Sunday, 4 January 2015

4 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


Baca: Kejadian 1:9-13. Pada hari ke-3, Tuhan membuat lautan & daratan. Tuhan menumbuhkan segala jenis buah-buahan & tumbuh-tumbuhan agar semua makluk hidup dapat mengkonsumsinya sehingga keberlangsungan hidup mereka terjamin. Untuk menunjang kelestarian alam di muka bumi ini kita harus peduli terhadap lingkungan. Jangan menghambat & merusak hasil karya Tuhan yang ada di darat maupun di laut. Jika pengrusakan itu terus berlangsung, ke mana lagikah kita harus berlindung dari bencana-bencana alam yang akan terus mengintai kehidupan kita? Oleh karena itu mulailah kita dari dalam diri kita sendiri untuk peka dan peduli terhadap lingkungan di manapun kita berada. Karena kalau bukan kita, lalu siapa lagi? Merusak alam berdampak pada penderitaan, memelihara alam berdampak pada kebahagiaan.

Respon 1
Seberapa banyak persembahan harta kita bernilai di mata Tuhan? Apakah persembahan bermilyar rupiah & membangun banyak fasilitas pelayanan yang paling berarti di mata Tuhan? Sewaktu melihat janda miskin memberikan persembahan di Bait Suci, Yesus berkata, “Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang… Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya”~ Mrk 12:43-44. Berbeda dengan pemikiran banyak orang Kristen hari ini, persembahan dalam jumlah yang fantastis tidak selalu ‘besar’ di mata Tuhan. Persembahan yang berupa ‘uang kecil’ dapat terhitung ‘besar’di mata Tuhan. Jelaslah di sini, Kerajaan Allah bukan urusan mengumpulkan uang & tidak memerlukan uang sebagai penopang utama keberadaannya! Urusan-urusan duniawi memerlukan banyak biaya tetapi Kerajaan Sorga menantikan orang-orang seperti janda miskin ini. Yang dicari Tuhan bukan orang-orang kaya yang siap menggelontorkan dana yang tampaknya besar untuk pelayanan tetapi suatu hati yang dilihat Tuhan ada pada janda miskin ini. Hati yang rela berkorban segalanya demi cinta pada Tuhan. Orang-orang Kristen sering berpikir dengan datang dua jam atau bahkan satu jam saja di gereja & memberikan beberapa lembar uang persembahan sudah merupakan suatu 'pengorbanan' bagi Tuhan sedangkan sedikit saja kenyamanan hidup mereka tidak terganggu selagi dimanjakan dengan musik, hawa sejuk AC, kursi yang empuk, & fasilitas lengkap multimedia di gereja! Pengorbanan apakah dari kita jika uang persembahan yang dikumpulkan itu ujung-ujungnya berpulang bagi kenyamanan kita pribadi? Persembahan-persembahan terbesar bagi Kerajaan Allah ialah iman, kerelaan, ketaatan & pengabdian demi kasih pada Tuhan & pekerjaan-Nya di bumi. Menyangkal diri. Memikul salib. Berkorban seluruh hidup bagi Kristus. Di luar itu, persembahan kita kecil nilainya di hadapan Tuhan. Di hadapan Tuhan yang melihat hati dan hidup kita, berikanlah persembahan yang menyukakan hati-Nya. Salam revival! GBU.

Respon 2
--Berhentilah berusaha untuk memahami segala sesuatu dan mulailah lebih mempercayai TUHAN.-- Amsal 3:5-6, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertian mu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Kita harus tekun menjaga iman dan kepercayaan yang teguh dan tidak goyah kepada TUHAN dalam hati dan pikiran kita. Jika kita hanya dapat melihat satu langkah di depan kita, jangan menunggu untuk melihat seluruh perjalanan itu. Ambillah satu langkah tersebut dan percayalah bahwa TUHAN akan memperlihatkan kepada kita langkah berikutnya. Pemikiran dan jalan TUHAN lebih tinggi, lebih baik, dan lebih bijaksana daripada pemikiran dan jalan kita. TUHAN dapat melihat akhir dari permulaan, dan Ia mengetahui jawaban yang tidak dapat kita pahami. KITA PERLU MEMPERCAYAI TUHAN SAAT KITA TIDAK MEMAHAMI APA YANG SEDANG TERJADI. TUHAN MENGATAKAN: “SEBAB, RANCANGAN-KU BUKAN-LAH RANCANGANMU, DAN JALANMU BUKANLAH JALAN-KU.” (Yesaya 55:8) Good Morning. Happy Sunday... HAVE A NICE DAY.


No comments:

Post a Comment