-BUILD A BETTER YOU-
Baca: Roma
7:22-26. Jika kita tidak menjadi pelaku firman, maka kita akan terus terpenjara
menjadi tawanan hukum dosa. Bertekunlah dalam pembacaaan firmanNya
setiap hari melalui Saat Teduh & doa, pujian & penyembahan J. Aplikasikan
firmanNya dalam kehidupan sehari-hari: “Mengasihi Tuhan dengan segenap hati”,
“mengasihi sesama dengan lebih sungguh-sungguh” & “berdampak di marketplace”.
Niscaya kita terlatih untuk melakukan apa yang benar. Amin.
Respon 1
Sikap kita terhadap
masalah yang menghampiri kita sangat menentukan langkah selanjutnya dalam hidup
kita. Menghadapi masalah & tekanan hidup, setidaknya ada 3 pilihan utama
yang diambil manusia terhadapnya: Beberapa orang menghadapi persoalan hidup
dengan bersikap optimis, berpikir positif, ulet & tidak putus asa. Semua
dicoba dijalani dengan penuh ketabahan, kesabaran & motivasi yang tinggi.
Sayang, manusia ada batasnya. Bahkan “orang-orang muda menjadi lelah dan lesu
dan teruna-teruna jatuh tersan-dung.”~Yes. 40:30 & “singa-singa muda merana kelaparan”~ Maz 34:11.
Ada titik tertentu kekuatan manusia tidak lagi mampu menahan lagi beban berat
kehidupan. Inilah yang disebut stress yang dapat menghantam kesehatan tubuh
& jiwa. Sebagian orang melarikan diri dari masalah. Dimulai dari
mengabaikan masalah lalu menumpuk masalah, ujung-ujungnya lari dari masalah,
baik lari secara fisik (menghilang atau menjauh) atau lari secara mental
(membuat diri melupakan masalah). Pilihan ini sebenarnya justru memperbanyak
& memperumitnya masalah. Apalagi jika bentuk-bentuk pelarian itu membawa
pada kecanduan, kebiasaan-kebiasaan buruk, keterikatan dosa hingga terjerumus
dalam berbagai-bagai kejahatan. Sebagian lagi mencari pertolongan pada
kuasa-kuasa lain yang diharap mampu memberikan solusi. Pertaruhannya di sini
adalah kepada kuasa manakah kita berharap? Atau, jika kita datang pada Yesus
Tuhan, akankah kita memiliki iman & tetap bersandar pada Dia meski keadaan
belum berubah? Di sini iman & hubungan kita dengan Tuhan diuji. Pastikanlah
Anda menghadapi setiap tantangan hidup bersama Tuhan, dengan cara-Nya, &
tetap di jalur-Nya apapun yang sedang terjadi.
Hidup kita tidak
akan pernah menjadi alat Tuhan untuk menjangkau dunia, sebelum kita
berkemenangan atas masalah kita sehari-hari (2 Tim. 2:4). Jika Anda percaya
& mau berjalan bersama Dia, hidup Anda akan jauh lebih berkemenangan
daripada sekedar menyelesaikan masalah hidup sehari-hari. Hidup Anda akan
bersinar memuliakan nama-Nya! Salam revival. GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
Matius 5:14-16,
“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin
tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah
gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam
rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya
mereka melihat perbuatan Bapamu yang di sorga.”
Respon 3
“Ambisi tanpa visi
seperti gas tanpa setir.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis,
22 Januari 2015. Jangan Berpaling Dari-NYA! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah
lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2). Seorang sopir taksi sempat
bersungut-sungut ketika mendapati penumpang hanya menggunakan jasa taksi jarak
dekat, ke sebuah hotel. Namun, di hotel tersebut, ia mengangkut penumpang yang
menyewa taksi dengan jarak yang cukup jauh. Artinya, ia mendapat rezeki besar.
Hilanglah sungut-sungutnya. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan. Tuhan
mengasihi mereka. Lihatlah bagaimana Tuhan menunjukkan kuasa dan kedahsyatannya
saat di Mesir, sebelum mereka keluar dari sana. Namun, baru saja keluar dari
Mesir, mereka segera bersungut-sungut (lihat Kel. 15:24, 16:2, 17:2, 32:1, Bil.
12:1-2, 14:1-2, 16:1-2, dan 20:2-5). Akar dari semua ini adalah mereka tidak
puas kepada Tuhan saat perhatian mereka beralih pada dunia ini. Begitu mereka
terantuk pada berbagai kesulitan, mulailah mereka marah pada-Nya. Dalam kondisi
demikian, kita perlu membangun kesadaran demikian: “Pujilah Tuhan, hai jiwaku,
dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mzm. 103:2). Dia yang menebus kita
dari lubang kubur (ay. 4), memuaskan hasrat kita dengan kebaikan (ay. 5), tidak
melampiaskan penghukuman setimpal dengan dosa kita (ay. 10), dan seterusnya.
Kasih sayang-Nya melampaui kasih sayang seorang bapak kepada anak-anaknya. Ya,
tepat sekali! “Jangan lupakan segala kebaikan-Nya!” Nikmatilah berkat-Nya
setiap hari. Dengan mengingat kebaikan-Nya, dengan mengingat siapa diri kita di
hadapan-Nya, kita tidak akan kecewa dan bersungut-sungut kala mengalami masa
sulit. DALAM KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN, JANGAN PERNAH BERPALING DARI-NYA,
SEBAB IA TETAP SETIA. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.
Respon 5
Roma 7:24, “Aku,
manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Ay. 25,
“Syukur kepada ALLAH! Oleh YESUS KRISTUS, TUHAN kita. Sebagai manusia di dalam
batin kita suka akan hukum ALLAH, tetapi kedagingan kita yang kuat membuat diri
kita menjadi tawanan dosa.” Satu-satunya Pribadi yang dapat melepaskan kita
dari cengkeraman dosa hanyalah TUHAN YESUS. Oleh karena itu dengan segenap akal
budi kita harus selalu berusaha menjalani hukum TUHAN, yaitu segala firmanNYA,
agar kita lepas dari cengkeraman dosa, bebas dari penjara tawanan dosa dan
hidup layak dihadapan TUHAN. TUHAN YESUS memberkati kita semua. (Ibu Inggita –
PKS CL 4)
Respon 6
Amin. Karena kita
sebagai manusia masih ada saja perbuatan dosa yang kita lakukan. Saya sering
mengalami dimana saya lalai yang akhirnya timbullah dosa. Melalui sate, dsb
hidup kita memang bisa benar-benar terbina. Thank you and Jbu all too. (Ibu
Sintawati – CL 3)

No comments:
Post a Comment