Tuesday, 20 January 2015

20 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


Apakah kita BAHAGIA? Penggkhotbah 5:9-10, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?” Yesaya 48:18, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.” Seorang isteri pembicara terkenal pernah diwawancara oleh seorang wartawan: Apakah suami Anda bisa MEMBAHAGIAKAN Anda?? Lalu istri pembicara itu menjawab: Saya tahu bahwa suami saya adalah orang yang takut Tuhan & dekat dengan Tuhan, tetapi Dia tidak bisa membahagiakan saya J. Karena masalah bahagia itu bukan ditentukan oleh orang lain, tetapi ditentukan oleh HATI kita sendiri, jadi orang lain tidak punya kewajiban untuk membahagiakan saya J. Jadi pada intinya adalah: KEBAHAGIAAN itu tidak ditentukan oleh ORANG LAIN tetapi oleh sikap HATI kita sendiri J. BAHAGIA itu sederhana: BAHAGIA adalah ungkapan rasa syukur kita kepada Sang PEMBERI bukan kepada PEMBERIAN-Nya J. Amin.

Respon 1
Bahagiakah kita hari ini?? Jika kita bisa menikmati apa yang telah TUHAN percayakan kepada kita maka baru bisa dikatakan kita bahagia, menikmati segala sesuatu apa adanya tanpa membanding-bandingkan dengan milik orang lain, mengerti mengucap syukur. Memiliki hubungan yang intim dengan TUHAN membuat kita mengerti arti tujuan dari hidup ini, yaitu hidup tidak hanya untuk kesenangaan diri sendiri melainkan untuk menyenangkan TUHAN dan sesama, hidup tidak untuk sesuatu yang fana tetapi hidup untuk kerajaan ALLAH (Pengkhobah 5:9-18). GBU. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 2
“Kita benar-benar hidup saat menghidupi kehidupan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Pengkhotbah 5:9-18, “...Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaa tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia (ayat 9)...” Pagi ini kita ditanya “bahagiakah kita dihari ini?” Kalau yang lagi nggak punya uang ya pasti jawab “nggak punya uang mana bisa bahagia”, kalo yang lagi bertengkar sama pasangan / ortu / saudara pasti akan jawab “hari ini mangkel aku”, kalau yang lagi baik-baik saja, ya jawabnya pasti “yeeess... I'm happy now...” Seringkali kebahagiaan itu ditentukan oleh keadaan yang sedang terjadi saat ini. Padahal Firman Tuhan berkata “sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan seperti sungai yang tak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tak pernah berhenti (Yes 48:18). Bahagia itu pilihan apakah kita mau tetap bahagia atau dikuasai keadaan. Dengan tetap tinggal dalam Tuhan maka kebahagiaan kita itu tidak akan dipengaruhi oleh keadaan. Bahagia selalu identik dengan bisa bersyukur. Ketika kita bisa bersyukur, kita akan selalu punya damai sejahtera yang membuat kita memilih untuk tetap bahagia apapun keadaan kita saat ini. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa, 20 Januari 2015. Arti Sebuah Keluarga. Sebab itu terimalah satu sama lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah (Roma 15:7). Ketika masih kecil, saya pernah bertengkar dengan adik. Hingga beberapa hari kami tidak bertegur sapa. Saya lupa persisnya penyebab pertengkaran itu. Namun, saya tidak dapat lupa nasihat Ibu, “Apa pun kesalahannya, ia adalah adikmu. Suka atau tidak suka, ia tetap adikmu. Tidak ada yang dapat mengubah itu. Mau sampai kapan kamu bertengkar?” Ibu selalu mengajarkan kepada kami untuk dapat menerima saudara kami. Kami harus saling mengampuni dan mengasihi karena kami adalah saudara dan tidak ada yang dapat mengubah hal itu. Kita juga satu keluarga di dalam Kristus. Kita tidak pernah dapat memilih siapa yang menjadi keluarga kita. Keluarga adalah anugerah yang Tuhan berikan. Paulus pun menasihati jemaat di Roma agar dapat menerima satu sama lain sebagaimana Kristus telah menerima kita dengan semua kelemahan kita. Kita harus meneladani Kristus. Kita yang kuat harus menanggung mereka yang lemah dan tidak mencari kesenangan diri sendiri. Dalam berhubungan dengan saudara seiman, kita juga sering menemui masalah karena perbedaan kepribadian, kesalahpahaman, perbedaan pendapat, dll. Ketika hal itu terjadi, ingatlah bahwa bagaimanapun juga mereka adalah saudara kita dalam keluarga Allah. Janganlah menjauhi atau mengucilkan mereka. Sebaliknya, kita harus menerima, mengampuni, dan mengasihi mereka sama seperti Kristus telah menebus kita, orang berdosa. Ketika kita saling mengasihi, dunia akan melihat bahwa kita adalah anak-anak Allah. Nama-Nya dipermuliakan. KRISTUS MENGINGIN-KAN AGAR KITA SEBAGAI SATU KELUARGA SALING MENERIMA, MENGAMPUNI, DAN MENGASIHI DI DALAM KASIH-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus mem-berkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Amsal 3:25-26, “Janganlah takut kepada kejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.” (GNCC)

