Thursday, 8 January 2015

8 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Baca: Kejadian 2:1-4a. Allah menunggu kita untuk mempunyai 1 hari perhentian / beristirahat dari semua rutinitas kita selama 6 hari J. DIA rindu mencurahkan KuasaNya, KekuatanNya bahkan DIA ingin bekerja sama dengan kita dihari perhentian itu untuk mengubah / memberkati hidup kita J. Tuhan ingin kita punya waktu untuk berhenti / beristirahat dihari yang ketujuh. Jadikan hari ketujuh sebagai PILIHAN untuk kita fokus kepadaNya / beribadah, berbakti & bersekutu dengan DIA juga bersama-sama dengan saudara seiman lainnya dengan tujuan agar kita diisi / di-charge, sehingga tidak saja menguntungkan tubuh jasmani kita, tetapi Roh kita juga diperbaharui & disegarkan. Amin.

Respon 1
TUHAN menciptakan langit bumi dan isinya selama 6 hari, berhenti pada hari yang ke tujuh dan TUHAN menguduskannya (Kej 2:1-4a). Demikian pula kita manusia dalam 1 minggu kita bekerja keras, melakukan banyak kegiataan, tetapi TUHAN menyediakaan hari ke-7 agar kita benar-benar mengisinya untuk beribadah kepada Sang Pencipta yang menciptakan semua yang ada di dunia ini. Bahkan setiap hari kita juga harus menyediakan waktu untuk saat teduh, bertemu erat dengan TUHAN, maka tubuh jiwa roh kita akan disegarkanNYA sebelum kita melakukan tanggung jawab kita di dunia ini. Jangan lupa,yang utama dalam kehidupan ini bukan apa yang kita miliki tetapi tentang siapa yang memberi semua yang bisa kita miliki. TUHAN berkati J.


Respon 2
“Tanda-tanda zaman harus disikapi dengan penguatan iman.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Roma 12:11, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN! Ayoo semangat terus, layani DIA dengan sungguh-sungguh, upahmu besar di Sorga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang

Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 8 Januari 2015. Siapa Takut. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Mazmur 56:5) Di tengah kemeriahan perayaan Tahun Baru, tidak sedikit orang yang malah merasa takut dan khawatir akan hari-hari mendatang. Barangkali, Anda termasuk orang tersebut. Anda cemas karena menyadari tahun baru ini belum tentu lebih baik dari tahun lalu. Masih ada pergumulan dan persoalan yang belum diatasi. Bahkan, Anda membayangkan aneka tantangan baru yang mungkin menghadang pada tahun ini. Tahun baru menggentarkan karena penuh ketidakpastian. Memang, ketakutan adalah perasaan yang manusiawi. Akan tetapi, ketakutan yang berkepanjangan akan melemahkan kemauan dan melumpuhkan kemampuan kita. Dalam Mazmur ini, Daud dengan jujur mengungkapkan rasa takut akan musuh-musuhnya (ay. 2-4). Menariknya, di ayat 5, Daud berubah drastis menjadi tidak lagi takut. Apa rahasianya? Kuncinya terletak di kalimat antara frase “aku takut” (ay. 4) dan “aku tidak takut” (ay. 5), yaitu ia memercayai Allah sepenuhnya. Lantas, bagaimana ia memercayai Allah? Tidak lain dengan cara memercayai janji firman Tuhan! Di awal ayat 5, ia mensyukuri Firman Tuhan yang menjadi penopang hidupnya. Saat kita takut, carilah janji Firman Tuhan yang spesifik untuk masalah tersebut. Takut akan kebutuhan hidup sehari-hari? Percayailah Matius 7:11. Akan hari tua? Ingatlah Yesaya 46:4. Akan serangan si Iblis? Imanilah Roma 8:31. Akan kelemahan diri kita? Hayatilah 2 Korintus 12:9. Jangan lupa, Tuhan tidak pernah ingkar janji. Mari masuki tahun baru dengan berpegang pada janji-Nya. Tahun baru? Siapa takut! AKU TIDAK TAKUT AKAN HARI ESOKKU KARENA TUHAN SUDAH HADIR DI SANA. –Anonim. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Ada satu perintah dalam taurat yang sangat keras. Perintah itu ada dalam Ulangan pasal 13 dimana dikatakan apabila ada nabi atau anggota keluarga sendiri yang mengajak, menyarankan, atau membujuk diam-diam supaya mengikuti illah yang lain selain Yahweh, atau juga bila ada satu kota yang disesatkan untuk menyembah yang lain, maka adalah kewajiban orang Israel untuk membunuh orang-orang itu & memusnahkan kota tersebut. Siapapun yang mengajak meninggalkan Tuhan wajib dihukum mati. Mengapa tampak begitu kejam? Inilah orang-orang yang disebut sebagai penasihat yang dursila (Nah. 1:11). Di antara mereka ada istri Ayub, ratu Izebel, Sanherib raja Asyur, Korah cs yang mati ditelan bumi, istri-istri Salomo, Yerobeam bin Nebat sampai nabi-nabi palsu yang mengaku diutus Yahweh. Merekalah orang-orang yang memberikan nasihat-nasihat yang menyesatkan supaya satu atau sekalian umat Tuhan berubah setia dari Tuhan. Terhadap mereka dijatuhkan suatu hukuman yang terberat (hukuman mati) sebab dengan sengaja mereka mengajak orang-orang percaya untuk murtad & tidak lagi tunduk kepada satu-satunya Tuhan pencipta & penguasa sekalian alam -melainkan mengikuti si jahat. Dalam kehidupan sehari-hari, akan selalu kita temui orang-orang di sekitar kita bahkan orang-orang terdekat yang memberikan berbagai masukan & nasihat. Tanpa benar-benar kita sadari, bisa saja kemandegan atau kemunduran rohani kita hari ini karena kita membuka diri terhadap pengaruh-pengaruh yang demikian. Terhadap kebenaran firman kita lalai, menutup diri & sering meragukannya tapi tidak pada nasihat-nasihat orang dekat yang tidak takut akan Tuhan. Bercermin dari taurat, kita harus tegas menolak terhadap siapa pun yang membujuk kita menjauhi Tuhan & berhenti melakukan firman-Nya. Siapa pun itu. Jangan biarkan diri kita disesatkan. Kita harus ‘membebalkan diri’ terhadap saran yang akan mengorbankan hubungan kita dengan Tuhan. Orang yang hatinya lurus & cinta Tuhan pasti mengarahkan mata kita kepada Tuhan dalam setiap pergumulan kita. Terimalah saran yang demikian. Jadilah penasihat-penasihat yang demikian. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment