-BUILD A BETTER YOU-
Apakah kita
BAHAGIA? Penggkhotbah 5:9-10, “Siapa
mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak
akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Dengan bertambahnya harta,
bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan
pemiliknya selain dari pada melihatnya?” Yesaya 48:18, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai
sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu
akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah
berhenti.” Seorang isteri pembicara terkenal pernah diwawancara oleh seorang
wartawan: Apakah suami Anda bisa MEMBAHAGIAKAN Anda?? Lalu istri pembicara itu
menjawab: Saya tahu bahwa suami saya adalah orang yang takut Tuhan & dekat
dengan Tuhan, tetapi Dia tidak bisa membahagiakan saya J. Karena masalah
bahagia itu bukan ditentukan oleh orang lain, tetapi ditentukan oleh HATI
kita sendiri, jadi orang lain tidak punya kewajiban untuk membahagiakan saya J. Jadi pada
intinya adalah: KEBAHAGIAAN itu tidak ditentukan oleh ORANG LAIN tetapi oleh
sikap HATI kita sendiri J. BAHAGIA itu sederhana: BAHAGIA adalah ungkapan rasa syukur kita
kepada Sang PEMBERI bukan kepada PEMBERIAN-Nya J. Amin.
Respon 1
Bahagiakah kita
hari ini?? Jika kita bisa menikmati apa yang telah TUHAN percayakan kepada kita
maka baru bisa dikatakan kita bahagia, menikmati segala sesuatu apa adanya
tanpa membanding-bandingkan dengan milik orang lain, mengerti mengucap syukur.
Memiliki hubungan yang intim dengan TUHAN membuat kita mengerti arti tujuan
dari hidup ini, yaitu hidup tidak hanya untuk kesenangaan diri sendiri
melainkan untuk menyenangkan TUHAN dan sesama, hidup tidak untuk sesuatu yang
fana tetapi hidup untuk kerajaan ALLAH (Pengkhobah 5:9-18). GBU. (Ibu Inggita –
PKS CL 4)
Respon 2
“Kita benar-benar
hidup saat menghidupi kehidupan kita.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Pengkhotbah 5:9-18,
“...Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai
kekayaa tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia (ayat 9)...” Pagi
ini kita ditanya “bahagiakah kita dihari ini?” Kalau yang lagi nggak punya uang
ya pasti jawab “nggak punya uang mana bisa bahagia”, kalo yang lagi bertengkar
sama pasangan / ortu / saudara pasti akan jawab “hari ini mangkel aku”, kalau
yang lagi baik-baik saja, ya jawabnya pasti “yeeess... I'm happy now...”
Seringkali kebahagiaan itu ditentukan oleh keadaan yang sedang terjadi saat
ini. Padahal Firman Tuhan berkata “sekiranya engkau memperhatikan
perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak
pernah kering, dan kebahagiaanmu akan seperti sungai yang tak pernah kering,
dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang
tak pernah berhenti (Yes 48:18). Bahagia itu pilihan apakah kita mau tetap
bahagia atau dikuasai keadaan. Dengan tetap tinggal dalam Tuhan maka kebahagiaan
kita itu tidak akan dipengaruhi oleh keadaan. Bahagia selalu identik dengan
bisa bersyukur. Ketika kita bisa bersyukur, kita akan selalu punya damai
sejahtera yang membuat kita memilih untuk tetap bahagia apapun keadaan kita
saat ini. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa,
20 Januari 2015. Arti Sebuah Keluarga. Sebab itu terimalah satu sama lain, sama
seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah (Roma 15:7).
Ketika masih kecil, saya pernah bertengkar dengan adik. Hingga beberapa hari
kami tidak bertegur sapa. Saya lupa persisnya penyebab pertengkaran itu. Namun,
saya tidak dapat lupa nasihat Ibu, “Apa pun kesalahannya, ia adalah adikmu.
