Friday, 9 January 2015

9 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Mazmur 116:6, “TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.” Kita tidak akan pernah tahu kita dilahirkan dikeluarga yang seperti apa. Kita lahir dalam keadaan yang normal / tidak. Semuanya itu tidak akan pernah kita mengerti & kita pahami J. Tubuh / fisik yang tidak sempurna / kelemahan kita akan ditransformasikan untuk KEBAIKAN, bukan untuk kejatuhan kita J. Hanya oleh kasih karuniaNya DIA akan membantu kita melewati semuanya itu J. Apa yang tidak mampu manusia lalukan yaitu menyelamatkan dirinya sendiri, telah DIA lakukan untuk kita. Demikian pula semua tantangan & kesulitanpun akan IA lakukan bagi kita (Filipi 4:13). Amin J. 2 Korintus 12:9, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” Amin.

Respon 1
1 Taw 21:13, ...Biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-NYA...! TUHAN, tolong aku biar senantiasa ada dalam genggaman tangan-MU yang KUAT! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Filipi 4:13, “segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ini adalah ayat emas yang aku terima untuk tahun 2015. Tadinya aku takut melihat ayat ini dan dalam hatiku aku berkata “aduh bakal ada apa ini Tuhan?” tapi Tuhan bicara “jadikan Aku kekuatanmu selama tahun ini, jangan berjalan dengan kekuatanmu sendiri, karena AKUlah sumber kekuatanmu.” Saat hatiku gelisah, ayat ini langsung terlintas dalam pikiranmu dan hatiku penuh dengan damai sejahtera. Hidup memang akan penuh dengan masalah tapi aku percaya Tuhan akan memberi kekuatan kepadaku sehinggs aku bisa melampaui srmuanya dengan hati yang penuh damai sejahtera dan sukacita. Kau kekuatanku... Penopang hidupku... Panji keselamatan, Kau buktikan kasih setiaMU. Benteng hidupku... tak akan ku takut s'bab ku tau Kau besertaku... Yesus jaminan hidupku...

Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 9 Januari 2015. Tahu Jalan Kita. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). “Mengapa ini semua harus terjadi Tuhan?” Pertanyaan ini sering keluar dari mulut kita. Di Alkitab, banyak orang melontarkannya kepada Tuhan, mulai dari bangsa Israel yang bersungut-sungut karena tidak memiliki makanan dan minuman sampai pada Paulus yang mempunyai duri dalam dagingnya. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sarat dengan cerita bahwa umat Tuhan tidak luput dari permasalahan hidup. Salah satunya kisah Ayub, laki-laki yang taat kepada Tuhan. Dalam perikop ini, Ayub bertanya kepada Tuhan mengapa masalah itu menimpanya. Ayub ingin membela diri, mengajukan perkaranya kepada Tuhan, berkeluh kesah bahwa ia tidak sepatutnya mengalami musibah tersebut (ay. 2-7). Tuhan seakan diam, tidak memberikan jawaban yang melegakannya (ay. 8-9). Ada pun para sahabatnya menyalahkannya, menganggapnya kena tulah karena berbuat dosa. Namun, di tengah kebimbangan dan keraguan itu, ada satu pengakuan yang mengandung kepastian: bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi dirinya. Jika Tuhan mengujinya, ia akan menjadi seperti emas (ay. 10). Ia tidak mengatakan "mungkin”, tetapi “akan”, menunjukkan pengharapan dan keyakinan yang teguh. Kiranya kita memiliki pengertian seperti Ayub: bahwa Allah tahu jalan hidup yang terbaik bagi kita. Pemahaman semacam ini akan menolong kita untuk tetap teguh di tengah terpaan berbagai kebimbangan dan keraguan. Saat masalah hidup menerpa kita, kita diteguhkan bahwa Dia tidak meninggalkan kita, namun tengah membentuk kita menjadi emas yang semakin murni. PENGERTIAN YANG BENAR TENTANG ALLAH MENJADI SUMBER PENGHIBURAN SAAT KESESAKAN MENERPA KEHIDUPAN KITA. TGIF. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Amsal 16:2-3, “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.”

Respon 5
Dalam hidup, Yesus hanya menyampaikan 2 perintah saja yang harus kita lakukan sehari-hari. Dan bagi Tuhan itu cukup. Kita menyebutnya hukum kasih. Mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan kita & mengasihi manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Perintah yang lain kurang penting dilaksanakan jika 2 perintah ini tidak menjadi dasar & fokus kita hidup di hadapan Tuhan. Salah satu praktek dasar untuk menilai seberapa besar kita telah mengasihi adalah dengan melihat prioritas-prioritas dalam hidup kita: siapa yang kita dahulukan setiap kali ada pilihan di hadapan kita. Tentu saja, yang kita dahulukan menunjukkan siapa atau apa yang lebih utama dari yang lainnya. Kita akan fokus dalam hal mengasihi Tuhan. Prioritas kita tampak dalam pilihan-pilihan kita. Setidaknya dalam 3 kondisi: -Saat terjadi konflik kepentingan antara diri kita (atau orang-orang yang dekat dengan kita) dengan Tuhan: siapa yang kita dahulukan. Harap jangan identikkan Tuhan dengan gereja atau figur hamba Tuhan tertentu. Ini antara Anda dengan Tuhan. Saat di hati ada dorongan Roh supaya Anda melangkah dalam kebenaran, apakah itu akan Anda ikuti meskipun Anda merasa rugi secara manusia?; -Dalam saat-saat penuh tekanan & masalah: siapa yang lebih kita perhatikan pendapat atau pandangan-pandangannya sebagai solusi? Adakah kita teguh berpegang pada keyakinan iman kita & meminta hikmat pimpinan Tuhan atau kita lari pada kuasa-kuasa lain demi mencari pertolongan & menggunakan cara-cara instan kita sendiri?; -Dalam kehidupan sehari-hari: gaya hidup (cara bicara, berpakaian, membawa diri dsb) seperti apa yang kita ikuti? Tahukah & sudahkah Anda hidup dalam suatu cara hidup yang menyenangkan hati Tuhan? Atau hidup sesuka-suka hati Anda? Jika kita mengasihi Tuhan, kita akan memprioritaskan Dia di atas segalanya, seperti Dia menyisihkan segalanya turun ke dunia menjangkau kita agar menjadi milik-Nya. Meski tidak ada orang yang melihat, mereka yang mengasihi Tuhan tegas & tetap mendahulukan Tuhan di atas segalanya. Andakah orangnya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment