-BUILD A BETTER YOU-
Yakobus 1:2, “Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai
pencobaan.” Ayat 3: “sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu
menghasilkan ketekunan.” Ayat 4: “Dan biarkanlah ketekunan itu
memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak
kekurangan suatu apapun.” Ketika hidup kita diguncang oleh berbagai
kekecewaan & kehilangan, kita mungkin bertanya-tanya mengapa ini harus
terjadi dengan saya?? Masalah dalam hidup justru akan mengikis kebiasaan buruk
& menajamkan daya peka kita terhadap suara Tuhan, bahkan membentuk karakter
kita untuk semakin tangguh & memilki kwalitas hidup yang lebih baik. Amin.
Tampillah sebagai pemenang sebab bersamaNya, kita pasti bisa J. Sebab Tuhan
adalah Gunung Batu yang kokoh, menara kekuatan kita. Amin.
Respon 1
“Lalu orang itu
akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap,
disitulah kamu harus mempersiapkannya” (Lukas 22:12). Kegerakan terakhir butuh
prioritas utama hidup kita, butuh juga ruang buat Tuhan untuk bergerak dengan
bebas, tetapi juga butuh totalitas utuh dan lengkap sebagai hamba-hamba-Nya.
Dan yang tak boleh di buang adalah ”persiapan“ kita. Biasanya kita malas
menyiapkan sesuatu untuk yang di depan. Bukankah pada umumnya anak-anak malas
belajar? Atau kita merasa sudah siap dan tak perlu mempersiapkan apa pun.
Biasanya setelah yang kita nantikan datang, kita baru sadar betapa tidak
siapnya kita. Saudaraku, ayo siapkan diri, perluas kemah kita, perbanyak
tempayan kita, siapkan semuanya karena lawatan sedang datang. Dan yang paling
terpenting siapkan HATI... Berkat-Nya seperti air bah yang dahsyat. Jangan
santai dan buang waktu untuk yang sia-sia... Gbu. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
Yakobus 1:2-4;
saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke
dalam berbagai-bagai pencobaan. Sebab kamu tahu bahwa Ujian terhadap imanmu itu
menghasilkan ketekunan. Berbahagia ketika banyak masalah? Nggak salah ta ayat
ini? Itu suatu yang mustahil. Ketika masalah datang ya yang ada adalah keluhan,
protes, mengasihani diri sendiri, galau, murung, muka kayak baju nggak
diseterika alias lecek. Pagi ini kita diajak menyadari bahwa Tuhan menciptakan
kita pasti punya tujuan yang baik dan luar biasa. Dan untuk menuju kesana, kita
harus menghadapi berbagai proses supaya karakter kita dibentuk, yang
jelek-jelek dibuang, diperbaiki menjadi lebih baik. Sadarilah ini supaya ketika
kita dapat masalah, kita bisa menganggap itu suatu kebahagiaan. Anggaplah
masalah ini sebagai alatNYA Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi.
Ya memang kalau kita berjalan sendiri kita nggak akan kuat, tapi bersama Tuhan
kita pasti bisa menjadi pemenang. Isi pikiran kita dengan Firman Tuhan terus
karena Firman Tuhan itulah yang membuat kita kuat. Jangan kalau ada masalah
malah malas doa, malas baca Firman, fokus ke masalah terus, merasa menjadi
orang termalang di dunia ini, itu malah nggak memberi kekuatan dan jalan
keluar, itu malah membuat kita pengen mengakhiri hidup. Sadarlah bahwa Tuhan
menciptakan kita dengan suatu TUJUAN yang LUAR BIASA buat kita semua. Happy
Monday... God bless us... (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
19 Januari 2015. Ketidakpastian. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5). Dalam
wawancara dengan psikolog yang mendampingi para keluarga korban kasus hilangnya
pesawat Malaysian Airlines MH370 pada Maret 2014, disebutkan bahwa beban utama
keluarga adalah ketidakpastian. Manusia tidak tahu bagaimana harus bersikap
dalam ketidakpastian. Kebingungan akibat ketidakpastian membuat emosi sebagian
orang menjadi tidak stabil. Satu hari ia berpengharapan besar; esoknya ia bisa
frustrasi dan depresi. Itulah yang mereka alami. Sebagai makhluk yang terbatas,
ketidakpastian adalah suatu keniscayaan hidup. Tentu kadarnya berbeda-beda bagi
tiap orang, tergantung pada situasi yang sedang dihadapi. Cara-cara orang
menyikapinya juga berlainan. Ada yang memilih untuk mengabaikannya, ada yang
mencari jaminan semu melalui uang atau kekuasaan, dan ada yang menyerah pada
nasib. Bagi orang percaya, Alkitab mengajarkan untuk memercayakan hidup kita
kepada Tuhan. Sebab Dia bukan hanya Tuhan yang mahakuasa dan mahatahu, tapi juga
mahabaik dan mengasihi kita. Karena itu, kita bisa beriman penuh kepada-Nya
tentang hidup dan masa depan kita. Iman yang demikian memampukan kita menjalani
hidup yang berbuah. Hidup kita tidak dikekang kekhawatiran akan masa depan.
Hidup kita juga tidak lagi dipenuhi dengan kebutuhan mengurusi diri sendiri dan
mencari jaminan semu akan masa depan kita. Sebaliknya, kita bisa mengisi hidup
ini untuk menjadi berkat bagi orang lain dan membawa mereka menemukan Tuhan
yang memegang hidup kita. BANYAK HAL TAK KUPAHAMI DALAM MASA MENJELANG, TAPI
T’RANG BAGIKU INI: TANGAN TUHAN YANG PEGANG. -Tuhan yang Pegang, NKB 4. Welcome
Monday. Semangat! Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
...Kesusahan sehari
cukuplah untuk sehari (Mat 6:34). Sebagai manusia kita boleh aja menangis,
sedih, kuatir ketika kita bertemu dengan masalah, tetapi sesaat saja. Yang
harus kita lakukan adalah menangislah dengan TUHAN, baca FirmanNYA dan mintalah
kekuatan, sukacita dan damai sejahtera dari TUHAN, percaya akan janji-janji
TUHAN bahwa bersama TUHAN semuanya akan dilewatkanNYA dan percaya akan
rencanaNYA, TUHAN telah menyediakan semua yang baik di depan kita. Amin. (Ibu
Inggita – PKS CL 4)
Respon 5
“Jika Tuhan
memberkati rumah orang kafir (Potifar) karena ada orang benar (Yusuf) tinggal
disitu, betapa lebihnya keluarga orang benar akan diberkati Tuhan dalam
kehidupannya”. Kejadian 39:5, “Sejak ia (Potifar) memberi-kan kuasa dalam
rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN MEMBERKATI rumah orang
Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik
yang di rumah maupun yang di ladang. (GNCC)

No comments:
Post a Comment