-BUILD A BETTER YOU-
Kita TIDAK
DICIPTAKAN untuk hidup sendiri, melainkan KITA ADA untuk saling melengkapi,
menguatkan, & memperhatikan bahkan saling menolong satu dengan yang lain J. Kita TIDAK
DAPAT HIDUP SENDIIRI di dunia ini L, kita butuh teman / orang lain untuk menjadi seseorang yang MAU
mendengarkan semua cerita kita, bahkan teman/saudara yang BISA MENASEHATI kita
untuk menjadi PRIBADI yang LEBIH BAIK J. BERDUA itu PASTI JAUH LEBIH INDAH daripada SEORANG DIRI
(Pengkhobah 4:9-10). Amin. Oleh karena itu, bergabunglah dalam suatu komunitas
yang saling menumbuhkan semua aspek kehidupan kita J.
Respon 1
“Orang yang tidak
menghormati orangtuanya sendiri suatu hari kelak akan mendapat perlakuan yang
sama dari anaknya sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat,
16 Januari 2015. Saksi Allah. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya
tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan
menyembuhkan dia dari penyakitnya” (2 Raja-Raja 5:3). Menjadi saksi itu bukan
perkara yang gampang. Di pengadilan, orang yang bersaksi palsu dapat terjerat
hukuman penjara hingga 7 tahun. Bersaksi itu memiliki risiko, bahkan sekalipun
keterangan kita benar. Sebab itu, untuk bersaksi, juga dibutuhkan keberanian
untuk menanggung konsekuensi yang mungkin terjadi. Naaman, panglima raja Aram,
kena sakit kusta. Mukanya yang murung menarik perhatian seorang gadis kecil,
tawanan dari negeri Israel, yang bekerja menjadi pelayan di rumah Naaman. Gadis
kecil itu bersaksi tentang Nabi Elisa kepada istri Naaman. Dan apa yang dilakukannya
menunjukkan bahwa ia adalah seorang saksi Allah. Ia berani mengambil risiko
dengan menyaksikan imannya tentang Allah Israel pada Naaman dan keluarganya
(ay. 3-4). Kesaksiannya tersebut tentu saja mengandung risiko; jika
kesaksiannya salah, atau jika Naaman tidak sembuh, hidupnya menjadi taruhannya.
Kesaksiannya bisa dianggap kebohongan besar yang mempermalukan dan mencoreng
reputasi Allah Israel di mata raja Aram. Namun, kesaksian gadis kecil itu
benar-benar terjadi! Allah Israel sungguh-sungguh menyembuhkan Naaman melalui
nabi Elisa hingga akhirnya Naaman berkata, “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh
bumi tidak ada Allah kecuali di Israel” (ay. 15). Meskipun setiap orang percaya
dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, tidak semuanya bersedia dipakai Allah
untuk bersaksi. Keselamatan satu jiwa sungguh berharga bagi Allah, dan Dia
menanti kesediaan kita untuk menjadi saksi-Nya. MENJADI SAKSI KRISTUS ITU TIDAK
MUDAH DAN PENUH RISIKO, TETAPI BERHARGA UNTUK DILAKUKAN DAN MENDATANG-KAN SUKACITA. It's Friday
again. Morning all... Jesus Christ bless you.
Respon 3
Sering kita berdoa
untuk keadaan berubah dan orang lain berubah tetapi kita jarang berdoa “Tuhan
ubah aku”.
Respon 4
Tiada beraib. Tiada
bernoda. Tidak bercela. Bercahaya bagai bintang-bintang di langit, di
tengah-tengah angkatan yang gelap ini. Itulah gambaran-gambaran yang diberikan
oleh Paulus dalam Filipi 2:15. Terdengar luar biasa, bukan? Dan mungkin pikiran
kita melayang bahwa untuk menjadi yang demikian kita perlu menjadi orang-orang
suci yang super, yang sama sekali tampak alim di mata dunia dengan rajin
beribadah & aktif dalam pelayanan. Ayat 14 dari pasal yang sama justru
memberitahukan kita bahwa kunci dari suatu kehidupan yang menjadi kesaksian
yang baik bagi dunia ada dalam 2 perkara yaitu tidak bersungut-sungut dan tidak
berbantah-bantahan dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari. Mengapa 2 hal
ini seolah menjadi tonggak bagi suatu kehidupan yang menjadi terang bagi dunia?
Kita akan melihat yang pertama lebih dahulu: Tidak bersungut-sungut berbicara
mengenai minimnya konflik dalam batin kita. Tidak bersungut-sungut berarti
menjalani hidup penuh syukur, tidak iri hati, tidak memendam rasa tidak puas,
tidak kecewa, tidak dipenuhi pikiran negatif. Diakui atau tidak, di hadapan
Tuhan mayoritas penduduk dunia penuh dengan keluh kesah & ketidakpuasan
sebab hidup sering dirasa sarat dengan beban sedangkan manusia menyukai
kemudahan-kemudahan hidup. Bersungut-sungut juga berarti menggerutu &
mengomel -yang ditandai ucapan-ucapan yang terasa pahit, tidak menyenangkan
untuk didengar, terkadang keras & tajam merendahkan orang atau keadaan
sekitar kita. Inilah suatu roh ketidakpuasan yang secara tidak langsung menuduh
Tuhan tidak becus mengendalikan hidup kita & semesta. Pengikut-pengikut
Kristus kebalikannya: mereka dipanggil & dimampukan untuk mengucap syukur
dalam segala keadaan. Dari keadaan yang sukar bahkan menderita, namun keluar
ucapan syukur ialah kesaksian dari hidup yang tak bercela. Ketika yang terbit
di hati kita, terpancar di wajah kita, terucap dari bibir kita ialah syukur
& pengagungan bagi nama-Nya dalam keadaan apapun -kita sampai pada titik
yang dunia tidak mampu capai. Waktu itulah orang-orang melihat Kristus di dalam
kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment