Thursday, 22 January 2015

22 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Baca: Roma 7:22-26. Jika kita tidak menjadi pelaku firman, maka kita akan terus terpenjara menjadi tawanan hukum dosa. Bertekunlah dalam pembacaaan firmanNya setiap hari melalui Saat Teduh & doa, pujian & penyembahan J. Aplikasikan firmanNya dalam kehidupan sehari-hari: “Mengasihi Tuhan dengan segenap hati”, “mengasihi sesama dengan lebih sungguh-sungguh” & “berdampak di marketplace”. Niscaya kita terlatih untuk melakukan apa yang benar. Amin.

Respon 1
Sikap kita terhadap masalah yang menghampiri kita sangat menentukan langkah selanjutnya dalam hidup kita. Menghadapi masalah & tekanan hidup, setidaknya ada 3 pilihan utama yang diambil manusia terhadapnya: Beberapa orang menghadapi persoalan hidup dengan bersikap optimis, berpikir positif, ulet & tidak putus asa. Semua dicoba dijalani dengan penuh ketabahan, kesabaran & motivasi yang tinggi. Sayang, manusia ada batasnya. Bahkan “orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersan-dung.”~Yes. 40:30 & “singa-singa muda merana kelaparan”~ Maz 34:11. Ada titik tertentu kekuatan manusia tidak lagi mampu menahan lagi beban berat kehidupan. Inilah yang disebut stress yang dapat menghantam kesehatan tubuh & jiwa. Sebagian orang melarikan diri dari masalah. Dimulai dari mengabaikan masalah lalu menumpuk masalah, ujung-ujungnya lari dari masalah, baik lari secara fisik (menghilang atau menjauh) atau lari secara mental (membuat diri melupakan masalah). Pilihan ini sebenarnya justru memperbanyak & memperumitnya masalah. Apalagi jika bentuk-bentuk pelarian itu membawa pada kecanduan, kebiasaan-kebiasaan buruk, keterikatan dosa hingga terjerumus dalam berbagai-bagai kejahatan. Sebagian lagi mencari pertolongan pada kuasa-kuasa lain yang diharap mampu memberikan solusi. Pertaruhannya di sini adalah kepada kuasa manakah kita berharap? Atau, jika kita datang pada Yesus Tuhan, akankah kita memiliki iman & tetap bersandar pada Dia meski keadaan belum berubah? Di sini iman & hubungan kita dengan Tuhan diuji. Pastikanlah Anda menghadapi setiap tantangan hidup bersama Tuhan, dengan cara-Nya, & tetap di jalur-Nya apapun yang sedang terjadi.
Hidup kita tidak akan pernah menjadi alat Tuhan untuk menjangkau dunia, sebelum kita berkemenangan atas masalah kita sehari-hari (2 Tim. 2:4). Jika Anda percaya & mau berjalan bersama Dia, hidup Anda akan jauh lebih berkemenangan daripada sekedar menyelesaikan masalah hidup sehari-hari. Hidup Anda akan bersinar memuliakan nama-Nya! Salam revival. GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Matius 5:14-16, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan Bapamu yang di sorga.”

Respon 3
“Ambisi tanpa visi seperti gas tanpa setir.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 22 Januari 2015. Jangan Berpaling Dari-NYA! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2). Seorang sopir taksi sempat bersungut-sungut ketika mendapati penumpang hanya menggunakan jasa taksi jarak dekat, ke sebuah hotel. Namun, di hotel tersebut, ia mengangkut penumpang yang menyewa taksi dengan jarak yang cukup jauh. Artinya, ia mendapat rezeki besar. Hilanglah sungut-sungutnya. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan. Tuhan mengasihi mereka. Lihatlah bagaimana Tuhan menunjukkan kuasa dan kedahsyatannya saat di Mesir, sebelum mereka keluar dari sana. Namun, baru saja keluar dari Mesir, mereka segera bersungut-sungut (lihat Kel. 15:24, 16:2, 17:2, 32:1, Bil. 12:1-2, 14:1-2, 16:1-2, dan 20:2-5). Akar dari semua ini adalah mereka tidak puas kepada Tuhan saat perhatian mereka beralih pada dunia ini. Begitu mereka terantuk pada berbagai kesulitan, mulailah mereka marah pada-Nya. Dalam kondisi demikian, kita perlu membangun kesadaran demikian: “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mzm. 103:2). Dia yang menebus kita dari lubang kubur (ay. 4), memuaskan hasrat kita dengan kebaikan (ay. 5), tidak melampiaskan penghukuman setimpal dengan dosa kita (ay. 10), dan seterusnya. Kasih sayang-Nya melampaui kasih sayang seorang bapak kepada anak-anaknya. Ya, tepat sekali! “Jangan lupakan segala kebaikan-Nya!” Nikmatilah berkat-Nya setiap hari. Dengan mengingat kebaikan-Nya, dengan mengingat siapa diri kita di hadapan-Nya, kita tidak akan kecewa dan bersungut-sungut kala mengalami masa sulit. DALAM KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN, JANGAN PERNAH BERPALING DARI-NYA, SEBAB IA TETAP SETIA. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.

Respon 5
Roma 7:24, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Ay. 25, “Syukur kepada ALLAH! Oleh YESUS KRISTUS, TUHAN kita. Sebagai manusia di dalam batin kita suka akan hukum ALLAH, tetapi kedagingan kita yang kuat membuat diri kita menjadi tawanan dosa.” Satu-satunya Pribadi yang dapat melepaskan kita dari cengkeraman dosa hanyalah TUHAN YESUS. Oleh karena itu dengan segenap akal budi kita harus selalu berusaha menjalani hukum TUHAN, yaitu segala firmanNYA, agar kita lepas dari cengkeraman dosa, bebas dari penjara tawanan dosa dan hidup layak dihadapan TUHAN. TUHAN YESUS memberkati kita semua. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 6
Amin. Karena kita sebagai manusia masih ada saja perbuatan dosa yang kita lakukan. Saya sering mengalami dimana saya lalai yang akhirnya timbullah dosa. Melalui sate, dsb hidup kita memang bisa benar-benar terbina. Thank you and Jbu all too. (Ibu Sintawati – CL 3)

No comments:

Post a Comment