Suka atau tidak suka, ia tetap adikmu. Tidak ada yang dapat mengubah itu. Mau
sampai kapan kamu bertengkar?” Ibu selalu mengajarkan kepada kami untuk dapat
menerima saudara kami. Kami harus saling mengampuni dan mengasihi karena kami
adalah saudara dan tidak ada yang dapat mengubah hal itu. Kita juga satu
keluarga di dalam Kristus. Kita tidak pernah dapat memilih siapa yang menjadi
keluarga kita. Keluarga adalah anugerah yang Tuhan berikan. Paulus pun
menasihati jemaat di Roma agar dapat menerima satu sama lain sebagaimana
Kristus telah menerima kita dengan semua kelemahan kita. Kita harus meneladani
Kristus. Kita yang kuat harus menanggung mereka yang lemah dan tidak mencari
kesenangan diri sendiri. Dalam berhubungan dengan saudara seiman, kita juga
sering menemui masalah karena perbedaan kepribadian, kesalahpahaman, perbedaan
pendapat, dll. Ketika hal itu terjadi, ingatlah bahwa bagaimanapun juga mereka
adalah saudara kita dalam keluarga Allah. Janganlah menjauhi atau mengucilkan
mereka. Sebaliknya, kita harus menerima, mengampuni, dan mengasihi mereka sama
seperti Kristus telah menebus kita, orang berdosa. Ketika kita saling
mengasihi, dunia akan melihat bahwa kita adalah anak-anak Allah. Nama-Nya
dipermuliakan. KRISTUS MENGINGIN-KAN AGAR KITA SEBAGAI SATU KELUARGA SALING MENERIMA, MENGAMPUNI, DAN
MENGASIHI DI DALAM KASIH-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus mem-berkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Amsal 3:25-26,
“Janganlah takut kepada kejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang
fasik, bila itu datang. Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan
menghindarkan kakimu dari jerat.” (GNCC)
Respon 6
Kebahagiaan saya
hari ini tidak ditentukan dengan apa yang terjadi. Tapi ditentukan oleh
hubungan saya dengan TUHAN yang abadi dan tak terguncangkan. (Ibu Caroline –
Bandung)
Respon 7
Segenap berarti
keseluruhan, sepenuhnya, utuh. Segenap berarti totalitas. Dan Tuhan menyukai
totalitas daripada setengah-setengah atau sebagian-sebagian di sana sini.
Bahkan Tuhan memandang totalitas dalam menolak hal-hal rohani lebih baik
daripada suam-suam kuku atau serba tanggung dalam hal rohani (Wah. 3:15-16). Pemazmur
mengetahui benar hal ini. Itu sebabnya, tanpa malu ia berkata, “Aku memohon
belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu”~
Maz. 119:58. ‘Segenap hati' menjadi kata kunci yang penting di sini. Ya, dalam
mohon pertolongan Tuhan, seperti dalam hal lainnya, Tuhan melihat hati kita
& Dia ingin melihat apakah hati kita sepenuhnya tertuju pada Dia -supaya Ia
bisa mencurahkan kebaikan & kasih setia-Nya lebih lagi. Jika tampilan
miskin memelas seorang pengemis (palsu sekalipun) bisa membuat orang tersentuh
sehingga memberi sedekah, Tuhan melihat tampilan batin kita apakah kita
benar-benar mengharap belas kasihan-Nya. Meminta uluran tangan Tuhan dengan
segenap hati menunjukkan di hadapan Tuhan bahwa sungguh hanya Dialah satu-satunya
yang sanggup menolong kita, satu-satunya pengharapan kita, bukan yang lain.
Ketika kita mengarahkan segenap hati kita pada Dia, kita berserah total &
memper-silahkan Dia mengintervensi
keadaan kita apapun cara-Nya. Kita menantikan Dia bekerja atau kita menantikan
hikmat-Nya untuk kita melangkah saat Ia memimpin kita -tanpa penolakan apapun
dari kita. Perempuan Kanaan yang berkali-kali memohon kepada Yesus membuktikan
ia telah meminta dengan segenap hati (Mat. 15:21-28) dimana Yesus
memperhitungkannya sebagai iman yang besar (ayat 28), yang menggerakkan Allah
mengadakan mujizat. Seperti itulah seharusnya kita menantikan pertolongan dari
Tuhan! Tuhan bukan salah satu alternatif solusi bagi kita. Dia jawaban bagi
setiap permasalahan hidup kita. Jika kita berjalan bersama Dia kita akan
berjalan terus. Selamat berkemenangan. Makin hari makin kuat. Dia telah
berjanji mengasihi kita. Mohonkan itu. Dengan segenap hati. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)
Respon 8
Syalom. Amin...
Kesuksesan di dalam Tuhan dapat kita raih dengan menjaga hidup kita agar tetap
benar dihadapan Tuhan. Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut
orang fasik menyembunyikan kelaliman. (Amsal 10:6). Terima kasih ibu Siu,
selamat sore, TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktovianus – Nabire)
Respon 9
BOTOL. 1.) Kalau
diisi air mineral, harganya 3ribu an... 2.) Kalau diisi jus buah, harganya
10ribu an... 3.) Kalau diisi Madu Yaman, harganya ratusan ribu... 4.) Kalau
diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan. 5.) Kalau diisi air got, hanya
akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada
yang suka. Sama-sama botol tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di
dalamnya adalah berbeda... Begitu juga kita, kita semua sama, kita semua
manusia. yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah ISI di dalam
manusia itu sendiri (KARAKTER; KEPRIBADIAN; POTENSI dan HATI). Selamat siang.
Semangat, Gbu. (Ibu Martha)

No comments:
Post a Comment