA untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan dan kebahagiaan Pasangan Hidup kita?? Ketika Istri diminta untuk tunduk, suami diminta untuk mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi bahkan rela mati untuk jemaatNya. Jadi standard dalam sebuah pernikahan “orang percaya” adalah hubungan seperti Kristus kepada jemaatNya. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Tuhan Tidak Pernah Berbohong. Berbohong sering digunakan untuk menyelamatkan diri sendiri tanpa mempedulikan keadaan orang lain. Siapa di dunia ini yang tidak pernah berbohong? Pasti semua pernah berbohong, baik kebohongan kecil sekalipun. Hanya Tuhan Yesus saja yang memiliki hati suci dan kudus yang tidak pernah berbohong kepada domba-domba-Nya. Ketika Tuhan berjanji untuk memberkati, maka Ia akan memberkati. Ketika Tuhan berjanji akan menjagai, maka Ia akan menjagai. Ketika Tuhan berjanji akan menyelamatkan, maka Ia akan menyelematkan. Hanya sudahkah kita menepati janji untuk bisa setia kepada-Nya? Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah --Mazmur 12:7. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 3 Februari 2016. Bacaan: Kolose 3:18-25. Setahun: Imamat 7-8. Nats: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23). APA PUN PEKERJAANNYA. Di China ada seorang dokter yang karena imannya kepada Kristus ditugaskan membersihkan toilet setiap hari. Ia pun menyulap toilet itu menjadi toilet paling bersih di kotanya. Ketika ditanya tentang motif di balik tindakannya itu, ia berkata, “Saya selalu membayangkan bahwa Yesus akan datang buang air di toilet yang saya bersihkan itu. Alangkah sedihnya kalau toilet ini dalam keadaan kotor ketika Dia datang.” Banyak orang membeda-bedakan pekerjaan. Ada yang disebut pekerjaan rohani dan pekerjaan sekuler. Akan merasa terhormat dan menyenangkan bila mengerjakan hal-hal rohani dibanding pekerjaan yang dianggap sekuler. Memang ada orang-orang Kristen yang terpanggil untuk pelayanan-pelayanan khusus. Seperti kedua belas murid terpanggil untuk pelayanan firman dan doa, adapun ketujuh diaken terpanggil untuk tugas membagi-bagikan makanan sehari-hari kepada para janda. Ada juga yang mendukung sebuah pekerjaan dengan harta dan uang mereka. Tetapi semua pekerjaan itu sama pentingnya. Sebagai pengikut Kristus, janganlah kita terjebak dalam persepsi yang keliru. Kita perlu mengingat bahwa apa pun pekerjaan dan status kita, di situlah kita mengejawantahkan iman. Seperti dikatakan dalam nats hari ini, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Saat kita melakukan segala sesuatu dengan mata yang tertuju kepada Allah, berarti kita sedang melayani Dia. Tak perlu dibedakan antara pekerjaan rohani dan sekuler --Piter Randan. BAGI ORANG PERCAYA SEMUA PEKERJAAN SAMA NILAINYA, KECUALI DILAKUKAN DILUAR KEHENDAK ALLAH.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 3 Februari 2016. Memiliki Pamrih. TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas (Mazmur 7:9). Seorang bapak menjemput anaknya yang bermain di rumah kami sepulang dari les. Ia hanya memanggil anaknya itu, lalu membawanya pulang. Datang tidak menyapa dan pergi tidak pamit. Jujur, hati saya merasa kesal. Padahal, kami memperlakukan anaknya dengan sangat baik, memberinya makan dan minum. Namun, setelah merenungkannya lebih jauh, saya tersadar bahwa saya menolong dengan memiliki suatu pamrih. Daud menuliskan Mazmur ini sebagai