Monday, 5 January 2015

5 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


Baca: Kejadian 1:14-19. Tuhan kita adalah Tuhan yang kreatif, DIA tidak hanya memiliki jiwa seni yang tinggi tetapi DIA adalah Tuhan yang menyukai keteraturan J. Termasuk juga keteraturan WAKTU, di mana DIA menetapkan WAKTU melalui penciptaan benda-benda penerang di langit (matahari, bulan dan bintang)! WAKTU adalah modal utama, bahkan lebih dari uang, dengan WAKTU kita dapat menghasilkan uang, tetapi dengan uang kita tidak dapat membeli WAKTU J. Gunakan WAKTU dengan bijak sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan. Amin J

Respon 1
SAAT TEDUH. Senin, 5 Jan 2015. Menerjang Batas. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya (Kejadian 3:6). Tamak adalah kerakusan yang tak bertepi. Tentang hal ini, ada yang berpendapat bahwa tamak adalah sebuah sikap, bukan sifat. Perhatikan saja, tak ada orang yang terlahir dengan sifat bawaan tamak. Pergaulan hiduplah yang membuatnya tamak. Benarkah ini? Adam dan Hawa diciptakan sebagai gambar Allah. Namun, karena bergaul dengan si ular jahat dan merespons bujukannya, mereka pun menjadi tamak. Padahal, coba bayangkan, betapa Sang Pencipta telah sangat bermurah hati kepada mereka. Dia mengaruniakan seluruh bumi beserta Taman Eden nan permai. Semua pohon boleh dimakan buahnya—kecuali pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Namun, Adam dan Hawa bersikap tamak. Apa yang bukan menjadi hak mereka, justru mereka rampas. Mereka memilih untuk mengikuti kemauan sendiri dan menolak taat pada batas yang ditentukan Sang Pencipta. Lihatlah, bagaimana manusia menjadi rakus—mereka bahkan sampai berani menerjang batas. Sikap tamak membuat manusia tak pernah merasa cukup, bahkan sekalipun ia sudah memiliki seisi bumi. Manusia terus menuntut lebih banyak meskipun Tuhan sudah memberkatinya dengan berkelimpahan. Pantaskah hal ini? Tak seorang pun ingin disebut tamak. Namun, semua orang sebenarnya berpeluang menjadi tamak. Maka, periksalah hati kita sekarang dan mawas diri. Sebab, di situlah sikap tamak itu bisa bersarang. Sang pemazmur berpesan: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu” (Mzm. 119:9).—SST. BUMI CUKUP MELIMPAH BAGI SEMUA UMAT MANUSIA, NAMUN TAK CUKUP BAGI SATU ORANG YANG TAMAK. Selamat pagi. Semangat awal tahun. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Awal tahun 2015 ini membuat kita semua penuh semangat untuk memulai tahun ini dengan berbagai macam tujuan yang ingin dicapai karena setiap kita tidak ingin gagal, setiap kita tidak ingin hidupnya tidak bahagia. Tetapi tahukah kita “Bahagia yang Sejati” akan diterima oleh orang-orang yang hidupnya benar dihadapan TUHAN. Untuk itu mau ya saudara kita meluangkan sedikit waktu untuk membaca, memahami dan belajar melakukan Mazmur 112? TUHAN akan memberkati tahun 2015 ini kepada kita semua kebahagiaan yang sejati asal kita hidup di dalam kebenaranNYA.

Respon 3
“Ketimbang mengeluh lebih baik berpeluh.” Xavier Quentin Pranata.



Respon 4
Maz 68:29, Kerahkanlah dan tunjukkanlah kekuatan-MU, ya ALLAH, ENGKAU yang telah bertindak bagi kami! Pasti DIA akan melindungi, menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Dalam Kejadian pasal 4, Kain yang dikutuk setelah membunuh adiknya, tetap mengeraskan hati, menolak kembali pada Tuhan. Ia memilih hidup jauh dari hadapan Tuhan selama-lamanya (ayat 16). Seolah tidak ada beda dengan sebelumnya, ia menjalani kehidupan seperti umumnya manusia di bumi, berkeluarga & berketurunan. Mengejutkan, keturunannya menjadi orang-orang yang perkasa di bumi. Ada nama Lamekh yang kemudian melahirkan orang-orang berbakat & hebat, para penemu & pencipta berbagai hal yang membuat kehidupan orang lebih mudah dijalani di bumi (lihat ayat 19-22). Jadi, jangan heran dengan kesimpulan-kesimpulan berikut ini: -Jelaslah bahwa manusia bisa berhasil & melahirkan hal-hal besar di dunia meski hidup sama sekali tanpa Tuhan. Sifat kreatif yang diwarisi dari sang pencipta mereka menjadi sarana untuk bertahan hidup & membangun peradaban yang lebih baik -semuanya di luar Tuhan. Ya, tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menjadi orang-orang besar di bumi. Kekuatan tangan manusia sendiri cukup; -Dari jalur keturunan Kain, kemajuan & kesuksesan mereka justru menjadi tonggak pembuktian bahwa mereka bisa membalikkan kutuk Tuhan & hidup lebih baik meski tanpa perkenan Tuhan. Itu sebabnya tanduk kesombongan mereka makin meninggi: “jika Kain dibalas 7 kali lipat, Lamekh 70 kali lipat”. Tuhan membiarkan hal ini terjadi untuk menjadi ujian bagi setiap orang apakah hidup mereka berpaling ke Tuhan atau mengejar kebesaran pribadi semata selama mereka hidup; -Kesuksesan cara Kain bukan cara Tuhan. Itu sebabnya kisah Kain berhenti di sana. Kisah berlanjut dengan garis keturunan pengganti Habel. Ada Enos, yang di masanya orang mulai memanggil nama Tuhan. Dan ada Henokh & Nuh, dua orang yang disebut bergaul dengan Allah. Inilah orang-orang yang mungkin tidak luar biasa di mata dunia tapi sangat berharga di mata Tuhan. Hidup manusia di dunia diukur oleh Tuhan bukan pada pencapaian duniawinya melainkan dari kedalaman hubungannya dengan Tuhan. Menjadi sahabat-sahabatNya adalah tujuan manusia hidup di bumi. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
“I have learned to love God more in the good time, but have learned to trust Him more in the bad times.” --Perry Noble. “Saya telah belajar mengasihi Tuhan lebih lagi dalam masa yang baik, tetapi telah belajar untuk percaya kepada Dia lebih lagi dalam masa sukar.” --Perry Noble. Mazmur 32:7, “Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela.” Jangan mengkotak-kotak kasih sayang Tuhan, kasih karuniaNya berlaku kapan saja dan dimana saja baik dalam keadaan mudah maupun keadaan sukar. Memang kelihatannya lebih mudah mengasihi Tuhan disaat segalanya baik, padahal disaat sukar kasih karuniaNya akan terasa lebih nikmat, sehingga ungkapan syukur kita kepada Tuhan menjadi lebih berkualitas. Sebesar apapun goncangan yang terjadi, kasih karuniaNya tetap lebih besar, sebab itu apapun keadaan kita saat ini, bersyukurlah kepada Tuhan, karena Dia baik, sungguh baik dan sangat baik, tidak ada allah lain yang sebaik Dia.

No comments:

Post a Comment