Respon 6
Kebahagiaan saya hari ini tidak ditentukan dengan apa yang terjadi. Tapi ditentukan oleh hubungan saya dengan TUHAN yang abadi dan tak terguncangkan. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 7
Segenap berarti keseluruhan, sepenuhnya, utuh. Segenap berarti totalitas. Dan Tuhan menyukai totalitas daripada setengah-setengah atau sebagian-sebagian di sana sini. Bahkan Tuhan memandang totalitas dalam menolak hal-hal rohani lebih baik daripada suam-suam kuku atau serba tanggung dalam hal rohani (Wah. 3:15-16). Pemazmur mengetahui benar hal ini. Itu sebabnya, tanpa malu ia berkata, “Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu”~ Maz. 119:58. ‘Segenap hati' menjadi kata kunci yang penting di sini. Ya, dalam mohon pertolongan Tuhan, seperti dalam hal lainnya, Tuhan melihat hati kita & Dia ingin melihat apakah hati kita sepenuhnya tertuju pada Dia -supaya Ia bisa mencurahkan kebaikan & kasih setia-Nya lebih lagi. Jika tampilan miskin memelas seorang pengemis (palsu sekalipun) bisa membuat orang tersentuh sehingga memberi sedekah, Tuhan melihat tampilan batin kita apakah kita benar-benar mengharap belas kasihan-Nya. Meminta uluran tangan Tuhan dengan segenap hati menunjukkan di hadapan Tuhan bahwa sungguh hanya Dialah satu-satunya yang sanggup menolong kita, satu-satunya pengharapan kita, bukan yang lain. Ketika kita mengarahkan segenap hati kita pada Dia, kita berserah total & memper-silahkan Dia mengintervensi keadaan kita apapun cara-Nya. Kita menantikan Dia bekerja atau kita menantikan hikmat-Nya untuk kita melangkah saat Ia memimpin kita -tanpa penolakan apapun dari kita. Perempuan Kanaan yang berkali-kali memohon kepada Yesus membuktikan ia telah meminta dengan segenap hati (Mat. 15:21-28) dimana Yesus memperhitungkannya sebagai iman yang besar (ayat 28), yang menggerakkan Allah mengadakan mujizat. Seperti itulah seharusnya kita menantikan pertolongan dari Tuhan! Tuhan bukan salah satu alternatif solusi bagi kita. Dia jawaban bagi setiap permasalahan hidup kita. Jika kita berjalan bersama Dia kita akan berjalan terus. Selamat berkemenangan. Makin hari makin kuat. Dia telah berjanji mengasihi kita. Mohonkan itu. Dengan segenap hati. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 8
Syalom. Amin... Kesuksesan di dalam Tuhan dapat kita raih dengan menjaga hidup kita agar tetap benar dihadapan Tuhan. Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. (Amsal 10:6). Terima kasih ibu Siu, selamat sore, TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktovianus – Nabire)

Respon 9
BOTOL. 1.) Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu an... 2.) Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu an... 3.) Kalau diisi Madu Yaman, harganya ratusan ribu... 4.) Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan. 5.) Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yang suka. Sama-sama botol tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda... Begitu juga kita, kita semua sama, kita semua manusia. yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah ISI di dalam manusia itu sendiri (KARAKTER; KEPRIBADIAN; POTENSI dan HATI). Selamat siang. Semangat, Gbu. (Ibu Martha)

No comments:

Post a Comment