-BUILD A BETTER YOU-
Mazmur 58:12, “Dan
orang akan berkata: 'Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada
Allah yang memberi keadilan di bumi.'” Selama kita hidup di dunia ini
apakah berbuat baik kepada sesama sudah menjadi gaya hidup kita? J Sesama kita
bisa melupakan apa yang telah kita perbuat, bahkan semua perbuatan baik
kita bisa dilupakan, namun percayalah Tuhan tidak akan melupakan semua
perbuatan baik yang sudah kita lakukan. Galatia 6:9, “Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai,
jika kita tidak menjadi lemah.” Jadi tetaplah berbuat baik selama kita
hidup, sekalipun tidak ada yang mengingat perbuatan baik kita itu karena Tuhan
TIDAK PERNAH MELUPAKANNYA. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu,
28 Januari 2015. Sebuah Penantian. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya,
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu,
akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia
Yohanes” (Lukas 1:13). Ada banyak cara yang dilakukan orang ketika bepergian
dan harus menunggu kendaraan umum. Bisa mendengarkan musik, membaca, bermain
game, memantau Facebook, ngobrol dengan teman, dan sebagainya. Mereka berusaha
mengisi waktu dan mengusir kejemuan. Ya, kebanyakan orang tidak suka menunggu.
Zakharia dan Elisabet mengalami penantian yang amat panjang untuk memiliki
keturunan (ay. 13). Tuhan menjawab pergumulan mereka dalam waktu yang secara
manusiawi sangat mustahil. Bahkan Zakaria sendiri sampai tidak memercayainya.
Bagaimana tidak, Tuhan menjawab doa itu pada saat mereka berdua sudah lanjut
usia (ay. 18). Suatu kejutan membahagiakan yang menghapuskan aib mereka. Bukan
hanya itu. Anak yang lahir itu, yang diberi nama Yohanes, turut mengambil
bagian dalam karya keselamatan Allah. Anak ini ditetapkan untuk mempersiapkan
jalan bagi kedatangan Mesias (ay. 16-17). Bukankah kita juga kerap berpikir
bahwa Tuhan terlambat dalam menjawab doa kita? Atau, malah mengabaikannya sama
sekali. Sesungguhnya Dia tidak pernah terlalu lambat atau terlalu cepat. Tuhan
menjawab doa dan penantian kita bukan hanya untuk memuaskan keinginan kita. Dia
ingin menyelaraskan keinginan kita dengan kehendak-Nya. Bisa jadi, seperti
dialami Zakharia dan Elisabet, jawaban-Nya justru mengejutkan karena melampaui
pengharapan kita. Jadi, jangan jemu menantikan Dia. Gunakan waktu menunggu
untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan produktif. Biarlah Dia menjawab doa
kita menurut waktu-Nya. JAWABAN DOA DARI TUHAN BUKAN HANYA TEPAT PADA
WAKTU-NYA, TETAPI JUGA MENYELARASKAN KEINGINAN KITA DENGAN KEHENDAK-NYA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
Ayub 5:9, TUHAN
melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan tak terduga, serta
keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya! Luar biasa YESUSku, kita
sekarang juga akan alami mujizat-NYA. Pertolongan-NYA, berkat-berkat-NYA yang
berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
Mazmur 58:12, “Dan
orang akan berkata: 'Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada
Allah yang memberi keadilan di bumi.'” Apa yang kita perbuat di bumi ini tidak
untuk dilihat manusia, tetapi untuk dilihat TUHAN, pokoknya kita diminta
melakukan yang terbaik untuk TUHAN dan sesama,walaupun perbuatan kita tidak
dipandang oleh sesama tetapi TUHAN kita adalah TUHAN yang adil, TUHAN selalu
melihat kebenaran dan DIA tidak akan menutup mata dengan setiap perbuatan
manusia di bumi ini, akan memberi pahala bagi yang dengan tulus mengasihiNYA
dan sesama serta taat akan perintah-perintah-NYA. Selamat beraktivitas. GBU.
(Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 4
Beberapa orang
masih dipenuhi pertanyaan dalam dirinya. Mereka heran mengapa orang-orang di
sekitar mereka tampaknya tidak bersimpati & tidak ramah pada mereka. Juga,
mengapa tampaknya tidak ada orang yang terasa pas & nyaman berhubungan
dengan mereka: mengapa hubungan-hubungan yang ada seolah selalu renggang &
orang-orang seperti selalu memusuhi mereka? Umumnya, kesalahan selanjutnya
dibebankan pada orang lain, bukan pada dirinya sebab kebanyakan orang selalu
memandang dirinya benar & tidak bermasalah. Jika kita menyelidiki Alkitab,
kita akan menemukan petunjuk & hikmat. Dalam suratnya, rasul Petrus
berkata, “Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin
berbuat baik?”~1 Pet. 3:13. Dengan kata lain, jika kita konsisten hidup dalam
suatu sikap yang baik pada semua orang, sesungguhnya orang-orang pun akan
membalasnya dengan perlakuan yang baik pula. Kita memancarkan kebaikan, maka
kebaikan itu akan memantul pada kita. Apa yang kita tabur, pasti cepat atau
lambat akan kita tuai. Jika kita menghargai, menaruh hormat, bersikap sopan,
berkata-kata yang ramah pada orang lain & berbuat baik maka yakinlah bahwa
orang-orang -pada umumnya- akan melakukan yang sama pada kita. Yang sering
tidak kita sadari ialah bahwa kita cenderung menilai orang lainlah yang
berkarakter buruk sedangkan kita tidak sadar bahwa kita juga merupakan bagian
dari masalah dalam hubungan-hubungan kita! Memang lebih mudah menghakimi orang
lain daripada mengoreksi diri sendiri. Meski begitu, ada kasus khusus. Orang
tetap berbuat jahat sekalipun kita rajin berbuat baik. Mengenai ini, sang rasul
menulis, “Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu
akan berbahagia... sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu
dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat” 1 Pet. 3:14,17.
Kita harus berhati-hati supaya kita tak memandang penderitaan kita kehendak
Tuhan padahal itu karena tingkah laku kita sendiri. Kiranya Tuhan menolong kita
membedakannya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 5
Keluaran 33:14.
Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan
ketenteraman kepadamu.” -My presence will go with you and I will give you REST.
Ketentraman, ketenangan dan istirahat hanya dapat kita temukan dalam hadiratNya
/ bimbinganNya. (GNCC)

No comments:
Post a Comment