Tuesday, 13 January 2015

13 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-

Ada 1 pribadi yang senatiasa PEDULI MENJAGA kita selama 24 jam, yaitu YESUS namaNya J. Amsal 15:3, “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” Jangan takut, sebesar apapun tantangan dalam hidup kita percayalah sebagai anak-anak-Nya kita bisa meminta pertolonganNya. “Sebab Mata TUHAN tertuju kepada orang- orang benar, dan telinga- Nya kepada teriak mereka minta tolong” (Maz 34:16). DIA SELALU ADA BUAT KITA, “serahkan semua kekhawatiran kita, maka DIA yang akan bertindak” (Mazmur 37:5). Sebab kita AMAN didalam genggaman tanganNya. Amin.

Respon 1
Ams 15:3, Mata TUHAN ada disegala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Jangan takut untuk melangkah karena dimanapun kita, TUHAN selalu hadir untuk kita, TUHAN tahu segala pergumulan kita saat ini, jangan bimbang atau ragu lagi untuk menyerahkan seluruh pergumulan kita dan percaya penuh akan pertolonganNYA, TUHAN kita hanya sejauh doa, DIA bahkan tahu sebelum kita memintanya dan tidak ada satu episode kehidupan kita tanpa seijin TUHAN dan tidak ada satupun persoalan yang tidak bisa diselesaikanNYA. Amin, GBU. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 2
Maz 34:16, Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong. Tuhan tidak pernah tertidur walau sedetikpun. Apapun yang kita perbuat Dia tahu semua, dan apapun yang jadi pergumulan kita Dia juga tahu. Jadi jangan pernah merasa sendirian, jangan pernah merasa Tuhan nggak peduli pada kita, karena ayat diatas mengatakan bahwa “mata Tuhan tertuju kepada orang benar”. Percayalah Dia selalu peduli dan mendengar setiap doa kita. Aku aman... Aku amaan... Dalam genggamanMu... Ditelapak tanganMu. Aku aman... Aku aman dalam genggamanMu, di telapak tanganMu... Aku aman... (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 3
“Kebenaran yang menyakitkan jauh lebih baik ketimbang kepalsuan yang menghanyutkan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa, 13 Jan 2015. Dari Hermon Ke Sion. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mazmur 133:3). Seorang teman mengunjungi gereja tempat saya melayani beberapa tahun lalu. Itu sebuah gereja internasional dengan jemaat dari banyak suku dan negara. Menyaksikannya, ia berkata, “Melihat banyaknya orang dengan berbagai warna kulit memuji Tuhan, saya merasa seperti di surga!” Raja Daud mengungkapkan sukacitanya menyaksikan umat Allah yang terdiri atas berbagai suku beribadah bersama dengan rukun. Mazmur ini adalah nyanyian ziarah tentang ke-12 suku Israel dari seluruh bumi yang datang ke Yerusalem untuk beribadah setiap tahun. Ada hari raya tertentu yang mewajibkan mereka berkumpul di Bait Allah. Selain suku-suku Israel, orang non-Yahudi yang mengagumi Allah Israel juga datang untuk beribadah kepada-Nya. Daud menyimpulkan persekutuan itu dengan “alangkah baiknya dan indahnya” (ay. 1). Tuhan berkenan atasnya, dilambangkan dengan urapan minyak yang melimpah di kepala seorang imam (ay. 2). Berkat Allah juga akan mereka nikmati, bahkan mengalir kepada orang lain. Aliran berkat itu seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung Sion. Perhatikanlah peta Alkitab (biasanya ada di halaman belakang Alkitab): gunung Hermon terdapat jauh di utara, di perbatasan Siria dan Libanon, sedangkan Sion adalah nama bukit tempat kota Yerusalem berdiri, jauh di selatan. Ketika kerukunan umat Allah tercipta, berbagai berkat akan dialirkan hingga ke tempat-tempat yang jauh. Jika demikian, tidakkah lebih baik jika kita turut menciptakan dan menjaga keindahan dan kerukunan umat Allah? INDAHNYA PERSEKUTUAN ORANG PERCAYA MAMPU MENEBARKAN KEHARUMAN ALLAH HINGGA KE SUDUT-SUDUT TAK TERDUGA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Mazmur 146:5-7, “Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung.” (GNCC)

Respon 6
Syalom. Amin... “Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku--ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.” (Mazmur 119:26). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktovianus - Nabire)

Respon 7
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak menginginkan kemudahan & kelancaran dalam hidup. Harapan & doa-doa kita biasanya supaya jalan di depan kita dilapangkan lalu kesuksesan mengikuti kita. Itu sebabnya miliaran orang sebenarnya menaikkan doa yang sama setiap hari kepada dewa atau tuhan siapapun yang mereka sembah: mudahkanlah jalanku, lancarkanlah urusanku. Sayangnya, doa semacam ini tidak didukung oleh kebenaran-kebenaran firman tertulis. Orang berpikir bahwa doa semacam itu dinaikkan oleh Yabes (2 Taw. 4:9-10). Faktanya tidak demikian. Yabes sesungguhnya berdoa supaya hidupnya tidak lagi ada di bawah kutuk yang bahkan jelas tergambar dalam namanya yang artinya ‘derita’ atau ‘kesukaran’. Yabes meminta kepada Tuhan takdir yang baru dari Tuhan. Bukan kemudahan. Juga, ketika Alkitab menyebut mengenai jalan yang rata, sejatinya tidak sedang berbicara tentang jalan yang mudah. Jalan yang rata berarti jalan yang jelas & terbuka, yang tidak sulit menemukan jalurnya (Maz. 5:8,27:11) yang menggambarkan kejelasan pimpinan & tuntunan Tuhan. Sisi lain, jalan yang rata juga berbicara mengenai jalan yang benar & tidak sesat (Yer. 18:15) & sebaliknya bagi jalan yang tidak rata. Pada bagian lain, jelas dikatakan bahwa jalan yang rata dipengaruhi kehidupan kita yang benar & jujur di hadapan Tuhan (Ams. 11:5;15:19) yang menjamin jalan kita tepat & menuju kepada arah yang benar sesuai kehendak Tuhan. Jalan yang sukar justru menjadi jalan yang harus dilalui orang pahlawan-pahlawan iman. Jalan itu dilalui oleh Yusuf hingga ke Mesir; oleh Musa, Samuel, Daud, Daniel sampai Paulus & rasul-rasul yang menjalani seumur hidup dalam pertentangan, fitnah, penolakan & penganiayaan karena pesan & kehadiran mereka sebagai hamba setia Kristus. “Sekalipun aku dalam lembah kelam, aku tidak takut... sebab Engkau besertaku,” demikian pengakuan Daud. Jangan berdoa minta kemudahan. Berdoalah untuk beroleh penyertaan & pimpinan-Nya yang tak pernah berakhir. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment