Friday, 23 January 2015

23 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


2 Timotius 4:7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Amin. Banyak orang memulai pertandingan sebagai yang terdepan, tetapi berakhir sebagai nomer sekian L. Tidak peduli bagaimana kita memulai / bagaimana sengitnya sebuah pertandingan, tetapi mahkota / medali ditentukan oleh bagaimana hasil akhir sebuah pertandingan J. Tujuan kita adalah mengakhiri pertandingan iman / perjalanan kerohanian kita dengan baik. Sudahkah kita memiliki ketahanan yang baik sampai di garis akhir?? Teruslah berjuang karena IA sudah MATI & memberikan hidupNya agar kita dapat HIDUP & menyelesaikan pertandingan ini dengan BAIK. Amin.

Respon 1
“Kehidupan yang otentik tidak menyembunyikan kelemahannya, melainkan terus berusaha keras untuk mengubahnya menjadi kelebihan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
2 Tim 4:7, “aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Mempertahankan sampai akhir itu amat sukar karena dalam berjalannya waktu ada saja godaan untuk kita undur (dalam segala hal). Godaan bukan hanya kesusahan tapi godaan juga datang saat segala sesuatu sepertinya nggak ada masalah. Hati-hatilah dengan berbagai macam godaan ini. Tetapkan hati kita untuk hanya fokus pada 1 tujuan supaya semangat itu tidak tergoyahkan oleh apapun. (Ibu Rita – PKS CL 8)


Respon 3
Luk 1:37, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN. Mark 9:23b, tidak ada yang mustahil bagi orang yang PERCAYA! Kita istimewa, PASTI mengalami MUJIZAT-NYA sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat, 23 Januari 2015. Mimpi Besar. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 28:31). Tererai Trent lahir di Zimbabwe, dalam keluarga dan lingkungan miskin, yang hanya menyekolahkan anak laki-laki. Anak perempuan tak boleh belajar-mereka hanya diminta siap menikah. Namun, Tererai bermimpi menjadi perempuan terpelajar dan mengangkat kehidupan perempuan lain. Ia tuliskan mimpi itu di kertas, ia masukkan ke dalam kaleng, ia kubur di bawah batu. Suatu hari, seorang perempuan Amerika datang dan menantangnya untuk mengungkap mimpinya. Dengan berani Tererai berkata ia ingin ke Amerika untuk belajar dan, secara ajaib, Tuhan membuka jalan. Tererai diajak ke Amerika, belajar di sana dengan semangat luar biasa, hingga meraih gelar doktor. Mimpinya terkabul! Kini ia terus berjuang bagi peningkatan hidup para perempuan, khususnya di Zimbabwe. Paulus juga pernah bermimpi memberitakan Injil sampai ke kota Roma. Sudah lama ia merindukan hal ini, tetapi belum mendapat kesempatan. Uniknya, saat ia ditangkap karena pemberitaan Injil dan harus menghadapi pengadilan bertingkat, kesempatan itu justru terbuka. Setelah Raja Agripa dan Festus tak mendapati kesalahannya, mereka mengirim Paulus kepada Kaisar di Roma. Meski dibawa sebagai tahanan, dan harus melalui perjalanan berat, akhirnya Paulus sampai ke Roma! Orang yang memiliki mimpi, atau lebih tepatnya visi, memiliki tujuan yang jelas. Mereka pun berfokus melakukan apa saja yang perlu dilakukan, dan bersemangat mengejarnya. Nah, bersama Tuhan yang besar, kita pun dapat mewujudkan mimpi yang memuliakan nama-Nya! TUHAN MENGIZINKAN KITA BERMIMPI AGAR KITA MEMILIKI TUJUAN. BILA TUHAN MEMBERKATI MIMPI, PASTI TERCAPAI SEGALA KERINDUAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Efesus 5:20, “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapak kita.” Ucaplah syukur senantiasa atas SEGALA SESUATU... Artinya baik maupun tidak baik keadaannya kita harus mengucap syukur karena ucapan syukur adalah pintu menuju mujizat. (GNCC)


No comments:

Post a Comment