-BUILD A BETTER YOU-
Ditengah berbagai
masalah yang melanda kehidupan kita, apa yang sepatutnya kita harapkan dalam
hidup ini? Belajarlah bersikap seperti Daud yaitu mampu menghadapi realita,
kegagalan & dukacita / kematian anaknya (2 Samuel 12:15-25). Dalam berkat
maupun derita, kita dapat memilki damai sejahtera Kristus sebab kehadiran
Kristus memampukan kita untuk tetap kuat meski sedang ada dalam
kesulitan / penderitaan, sebab kita tidak bisa mengubah realita yang ada, yang
bisa kita lakukan adalah menerimanya & melanjutkan hidup / life must go
on. Amin.
Respon 1
Entah kenapa kok
tadi pagi waktu nggosok aku kepikiran tentang puasa. Kayaknya Tuhan itu
ngomongi aku puasa itu seharusnya bukan untuk mengubah keputusan Tuhan untuk
menyelesaikan masalah kita tapi puasa itu adalah untuk menyelaraskan pikiran
Tuhan dengan pikiran kita sehingga kita bisa tahu apa yang menjadi kehendak
Tuhan untuk kita. Seringkali ketika kita punya masalah kita berpuasa supaya
Tuhan segera menyelesaikan masalah kita, kita berdoa sungguh-sungguh untuk
masalah kita supaya Tuhan mendengar dan bergerak sesuai kemauan kita, bukan
berdoa dengan sungguh-sungguh minta supaya tahu apa yang Tuhan mau kita lakukan
untuk menghadapi masalah ini. Ternyata renungan pagi ini di 2 Samuel 12:15-25
ini berbicara tentang Daud yang berpuasa buat anaknya yang lagi sakit. Daud
bilang “selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, Karena PIKIRKU, siapa
tahu Tuhan mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup (2 Sam 12:22).
seringkali puasa kita bertujuan untuk membuat Tuhan bergerak sesuai kemauan
kita bukan kita minta hikmat supaya bisa bergerak sesuai kehendak Tuhan. Ketika
kita mendapat pikiran Tuhan, meski masalah tetap ada tapi aku percaya cara
berpikir kita sudah diubahkan dan kita pasti bisa menjalaninya dengan hati yang
lapang dan mengijinkan Tuhan yang berperang bagi kita. Bersama Tuhan tidak ada
yang mustahil. Carilah pikiran Tuhan supaya kita bisa bergerak sesuai kemauan
Tuhan. (Sdri Rita – PKS CL 8)
Respon 2
“Bersama Yesus kita
bisa kudus dan lurus, tanpa Yesus kerohanian kita kurus dan tergerus.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 3
Amsal 22:29, “Pernahkah
engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia
akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (GNCC)
Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis,
29 Januari 2015. Iman yang Sederhana. Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya,
“Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja
sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Matius 8:8). Seorang anak kecil
tampak kebingungan mencari bola kecilnya. Setelah beberapa waktu mondar-mandir
tanpa hasil, ia secara spontan berdoa, “Tuhan, tolong temukan bolaku.” Bola itu
tadi menggelinding menuruni jalan di depan rumah. Setiap orang di rumah telah
berusaha ikut mencarinya, tetapi tidak ada yang menemukannya. Keesokan harinya,
anak itu melompat-lompat kegirangan sambil bersorak, “Mama, Yesus telah membawa
kembali bolaku!” Sang ibu menengok dari jendela dan melihat bola itu tergeletak
di atas rumput. Bagaimana mungkin bola itu bisa ada di sana? Tidak ada yang
tahu. Tetapi, anak kecil itu merasa Yesus tidak terlalu sibuk untuk mendengarkan
permintaannya. Perwira dalam bacaan hari ini mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan
Sang Penguasa alam semesta, dan ia menyadari bahwa dirinya hanyalah bawahan
yang harus taat dan percaya pada apa yang dikatakan tuannya. Ketika Yesus
mengatakan bahwa Dia akan datang ke rumahnya dan menyembuhkan hambanya yang
sakit itu, perwira itu buru-buru berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan
di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (ay.
8). Yesus memuji iman perwira ini sebagai iman yang besar. Iman yang sederhana,
namun sangat bermakna. Pengakuan tentang siapakah Yesus Kristus dalam hidup
kita dan kepercayaan kita pada apa saja yang sanggup dilakukan-Nya, itulah
iman! Iman yang sederhana ini akan memengaruhi sikap dan keyakinan kita
kepada-Nya bahwa apa saja yang Dia katakan pasti terlaksana! IMAN MENGARAHKAN
KITA PADA KEMAHA-KUASAAN TUHAN, BUKAN PADA KETIDAKMAM-PUAN DIRI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 5
BPJS GRATIS DARI
SURGA. Apakah anda butuh BPJS gratis? (Bersama Pencipta dan Juru Selamat).
KLINIK SURGAWI: Di buka 24 jam. Hati-hati dengan: KUMAN (kurang iman) &
KUTU (kurang bersekutu). Karena akan menyebabkan timbulnya: KUDIS (kurang
disiplin) & GATAL (gagal total) dalam hidup kita. Obati segera &
hubungi: Prof. Dr. Ir. YESHUA KRISTUS, SpPD (Spesialis Pengampun Dosa). Telp di
no 333 (Yeremia 33:3): “Berserulah kepada-KU, maka AKU akan menjawab engkau dan
akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni
hal-hal yang tidak kauketahui.” Atau fax di no 5015 (Mazmur 50:15): “Berserulah
kepada-KU pada waktu kesesakan, AKU akan meluputkan engkau, dan engkau akan
memuliakan AKU.” Kalau sudah sembuh jangan lupa hub 1032 (Mazmur103:2):
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-NYA!” Klinik
SURGAWI dibuka 24 jam, melayani pengobatan: 1.) Sembuhkan luka batin; 2.)
Hilangkan dendam, benci & kepahitan hati; 3.) Buat hati nyaman & penuh
cinta kasih; 4.) Mampu buat kita berkarya bagi TUHAN & sesama. Buktikan
sekarang juga dengan DOA (Duduk Omong-Omong dengan TUHAN). Alamat Praktek: Jl.
Sumatera (sukacita-damai sejahtera), di SURGA. Handphone Pribadi YESUS KRISTUS
di no 119 (Lukas 11:9): “Oleh karena itu AKU berkata kepadamu: Mintalah, maka
akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu
akan dibukakan bagimu.” Sebarkan kabar gembira ini buat teman-teman lain, pasti
banyak membantu... Siapa menabur kesehatan, mereka pasti menuai kesehatan
jg...!!! Selamat menikmati BPJS gratis dari Tuhan... GBU. (Sandy Suciawan – PT.
Wings Surya)

No comments:
Post a Comment