Sunday, 28 February 2016

28 Februari 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Matius 7:12, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Apakah kita sudah memberi yang terbaik: dalam keluarga? Pekerjaan & pelayanan kita??  Menghormati, mengasihi dengan prinsip: MEMBERI yang TERBAIK terlebih dahulu yang pada akhirnya: yang TERBAIK itu juga akan kita peroleh/dapatkan. Apa yang kita lakukan, berbuat baiklah terlebih dahulu sebab itu juga akan menjadi KESAKSIAN yang TERBAIK dari seluruh hidup kita. Amin.

Bp. Gunadi Cahyono
Perintah Yesus: TSI - Tell Show Involve  all the peoples in the world. Kasih yang walaupun. Have a nice day J.

Worship Center Surabaya
Setelah menyampaikan apa yang dimaksud sebagai ibadah sejati dalam Roma 12:1, maka ayat-ayat selanjutnya dalam pasal 12 surat Roma berbicara mengenai praktek-praktek nyata dari ibadah sejati itu sendiri yaitu bagaimana agar keberadaan kita menjadi persembahan yang hidup, kudus & berkenan di hadapan Tuhan. Pertama sekali, Paulus menekankan supaya “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” (ayat 2). Suatu perintah tegas bahwa jika ibadah kita tidak ingin sia-sia, kita harus hidup dalam suatu cara yang berbeda dengan cara-cara yang dilakukan dunia tempat kita ada ini. Perintah ini juga disampaikan rasul Yakobus sebagai bentuk ibadah yang murni & tak bercela (Yak. 1:27). Setidaknya inilah beberapa alasan mengapa ibadah kita pada Tuhan semestinya dinyatakan dalam bentuk kehidupan yang berbeda dari dunia: •Dunia ada dalam kendali iblis, sang penguasa kegelapan. Hidup dalam cara-cara dunia, sadar maupun tidak, sama dengan menaati & mendukung pemerintahan si jahat (Ef. 2:2) yang bertujuan melawan Tuhan & kerajaan-Nya. •Ada batas yang tegas, yang Tuhan tetapkan bahwa siapapun yang mengasihi dunia, pasti ia tidak akan mengasihi Allah (1 Yoh. 2:15), juga yang menjalin persahabatan dengan dunia (yaitu berhubungan erat karena menyukainya) berarti memilih menjadi musuh Allah (Yak. 4:4). •Tetap menjadi serupa dengan dunia setelah menerima Yesus sebagai Juruselamat & Tuhan sama dengan mengingkari penebusan Kristus yang sejatinya mengangkat & melepaskan kita dari kehidupan lama yang duniawi & penuh dosa (1 Pet. 1:18-19; Tit. 2:12; 2 Pet. 1:2). Hidup yang berpaling sepenuhnya pada Tuhan & tiada lagi menoleh kembali ke belakang, kepada dunia & segala isinya, sungguh-sungguh berharga di mata Tuhan. Menjalani hidup baru & menapak masa depan bersama Tuhan ialah keputusan terbaik yang dapat kita ambil dalam hidup kita. Itu juga merupakan tanda bukti penyembahan kita yang sesungguhnya: berada di pihak-Nya, mengiring-Nya seumur hidup kita. Sejauh ini, adakah Anda semakin serupa dengan Kristus atau dunia? Salam revival! GBU.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! HARI PERHENTIAN (Lanjutan) Yesaya 4:3-6. Tuhan tahu melindungi kita dari angin dan hujan, dari panas terik. Dialah perlindungan dan persembunyian kita. Itu akan terjadi setelah Tuhan membersihkan kekotoran putri Sion, janji ini tidak berlaku untuk semua orang (ayat 5) ada sebab akibat tapi kita selalu berpikir tentang akibatnya saja. Tuhan itu baik, Dia Allah perlindungan kita, tapi pertanyaannya waktu Tuhan membersihkan kita apakah kita mau? Firman itu sifatnya membersihkan, kalau kita dengar firman dan tidak berubah bukan firman yang salah tapi respon kita yang salah. Ada banyak orang yang tidak bertahan dalam ujian karena responnya salah, sistem penilaiannya salah, menilai situasi dari sudut pandangnya. Pembersihan yang datang dari Tuhan tidak semudah yang kita pikirkan, jangan menertawakan orang lain yang dalam keadaan sulit