-BUILD A BETTER YOU-
Ada 1 pribadi yang
senatiasa PEDULI MENJAGA kita selama 24 jam, yaitu YESUS namaNya J. Amsal 15:3, “Mata
TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” Jangan
takut, sebesar apapun tantangan dalam hidup kita percayalah sebagai
anak-anak-Nya kita bisa meminta pertolonganNya. “Sebab Mata TUHAN tertuju
kepada orang- orang benar, dan telinga- Nya kepada teriak mereka minta tolong”
(Maz 34:16). DIA SELALU ADA BUAT KITA, “serahkan semua kekhawatiran kita,
maka DIA yang akan bertindak” (Mazmur 37:5). Sebab kita AMAN didalam
genggaman tanganNya. Amin.
Respon 1
Ams 15:3, Mata
TUHAN ada disegala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Jangan takut
untuk melangkah karena dimanapun kita, TUHAN selalu hadir untuk kita, TUHAN
tahu segala pergumulan kita saat ini, jangan bimbang atau ragu lagi untuk
menyerahkan seluruh pergumulan kita dan percaya penuh akan pertolonganNYA,
TUHAN kita hanya sejauh doa, DIA bahkan tahu sebelum kita memintanya dan tidak
ada satu episode kehidupan kita tanpa seijin TUHAN dan tidak ada satupun
persoalan yang tidak bisa diselesaikanNYA. Amin, GBU. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 2
Maz 34:16, Mata
Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka
minta tolong. Tuhan tidak pernah tertidur walau sedetikpun. Apapun yang kita
perbuat Dia tahu semua, dan apapun yang jadi pergumulan kita Dia juga tahu.
Jadi jangan pernah merasa sendirian, jangan pernah merasa Tuhan nggak peduli
pada kita, karena ayat diatas mengatakan bahwa “mata Tuhan tertuju kepada orang
benar”. Percayalah Dia selalu peduli dan mendengar setiap doa kita. Aku aman...
Aku amaan... Dalam genggamanMu... Ditelapak tanganMu. Aku aman... Aku aman
dalam genggamanMu, di telapak tanganMu... Aku aman... (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 3
“Kebenaran yang
menyakitkan jauh lebih baik ketimbang kepalsuan yang menghanyutkan.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa,
13 Jan 2015. Dari Hermon Ke Sion. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke
atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan
untuk selama-lamanya (Mazmur 133:3). Seorang teman mengunjungi gereja tempat
saya melayani beberapa tahun lalu. Itu sebuah gereja internasional dengan
jemaat dari banyak suku dan negara. Menyaksikannya, ia berkata, “Melihat
banyaknya orang dengan berbagai warna kulit memuji Tuhan, saya merasa seperti
di surga!” Raja Daud mengungkapkan sukacitanya menyaksikan umat Allah yang
terdiri atas berbagai suku beribadah bersama dengan rukun. Mazmur ini adalah
nyanyian ziarah tentang ke-12 suku Israel dari seluruh bumi yang datang ke
Yerusalem untuk beribadah setiap tahun. Ada hari raya tertentu yang mewajibkan
mereka berkumpul di Bait Allah. Selain suku-suku Israel, orang non-Yahudi yang
mengagumi Allah Israel juga datang untuk beribadah kepada-Nya. Daud
menyimpulkan persekutuan itu dengan “alangkah baiknya dan indahnya” (ay. 1).
Tuhan berkenan atasnya, dilambangkan dengan urapan minyak yang melimpah di kepala
seorang imam (ay. 2). Berkat Allah juga akan mereka nikmati, bahkan mengalir
kepada orang lain. Aliran berkat itu seperti embun gunung Hermon yang turun ke
atas gunung Sion. Perhatikanlah peta Alkitab (biasanya ada di halaman belakang
Alkitab): gunung Hermon terdapat jauh di utara, di perbatasan Siria dan
Libanon, sedangkan Sion adalah nama bukit tempat kota Yerusalem berdiri, jauh
di selatan. Ketika kerukunan umat Allah tercipta, berbagai berkat akan
dialirkan hingga ke tempat-tempat yang jauh. Jika demikian, tidakkah lebih baik
jika kita turut menciptakan dan menjaga keindahan dan kerukunan umat Allah?
INDAHNYA PERSEKUTUAN ORANG PERCAYA MAMPU MENEBARKAN KEHARUMAN ALLAH HINGGA KE
SUDUT-SUDUT TAK TERDUGA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Mazmur 146:5-7,
“Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang
harapannya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan
segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, yang menegakkan keadilan
untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang
lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung.” (GNCC)
Respon 6
Syalom. Amin...
“Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku--ajarkanlah
ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.” (Mazmur 119:26). Terima kasih ibu Siu,
selamat beraktivitas TUHAN selalu memberkati. (Bp. Oktovianus - Nabire)
Respon 7
Tidak ada seorang
pun di dunia ini yang tidak menginginkan kemudahan & kelancaran dalam
hidup. Harapan & doa-doa kita biasanya supaya jalan di depan kita
dilapangkan lalu kesuksesan mengikuti kita. Itu sebabnya miliaran orang
sebenarnya menaikkan doa yang sama setiap hari kepada dewa atau tuhan siapapun
yang mereka sembah: mudahkanlah jalanku, lancarkanlah urusanku. Sayangnya, doa
semacam ini tidak didukung oleh kebenaran-kebenaran firman tertulis. Orang
berpikir bahwa doa semacam itu dinaikkan oleh Yabes (2 Taw. 4:9-10). Faktanya
tidak demikian. Yabes sesungguhnya berdoa supaya hidupnya tidak lagi ada di
bawah kutuk yang bahkan jelas tergambar dalam namanya yang artinya ‘derita’
atau ‘kesukaran’. Yabes meminta kepada Tuhan takdir yang baru dari Tuhan. Bukan
kemudahan. Juga, ketika Alkitab menyebut mengenai jalan yang rata, sejatinya
tidak sedang berbicara tentang jalan yang mudah. Jalan yang rata berarti jalan
yang jelas & terbuka, yang tidak sulit menemukan jalurnya (Maz. 5:8,27:11)
yang menggambarkan kejelasan pimpinan & tuntunan Tuhan. Sisi lain, jalan
yang rata juga berbicara mengenai jalan yang benar & tidak sesat (Yer.
18:15) & sebaliknya bagi jalan yang tidak rata. Pada bagian lain, jelas
dikatakan bahwa jalan yang rata dipengaruhi kehidupan kita yang benar &
jujur di hadapan Tuhan (Ams. 11:5;15:19) yang menjamin jalan kita tepat &
menuju kepada arah yang benar sesuai kehendak Tuhan. Jalan yang sukar justru
menjadi jalan yang harus dilalui orang pahlawan-pahlawan iman. Jalan itu
dilalui oleh Yusuf hingga ke Mesir; oleh Musa, Samuel, Daud, Daniel sampai
Paulus & rasul-rasul yang menjalani seumur hidup dalam pertentangan,
fitnah, penolakan & penganiayaan karena pesan & kehadiran mereka
sebagai hamba setia Kristus. “Sekalipun aku dalam lembah kelam, aku tidak
takut... sebab Engkau besertaku,” demikian pengakuan Daud. Jangan berdoa minta
kemudahan. Berdoalah untuk beroleh penyertaan & pimpinan-Nya yang tak
pernah berakhir. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment