-BUILD A BETTER YOU-
Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam
Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Mazmur 116:6, “TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi
diselamatkan-Nya aku.” Kita tidak akan pernah tahu kita dilahirkan
dikeluarga yang seperti apa. Kita lahir dalam keadaan yang normal / tidak.
Semuanya itu tidak akan pernah kita mengerti & kita pahami J. Tubuh / fisik
yang tidak sempurna / kelemahan kita akan ditransformasikan untuk KEBAIKAN,
bukan untuk kejatuhan kita J. Hanya oleh kasih karuniaNya DIA akan membantu kita melewati semuanya
itu J. Apa yang tidak
mampu manusia lalukan yaitu menyelamatkan dirinya sendiri, telah DIA lakukan
untuk kita. Demikian pula semua tantangan & kesulitanpun akan IA lakukan bagi
kita (Filipi 4:13). Amin J. 2 Korintus 12:9, “Tetapi jawab
Tuhan kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah
kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas
kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” Amin.
Respon 1
1 Taw 21:13,
...Biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih
sayang-NYA...! TUHAN, tolong aku biar senantiasa ada dalam genggaman tangan-MU
yang KUAT! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Filipi 4:13,
“segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Ini adalah ayat emas yang aku terima untuk tahun 2015. Tadinya aku takut
melihat ayat ini dan dalam hatiku aku berkata “aduh bakal ada apa ini Tuhan?”
tapi Tuhan bicara “jadikan Aku kekuatanmu selama tahun ini, jangan berjalan
dengan kekuatanmu sendiri, karena AKUlah sumber kekuatanmu.” Saat hatiku gelisah,
ayat ini langsung terlintas dalam pikiranmu dan hatiku penuh dengan damai
sejahtera. Hidup memang akan penuh dengan masalah tapi aku percaya Tuhan akan
memberi kekuatan kepadaku sehinggs aku bisa melampaui srmuanya dengan hati yang
penuh damai sejahtera dan sukacita. Kau kekuatanku... Penopang hidupku... Panji
keselamatan, Kau buktikan kasih setiaMU. Benteng hidupku... tak akan ku takut
s'bab ku tau Kau besertaku... Yesus jaminan hidupku...
Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat,
9 Januari 2015. Tahu Jalan Kita. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia
menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). “Mengapa ini semua
harus terjadi Tuhan?” Pertanyaan ini sering keluar dari mulut kita. Di Alkitab,
banyak orang melontarkannya kepada Tuhan, mulai dari bangsa Israel yang
bersungut-sungut karena tidak memiliki makanan dan minuman sampai pada Paulus
yang mempunyai duri dalam dagingnya. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sarat
dengan cerita bahwa umat Tuhan tidak luput dari permasalahan hidup. Salah
satunya kisah Ayub, laki-laki yang taat kepada Tuhan. Dalam perikop ini, Ayub
bertanya kepada Tuhan mengapa masalah itu menimpanya. Ayub ingin membela diri,
mengajukan perkaranya kepada Tuhan, berkeluh kesah bahwa ia tidak sepatutnya
mengalami musibah tersebut (ay. 2-7). Tuhan seakan diam, tidak memberikan
jawaban yang melegakannya (ay. 8-9). Ada pun para sahabatnya menyalahkannya,
menganggapnya kena tulah karena berbuat dosa. Namun, di tengah kebimbangan dan
keraguan itu, ada satu pengakuan yang mengandung kepastian: bahwa Tuhan tahu
yang terbaik bagi dirinya. Jika Tuhan mengujinya, ia akan menjadi seperti emas
(ay. 10). Ia tidak mengatakan "mungkin”, tetapi “akan”, menunjukkan
pengharapan dan keyakinan yang teguh. Kiranya kita memiliki pengertian seperti
Ayub: bahwa Allah tahu jalan hidup yang terbaik bagi kita. Pemahaman semacam
ini akan menolong kita untuk tetap teguh di tengah terpaan berbagai kebimbangan
dan keraguan. Saat masalah hidup menerpa kita, kita diteguhkan bahwa Dia tidak
meninggalkan kita, namun tengah membentuk kita menjadi emas yang semakin murni.
PENGERTIAN YANG BENAR TENTANG ALLAH MENJADI SUMBER PENGHIBURAN SAAT KESESAKAN
MENERPA KEHIDUPAN KITA. TGIF. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 4
Amsal 16:2-3,
“Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah
yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah
segala rencanamu.”
Respon 5
Dalam hidup, Yesus
hanya menyampaikan 2 perintah saja yang harus kita lakukan sehari-hari. Dan
bagi Tuhan itu cukup. Kita menyebutnya hukum kasih. Mengasihi Tuhan dengan
segenap keberadaan kita & mengasihi manusia seperti kita mengasihi diri
kita sendiri. Perintah yang lain kurang penting dilaksanakan jika 2 perintah
ini tidak menjadi dasar & fokus kita hidup di hadapan Tuhan. Salah satu
praktek dasar untuk menilai seberapa besar kita telah mengasihi adalah dengan
melihat prioritas-prioritas dalam hidup kita: siapa yang kita dahulukan setiap
kali ada pilihan di hadapan kita. Tentu saja, yang kita dahulukan menunjukkan
siapa atau apa yang lebih utama dari yang lainnya. Kita akan fokus dalam hal
mengasihi Tuhan. Prioritas kita tampak dalam pilihan-pilihan kita. Setidaknya
dalam 3 kondisi: -Saat terjadi konflik kepentingan antara diri kita (atau orang-orang
yang dekat dengan kita) dengan Tuhan: siapa yang kita dahulukan. Harap jangan
identikkan Tuhan dengan gereja atau figur hamba Tuhan tertentu. Ini antara Anda
dengan Tuhan. Saat di hati ada dorongan Roh supaya Anda melangkah dalam
kebenaran, apakah itu akan Anda ikuti meskipun Anda merasa rugi secara
manusia?; -Dalam saat-saat penuh tekanan & masalah: siapa yang lebih kita
perhatikan pendapat atau pandangan-pandangannya sebagai solusi? Adakah kita
teguh berpegang pada keyakinan iman kita & meminta hikmat pimpinan Tuhan
atau kita lari pada kuasa-kuasa lain demi mencari pertolongan & menggunakan
cara-cara instan kita sendiri?; -Dalam kehidupan sehari-hari: gaya hidup (cara
bicara, berpakaian, membawa diri dsb) seperti apa yang kita ikuti? Tahukah &
sudahkah Anda hidup dalam suatu cara hidup yang menyenangkan hati Tuhan? Atau
hidup sesuka-suka hati Anda? Jika kita mengasihi Tuhan, kita akan
memprioritaskan Dia di atas segalanya, seperti Dia menyisihkan segalanya turun
ke dunia menjangkau kita agar menjadi milik-Nya. Meski tidak ada orang yang
melihat, mereka yang mengasihi Tuhan tegas & tetap mendahulukan Tuhan di
atas segalanya. Andakah orangnya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment