Thursday, 29 January 2015

29 Januari 2015



-BUILD A BETTER YOU-


Ditengah berbagai masalah yang melanda kehidupan kita, apa yang sepatutnya kita harapkan dalam hidup ini? Belajarlah bersikap seperti Daud yaitu mampu menghadapi realita, kegagalan & dukacita / kematian anaknya (2 Samuel 12:15-25). Dalam berkat maupun derita, kita dapat memilki damai sejahtera Kristus sebab kehadiran Kristus memampukan kita untuk tetap kuat meski sedang ada dalam kesulitan / penderitaan, sebab kita tidak bisa mengubah realita yang ada, yang bisa kita lakukan adalah menerimanya & melanjutkan hidup / life must go on. Amin.

Respon 1
Entah kenapa kok tadi pagi waktu nggosok aku kepikiran tentang puasa. Kayaknya Tuhan itu ngomongi aku puasa itu seharusnya bukan untuk mengubah keputusan Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita tapi puasa itu adalah untuk menyelaraskan pikiran Tuhan dengan pikiran kita sehingga kita bisa tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk kita. Seringkali ketika kita punya masalah kita berpuasa supaya Tuhan segera menyelesaikan masalah kita, kita berdoa sungguh-sungguh untuk masalah kita supaya Tuhan mendengar dan bergerak sesuai kemauan kita, bukan berdoa dengan sungguh-sungguh minta supaya tahu apa yang Tuhan mau kita lakukan untuk menghadapi masalah ini. Ternyata renungan pagi ini di 2 Samuel 12:15-25 ini berbicara tentang Daud yang berpuasa buat anaknya yang lagi sakit. Daud bilang “selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, Karena PIKIRKU, siapa tahu Tuhan mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup (2 Sam 12:22). seringkali puasa kita bertujuan untuk membuat Tuhan bergerak sesuai kemauan kita bukan kita minta hikmat supaya bisa bergerak sesuai kehendak Tuhan. Ketika kita mendapat pikiran Tuhan, meski masalah tetap ada tapi aku percaya cara berpikir kita sudah diubahkan dan kita pasti bisa menjalaninya dengan hati yang lapang dan mengijinkan Tuhan yang berperang bagi kita. Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil. Carilah pikiran Tuhan supaya kita bisa bergerak sesuai kemauan Tuhan. (Sdri Rita – PKS CL 8)

Respon 2
“Bersama Yesus kita bisa kudus dan lurus, tanpa Yesus kerohanian kita kurus dan tergerus.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Amsal 22:29, “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (GNCC)

Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 29 Januari 2015. Iman yang Sederhana. Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Matius 8:8). Seorang anak kecil tampak kebingungan mencari bola kecilnya. Setelah beberapa waktu mondar-mandir tanpa hasil, ia secara spontan berdoa, “Tuhan, tolong temukan bolaku.” Bola itu tadi menggelinding menuruni jalan di depan rumah. Setiap orang di rumah telah berusaha ikut mencarinya, tetapi tidak ada yang menemukannya. Keesokan harinya, anak itu melompat-lompat kegirangan sambil bersorak, “Mama, Yesus telah membawa kembali bolaku!” Sang ibu menengok dari jendela dan melihat bola itu tergeletak di atas rumput. Bagaimana mungkin bola itu bisa ada di sana? Tidak ada yang tahu. Tetapi, anak kecil itu merasa Yesus tidak terlalu sibuk untuk mendengarkan permintaannya. Perwira dalam bacaan hari ini mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan Sang Penguasa alam semesta, dan ia menyadari bahwa dirinya hanyalah bawahan yang harus taat dan percaya pada apa yang dikatakan tuannya. Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia akan datang ke rumahnya dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu, perwira itu buru-buru berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (ay. 8). Yesus memuji iman perwira ini sebagai iman yang besar. Iman yang sederhana, namun sangat bermakna. Pengakuan tentang siapakah Yesus Kristus dalam hidup kita dan kepercayaan kita pada apa saja yang sanggup dilakukan-Nya, itulah iman! Iman yang sederhana ini akan memengaruhi sikap dan keyakinan kita kepada-Nya bahwa apa saja yang Dia katakan pasti terlaksana! IMAN MENGARAHKAN KITA PADA KEMAHA-KUASAAN TUHAN, BUKAN PADA KETIDAKMAM-PUAN DIRI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
BPJS GRATIS DARI SURGA. Apakah anda butuh BPJS gratis? (Bersama Pencipta dan Juru Selamat). KLINIK SURGAWI: Di buka 24 jam. Hati-hati dengan: KUMAN (kurang iman) & KUTU (kurang bersekutu). Karena akan menyebabkan timbulnya: KUDIS (kurang disiplin) & GATAL (gagal total) dalam hidup kita. Obati segera & hubungi: Prof. Dr. Ir. YESHUA KRISTUS, SpPD (Spesialis Pengampun Dosa). Telp di no 333 (Yeremia 33:3): “Berserulah kepada-KU, maka AKU akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Atau fax di no 5015 (Mazmur 50:15): “Berserulah kepada-KU pada waktu kesesakan, AKU akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan AKU.” Kalau sudah sembuh jangan lupa hub 1032 (Mazmur103:2): “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-NYA!” Klinik SURGAWI dibuka 24 jam, melayani pengobatan: 1.) Sembuhkan luka batin; 2.) Hilangkan dendam, benci & kepahitan hati; 3.) Buat hati nyaman & penuh cinta kasih; 4.) Mampu buat kita berkarya bagi TUHAN & sesama. Buktikan sekarang juga dengan DOA (Duduk Omong-Omong dengan TUHAN). Alamat Praktek: Jl. Sumatera (sukacita-damai sejahtera), di SURGA. Handphone Pribadi YESUS KRISTUS di no 119 (Lukas 11:9): “Oleh karena itu AKU berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Sebarkan kabar gembira ini buat teman-teman lain, pasti banyak membantu... Siapa menabur kesehatan, mereka pasti menuai kesehatan jg...!!! Selamat menikmati BPJS gratis dari Tuhan... GBU. (Sandy Suciawan – PT. Wings Surya)

No comments:

Post a Comment