Friday, 30 January 2015

30 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


Lukas 24:46-48, “Kata-Nya kepada mereka: 'Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.'” Melalui Alkitab, berita pertobatan & pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa! Selain melalui Alkitab, kita memerlukan sarana yang lain “Buku-Buku Renungan” juga “Buku Rohani” yang dapat menuntun mereka menuju jalan keselamatan & membangun kehidupan yang lebih baik. Jadikan Alkitab sebagai penuntun / keselamatan dalam setiap aspek hidup kita. Amin.

Respon 1
“Jika tetesan air bisa melubangi batu, tetesan kasih Tuhan sungguh terasa seperti madu.” Xavier Quentin Pranata

Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat, 30 Januari 2015. Diampuni untuk Mengampuni. Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis” (Hosea 3:1). Pada 2012 anak perempuan Inge Handoko dibunuh. Ketika ayah si pelaku memohon ampun untuk meringankan hukuman, ia bergeming. Suatu saat dalam ibadah, pendeta menantang jemaat untuk melepaskan pengampunan. Inge bergumul. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui dan mengampuni si pelaku. “Seperti beban yang telah terangkat. Kemudian kami meminta adik saya sebagai lawyer membuat surat pengampunan bahwa keluarga kami mencabut tuntutan itu,” kata Inge dalam kesaksiannya. Pengampunan semacam itu diberikan Hosea pada Gomer. Hosea menaati perintah Allah dengan mengampuni perbuatan sundal Gomer dan menebus senilai harga jual seorang budak perempuan. Hosea pun harus mencintai Gomer kembali seperti cinta mula-mulanya. Kemudian Gomer harus mengalami masa penyucian dengan tidak “disentuh” oleh siapa pun, termasuk Hosea sendiri. Tanggapan Hosea ini melukiskan kasih Allah dalam menebus manusia berdosa, yang tidak sanggup menyelamatkan diri mereka sendiri. Satu-satunya harapan manusia ialah kasih karunia Allah. Melalui kasih Kristus, kita diberi kesempatan merasakan kasih dan kekudusan Allah. Kristus adalah harga yang dibayar Allah untuk menebus kita yang berdosa. Kita sudah merasakan kasih Allah yang begitu besar, maka mengampuni bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk melepaskan pengampunan walaupun tidak mudah. Mengampuni tidak hanya memaafkan tetapi mengasihi kembali dengan kasih mula-mula. PRIBADI YANG TELAH MENGALAMI PENGAMPUNAN ALLAH MELALUI YESUS KRISTUS, AKAN TERMOTIVASI UNTUK BERBAGI PENGAMPUNAN PADA SESAMA. Thanks GOD its Friday. Morning all... Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
Jumat, 30 Januari 2015. Bacaan: Yesaya 29:1-8. Setahun: Keluaran 38-39. Nats: Sebab dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata, engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam (Yesaya 29:5-6). UNSUR KEJUTAN. Seiring dengan perkembangan zaman, manusia berhasil mengembangkan teknologi untuk mengetahui suatu bencana sebelum hal itu terjadi. Ada alat pendeteksi untuk memperkirakan kapan gunung akan meletus atau kapan badai dan tsunami bakal terjadi. Penyakit juga dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan secara teratur. Namun, bagaimana dengan pertolongan Tuhan? Dapatkah manusia memperkirakannya? Dalam bacaan kita ini, Yesaya menubuatkan bahwa Ariel (Yerusalem) akan dihukum, tetapi juga akan ditolong. Pertolongan itu akan datang secara tiba-tiba, dalam sekejap mata, mengejutkan, tak disangka-sangka, tak bisa diketahui waktunya. Benarlah, saat penduduk Yerusalem amat menderita, merintih, kesakitan, kelaparan, dan ketakutan akibat serangan Sanherib, pada suatu malam secara mencengangkan dan ajaib Tuhan membinasakan 185.000 orang tentara Sanherib (2 Raj 19:35). Sungguh tak terduga! Pertolongan Tuhan memang tak dapat dideteksi kapan dan bagaimana akan terjadi. Kita hanya perlu mengimaninya. Kita mungkin tidak dapat menebak jalan-Nya, namun kita dapat meyakini kebaikan-Nya. Jika pertolongan-Nya dapat dideteksi, kita mungkin tak mau bergantung pada-Nya lagi. Adapun penantian justru menguji iman kita, apakah kita tetap menantikan Tuhan atau menyerah dan putus asa. Saat ini di antara kita tentu ada yang tengah menantikan pertolongan Tuhan. Sekalipun tidak terlihat adanya tanda-tanda tertentu, tetaplah beriman. Pada waktu-Nya, kita akan menerima kejutan yang menyenangkan! --Edy Siswoko. KITA MUNGKIN TIDAK DAPAT MENEBAK JALAN-NYA, NAMUN KITA DAPAT MEYAKINI KEBAIKAN-NYA. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
Semua sepertinya setuju bahwa cinta harus dipupuk. Kasih mesti dipelihara agar tidak pudar. Begitu pula cinta kita pada Tuhan. Sesungguhnya kelangsungan hubungan kita dengan Tuhan sangat didasari bagaimana kita menjaga kasih mula-mula itu tetap membara di hati kita. Karena itulah kita perlu mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang baik & kudus yang selalu menghangatkan hubungan kita dengan Tuhan. Ada disiplin karena kasih yang harus kita kembangkan setiap hari demi merawat cinta kita pada Tuhan: -Mengucap syukur dalam segala perkara (Ef. 5:20; 1 Tes. 5:18). Bukan setiap hari tapi setiap waktu, kita diperintahkan mengucap syukur dalam segala hal. Target kita adalah memiliki hidup yang limpah dengan syukur (Kol. 2:7). Saat terus menerus melihat dalam sudut pandang bahwa tidak ada akhir yang buruk bagi kita & selalu ada berkat tersembunyi di balik setiap peristiwa, maka ucapan syukur kita menutup celah bagi Iblis menabur pandangan negatif akan Tuhan yang bertujuan meragukan cinta kita pada Tuhan. -Berdoa, memuji & menyembah Tuhan (1 Tes. 5:17; Maz. 88:2). Tujuh kali dalam sehari, kata pemazmur, aku memuji-muji Tuhan. Pula, mezbah-mezbah di Kemah Suci terus dinyalakan setiap hari di hadapan Tuhan. Tiada henti semestinya hidup kita memuliakan Dia, mengagumi-Nya, memuja-Nya dengan segenap keberadaan kita. Bagaimana mungkin hati kita berpaling pada yang lain jika setiap hari kita tertawan oleh keindahan-Nya? -Merenungkan firman Tuhan (Maz.1:2; Yos. 1:8). Bukan membaca Alkitab semata atau mengambil waktu saat teduh namun merenungkan firman -yaitu memikirkan, menghubung-hubungkan, menyelidiki & mencerna kebenaran-kebenaran firman untuk diaplikasikan dalam hidup sehari-hari. Saat kita mendalami jalan-jalanNya hari demi hari, maka kita tidak mudah digoyahkan untuk mengikuti jalan-jalan dunia ini. Kasih kita pada Tuhan pudar karena kita lalai mengerjakan hal-hal kecil & sederhana yang memupuk cinta kita pada Tuhan. Jika itu terjadi, lakukan lagi 3 hal di atas dengan segenap kasih yang ada di hati Anda. Salam revival! GBU.  (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment