-BUILD A BETTER YOU-
Lukas 24:46-48, “Kata-Nya
kepada mereka: 'Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari
antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita
tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa,
mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.'” Melalui
Alkitab, berita pertobatan & pengampunan dosa harus disampaikan kepada
segala bangsa! Selain melalui Alkitab, kita memerlukan sarana yang lain
“Buku-Buku Renungan” juga “Buku Rohani” yang dapat menuntun mereka menuju jalan
keselamatan & membangun kehidupan yang lebih baik. Jadikan Alkitab
sebagai penuntun / keselamatan dalam setiap aspek hidup kita. Amin.
Respon 1
“Jika tetesan air
bisa melubangi batu, tetesan kasih Tuhan sungguh terasa seperti madu.” Xavier
Quentin Pranata
Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat,
30 Januari 2015. Diampuni untuk Mengampuni. Berfirmanlah TUHAN kepadaku:
“Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti
TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada
allah-allah lain dan menyukai kue kismis” (Hosea 3:1). Pada 2012 anak perempuan
Inge Handoko dibunuh. Ketika ayah si pelaku memohon ampun untuk meringankan
hukuman, ia bergeming. Suatu saat dalam ibadah, pendeta menantang jemaat untuk
melepaskan pengampunan. Inge bergumul. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui dan
mengampuni si pelaku. “Seperti beban yang telah terangkat. Kemudian kami
meminta adik saya sebagai lawyer membuat surat pengampunan bahwa keluarga kami
mencabut tuntutan itu,” kata Inge dalam kesaksiannya. Pengampunan semacam itu
diberikan Hosea pada Gomer. Hosea menaati perintah Allah dengan mengampuni
perbuatan sundal Gomer dan menebus senilai harga jual seorang budak perempuan.
Hosea pun harus mencintai Gomer kembali seperti cinta mula-mulanya. Kemudian
Gomer harus mengalami masa penyucian dengan tidak “disentuh” oleh siapa pun,
termasuk Hosea sendiri. Tanggapan Hosea ini melukiskan kasih Allah dalam
menebus manusia berdosa, yang tidak sanggup menyelamatkan diri mereka sendiri.
Satu-satunya harapan manusia ialah kasih karunia Allah. Melalui kasih Kristus,
kita diberi kesempatan merasakan kasih dan kekudusan Allah. Kristus adalah
harga yang dibayar Allah untuk menebus kita yang berdosa. Kita sudah merasakan
kasih Allah yang begitu besar, maka mengampuni bukanlah sesuatu yang mustahil.
Dengan pertolongan Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk melepaskan pengampunan
walaupun tidak mudah. Mengampuni tidak hanya memaafkan tetapi mengasihi kembali
dengan kasih mula-mula. PRIBADI YANG TELAH MENGALAMI PENGAMPUNAN ALLAH MELALUI
YESUS KRISTUS, AKAN TERMOTIVASI UNTUK BERBAGI PENGAMPUNAN PADA SESAMA. Thanks
GOD its Friday. Morning all... Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Jumat, 30 Januari
2015. Bacaan: Yesaya 29:1-8. Setahun: Keluaran 38-39. Nats: Sebab dengan
tiba-tiba, dalam sekejap mata, engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta
alam (Yesaya 29:5-6). UNSUR KEJUTAN. Seiring dengan perkembangan zaman, manusia
berhasil mengembangkan teknologi untuk mengetahui suatu bencana sebelum hal itu
terjadi. Ada alat pendeteksi untuk memperkirakan kapan gunung akan meletus atau
kapan badai dan tsunami bakal terjadi. Penyakit juga dapat dideteksi sejak dini
dengan pemeriksaan secara teratur. Namun, bagaimana dengan pertolongan Tuhan?
