Wednesday, 6 December 2017

6 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
Bacaan: Mazmur 4:1-8
“Ketahuilah, bahwa Tuhan telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya” —Mazmur 4:4

Mungkin ada di antara kita yang menjalani hari demi hari dengan perasaan tertolak, terabaikan, atau direndahkan. Terkadang kita bahkan melakukan semua itu terhadap diri sendiri. Para musuh berusaha menjatuhkan Daud—mengecam, mengancam, dan melontari dirinya dengan berbagai penghinaan. Harga diri dan kepercayaan diri Daud merosot drastis (Mzm. 4:2-3). Ia meminta Allah agar memberinya kelegaan dan melepaskannya dari “kesesakan”.

Kemudian Daud teringat, “Ketahuilah, bahwa Tuhan telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya” (ay.4). Sejumlah terjemahan Alkitab lain mencoba untuk menangkap esensi sepenuhnya dari penegasan Daud itu denganmenerjemahkan “seorang yang dikasihi-Nya” menjadi “orang yang saleh”. Bahasa Ibrani yang digunakan di sini adalah hesed, yang secara harfiah mengacu pada ikatan kasih dari perjanjian Allah dan dapat juga diterjemahkan menjadi “orang yang dikasihi Allah terus-menerus hingga selama-lamanya”.

Inilah yang harus kita ingat juga: Kita ini dikasihi selamanya, dipilih secara khusus, disayang oleh Allah sebagaimana Dia menyayangi Anak-Nya sendiri. Dia telah memanggil kita menjadi anak-anak-Nya untuk selama-lamanya.

Betapa kami  bersyukur ya Tuhan ENGKAU sangat mengasihi kami selama-lamanya. Kami dipilih secara khusus dan disayangi seperti ENGKAU MENYAYANGI anak-anakMU sendiri. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: DANIEL 3-4 
PB: 1 Yoh 5

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Ibu Caroline – Bandung
GOD IS THE ONLY PROTECTOR THAT WE CAN RELY ON. Ulangan 19:1-10. JIKA TUHAN YANG MENAUNGI, TAK SATU PUN DAPAT MENGHALANGI. Tetap hidup di dalam takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan lebih lagi. Gbu all.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 6 Desember 2017. PERLU BULDOSER. Bacaan: Imamat 18:1-5. Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka (Imamat 18:3). Seorang guru berjalan dengan muridnya. Ia menunjuk pada pohon kecil, “Cabutlah!” Murid itu mencabutnya dengan dua jari. Lalu, mereka mendekati pohon yang agak besar. “Cabutlah!” kata guru. Murid itu mencabutnya dengan dua tangan. Akhirnya mereka berhenti di dekat pohon yang sangat besar. “Cabutlah!” kata guru. “Tidak mungkin, perlu buldoser!” protes muridnya. Guru itu berkata, “Benar, engkau dapat mencabut kebiasaan yang belum berakar dengan sangat mudah. Engkau membutuhkan usaha kuat untuk mencabut kebiasaan yang akarnya mulai mendalam. Engkau sulit sekali mencabut kebiasaan yang telah berakar sangat dalam.” Tuhan memerintahkan bangsa Israel agar tidak mengikuti kebiasaan bangsa Mesir, tempat asal mereka, dan bangsa Kanaan, tempat tujuan mereka. Sebaliknya, mereka harus melakukan peraturan Tuhan dan berpegang pada ketetapan-Nya (ay. 3-4). Tuhan juga berfirman agar bangsa Israel jangan membiasakan diri dengan tingkah bangsa-bangsa penyembah berhala (Yer. 10:2). Kitab Amsal menasihati agar kita jangan menjadi biasa dengan tingkah laku orang yang lekas gusar dan pemarah (Ams. 22:24-25). Hati-hatilah membentuk kebiasaan. Tanamkan kebiasaan baik yang sesuai dengan perintah Tuhan dan segera cabut kebiasaan buruk yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Ya, selagi masih baru, masih mudah mencabutnya, belum berakar dalam. Bila ada kebiasaan buruk yang sudah telanjur menahun, bahkan sudah mendarah daging, kita harus memaksakan diri, nekat meninggalkannya. KUNCI SUKSES ADALAH MAU DAN BERANI MENGUBAH KEBIASAAN BURUK MENJADI KEBIASAAN YANG BAIK DAN BENAR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan:  Daniel 3-4 dan 1 Yohanes 5.

No comments:

Post a Comment