Friday, 16 January 2015

16 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Kita TIDAK DICIPTAKAN untuk hidup sendiri, melainkan KITA ADA untuk saling melengkapi, menguatkan, & memperhatikan bahkan saling menolong satu dengan yang lain J. Kita TIDAK DAPAT HIDUP SENDIIRI di dunia ini L, kita butuh teman / orang lain untuk menjadi seseorang yang MAU mendengarkan semua cerita kita, bahkan teman/saudara yang BISA MENASEHATI kita untuk menjadi PRIBADI yang LEBIH BAIK J. BERDUA itu PASTI JAUH LEBIH INDAH daripada SEORANG DIRI (Pengkhobah 4:9-10). Amin. Oleh karena itu, bergabunglah dalam suatu komunitas yang saling menumbuhkan semua aspek kehidupan kita J.

Respon 1
“Orang yang tidak menghormati orangtuanya sendiri suatu hari kelak akan mendapat perlakuan yang sama dari anaknya sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat, 16 Januari 2015. Saksi Allah. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya” (2 Raja-Raja 5:3). Menjadi saksi itu bukan perkara yang gampang. Di pengadilan, orang yang bersaksi palsu dapat terjerat hukuman penjara hingga 7 tahun. Bersaksi itu memiliki risiko, bahkan sekalipun keterangan kita benar. Sebab itu, untuk bersaksi, juga dibutuhkan keberanian untuk menanggung konsekuensi yang mungkin terjadi. Naaman, panglima raja Aram, kena sakit kusta. Mukanya yang murung menarik perhatian seorang gadis kecil, tawanan dari negeri Israel, yang bekerja menjadi pelayan di rumah Naaman. Gadis kecil itu bersaksi tentang Nabi Elisa kepada istri Naaman. Dan apa yang dilakukannya menunjukkan bahwa ia adalah seorang saksi Allah. Ia berani mengambil risiko dengan menyaksikan imannya tentang Allah Israel pada Naaman dan keluarganya (ay. 3-4). Kesaksiannya tersebut tentu saja mengandung risiko; jika kesaksiannya salah, atau jika Naaman tidak sembuh, hidupnya menjadi taruhannya. Kesaksiannya bisa dianggap kebohongan besar yang mempermalukan dan mencoreng reputasi Allah Israel di mata raja Aram. Namun, kesaksian gadis kecil itu benar-benar terjadi! Allah Israel sungguh-sungguh menyembuhkan Naaman melalui nabi Elisa hingga akhirnya Naaman berkata, “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel” (ay. 15). Meskipun setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, tidak semuanya bersedia dipakai Allah untuk bersaksi. Keselamatan satu jiwa sungguh berharga bagi Allah, dan Dia menanti kesediaan kita untuk menjadi saksi-Nya. MENJADI SAKSI KRISTUS ITU TIDAK MUDAH DAN PENUH RISIKO, TETAPI BERHARGA UNTUK DILAKUKAN DAN MENDATANG-KAN SUKACITA. It's Friday again. Morning all... Jesus Christ bless you.

Respon 3
Sering kita berdoa untuk keadaan berubah dan orang lain berubah tetapi kita jarang berdoa “Tuhan ubah aku”.

Respon 4
Tiada beraib. Tiada bernoda. Tidak bercela. Bercahaya bagai bintang-bintang di langit, di tengah-tengah angkatan yang gelap ini. Itulah gambaran-gambaran yang diberikan oleh Paulus dalam Filipi 2:15. Terdengar luar biasa, bukan? Dan mungkin pikiran kita melayang bahwa untuk menjadi yang demikian kita perlu menjadi orang-orang suci yang super, yang sama sekali tampak alim di mata dunia dengan rajin beribadah & aktif dalam pelayanan. Ayat 14 dari pasal yang sama justru memberitahukan kita bahwa kunci dari suatu kehidupan yang menjadi kesaksian yang baik bagi dunia ada dalam 2 perkara yaitu tidak bersungut-sungut dan tidak berbantah-bantahan dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari. Mengapa 2 hal ini seolah menjadi tonggak bagi suatu kehidupan yang menjadi terang bagi dunia? Kita akan melihat yang pertama lebih dahulu: Tidak bersungut-sungut berbicara mengenai minimnya konflik dalam batin kita. Tidak bersungut-sungut berarti menjalani hidup penuh syukur, tidak iri hati, tidak memendam rasa tidak puas, tidak kecewa, tidak dipenuhi pikiran negatif. Diakui atau tidak, di hadapan Tuhan mayoritas penduduk dunia penuh dengan keluh kesah & ketidakpuasan sebab hidup sering dirasa sarat dengan beban sedangkan manusia menyukai kemudahan-kemudahan hidup. Bersungut-sungut juga berarti menggerutu & mengomel -yang ditandai ucapan-ucapan yang terasa pahit, tidak menyenangkan untuk didengar, terkadang keras & tajam merendahkan orang atau keadaan sekitar kita. Inilah suatu roh ketidakpuasan yang secara tidak langsung menuduh Tuhan tidak becus mengendalikan hidup kita & semesta. Pengikut-pengikut Kristus kebalikannya: mereka dipanggil & dimampukan untuk mengucap syukur dalam segala keadaan. Dari keadaan yang sukar bahkan menderita, namun keluar ucapan syukur ialah kesaksian dari hidup yang tak bercela. Ketika yang terbit di hati kita, terpancar di wajah kita, terucap dari bibir kita ialah syukur & pengagungan bagi nama-Nya dalam keadaan apapun -kita sampai pada titik yang dunia tidak mampu capai. Waktu itulah orang-orang melihat Kristus di dalam kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment