SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Bacaan:
Mazmur 4:1-8
“Ketahuilah, bahwa Tuhan telah memilih
bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya” —Mazmur 4:4
Mungkin
ada di antara kita yang menjalani hari demi hari dengan perasaan tertolak,
terabaikan, atau direndahkan. Terkadang kita bahkan melakukan semua itu
terhadap diri sendiri. Para musuh berusaha menjatuhkan Daud—mengecam,
mengancam, dan melontari dirinya dengan berbagai penghinaan. Harga diri dan
kepercayaan diri Daud merosot drastis (Mzm. 4:2-3). Ia meminta Allah agar
memberinya kelegaan dan melepaskannya dari “kesesakan”.
Kemudian
Daud teringat, “Ketahuilah, bahwa Tuhan
telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya” (ay.4). Sejumlah
terjemahan Alkitab lain mencoba untuk menangkap esensi sepenuhnya dari
penegasan Daud itu denganmenerjemahkan “seorang yang dikasihi-Nya” menjadi “orang
yang saleh”. Bahasa Ibrani yang digunakan di sini adalah hesed, yang secara harfiah mengacu pada ikatan kasih dari
perjanjian Allah dan dapat juga diterjemahkan menjadi “orang yang dikasihi
Allah terus-menerus hingga selama-lamanya”.
Inilah
yang harus kita ingat juga: Kita ini dikasihi selamanya, dipilih secara khusus,
disayang oleh Allah sebagaimana Dia menyayangi Anak-Nya sendiri. Dia telah
memanggil kita menjadi anak-anak-Nya untuk selama-lamanya.
Betapa
kami bersyukur ya Tuhan ENGKAU sangat mengasihi kami selama-lamanya. Kami dipilih secara khusus dan
disayangi seperti ENGKAU MENYAYANGI anak-anakMU sendiri. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
DANIEL 3-4
PB:
1 Yoh 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Ibu Caroline – Bandung
GOD
IS THE ONLY PROTECTOR THAT WE CAN RELY ON. Ulangan 19:1-10. JIKA TUHAN YANG
MENAUNGI, TAK SATU PUN DAPAT MENGHALANGI. Tetap hidup di dalam takut akan
Tuhan dan mengasihi Tuhan lebih lagi. Gbu all.
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 6 Desember 2017. PERLU BULDOSER. Bacaan: Imamat 18:1-5. Janganlah
kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam
dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah
Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka
(Imamat 18:3). Seorang guru berjalan dengan muridnya. Ia menunjuk pada pohon
kecil, “Cabutlah!” Murid itu mencabutnya dengan dua jari. Lalu, mereka mendekati
pohon yang agak besar. “Cabutlah!” kata guru. Murid itu mencabutnya dengan dua
tangan. Akhirnya mereka berhenti di dekat pohon yang sangat besar. “Cabutlah!”
kata guru. “Tidak mungkin, perlu buldoser!” protes muridnya. Guru itu berkata,
“Benar, engkau dapat mencabut kebiasaan yang belum berakar dengan sangat mudah.
Engkau membutuhkan usaha kuat untuk mencabut kebiasaan yang akarnya mulai
mendalam. Engkau sulit sekali mencabut kebiasaan yang telah berakar sangat
dalam.” Tuhan memerintahkan bangsa Israel agar tidak mengikuti kebiasaan bangsa
Mesir, tempat asal mereka, dan bangsa Kanaan, tempat tujuan mereka. Sebaliknya,
mereka harus melakukan peraturan Tuhan dan berpegang pada ketetapan-Nya (ay.
3-4). Tuhan juga berfirman agar bangsa Israel jangan membiasakan diri dengan
tingkah bangsa-bangsa penyembah berhala (Yer. 10:2). Kitab Amsal menasihati
agar kita jangan menjadi biasa dengan tingkah laku orang yang lekas gusar dan
pemarah (Ams. 22:24-25). Hati-hatilah membentuk kebiasaan. Tanamkan kebiasaan
baik yang sesuai dengan perintah Tuhan dan segera cabut kebiasaan buruk yang
tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Ya, selagi masih baru, masih mudah mencabutnya,
belum berakar dalam. Bila ada kebiasaan buruk yang sudah telanjur menahun,
bahkan sudah mendarah daging, kita harus memaksakan diri, nekat
meninggalkannya. KUNCI SUKSES ADALAH MAU DAN BERANI MENGUBAH KEBIASAAN BURUK MENJADI
KEBIASAAN YANG BAIK DAN BENAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible
– Bacaan: Daniel 3-4 dan 1 Yohanes 5.

No comments:
Post a Comment