SO LOVED CHRISTMAS
Kilas balik 2017 (4)
Bacaan:
Ratapan 3:19-26
3:19
Ingatlah akan sengsaraku dan
pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.
3:20
Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan
tertekan dalam diriku.
3:21
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan,
oleh SEBAB ITU AKU AKAN BERHARAP:
3:22
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak
habis-habisnya rahmat-Nya,
3:23
selalu baru tiap pagi; besar
kesetiaan-Mu!
3:24
“TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku,
oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
3:25
TUHAN adalah baik bagi orang yang
berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
3:26
Adalah baik menanti dengan diam
pertolongan TUHAN.
Harapan
apa yang ada bagi kita untuk tahun yang akan datang ini: 2018. Dalam
masa-masa sulit, mudah bagi kita untuk kehilangan pengharapan, menyalahkan
Tuhan, dan mengeluh akan segala hal. Tapi ketika kita fokus kepada masalah kita,
kita mengabaikan kuasa Tuhan di dalam hidup kita-kita menyanjung
pencobaan-pencobaan ini dengan membesar-besarkannya dan mengizinkannya untuk
menjungkirbalikkan hidup kita. Tapi Tuhan telah menunjukkan bahwa Dia selalu
setia kepada umat-Nya, lagi dan lagi. Daripada fokus kepada kesulitan yang kita
alami, marilah kita melihat kepada Tuhan dan mempercayai kedaulatan dan
rencana-Nya.
Tuhan,
tolonglah kami untuk melihat jauh melampaui keadaan kami dan berharap
kepada-Mu. Milik-Mulah segala otoritas dan kuasa. Ingatkan kami akan kebaikan-
Mu, dan kiranya kami bersandar pada kasih-Mu. Kami percaya, Engkaulah Yesus
Tuhan adalah HARAPAN yang meneduhkan badai kehidupan. Amin.
Sambut
tahun yang baru dengan PENGHARAPAN bahwa DIA berdaulat sanggup menopang hidup kita
untuk selama-lamanya. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Malaekhi 1-4
PB:
Wahyu 22
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 31 Desember 2017. CEPAT MENYELESAIKAN MASALAH. Bacaan: Bilangan
25:1-18. “Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku
dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di
tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku”
(Bilangan 25:11). Rumah tetangga kami terbakar saat ditinggal pergi. Untunglah
warga sekitar mengetahuinya sebelum telanjur membesar. Secepat mungkin kami
bersatu memadamkan api dengan berbagai peralatan seperti ember dan selang
sambil menunggu pemadam kebakaran yang dipanggil tiba. Saat tetangga kami
mendengar kabar bahwa rumahnya kebakaran, ia langsung lari meninggalkan
belanjaannya di warung dan pulang ke rumah. Api berhasil dipadamkan dan hanya
dua ruangan di rumahnya yang terbakar. Saat bangsa Israel menyembah Baal- Peor
dan berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, Tuhan menimpakan tulah yang
menewaskan dua puluh empat ribu orang. Tuhan begitu murka terhadap mereka yang
berpaling dari-Nya. Bersyukurlah, saat itu Pinehas, anak imam Eleazar,
bertindak cepat. Demi menyurutkan murka Tuhan, Pinehas membela kehormatan Tuhan
di tengah umat Israel sehingga Tuhan tidak jadi menghabisi bangsa Israel (ay.
11). Tak terbayangkan apa yang akan terjadi kalau Pinehas memilih diam saja
atau menunda-nunda melakukannya. Pasti akan lebih banyak orang Israel yang mati
kena tulah. Kalau kita secepatnya memadamkan api yang bisa membakar seluruh
rumah, kita hendaknya juga bersikap serius terhadap dosa. Semakin cepat kita
menyelesaikan dosa dan masalah yang terjadi, semakin kecil dampak kerusakannya.
Sebaliknya, semakin lama kita menunda atau membiarkannya, keadaan akan semakin
buruk dan semakin parah kerusakannya. Marilah kita menjadi orang yang tanggap
dan sigap mengatasi masalah. KITA PERLU SECEPAT MUNGKIN MEMBERESKAN DOSA DAN
MASALAH YANG TERJADI. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Selamat
menyambut Tahun Baru 2018. Tuhan Yesus menyertai selalu. #LoveTheBible –
Bacaan: Maleakhi dan Wahyu 22.

No comments:
Post a Comment