-BUILD A BETTER YOU-
Baca: Kejadian
1:9-13. Pada
hari ke-3, Tuhan membuat lautan & daratan. Tuhan menumbuhkan segala jenis
buah-buahan & tumbuh-tumbuhan agar semua makluk hidup dapat mengkonsumsinya
sehingga keberlangsungan hidup mereka terjamin. Untuk menunjang kelestarian
alam di muka bumi ini kita harus peduli terhadap lingkungan. Jangan menghambat
& merusak hasil karya Tuhan yang ada di darat maupun di laut. Jika
pengrusakan itu terus berlangsung, ke mana lagikah kita harus berlindung dari
bencana-bencana alam yang akan terus mengintai kehidupan kita? Oleh karena itu
mulailah kita dari dalam diri kita sendiri untuk peka dan peduli terhadap
lingkungan di manapun kita berada. Karena kalau bukan kita, lalu siapa lagi?
Merusak alam berdampak pada penderitaan, memelihara alam berdampak pada
kebahagiaan.
Respon 1
Seberapa banyak
persembahan harta kita bernilai di mata Tuhan? Apakah persembahan bermilyar rupiah
& membangun banyak fasilitas pelayanan yang paling berarti di mata Tuhan?
Sewaktu melihat janda miskin memberikan persembahan di Bait Suci, Yesus
berkata, “Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua
orang… Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi
dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya”~ Mrk
12:43-44. Berbeda dengan pemikiran banyak orang Kristen hari ini, persembahan
dalam jumlah yang fantastis tidak selalu ‘besar’ di mata Tuhan. Persembahan
yang berupa ‘uang kecil’ dapat terhitung ‘besar’di mata Tuhan. Jelaslah di
sini, Kerajaan Allah bukan urusan mengumpulkan uang & tidak memerlukan uang
sebagai penopang utama keberadaannya! Urusan-urusan duniawi memerlukan banyak
biaya tetapi Kerajaan Sorga menantikan orang-orang seperti janda miskin ini.
Yang dicari Tuhan bukan orang-orang kaya yang siap menggelontorkan dana yang
tampaknya besar untuk pelayanan tetapi suatu hati yang dilihat Tuhan ada pada
janda miskin ini. Hati yang rela berkorban segalanya demi cinta pada Tuhan.
Orang-orang Kristen sering berpikir dengan datang dua jam atau bahkan satu jam
saja di gereja & memberikan beberapa lembar uang persembahan sudah
merupakan suatu 'pengorbanan' bagi Tuhan sedangkan sedikit saja kenyamanan
hidup mereka tidak terganggu selagi dimanjakan dengan musik, hawa sejuk AC,
kursi yang empuk, & fasilitas lengkap multimedia di gereja! Pengorbanan
apakah dari kita jika uang persembahan yang dikumpulkan itu ujung-ujungnya
berpulang bagi kenyamanan kita pribadi? Persembahan-persembahan terbesar bagi
Kerajaan Allah ialah iman, kerelaan, ketaatan & pengabdian demi kasih pada
Tuhan & pekerjaan-Nya di bumi. Menyangkal diri. Memikul salib. Berkorban
seluruh hidup bagi Kristus. Di luar itu, persembahan kita kecil nilainya di
hadapan Tuhan. Di hadapan Tuhan yang melihat hati dan hidup kita, berikanlah
persembahan yang menyukakan hati-Nya. Salam revival! GBU.
Respon 2
--Berhentilah
berusaha untuk memahami segala sesuatu dan mulailah lebih mempercayai TUHAN.--
Amsal 3:5-6,
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada
pengertian mu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan
jalanmu.” Kita harus tekun menjaga iman dan kepercayaan yang teguh dan tidak
goyah kepada TUHAN dalam hati dan pikiran kita. Jika kita hanya dapat melihat
satu langkah di depan kita, jangan menunggu untuk melihat seluruh perjalanan itu. Ambillah satu langkah tersebut dan
percayalah bahwa TUHAN akan memperlihatkan kepada kita langkah berikutnya.
Pemikiran dan jalan TUHAN lebih tinggi, lebih baik, dan lebih bijaksana
daripada pemikiran dan jalan kita. TUHAN dapat melihat akhir dari permulaan,
dan Ia mengetahui jawaban yang tidak dapat kita pahami. KITA PERLU MEMPERCAYAI
TUHAN SAAT KITA TIDAK MEMAHAMI APA YANG SEDANG TERJADI. TUHAN MENGATAKAN:
“SEBAB, RANCANGAN-KU BUKAN-LAH RANCANGANMU, DAN JALANMU BUKANLAH JALAN-KU.” (Yesaya 55:8) Good
Morning. Happy Sunday... HAVE A NICE DAY.

No comments:
Post a Comment