-BUILD A BETTER YOU-
Baca: Kejadian
2:1-4a. Allah menunggu kita untuk mempunyai 1 hari perhentian / beristirahat
dari semua rutinitas kita selama 6 hari J. DIA rindu mencurahkan KuasaNya, KekuatanNya bahkan DIA ingin bekerja
sama dengan kita dihari perhentian itu untuk mengubah / memberkati
hidup kita J. Tuhan ingin kita punya waktu untuk berhenti / beristirahat
dihari yang ketujuh. Jadikan hari ketujuh sebagai PILIHAN untuk kita
fokus kepadaNya / beribadah, berbakti & bersekutu dengan DIA juga
bersama-sama dengan saudara seiman lainnya dengan tujuan agar kita diisi / di-charge,
sehingga tidak saja menguntungkan tubuh jasmani kita, tetapi Roh kita juga
diperbaharui & disegarkan. Amin.
Respon 1
TUHAN menciptakan
langit bumi dan isinya selama 6 hari, berhenti pada hari yang ke tujuh dan
TUHAN menguduskannya (Kej 2:1-4a). Demikian pula kita manusia dalam 1 minggu
kita bekerja keras, melakukan banyak kegiataan, tetapi TUHAN menyediakaan hari
ke-7 agar kita benar-benar mengisinya untuk beribadah kepada Sang Pencipta yang
menciptakan semua yang ada di dunia ini. Bahkan setiap hari kita juga harus
menyediakan waktu untuk saat teduh, bertemu erat dengan TUHAN, maka tubuh jiwa
roh kita akan disegarkanNYA sebelum kita melakukan tanggung jawab kita di dunia
ini. Jangan lupa,yang utama dalam kehidupan ini bukan apa yang kita miliki
tetapi tentang siapa yang memberi semua yang bisa kita miliki. TUHAN berkati J.
Respon 2
“Tanda-tanda zaman
harus disikapi dengan penguatan iman.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Roma 12:11,
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan
layanilah TUHAN! Ayoo semangat terus, layani DIA dengan sungguh-sungguh, upahmu
besar di Sorga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang
Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis,
8 Januari 2015. Siapa Takut. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah
aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
(Mazmur 56:5) Di tengah kemeriahan perayaan Tahun Baru, tidak sedikit orang yang
malah merasa takut dan khawatir akan hari-hari mendatang. Barangkali, Anda
termasuk orang tersebut. Anda cemas karena menyadari tahun baru ini belum tentu
lebih baik dari tahun lalu. Masih ada pergumulan dan persoalan yang belum
diatasi. Bahkan, Anda membayangkan aneka tantangan baru yang mungkin menghadang
pada tahun ini. Tahun baru menggentarkan karena penuh ketidakpastian. Memang,
ketakutan adalah perasaan yang manusiawi. Akan tetapi, ketakutan yang
berkepanjangan akan melemahkan kemauan dan melumpuhkan kemampuan kita. Dalam
Mazmur ini, Daud dengan jujur mengungkapkan rasa takut akan musuh-musuhnya (ay.
2-4). Menariknya, di ayat 5, Daud berubah drastis menjadi tidak lagi takut. Apa
rahasianya? Kuncinya terletak di kalimat antara frase “aku takut” (ay. 4) dan
“aku tidak takut” (ay. 5), yaitu ia memercayai Allah sepenuhnya. Lantas,
bagaimana ia memercayai Allah? Tidak lain dengan cara memercayai janji firman
Tuhan! Di awal ayat 5, ia mensyukuri Firman Tuhan yang menjadi penopang
hidupnya. Saat kita takut, carilah janji Firman Tuhan yang spesifik untuk
masalah tersebut. Takut akan kebutuhan hidup sehari-hari? Percayailah Matius
7:11. Akan hari tua? Ingatlah Yesaya 46:4. Akan serangan si Iblis? Imanilah
Roma 8:31. Akan kelemahan diri kita? Hayatilah 2 Korintus 12:9. Jangan lupa,
Tuhan tidak pernah ingkar janji. Mari masuki tahun baru dengan berpegang pada
janji-Nya. Tahun baru? Siapa takut! AKU TIDAK TAKUT AKAN HARI ESOKKU KARENA
TUHAN SUDAH HADIR DI SANA. –Anonim. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 5
Ada satu perintah
dalam taurat yang sangat keras. Perintah itu ada dalam Ulangan pasal 13 dimana
dikatakan apabila ada nabi atau anggota keluarga sendiri yang mengajak,
menyarankan, atau membujuk diam-diam supaya mengikuti illah yang lain selain
Yahweh, atau juga bila ada satu kota yang disesatkan untuk menyembah yang lain,
maka adalah kewajiban orang Israel untuk membunuh orang-orang itu &
memusnahkan kota tersebut. Siapapun yang mengajak meninggalkan Tuhan wajib
dihukum mati. Mengapa tampak begitu kejam? Inilah orang-orang yang disebut
sebagai penasihat yang dursila (Nah. 1:11). Di antara mereka ada istri Ayub,
ratu Izebel, Sanherib raja Asyur, Korah cs yang mati ditelan bumi, istri-istri
Salomo, Yerobeam bin Nebat sampai nabi-nabi palsu yang mengaku diutus Yahweh.
Merekalah orang-orang yang memberikan nasihat-nasihat yang menyesatkan supaya
satu atau sekalian umat Tuhan berubah setia dari Tuhan. Terhadap mereka
dijatuhkan suatu hukuman yang terberat (hukuman mati) sebab dengan sengaja mereka
mengajak orang-orang percaya untuk murtad & tidak lagi tunduk kepada
satu-satunya Tuhan pencipta & penguasa sekalian alam -melainkan mengikuti
si jahat. Dalam kehidupan sehari-hari, akan selalu kita temui orang-orang di
sekitar kita bahkan orang-orang terdekat yang memberikan berbagai masukan &
nasihat. Tanpa benar-benar kita sadari, bisa saja kemandegan atau kemunduran
rohani kita hari ini karena kita membuka diri terhadap pengaruh-pengaruh yang
demikian. Terhadap kebenaran firman kita lalai, menutup diri & sering
meragukannya tapi tidak pada nasihat-nasihat orang dekat yang tidak takut akan
Tuhan. Bercermin dari taurat, kita harus tegas menolak terhadap siapa pun yang
membujuk kita menjauhi Tuhan & berhenti melakukan firman-Nya. Siapa pun itu.
Jangan biarkan diri kita disesatkan. Kita harus ‘membebalkan diri’ terhadap
saran yang akan mengorbankan hubungan kita dengan Tuhan. Orang yang hatinya
lurus & cinta Tuhan pasti mengarahkan mata kita kepada Tuhan dalam setiap
pergumulan kita. Terimalah saran yang demikian. Jadilah penasihat-penasihat
yang demikian. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment