Sunday, 31 December 2017

31 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






Kilas balik 2017 (4)
Bacaan: Ratapan 3:19-26
3:19 Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.
3:20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.
3:21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh SEBAB ITU AKU AKAN BERHARAP:
3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
3:24 “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.
3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
3:26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.

Harapan apa yang ada bagi kita untuk tahun yang akan datang ini: 2018. Dalam masa-masa sulit, mudah bagi kita untuk kehilangan pengharapan, menyalahkan Tuhan, dan mengeluh akan segala hal. Tapi ketika kita fokus kepada masalah kita, kita mengabaikan kuasa Tuhan di dalam hidup kita-kita menyanjung pencobaan-pencobaan ini dengan membesar-besarkannya dan mengizinkannya untuk menjungkirbalikkan hidup kita. Tapi Tuhan telah menunjukkan bahwa Dia selalu setia kepada umat-Nya, lagi dan lagi. Daripada fokus kepada kesulitan yang kita alami, marilah kita melihat kepada Tuhan dan mempercayai kedaulatan dan rencana-Nya.

Tuhan, tolonglah kami untuk melihat jauh melampaui keadaan kami dan berharap kepada-Mu. Milik-Mulah segala otoritas dan kuasa. Ingatkan kami akan kebaikan- Mu, dan kiranya kami bersandar pada kasih-Mu. Kami percaya, Engkaulah Yesus Tuhan adalah HARAPAN yang  meneduhkan badai kehidupan. Amin.

Sambut tahun yang baru dengan PENGHARAPAN bahwa DIA berdaulat sanggup menopang hidup kita untuk selama-lamanya. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL:  Malaekhi 1-4
PB: Wahyu 22

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 31 Desember 2017. CEPAT MENYELESAIKAN MASALAH. Bacaan: Bilangan 25:1-18. “Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku” (Bilangan 25:11). Rumah tetangga kami terbakar saat ditinggal pergi. Untunglah warga sekitar mengetahuinya sebelum telanjur membesar. Secepat mungkin kami bersatu memadamkan api dengan berbagai peralatan seperti ember dan selang sambil menunggu pemadam kebakaran yang dipanggil tiba. Saat tetangga kami mendengar kabar bahwa rumahnya kebakaran, ia langsung lari meninggalkan belanjaannya di warung dan pulang ke rumah. Api berhasil dipadamkan dan hanya dua ruangan di rumahnya yang terbakar. Saat bangsa Israel menyembah Baal- Peor dan berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, Tuhan menimpakan tulah yang menewaskan dua puluh empat ribu orang. Tuhan begitu murka terhadap mereka yang berpaling dari-Nya. Bersyukurlah, saat itu Pinehas, anak imam Eleazar, bertindak cepat. Demi menyurutkan murka Tuhan, Pinehas membela kehormatan Tuhan di tengah umat Israel sehingga Tuhan tidak jadi menghabisi bangsa Israel (ay. 11). Tak terbayangkan apa yang akan terjadi kalau Pinehas memilih diam saja atau menunda-nunda melakukannya. Pasti akan lebih banyak orang Israel yang mati kena tulah. Kalau kita secepatnya memadamkan api yang bisa membakar seluruh rumah, kita hendaknya juga bersikap serius terhadap dosa. Semakin cepat kita menyelesaikan dosa dan masalah yang terjadi, semakin kecil dampak kerusakannya. Sebaliknya, semakin lama kita menunda atau membiarkannya, keadaan akan semakin buruk dan semakin parah kerusakannya. Marilah kita menjadi orang yang tanggap dan sigap mengatasi masalah. KITA PERLU SECEPAT MUNGKIN MEMBERESKAN DOSA DAN MASALAH YANG TERJADI. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Selamat menyambut Tahun Baru 2018. Tuhan Yesus menyertai selalu. #LoveTheBible – Bacaan: Maleakhi dan Wahyu 22.

No comments:

Post a Comment