Saturday, 24 January 2015

24 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Yeremia 17:5, “Beginilah firman TUHAN: 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.'” Mereka yang kepercayaannya berpusat pada diri sendiri & sumber daya manusia pasti akan kecewa L & kerohaniannya tidak bertumbuh & akhirnya akan terhilang L. Sebaliknya mereka yang mengandalkan Tuhan akan diberkati J serta memperoleh pahala / warisan Ilahi J. Tuhan menciptakan kita untuk bergantung kepadaNya agar kita mejadi manusia yang lebih baik. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu, 24 Januari 2015. Tergoda Dosa. Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya (Kejadian 4:7). Setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk berbuat dosa. Pencobaan itu berasal dari luar, dari segala sesuatu yang dijumpai, menggoda hati dengan memancing hawa nafsu. Akibatnya dapat terpancar luapan emosi, seperti cemburu, iri, tersinggung, dan amarah. Dalam keadaan seperti itu, suasana hati tidak lagi nyaman dan pikiran pun kerap menjadi gelap. Kain merasakan iri hati terhadap Habel, adiknya. Tuhan mengindahkan kurban persembahan Habel, namun mengabaikan persembahannya. Alkitab tidak menjelaskan alasan Tuhan. Kain tampaknya tidak dapat menerima keputusan Tuhan itu; bisa jadi ia merasa kehilangan harga diri sebagai kakak. Si jahat memanfaatkan kesempatan atas sikapnya itu. Kegalauan hati Kain terpancar dari wajahnya yang muram. Ia tergoda dan terpancing emosinya sehingga tega membunuh Habel. Ia tidak lagi berpikir secara jernih karena dosa sudah menutupi pintu hatinya sehingga ia tidak mampu mengendalikan diri. Kain melampiaskan amarahnya pada Habel yang sesungguhnya tidak bersalah. Rasa iri membangkitkan amarahnya dan kemudian mendorongnya melakukan tindakan keji. Tidak semestinya Kain jatuh ke dalam dosa jika saja ia mau belajar memahami apa yang menyenangkan hati Allah. Tetapi dia tidak melakukan introspeksi, malah mencari kambing hitam. Sering kali kita juga terjebak emosi seperti Kain, ketenangan hati kita terusik dan menjadi galau, sehingga kita tergoda oleh dosa. Waspadalah! SUASANA HATI YANG GALAU MEMBUTAKAN PIKIRAN. KETENANGAN HATI ADALAH KUNCI PENGUASAAN DIRI. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Maz 121:3-4, TUHAN takkan membiarkan kakimu goyah, sesungguhnya Penjagamu tidak akan terlelap dan tertidur, Penjaga Israel! DIA menjaga kita, pasti kita KUAT. DIJAGA. DILINDUNGI. MENANG! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya (Yesaya 40:28). Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31). Kedua ayat itu bicara tentang bagaimana mewarisi sesuatu yang ajaib dari Tuhan. Di ayat ke-28, Tuhan kita Tuhan yang tidak menjadi lelah dan lesu. Di ayat ke-31, kita yang akan jadi orang yang tidak menjadi lelah dan lesu. Siapa yang kita paling nantikan dalam hidup kita, Dialah yang akan memberi warna paling dominan dalam hidup kita juga. Jika manusia tertentu yang paling kita nantikan, maka dialah sumber segalanya dan warna hidup kita. Dan kita akan jadi seperti dia. Tetapi jika Tuhan yang kita nantikan, maka kita akan makin serupa dengan Dia. Kekuatan dan penyertaan-Nya akan mengalir dalam hidup kita. Jadi, nantikanlah Tuhan. Berharap pada-Nya dan bukan pada yang lain. Gbu. (Ibu Caroline – Bandung)




No comments:

Post a Comment