-BUILD A BETTER YOU-
2 Timotius 4:7, “Aku
telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku
telah memelihara iman.” Amin. Banyak orang memulai pertandingan sebagai
yang terdepan, tetapi berakhir sebagai nomer sekian L. Tidak peduli
bagaimana kita memulai / bagaimana sengitnya sebuah pertandingan, tetapi mahkota
/ medali ditentukan oleh bagaimana hasil akhir sebuah pertandingan J. Tujuan kita
adalah mengakhiri pertandingan iman / perjalanan kerohanian kita dengan baik.
Sudahkah kita memiliki ketahanan yang baik sampai di garis akhir??
Teruslah berjuang karena IA sudah MATI & memberikan hidupNya agar
kita dapat HIDUP & menyelesaikan pertandingan ini dengan BAIK. Amin.
Respon 1
“Kehidupan yang
otentik tidak menyembunyikan kelemahannya, melainkan terus berusaha keras untuk
mengubahnya menjadi kelebihan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
2 Tim 4:7, “aku
telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku
telah memelihara iman.” Mempertahankan sampai akhir itu amat sukar karena dalam
berjalannya waktu ada saja godaan untuk kita undur (dalam segala hal). Godaan
bukan hanya kesusahan tapi godaan juga datang saat segala sesuatu sepertinya
nggak ada masalah. Hati-hatilah dengan berbagai macam godaan ini. Tetapkan hati
kita untuk hanya fokus pada 1 tujuan supaya semangat itu tidak tergoyahkan oleh
apapun. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
Luk 1:37, tidak ada
yang mustahil bagi TUHAN. Mark 9:23b, tidak ada yang mustahil bagi orang yang
PERCAYA! Kita istimewa, PASTI mengalami MUJIZAT-NYA sekarang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat,
23 Januari 2015. Mimpi Besar. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa
ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus (Kisah
Para Rasul 28:31). Tererai Trent lahir di Zimbabwe, dalam keluarga dan
lingkungan miskin, yang hanya menyekolahkan anak laki-laki. Anak perempuan tak
boleh belajar-mereka hanya diminta siap menikah. Namun, Tererai bermimpi
menjadi perempuan terpelajar dan mengangkat kehidupan perempuan lain. Ia
tuliskan mimpi itu di kertas, ia masukkan ke dalam kaleng, ia kubur di bawah
batu. Suatu hari, seorang perempuan Amerika datang dan menantangnya untuk
mengungkap mimpinya. Dengan berani Tererai berkata ia ingin ke Amerika untuk
belajar dan, secara ajaib, Tuhan membuka jalan. Tererai diajak ke Amerika,
belajar di sana dengan semangat luar biasa, hingga meraih gelar doktor.
Mimpinya terkabul! Kini ia terus berjuang bagi peningkatan hidup para perempuan,
khususnya di Zimbabwe. Paulus juga pernah bermimpi memberitakan Injil sampai ke
kota Roma. Sudah lama ia merindukan hal ini, tetapi belum mendapat kesempatan.
Uniknya, saat ia ditangkap karena pemberitaan Injil dan harus menghadapi
pengadilan bertingkat, kesempatan itu justru terbuka. Setelah Raja Agripa dan
Festus tak mendapati kesalahannya, mereka mengirim Paulus kepada Kaisar di
Roma. Meski dibawa sebagai tahanan, dan harus melalui perjalanan berat,
akhirnya Paulus sampai ke Roma! Orang yang memiliki mimpi, atau lebih tepatnya
visi, memiliki tujuan yang jelas. Mereka pun berfokus melakukan apa saja yang
perlu dilakukan, dan bersemangat mengejarnya. Nah, bersama Tuhan yang besar,
kita pun dapat mewujudkan mimpi yang memuliakan nama-Nya! TUHAN MENGIZINKAN
KITA BERMIMPI AGAR KITA MEMILIKI TUJUAN. BILA TUHAN MEMBERKATI MIMPI, PASTI
TERCAPAI SEGALA KERINDUAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Efesus 5:20,
“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus
Kristus kepada Allah dan Bapak kita.” Ucaplah syukur senantiasa atas SEGALA
SESUATU... Artinya baik maupun tidak baik keadaannya kita harus mengucap syukur
karena ucapan syukur adalah pintu menuju mujizat. (GNCC)

No comments:
Post a Comment