ungkapan perasaannya ketika diperlakukan tidak adil dan diserang pembencinya. Alih-alih memakai kemampuannya untuk melawan, ia memilih berseru dan memohon keadilan Tuhan. Meskipun tidak bersalah, Daud tidak bersikap seolah-olah segala perbuatannya sudah benar dan tidak perlu dikoreksi. Sebaliknya, ia begitu terbuka untuk diselidiki oleh Hakim semesta alam. Tuhan menyelidiki pikiran dan hati kita; tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Kita semestinya memiliki kesadaran semacam itu. Segala sesuatu yang kita pikirkan bagaikan buku yang terbuka di hadapan-Nya. Segala motivasi yang tersembunyi tidak akan lolos dari pandangan-Nya. Peristiwa di atas telah mencelikkan saya kalau selama ini saya kurang terbuka untuk diselidiki oleh Tuhan. Tuhan memakai sikap buruk orang lain untuk menyadarkan bahwa saya masih harus banyak belajar arti ketulusan. Jadi, bagaimana? Apakah kita bersedia diselidiki oleh Tuhan? Kalau Tuhan memberikan nilai, berapakah kira-kira level ketulusan kita? —NNK. KETULUSAN TIDAK TERLIHAT OLEH MATA MANUSIA, TETAPI DILIHAT JELAS OLEH MATA YANG MAHA MENYELIDIKI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Segala kebaikan yang kita tabur, pasti bersemi, bertumbuh dan berbuah di tangan Tuhan.” Xavier Quentin Pranata.

Worship Center Surabaya
Dalam Yohanes 16:33, Yesus mengatakan sesuatu yang luar biasa. Kata-Nya, “Aku telah mengalahkan dunia ini.” Itu artinya bahwa dunia yang menolak Kristus & ajarannya tidak akan pernah bisa menghancurkan Kristus & siapapun yang di pihak-Nya, melainkan sebaliknya dunia yang akan melihat betapa Yesus Kristus akan tetap ada bahkan terus memberikan dampak kepada dunia melalui kuasa Roh-Nya yang bekerja di antara mereka yang menjadi murid-muridNya. Di ayat yang sama, Yesus pun menyatakan bahwa dunia akan menganiaya mereka yang menjadi murid-muridNya. Tapi oleh karena Dia telah mengalahkan dunia, maka Yesus memerintahkan mereka untuk menguatkan hati. Dan itulah yang harus kita lakukan karena: -Dunia bermaksud membujuk kita mengikuti jalan-jalannya, tapi kita yang menjadi milik Kristus mendapat teladan, penyertaan & kuasa untuk tidak hanyut dalam arus duniawi -bagai ikan yang berenang di laut asin tanpa turut menjadi asin. Kristulah Penyempurna iman kita, sembari menanggalkan segala beban & dosa lalu mengikuti jejak & teladan-Nya kitapun akan berada di jalan kemenangan-Nya (2 Kor. 2:12; Ibr. 12:2). -Cara pandang, gaya hidup beserta prinsip-prinsip duniawi disuguhkan pada kita oleh mereka yang hidupnya tiada mengenal Tuhan & kasih-Nya namun bersama Kristus kita justru mewarnai dunia. Kerajaan Romawi di masa Kristus hidup sedang pada masa jaya-jayanya. Sekitar hampir 500 tahun kemudian, semuanya runtuh sedangkan Kerajaan Allah tetap tegak & terus memperoleh pengikutnya -menjadi kesaksian betapa Kristuslah sang pengaruh terbesar bagi dunia. -Penganiayaan, penolakan, tantangan bisa jadi terus menghantam kita tapi Tuhan tahu bagaimana membela setiap anak-anak & hamba-hambaNya. Dengan cara-Nya yang tak terselami, malaikat-malaikat pelayan-Nya & mujizat-mujizat-Nya hingga kini, Dia hadir dengan penuh kuasa, terlibat langsung menguatkan kekasih-kekasihNya hingga akhir. Di akhir segala sesuatu, maukah Anda setia sampai Anda bersama-sama Yesus beserta segala orang-orang kudus-Nya menjadi bagian pemerintahan Kerajaan Seribu Tahun atas bumi itu? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment