-BUILD A BETTER YOU-
Baca: Kejadian
1:14-19. Tuhan kita adalah Tuhan yang kreatif, DIA tidak hanya memiliki
jiwa seni yang tinggi tetapi DIA adalah Tuhan yang menyukai keteraturan J. Termasuk juga
keteraturan WAKTU, di mana DIA menetapkan WAKTU melalui penciptaan benda-benda
penerang di langit (matahari, bulan dan bintang)! WAKTU adalah modal utama,
bahkan lebih dari uang, dengan WAKTU kita dapat menghasilkan uang, tetapi
dengan uang kita tidak dapat membeli WAKTU J. Gunakan WAKTU dengan bijak sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan.
Amin J
Respon 1
SAAT TEDUH. Senin,
5 Jan 2015. Menerjang Batas. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan
diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya
pun memakannya (Kejadian 3:6). Tamak adalah kerakusan yang tak bertepi. Tentang
hal ini, ada yang berpendapat bahwa tamak adalah sebuah sikap, bukan sifat.
Perhatikan saja, tak ada orang yang terlahir dengan sifat bawaan tamak.
Pergaulan hiduplah yang membuatnya tamak. Benarkah ini? Adam dan Hawa
diciptakan sebagai gambar Allah. Namun, karena bergaul dengan si ular jahat dan
merespons bujukannya, mereka pun menjadi tamak. Padahal, coba bayangkan, betapa
Sang Pencipta telah sangat bermurah hati kepada mereka. Dia mengaruniakan
seluruh bumi beserta Taman Eden nan permai. Semua pohon boleh dimakan
buahnya—kecuali pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Namun, Adam dan Hawa
bersikap tamak. Apa yang bukan menjadi hak mereka, justru mereka rampas. Mereka
memilih untuk mengikuti kemauan sendiri dan menolak taat pada batas yang
ditentukan Sang Pencipta. Lihatlah, bagaimana manusia menjadi rakus—mereka
bahkan sampai berani menerjang batas. Sikap tamak membuat manusia tak pernah
merasa cukup, bahkan sekalipun ia sudah memiliki seisi bumi. Manusia terus
menuntut lebih banyak meskipun Tuhan sudah memberkatinya dengan berkelimpahan.
Pantaskah hal ini? Tak seorang pun ingin disebut tamak. Namun, semua orang
sebenarnya berpeluang menjadi tamak. Maka, periksalah hati kita sekarang dan
mawas diri. Sebab, di situlah sikap tamak itu bisa bersarang. Sang pemazmur
berpesan: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan
menjaganya sesuai dengan Firman-Mu” (Mzm. 119:9).—SST. BUMI CUKUP MELIMPAH BAGI
SEMUA UMAT MANUSIA, NAMUN TAK CUKUP BAGI SATU ORANG YANG TAMAK. Selamat pagi.
Semangat awal tahun. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Awal tahun 2015 ini
membuat kita semua penuh semangat untuk memulai tahun ini dengan berbagai macam
tujuan yang ingin dicapai karena setiap kita tidak ingin gagal, setiap kita
tidak ingin hidupnya tidak bahagia. Tetapi tahukah kita “Bahagia yang Sejati”
akan diterima oleh orang-orang yang hidupnya benar dihadapan TUHAN. Untuk itu
mau ya saudara kita meluangkan sedikit waktu untuk membaca, memahami dan
belajar melakukan Mazmur 112? TUHAN akan memberkati tahun 2015 ini kepada kita
semua kebahagiaan yang sejati asal kita hidup di dalam kebenaranNYA.
Respon 3
“Ketimbang mengeluh
lebih baik berpeluh.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Maz 68:29,
Kerahkanlah dan tunjukkanlah kekuatan-MU, ya ALLAH, ENGKAU yang telah bertindak
bagi kami! Pasti DIA akan melindungi, menolong dan memberkati kita! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Dalam Kejadian
pasal 4, Kain yang dikutuk setelah membunuh adiknya, tetap mengeraskan hati,
menolak kembali pada Tuhan. Ia memilih hidup jauh dari hadapan Tuhan
selama-lamanya (ayat 16). Seolah tidak ada beda dengan sebelumnya, ia menjalani
kehidupan seperti umumnya manusia di bumi, berkeluarga & berketurunan.
Mengejutkan, keturunannya menjadi orang-orang yang perkasa di bumi. Ada nama
Lamekh yang kemudian melahirkan orang-orang berbakat & hebat, para penemu
& pencipta berbagai hal yang membuat kehidupan orang lebih mudah dijalani
di bumi (lihat ayat 19-22). Jadi, jangan heran dengan kesimpulan-kesimpulan
berikut ini: -Jelaslah bahwa manusia bisa berhasil & melahirkan hal-hal
besar di dunia meski hidup sama sekali tanpa Tuhan. Sifat kreatif yang diwarisi
dari sang pencipta mereka menjadi sarana untuk bertahan hidup & membangun
peradaban yang lebih baik -semuanya di luar Tuhan. Ya, tidak perlu melibatkan
Tuhan untuk menjadi orang-orang besar di bumi. Kekuatan tangan manusia sendiri
cukup; -Dari jalur keturunan Kain, kemajuan & kesuksesan mereka justru
menjadi tonggak pembuktian bahwa mereka bisa membalikkan kutuk Tuhan & hidup
lebih baik meski tanpa perkenan Tuhan. Itu sebabnya tanduk kesombongan mereka
makin meninggi: “jika Kain dibalas 7 kali lipat, Lamekh 70 kali lipat”. Tuhan
membiarkan hal ini terjadi untuk menjadi ujian bagi setiap orang apakah hidup
mereka berpaling ke Tuhan atau mengejar kebesaran pribadi semata selama mereka
hidup; -Kesuksesan cara Kain bukan cara Tuhan. Itu sebabnya kisah Kain berhenti
di sana. Kisah berlanjut dengan garis keturunan pengganti Habel. Ada Enos, yang
di masanya orang mulai memanggil nama Tuhan. Dan ada Henokh & Nuh, dua
orang yang disebut bergaul dengan Allah. Inilah orang-orang yang mungkin tidak
luar biasa di mata dunia tapi sangat berharga di mata Tuhan. Hidup manusia di
dunia diukur oleh Tuhan bukan pada pencapaian duniawinya melainkan dari
kedalaman hubungannya dengan Tuhan. Menjadi sahabat-sahabatNya adalah tujuan
manusia hidup di bumi. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 6
“I have learned to
love God more in the good time, but have learned to trust Him more in the bad
times.” --Perry Noble. “Saya telah belajar mengasihi Tuhan lebih lagi dalam
masa yang baik, tetapi telah belajar untuk percaya kepada Dia lebih lagi dalam
masa sukar.” --Perry Noble. Mazmur 32:7, “Engkaulah persembunyian bagiku,
terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku
luput dan bersorak. Sela.” Jangan mengkotak-kotak kasih sayang Tuhan, kasih
karuniaNya berlaku kapan saja dan dimana saja baik dalam keadaan mudah maupun
keadaan sukar. Memang kelihatannya lebih mudah mengasihi Tuhan disaat segalanya
baik, padahal disaat sukar kasih karuniaNya akan terasa lebih nikmat, sehingga
ungkapan syukur kita kepada Tuhan menjadi lebih berkualitas. Sebesar apapun
goncangan yang terjadi, kasih karuniaNya tetap lebih besar, sebab itu apapun
keadaan kita saat ini, bersyukurlah kepada Tuhan, karena Dia baik, sungguh baik
dan sangat baik, tidak ada allah lain yang sebaik Dia.

No comments:
Post a Comment