sebab kita juga tidak akan dilewati. Kalau kita benar-benar putri Sion kita harus dibersihkan. Tuhan sedang datang ke baitNya dengan mendadak (Mal 2:17; 3:1-5). Kadang-kadang sesuatu terjadi pada kita tiba-tiba, itu sebabnya firman Tuhan berkata berjaga-jagalah! Tuhan datang kita tidak tahu tapi kita sudah siap secara rohani, kita menyusahi Tuhan dengan menganggap orang yang berbuat jahat adalah baik dimata Tuhan karena dia aman-aman saja di gereja maka pasal 3:1-5 adalah jawaban dari pasal 2:17. Pintu pertama yang Tuhan masuk adalah bait Allah, Dia datang membersihkan kita bukan dengan sapu ijuk dan Dia tidak datang dengan sekejap tapi duduk sebagai api Tukang Pemurni logam. Bukan kepada semua orang Tuhan lakukan ini, jangan konsentrasi lihat orang tapi lihatlah Tuhan. Setelah pembentukan terjadi Dia menudungi kita dengan kemuliaanNya. Lain kali Dia akan membersihkan kita seperti yang kita sembunyi bertahun-tahun, Dia akan teliti untuk memastikan putri-putri Sion benar-benar bersih. Kalau kita tahan dibentuk Tuhan kita akan mengerti mengapa Tuhan lakukan ini, Tuhan akan memberitahukannya. Kita tidak harus mengerti semua hal, yang penting taat (Kej 12:1). “Semoga pemerintahan KerajaanNya semakin meningkat atas hidupmu, yang akan membawa pertambahan, damai sejahtera, kemajuan dan kemakmuran Kerajaan”, “dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Korintus 9:8). Selamat sore, selamat melayani. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
“Saat fatamorgana dunia begitu menggoda, alihkan pandangan kita ke oase surga yang sungguh nyata.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 28 Februari 2016. Supaya Adil. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat (Matius 25:15). Ketika saya berwisata arung jeram di Bali, penyedia jasa wisata mengenakan harga yang berbeda untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing. Sebagai wisatawan lokal, saya membayar lebih murah. Saya tentu senang, tapi penasaran, mengapa wisatawan asing harus membayar lebih mahal? Ternyata, sekalipun wisatawan asing harus membayar lebih mahal, jika dihitung dalam mata uang negara asal mereka, harga yang mereka bayar sebenarnya masih terhitung wajar. Jadi, sekalipun harga yang dibayar berbeda, setiap orang membayar sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Adil. Kita biasa berpikir, adil adalah jika orang lain mendapatkan hal yang sama dengan apa yang saya dapatkan. Kita biasa berpikir, adil adalah jika orang lain melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan. Itulah sebabnya, jika kita menemukan perbedaan, kita mudah berpikir, ini tidak adil. Padahal, adil tidak berarti segalanya harus sama. Perhatikan perumpamaan yang Yesus sampaikan. Ada hamba yang menerima lima talenta, dua talenta, bahkan satu talenta. Sekalipun berbeda, masing-masing menerima menurut kesanggupannya (ay. 15). Inilah adil yang sebenarnya. Berapapun yang kita terima, baiklah kita senantiasa menjaga hati. Jangan sakit hati jika kita menerima sedikit. Apa yang kita terima sesuai dengan kesanggupan kita. Sebaliknya, jangan tinggi hati jika kita menerima banyak. Setiap orang yang banyak diberi, akan banyak dituntut. Setiap orang yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut (Luk. 12:48) —OKS. ADIL ITU BUKAN SEKADAR DIBAGI SAMA RATA, NAMUN DIBAGI MENURUT KESANGGUPAN.Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Safety isn't the absence of storms in life, it's God's presence in the storm (David Jeremiah). Keamanan bukanlah karena tidak adanya badai kehidupan, tetapi adanya hadirat Tuhan di dalam badai (David Jeremiah).

No comments:

Post a Comment