Monday, 19 January 2015

19 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Yakobus 1:2, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.” Ayat 3: “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Ayat 4: “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Ketika hidup kita diguncang oleh berbagai kekecewaan & kehilangan, kita mungkin bertanya-tanya mengapa ini harus terjadi dengan saya?? Masalah dalam hidup justru akan mengikis kebiasaan buruk & menajamkan daya peka kita terhadap suara Tuhan, bahkan membentuk karakter kita untuk semakin tangguh & memilki kwalitas hidup yang lebih baik. Amin. Tampillah sebagai pemenang sebab bersamaNya, kita pasti bisa J. Sebab Tuhan adalah Gunung Batu yang kokoh, menara kekuatan kita. Amin.

Respon 1
“Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, disitulah kamu harus mempersiapkannya” (Lukas 22:12). Kegerakan terakhir butuh prioritas utama hidup kita, butuh juga ruang buat Tuhan untuk bergerak dengan bebas, tetapi juga butuh totalitas utuh dan lengkap sebagai hamba-hamba-Nya. Dan yang tak boleh di buang adalah ”persiapan“ kita. Biasanya kita malas menyiapkan sesuatu untuk yang di depan. Bukankah pada umumnya anak-anak malas belajar? Atau kita merasa sudah siap dan tak perlu mempersiapkan apa pun. Biasanya setelah yang kita nantikan datang, kita baru sadar betapa tidak siapnya kita. Saudaraku, ayo siapkan diri, perluas kemah kita, perbanyak tempayan kita, siapkan semuanya karena lawatan sedang datang. Dan yang paling terpenting siapkan HATI... Berkat-Nya seperti air bah yang dahsyat. Jangan santai dan buang waktu untuk yang sia-sia... Gbu. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Yakobus 1:2-4; saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. Sebab kamu tahu bahwa Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Berbahagia ketika banyak masalah? Nggak salah ta ayat ini? Itu suatu yang mustahil. Ketika masalah datang ya yang ada adalah keluhan, protes, mengasihani diri sendiri, galau, murung, muka kayak baju nggak diseterika alias lecek. Pagi ini kita diajak menyadari bahwa Tuhan menciptakan kita pasti punya tujuan yang baik dan luar biasa. Dan untuk menuju kesana, kita harus menghadapi berbagai proses supaya karakter kita dibentuk, yang jelek-jelek dibuang, diperbaiki menjadi lebih baik. Sadarilah ini supaya ketika kita dapat masalah, kita bisa menganggap itu suatu kebahagiaan. Anggaplah masalah ini sebagai alatNYA Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. Ya memang kalau kita berjalan sendiri kita nggak akan kuat, tapi bersama Tuhan kita pasti bisa menjadi pemenang. Isi pikiran kita dengan Firman Tuhan terus karena Firman Tuhan itulah yang membuat kita kuat. Jangan kalau ada masalah malah malas doa, malas baca Firman, fokus ke masalah terus, merasa menjadi orang termalang di dunia ini, itu malah nggak memberi kekuatan dan jalan keluar, itu malah membuat kita pengen mengakhiri hidup. Sadarlah bahwa Tuhan menciptakan kita dengan suatu TUJUAN yang LUAR BIASA buat kita semua. Happy Monday... God bless us... (Ibu Rita – PKS CL 8)



Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 19 Januari 2015. Ketidakpastian. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5). Dalam wawancara dengan psikolog yang mendampingi para keluarga korban kasus hilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370 pada Maret 2014, disebutkan bahwa beban utama keluarga adalah ketidakpastian. Manusia tidak tahu bagaimana harus bersikap dalam ketidakpastian. Kebingungan akibat ketidakpastian membuat emosi sebagian orang menjadi tidak stabil. Satu hari ia berpengharapan besar; esoknya ia bisa frustrasi dan depresi. Itulah yang mereka alami. Sebagai makhluk yang terbatas, ketidakpastian adalah suatu keniscayaan hidup. Tentu kadarnya berbeda-beda bagi tiap orang, tergantung pada situasi yang sedang dihadapi. Cara-cara orang menyikapinya juga berlainan. Ada yang memilih untuk mengabaikannya, ada yang mencari jaminan semu melalui uang atau kekuasaan, dan ada yang menyerah pada nasib. Bagi orang percaya, Alkitab mengajarkan untuk memercayakan hidup kita kepada Tuhan. Sebab Dia bukan hanya Tuhan yang mahakuasa dan mahatahu, tapi juga mahabaik dan mengasihi kita. Karena itu, kita bisa beriman penuh kepada-Nya tentang hidup dan masa depan kita. Iman yang demikian memampukan kita menjalani hidup yang berbuah. Hidup kita tidak dikekang kekhawatiran akan masa depan. Hidup kita juga tidak lagi dipenuhi dengan kebutuhan mengurusi diri sendiri dan mencari jaminan semu akan masa depan kita. Sebaliknya, kita bisa mengisi hidup ini untuk menjadi berkat bagi orang lain dan membawa mereka menemukan Tuhan yang memegang hidup kita. BANYAK HAL TAK KUPAHAMI DALAM MASA MENJELANG, TAPI T’RANG BAGIKU INI: TANGAN TUHAN YANG PEGANG. -Tuhan yang Pegang, NKB 4. Welcome Monday. Semangat! Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
...Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Mat 6:34). Sebagai manusia kita boleh aja menangis, sedih, kuatir ketika kita bertemu dengan masalah, tetapi sesaat saja. Yang harus kita lakukan adalah menangislah dengan TUHAN, baca FirmanNYA dan mintalah kekuatan, sukacita dan damai sejahtera dari TUHAN, percaya akan janji-janji TUHAN bahwa bersama TUHAN semuanya akan dilewatkanNYA dan percaya akan rencanaNYA, TUHAN telah menyediakan semua yang baik di depan kita. Amin. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 5
“Jika Tuhan memberkati rumah orang kafir (Potifar) karena ada orang benar (Yusuf) tinggal disitu, betapa lebihnya keluarga orang benar akan diberkati Tuhan dalam kehidupannya”. Kejadian 39:5, “Sejak ia (Potifar) memberi-kan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN MEMBERKATI rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. (GNCC)


No comments:

Post a Comment