RICH FAMILY-POOR
FAMILY
CINTA
SEGITIGA/CINTA dalam Keluarga ILAHI (Efesus 5:21-33). Ayat 22: “Istri-istri mengertilah dan
dukunglah suami-suamimu, dengan cara yang menunjukkan dukunganmu bagi Kristus.”
Ayat 23: “Suami memberikan kepemimpinan pada istrinya seperti Kristus kepada
jemaatNya, tidak dengan dominasi, tetapi dengan menghargai” (terjemahan
bebas Alkitab ‘The Message’). Saat seorang suami MENDEKAT & TUNDUK
kepada Kristus & istri juga MENDEKAT & TUNDUK pada Kristus, maka mereka
MENJADI DEKAT satu dengan yang lainnya! Rangkaian nasihat dari Rasul Paulus
mengenai Hubungan Suami Istri dimulai dengan ayat 21: “Rendahkanlah dirimu
seorang kepada yang lain didalam ‘TAKUT’ akan Kristus.” Sudahkah kita
merendahkan hati/RELA untuk mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan
dan kebahagiaan Pasangan Hidup kita?? Ketika Istri diminta untuk tunduk, suami
diminta untuk mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi bahkan rela mati
untuk jemaatNya. Jadi standard dalam sebuah pernikahan “orang percaya” adalah
hubungan seperti Kristus kepada jemaatNya. Amin.
Ibu Caroline –
Bandung
Tuhan Tidak
Pernah Berbohong. Berbohong sering digunakan untuk menyelamatkan diri sendiri
tanpa mempedulikan keadaan orang lain. Siapa di dunia ini yang tidak pernah
berbohong? Pasti semua pernah berbohong, baik kebohongan kecil sekalipun. Hanya
Tuhan Yesus saja yang memiliki hati suci dan kudus yang tidak pernah berbohong
kepada domba-domba-Nya. Ketika Tuhan berjanji untuk memberkati, maka Ia akan
memberkati. Ketika Tuhan berjanji akan menjagai, maka Ia akan menjagai. Ketika
Tuhan berjanji akan menyelamatkan, maka Ia akan menyelematkan. Hanya sudahkah
kita menepati janji untuk bisa setia kepada-Nya? Janji TUHAN adalah janji yang
murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan
di tanah --Mazmur 12:7. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu Caroline –
Bandung
Rabu, 3 Februari
2016. Bacaan: Kolose 3:18-25. Setahun: Imamat 7-8. Nats: Apa pun juga yang kamu
perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk
manusia (Kolose 3:23). APA PUN PEKERJAANNYA. Di China ada seorang dokter yang
karena imannya kepada Kristus ditugaskan membersihkan toilet setiap hari. Ia
pun menyulap toilet itu menjadi toilet paling bersih di kotanya. Ketika ditanya
tentang motif di balik tindakannya itu, ia berkata, “Saya selalu membayangkan
bahwa Yesus akan datang buang air di toilet yang saya bersihkan itu. Alangkah
sedihnya kalau toilet ini dalam keadaan kotor ketika Dia datang.” Banyak orang
membeda-bedakan pekerjaan. Ada yang disebut pekerjaan rohani dan pekerjaan
sekuler. Akan merasa terhormat dan menyenangkan bila mengerjakan hal-hal rohani
dibanding pekerjaan yang dianggap sekuler. Memang ada orang-orang Kristen yang
terpanggil untuk pelayanan-pelayanan khusus. Seperti kedua belas murid
terpanggil untuk pelayanan firman dan doa, adapun ketujuh diaken terpanggil
untuk tugas membagi-bagikan makanan sehari-hari kepada para janda. Ada juga
yang mendukung sebuah pekerjaan dengan harta dan uang mereka. Tetapi semua
pekerjaan itu sama pentingnya. Sebagai pengikut Kristus, janganlah kita
terjebak dalam persepsi yang keliru. Kita perlu mengingat bahwa apa pun
pekerjaan dan status kita, di situlah kita mengejawantahkan iman. Seperti
dikatakan dalam nats hari ini, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Saat kita
melakukan segala sesuatu dengan mata yang tertuju kepada Allah, berarti kita sedang
melayani Dia. Tak perlu dibedakan antara pekerjaan rohani dan sekuler --Piter
Randan. BAGI ORANG PERCAYA SEMUA PEKERJAAN SAMA NILAINYA, KECUALI DILAKUKAN
DILUAR KEHENDAK ALLAH.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu,
3 Februari 2016. Memiliki Pamrih. TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku,
TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas (Mazmur 7:9). Seorang
bapak menjemput anaknya yang bermain di rumah kami sepulang dari les. Ia hanya
memanggil anaknya itu, lalu membawanya pulang. Datang tidak menyapa dan pergi
tidak pamit. Jujur, hati saya merasa kesal. Padahal, kami memperlakukan anaknya
dengan sangat baik, memberinya makan dan minum. Namun, setelah merenungkannya
lebih jauh, saya tersadar bahwa saya menolong dengan memiliki suatu pamrih.
