Wednesday, 7 January 2015

7 Januari 2015




-BUILD A BETTER YOU-

Baca: Kejadian 1:24-31. Sebagai ciptaanNya yang sangat istimewa (diciptakan dihari terakhir / hari ke-6), kita tidak hanya SERUPA / SEGAMBAR dengan DIA, tetapi kita juga DIBERI KUASA atas segala ciptaanNya... Sehingga kita bisa MENIKMATI semua keindahan karya ciptaanNya. Terima kasih Tuhan untuk semua karya ciptaanMu, ajar kami bersyukur & tidak kuatir dengan apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, amin J.

Respon 1
Mat 9:28 YESUS: Percayakah kamu, bahwa AKU dapat melakukannya? Jawab mereka: Ya TUHAN, kami percaya, seketika itu SEMBUH! YESUS sanggup melakukan apa saja... Sekarangpun mujizat terjadi pada kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Saudara,kita adalah ciptaan TUHAN yang paling istimewa dan mulia, diciptakan menurut gambar dan rupaNYA, diberi hak berkuasa atas segala ciptaanNYA, diciptakan pada hari terakhir agar kita bisa memanfaatkan dan menikmati ciptaan-ciptaan lainnya, bahkan kita adalah biji mataNYA. Tugas kita sebenarnya boleh dikatakan ringan yaitu mengusahakan dan memeliharanya (Kej 2:15). Apakah saat ini (khususnya) tahun 2015 ini kita masih meragukan akan betapa berharganya kita di mata TUHAN, betapa TUHAN mengasihi kita, menyediakan semua kebutuhan-kebutuhan kita??? TUHAN hanya meminta kita berusaha / tidak malas, beriman, berserah pada TUHAN, maka TUHAN sumber segalanya akan memelihara dan memberkati kita, khususnya di tahun 2015 ini mari kita letakkan semua kekuatian kita di bawah kaki TUHAN dan hiduplah dengan damai sejahtera, penuh sukacita, melayani TUHAN dan sesama. Amin, TUHAN memberkati kita semua.

Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu, 7 Januari 2015. AKHIR KONTRAK. Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! (Mazmur 39:5). Seorang teman saya enggan merayakan hari ulang tahun. “Setiap kali ulang tahun, aku selalu diingatkan bahwa sebenarnya umurku di dunia ini semakin pendek, bukan semakin panjang,” kilahnya. Baginya, Tuhan sudah menetapkan masa hidup seseorang di dunia ini. “Jadi, setiap bertambah umur, kita pun semakin dekat dengan akhir ‘masa kontrak’ kita di dunia ini.” Daud, orang yang begitu dekat dengan Tuhan, ingin tahu kapan akhir hidupnya. Kesadaran akan betapa fananya hidup manusia membuatnya semakin berhati-hati dalam menjalani hidup. Daud pun bukan meminta tolong karena dikejar musuhnya, melainkan meminta tolong pada Tuhan, agar Tuhan menjaga mulutnya. Ia tahu akibat dari perkataannya. Uria dan banyak orang lainnya juga mati karena perintahnya. Dan itu semua membuatnya sedih (ay. 13). Kesadaran akan kelemahan diri membuat Daud mempertanyakan makna umurnya. Dan, ia berharap dapat ‘pergi’ dalam sukacita (ay. 14). Kita dapat memanfaatkan momen pergantian tahun untuk merenungkan kefanaan hidup. Banyak hal yang telah kita lewati, banyak pengalaman yang telah mengajar kita, tidak sedikit duka yang mungkin menyisakan kesakitan. Itu semua modal untuk mantap melangkah memasuki tahun baru. Umur boleh semakin bertambah, fisik mungkin semakin melemah, tapi kita dapat semakin giat di dalam Tuhan. Mari memasuki tahun yang baru dengan semangat dan kerinduan yang senantiasa diperbarui untuk memuliakan nama-Nya. Dengan itu kita mengatasi kefanaan. MESKI UMUR SEMAKIN BERTAMBAH, BUKAN HAMBATAN UNTUK TETAP GIAT MELAYANI TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Rabu, 7 Januari 2015. Bacaan: Yesaya 55:1-13. Setahun: Kejadian 19-21. Nats: ...demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya (Yesaya 55:11). BERAPA ALKITAB? Di situs Bible.org, ada kisah Michael Billester mengunjungi sebuah desa kecil di Polandia sebelum Perang Dunia II. Ia memberikan Alkitab pada seorang warga, yang bertobat setelah membacanya. Kemudian, orang ini meneruskan Alkitab tersebut pada yang lain. Satu demi satu warga pun bertobat setelah membacanya. Akhirnya, ada 200 orang percaya di sana. Berkat sebuah Alkitab. Pada 1940, Billester kembali ke desa itu untuk berkhotbah. Di tengah khotbah, ia meminta sebagian warga maju dan mengucapkan beberapa ayat Alkitab yang bisa mereka hafal. Seseorang berdiri dan berkata, “Ehm, maksud Anda beberapa ayat, atau beberapa pasal?” Ternyata warga desa itu tak hanya menghafal beberapa ayat, tetapi berpasal-pasal Alkitab yang mereka baca. Di situ, Billester mendapati 13 orang yang hafal kitab Matius, Lukas, dan separuh kitab Kejadian. Lalu seorang lagi hafal kitab Mazmur. Satu Alkitab telah menyentuh banyak kehidupan! Kebanyakan kita memiliki lebih dari satu Alkitab dalam setiap keluarga. Kita bahkan menikmati kebebasan untuk membaca dan menikmatinya kapan saja, di mana saja. Sayangnya, kebanyakan pula dari kita tak memanfaatkan kesempatan itu. Malah, banyak yang cenderung mengabaikan dan melupakannya. Mari kembali pada ajakan Yesaya. Carilah Tuhan-lewat firman-Nya. Dan, izinkan firman itu menjalankan kehendak Tuhan-mengubahkan dan membentuk hidup kita. Satu Alkitab telah memenangkan ratusan orang. Bukankah banyak Alkitab di rumah seharusnya berkarya lebih bagi kita? --Agustina Wijayani. FIRMAN TUHAN DATANG DAN MENGETUK; BILA SEBUAH PINTU TERBUKA, DIA SIAP MEMBENTUK.