Dapatkah manusia memperkirakannya? Dalam bacaan kita ini, Yesaya menubuatkan
bahwa Ariel (Yerusalem) akan dihukum, tetapi juga akan ditolong. Pertolongan
itu akan datang secara tiba-tiba, dalam sekejap mata, mengejutkan, tak
disangka-sangka, tak bisa diketahui waktunya. Benarlah, saat penduduk Yerusalem
amat menderita, merintih, kesakitan, kelaparan, dan ketakutan akibat serangan
Sanherib, pada suatu malam secara mencengangkan dan ajaib Tuhan membinasakan
185.000 orang tentara Sanherib (2 Raj 19:35). Sungguh tak terduga! Pertolongan
Tuhan memang tak dapat dideteksi kapan dan bagaimana akan terjadi. Kita hanya
perlu mengimaninya. Kita mungkin tidak dapat menebak jalan-Nya, namun kita
dapat meyakini kebaikan-Nya. Jika pertolongan-Nya dapat dideteksi, kita mungkin
tak mau bergantung pada-Nya lagi. Adapun penantian justru menguji iman kita,
apakah kita tetap menantikan Tuhan atau menyerah dan putus asa. Saat ini di antara
kita tentu ada yang tengah menantikan pertolongan Tuhan. Sekalipun tidak
terlihat adanya tanda-tanda tertentu, tetaplah beriman. Pada waktu-Nya, kita
akan menerima kejutan yang menyenangkan! --Edy Siswoko. KITA MUNGKIN TIDAK
DAPAT MENEBAK JALAN-NYA, NAMUN KITA DAPAT MEYAKINI KEBAIKAN-NYA. (Ibu Caroline
– Bandung)
Respon 4
Semua sepertinya
setuju bahwa cinta harus dipupuk. Kasih mesti dipelihara agar tidak pudar.
Begitu pula cinta kita pada Tuhan. Sesungguhnya kelangsungan hubungan kita
dengan Tuhan sangat didasari bagaimana kita menjaga kasih mula-mula itu tetap
membara di hati kita. Karena itulah kita perlu mengembangkan
kebiasaan-kebiasaan yang baik & kudus yang selalu menghangatkan hubungan
kita dengan Tuhan. Ada disiplin karena kasih yang harus kita kembangkan setiap
hari demi merawat cinta kita pada Tuhan: -Mengucap syukur dalam segala perkara
(Ef. 5:20; 1 Tes. 5:18). Bukan setiap hari tapi setiap waktu, kita
diperintahkan mengucap syukur dalam segala hal. Target kita adalah memiliki
hidup yang limpah dengan syukur (Kol. 2:7). Saat terus menerus melihat dalam
sudut pandang bahwa tidak ada akhir yang buruk bagi kita & selalu ada
berkat tersembunyi di balik setiap peristiwa, maka ucapan syukur kita menutup
celah bagi Iblis menabur pandangan negatif akan Tuhan yang bertujuan meragukan
cinta kita pada Tuhan. -Berdoa, memuji & menyembah Tuhan (1 Tes. 5:17; Maz.
88:2). Tujuh kali dalam sehari, kata pemazmur, aku memuji-muji Tuhan. Pula,
mezbah-mezbah di Kemah Suci terus dinyalakan setiap hari di hadapan Tuhan.
Tiada henti semestinya hidup kita memuliakan Dia, mengagumi-Nya, memuja-Nya
dengan segenap keberadaan kita. Bagaimana mungkin hati kita berpaling pada yang
lain jika setiap hari kita tertawan oleh keindahan-Nya? -Merenungkan firman
Tuhan (Maz.1:2; Yos. 1:8). Bukan membaca Alkitab semata atau mengambil waktu
saat teduh namun merenungkan firman -yaitu memikirkan, menghubung-hubungkan,
menyelidiki & mencerna kebenaran-kebenaran firman untuk diaplikasikan dalam
hidup sehari-hari. Saat kita mendalami jalan-jalanNya hari demi hari, maka kita
tidak mudah digoyahkan untuk mengikuti jalan-jalan dunia ini. Kasih kita pada
Tuhan pudar karena kita lalai mengerjakan hal-hal kecil & sederhana yang
memupuk cinta kita pada Tuhan. Jika itu terjadi, lakukan lagi 3 hal di atas
dengan segenap kasih yang ada di hati Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment