Wednesday, 28 January 2015

28 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


Mazmur 58:12, “Dan orang akan berkata: 'Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi.'” Selama kita hidup di dunia ini apakah berbuat baik kepada sesama sudah menjadi gaya hidup kita? J Sesama kita bisa melupakan apa yang telah kita perbuat, bahkan semua perbuatan baik kita bisa dilupakan, namun percayalah Tuhan tidak akan melupakan semua perbuatan baik yang sudah kita lakukan. Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Jadi tetaplah berbuat baik selama kita hidup, sekalipun tidak ada yang mengingat perbuatan baik kita itu karena Tuhan TIDAK PERNAH MELUPAKANNYA. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 28 Januari 2015. Sebuah Penantian. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes” (Lukas 1:13). Ada banyak cara yang dilakukan orang ketika bepergian dan harus menunggu kendaraan umum. Bisa mendengarkan musik, membaca, bermain game, memantau Facebook, ngobrol dengan teman, dan sebagainya. Mereka berusaha mengisi waktu dan mengusir kejemuan. Ya, kebanyakan orang tidak suka menunggu. Zakharia dan Elisabet mengalami penantian yang amat panjang untuk memiliki keturunan (ay. 13). Tuhan menjawab pergumulan mereka dalam waktu yang secara manusiawi sangat mustahil. Bahkan Zakaria sendiri sampai tidak memercayainya. Bagaimana tidak, Tuhan menjawab doa itu pada saat mereka berdua sudah lanjut usia (ay. 18). Suatu kejutan membahagiakan yang menghapuskan aib mereka. Bukan hanya itu. Anak yang lahir itu, yang diberi nama Yohanes, turut mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Anak ini ditetapkan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias (ay. 16-17). Bukankah kita juga kerap berpikir bahwa Tuhan terlambat dalam menjawab doa kita? Atau, malah mengabaikannya sama sekali. Sesungguhnya Dia tidak pernah terlalu lambat atau terlalu cepat. Tuhan menjawab doa dan penantian kita bukan hanya untuk memuaskan keinginan kita. Dia ingin menyelaraskan keinginan kita dengan kehendak-Nya. Bisa jadi, seperti dialami Zakharia dan Elisabet, jawaban-Nya justru mengejutkan karena melampaui pengharapan kita. Jadi, jangan jemu menantikan Dia. Gunakan waktu menunggu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan produktif. Biarlah Dia menjawab doa kita menurut waktu-Nya. JAWABAN DOA DARI TUHAN BUKAN HANYA TEPAT PADA WAKTU-NYA, TETAPI JUGA MENYELARASKAN KEINGINAN KITA DENGAN KEHENDAK-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Ayub 5:9, TUHAN melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya! Luar biasa YESUSku, kita sekarang juga akan alami mujizat-NYA. Pertolongan-NYA, berkat-berkat-NYA yang berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Mazmur 58:12, “Dan orang akan berkata: 'Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi.'” Apa yang kita perbuat di bumi ini tidak untuk dilihat manusia, tetapi untuk dilihat TUHAN, pokoknya kita diminta melakukan yang terbaik untuk TUHAN dan sesama,walaupun perbuatan kita tidak dipandang oleh sesama tetapi TUHAN kita adalah TUHAN yang adil, TUHAN selalu melihat kebenaran dan DIA tidak akan menutup mata dengan setiap perbuatan manusia di bumi ini, akan memberi pahala bagi yang dengan tulus mengasihiNYA dan sesama serta taat akan perintah-perintah-NYA. Selamat beraktivitas. GBU. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
Beberapa orang masih dipenuhi pertanyaan dalam dirinya. Mereka heran mengapa orang-orang di sekitar mereka tampaknya tidak bersimpati & tidak ramah pada mereka. Juga, mengapa tampaknya tidak ada orang yang terasa pas & nyaman berhubungan dengan mereka: mengapa hubungan-hubungan yang ada seolah selalu renggang & orang-orang seperti selalu memusuhi mereka? Umumnya, kesalahan selanjutnya dibebankan pada orang lain, bukan pada dirinya sebab kebanyakan orang selalu memandang dirinya benar & tidak bermasalah. Jika kita menyelidiki Alkitab, kita akan menemukan petunjuk & hikmat. Dalam suratnya, rasul Petrus berkata, “Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?”~1 Pet. 3:13. Dengan kata lain, jika kita konsisten hidup dalam suatu sikap yang baik pada semua orang, sesungguhnya orang-orang pun akan membalasnya dengan perlakuan yang baik pula. Kita memancarkan kebaikan, maka kebaikan itu akan memantul pada kita. Apa yang kita tabur, pasti cepat atau lambat akan kita tuai. Jika kita menghargai, menaruh hormat, bersikap sopan, berkata-kata yang ramah pada orang lain & berbuat baik maka yakinlah bahwa orang-orang -pada umumnya- akan melakukan yang sama pada kita. Yang sering tidak kita sadari ialah bahwa kita cenderung menilai orang lainlah yang berkarakter buruk sedangkan kita tidak sadar bahwa kita juga merupakan bagian dari masalah dalam hubungan-hubungan kita! Memang lebih mudah menghakimi orang lain daripada mengoreksi diri sendiri. Meski begitu, ada kasus khusus. Orang tetap berbuat jahat sekalipun kita rajin berbuat baik. Mengenai ini, sang rasul menulis, “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia... sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat” 1 Pet. 3:14,17. Kita harus berhati-hati supaya kita tak memandang penderitaan kita kehendak Tuhan padahal itu karena tingkah laku kita sendiri. Kiranya Tuhan menolong kita membedakannya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 5
Keluaran 33:14. Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” -My presence will go with you and I will give you REST. Ketentraman, ketenangan dan istirahat hanya dapat kita temukan dalam hadiratNya / bimbinganNya. (GNCC)

No comments:

Post a Comment