Daud menuliskan Mazmur ini sebagai ungkapan perasaannya ketika diperlakukan
tidak adil dan diserang pembencinya. Alih-alih memakai kemampuannya untuk
melawan, ia memilih berseru dan memohon keadilan Tuhan. Meskipun tidak
bersalah, Daud tidak bersikap seolah-olah segala perbuatannya sudah benar dan
tidak perlu dikoreksi. Sebaliknya, ia begitu terbuka untuk diselidiki oleh
Hakim semesta alam. Tuhan menyelidiki pikiran dan hati kita; tidak ada yang
tersembunyi bagi-Nya. Kita semestinya memiliki kesadaran semacam itu. Segala
sesuatu yang kita pikirkan bagaikan buku yang terbuka di hadapan-Nya. Segala
motivasi yang tersembunyi tidak akan lolos dari pandangan-Nya. Peristiwa di
atas telah mencelikkan saya kalau selama ini saya kurang terbuka untuk
diselidiki oleh Tuhan. Tuhan memakai sikap buruk orang lain untuk menyadarkan
bahwa saya masih harus banyak belajar arti ketulusan. Jadi, bagaimana? Apakah
kita bersedia diselidiki oleh Tuhan? Kalau Tuhan memberikan nilai, berapakah
kira-kira level ketulusan kita? —NNK. KETULUSAN TIDAK TERLIHAT OLEH MATA
MANUSIA, TETAPI DILIHAT JELAS OLEH MATA YANG MAHA MENYELIDIKI. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Xavier Quentin
Pranata
“Segala kebaikan
yang kita tabur, pasti bersemi, bertumbuh dan berbuah di tangan Tuhan.” Xavier
Quentin Pranata.
Worship Center
Surabaya
Dalam Yohanes
16:33, Yesus mengatakan sesuatu yang luar biasa. Kata-Nya, “Aku telah
mengalahkan dunia ini.” Itu artinya bahwa dunia yang menolak Kristus &
ajarannya tidak akan pernah bisa menghancurkan Kristus & siapapun yang di
pihak-Nya, melainkan sebaliknya dunia yang akan melihat betapa Yesus Kristus
akan tetap ada bahkan terus memberikan dampak kepada dunia melalui kuasa
Roh-Nya yang bekerja di antara mereka yang menjadi murid-muridNya. Di ayat yang
sama, Yesus pun menyatakan bahwa dunia akan menganiaya mereka yang menjadi
murid-muridNya. Tapi oleh karena Dia telah mengalahkan dunia, maka Yesus
memerintahkan mereka untuk menguatkan hati. Dan itulah yang harus kita lakukan
karena: -Dunia bermaksud membujuk kita mengikuti jalan-jalannya, tapi kita yang
menjadi milik Kristus mendapat teladan, penyertaan & kuasa untuk tidak
hanyut dalam arus duniawi -bagai ikan yang berenang di laut asin tanpa turut
menjadi asin. Kristulah Penyempurna iman kita, sembari menanggalkan segala beban
& dosa lalu mengikuti jejak & teladan-Nya kitapun akan berada di jalan
kemenangan-Nya (2 Kor. 2:12; Ibr. 12:2). -Cara pandang, gaya hidup beserta
prinsip-prinsip duniawi disuguhkan pada kita oleh mereka yang hidupnya tiada
mengenal Tuhan & kasih-Nya namun bersama Kristus kita justru mewarnai
dunia. Kerajaan Romawi di masa Kristus hidup sedang pada masa jaya-jayanya.
Sekitar hampir 500 tahun kemudian, semuanya runtuh sedangkan Kerajaan Allah
tetap tegak & terus memperoleh pengikutnya -menjadi kesaksian betapa
Kristuslah sang pengaruh terbesar bagi dunia. -Penganiayaan, penolakan,
tantangan bisa jadi terus menghantam kita tapi Tuhan tahu bagaimana membela
setiap anak-anak & hamba-hambaNya. Dengan cara-Nya yang tak terselami,
malaikat-malaikat pelayan-Nya & mujizat-mujizat-Nya hingga kini, Dia hadir
dengan penuh kuasa, terlibat langsung menguatkan kekasih-kekasihNya hingga
akhir. Di akhir segala sesuatu, maukah Anda setia sampai Anda bersama-sama
Yesus beserta segala orang-orang kudus-Nya menjadi bagian pemerintahan Kerajaan
Seribu Tahun atas bumi itu? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment