-BUILD A BETTER YOU-
Yeremia 17:5, “Beginilah
firman TUHAN: 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti
semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan
baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin
yang tidak berpenduduk.'” Mereka yang kepercayaannya berpusat pada diri
sendiri & sumber daya manusia pasti akan kecewa L &
kerohaniannya tidak bertumbuh & akhirnya akan terhilang L. Sebaliknya
mereka yang mengandalkan Tuhan akan diberkati J serta memperoleh pahala / warisan Ilahi J. Tuhan menciptakan kita untuk bergantung kepadaNya agar kita mejadi
manusia yang lebih baik. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu,
24 Januari 2015. Tergoda Dosa. Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau
berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya
(Kejadian 4:7). Setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk
berbuat dosa. Pencobaan itu berasal dari luar, dari segala sesuatu yang
dijumpai, menggoda hati dengan memancing hawa nafsu. Akibatnya dapat terpancar
luapan emosi, seperti cemburu, iri, tersinggung, dan amarah. Dalam keadaan
seperti itu, suasana hati tidak lagi nyaman dan pikiran pun kerap menjadi
gelap. Kain merasakan iri hati terhadap Habel, adiknya. Tuhan mengindahkan
kurban persembahan Habel, namun mengabaikan persembahannya. Alkitab tidak
menjelaskan alasan Tuhan. Kain tampaknya tidak dapat menerima keputusan Tuhan
itu; bisa jadi ia merasa kehilangan harga diri sebagai kakak. Si jahat
memanfaatkan kesempatan atas sikapnya itu. Kegalauan hati Kain terpancar dari
wajahnya yang muram. Ia tergoda dan terpancing emosinya sehingga tega membunuh
Habel. Ia tidak lagi berpikir secara jernih karena dosa sudah menutupi pintu
hatinya sehingga ia tidak mampu mengendalikan diri. Kain melampiaskan amarahnya
pada Habel yang sesungguhnya tidak bersalah. Rasa iri membangkitkan amarahnya
dan kemudian mendorongnya melakukan tindakan keji. Tidak semestinya Kain jatuh
ke dalam dosa jika saja ia mau belajar memahami apa yang menyenangkan hati
Allah. Tetapi dia tidak melakukan introspeksi, malah mencari kambing hitam.
Sering kali kita juga terjebak emosi seperti Kain, ketenangan hati kita terusik
dan menjadi galau, sehingga kita tergoda oleh dosa. Waspadalah! SUASANA HATI
YANG GALAU MEMBUTAKAN PIKIRAN. KETENANGAN HATI ADALAH KUNCI PENGUASAAN DIRI.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Maz 121:3-4, TUHAN
takkan membiarkan kakimu goyah, sesungguhnya Penjagamu tidak akan terlelap dan
tertidur, Penjaga Israel! DIA menjaga kita, pasti kita KUAT. DIJAGA.
DILINDUNGI. MENANG! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
Tidakkah kautahu,
dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari
ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga
pengertian-Nya (Yesaya 40:28). Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan
kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan
tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31). Kedua ayat itu bicara tentang bagaimana
mewarisi sesuatu yang ajaib dari Tuhan. Di ayat ke-28, Tuhan kita Tuhan yang
tidak menjadi lelah dan lesu. Di ayat ke-31, kita yang akan jadi orang yang
tidak menjadi lelah dan lesu. Siapa yang kita paling nantikan dalam hidup kita,
Dialah yang akan memberi warna paling dominan dalam hidup kita juga. Jika
manusia tertentu yang paling kita nantikan, maka dialah sumber segalanya dan
warna hidup kita. Dan kita akan jadi seperti dia. Tetapi jika Tuhan yang kita
nantikan, maka kita akan makin serupa dengan Dia. Kekuatan dan penyertaan-Nya
akan mengalir dalam hidup kita. Jadi, nantikanlah Tuhan. Berharap pada-Nya dan
bukan pada yang lain. Gbu. (Ibu Caroline – Bandung)

No comments:
Post a Comment