Respon 5
“Merencanakan masa depan adalah tindakan iman.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 6
Rasul Yakobus, dalam suratnya, menulis tanpa keraguan bahwa rasa tidak aman dalam diri manusia berasal dari pemikiran-pemikiran manusia yang mementingkan diri sendiri, dan juga dari iri hati (Yak. 3:14,16) -semuanya berpangkal dari 3 sumber: dari dunia (cara & gaya hidup yang diterapkan dalam sistem dunia), dari nafsu manusia (yaitu keinginan-keinginan daging manusia berpusat pada diri sendiri), & dari setan-setan (yang terus berupaya mengeluarkan potensi jahat manusia). Orang mencoba mengatasi sifat negatif mereka dengan berpikir positif & melatih gaya hidup bersyukur. Sayangnya, pemikiran-pemikiran bijaksana, kata-kata motivasi yang indah & tampak mencerahkan dari para motivator ulung hanya mampu memberikan ketenangan sesaat untuk kemudian perlahan lenyap bagai asap karena tidak ada kekuatan yang cukup untuk mengubah hati manusia. Besarnya tekanan hidup kerap lebih kuat dari keterbatasan manusia. Jika hikmat yang ada dalam dunia & yang dalam diri manusia tak dapat menjadi solusi bagi rasa tidak aman, maka solusi utama bagi kita ada pada hikmat-hikmat sorgawi. Saat kita terhubung dengan Kristus, Sang Hikmat, kita mendapatkan hikmat yang kita perlu untuk mengisi pikiran kita dengan hikmat yang berkuasa membebaskan kita dari kegelisahan jiwa. Ketika rasa tidak aman Saul meraja, roh jahat mengambil alih jiwanya. Dia mati-matian ingin berusaha membunuh Daud demi mengamankan tahtanya, dengan segala cara yang bisa dipikirkan oleh orang-orang dunia. Hasilnya nihil. Saul tidak hanya kehilangan tahtanya -seluruh keluarga bahkan nyawanya sendiri binasa. Daud, yang berjalan bersama Tuhan, dipimpin oleh hikmat Tuhan. Ia jalani proses Tuhan, menumbuhkan karakter-karakter & kemampuan yang baru. Ia mengampuni, merendahkan diri, & menunggu waktu peninggian Tuhan. Ia berserah, percaya & tinggal tenang. Daud terus naik dalam kemuliaan karena tidak dikuasai rasa tidak aman melainkan memilih menyandarkan hidupnya pada Tuhan & hikmat-Nya. Tiada ketenteraman lebih besar selain dalam menaruh seluruh rasa aman kita pada Tuhan & jalan-jalanNya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment