Monday, 1 January 2018

1 Januari 2018

#DIRECTION







Hari 1: 1 Jan 2018
Bacaan: Ratapan 3:21-26 (TB)

Apa yang ada dalam pikiran kita setiap pagi saat kita bangun tidur? Khususnya disetiap tanggal 1 Januari seperti hari ini. Apakah pemikiran tentang tahun ini yang akan  membawa HARAPAN baru bagi  setiap kita?? Membuat saya terpikir tentang Ratapan 3:21-23, “Hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu AKU AKAN BERHARAP: ‘Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, SELALU BARU SETIAP PAGI; BESAR KESETIAANMU-Mu!’” Meskipun umat Allah begitu merasa putus asa ketika kota Yerusalem diserang oleh pasukan Babel, Nabi Yeremia berkata bahwa mereka tetap memiliki alasan untuk BERHARAP —mereka masih menerima kasih setia dan rahmat Tuhan.

Terkadang pergumulan kita terasa semakin sulit di tengah berbagai macam situasi. Akan tetapi, YAKINLAH ketika PAGI HARI tiba, fajar mulai terbit setiap pagi, PERCAYALAH terbit pula HARAPAN BARU yang memampukan kita untuk terus melangkah. “Sepanjang malam ada tangisan,” kata pemazmur, “menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mzm. 30:6). Amin. Terima kasih, Tuhan, untuk pengharapan yang Engkau berikan setiap kali kami bangun pagi. Kasih setia dan rahmat-Mu selalu baru setiap pagi! KemurahanMu  baru setiap hari. AnugerahMU besar untuk  kami setiap hari. ADA harapan baru untuk setiap ujian. Dan ADA KEBERANIAN untuk terus melangkah bersamaMu disepanjang tahun 2018 ini. Biarlah  setiap hari yang baru memberikan kepada kami  alasan yang baru untuk MEMUJIMu, ya Tuhan, mendengar suaraMu lebih lagi disetiap PEMBACAAN  firmanMu dan kami akan TETAP BERSYUKUR melalui DOA-DOA yang kami naikkan, amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Kejadian 1-2
PB: Lukas 1

#LoveGod
#Lovepeople
#Lovethebible
#IMFavored

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 1 Januari 2018. SAMUDRA TANPA TEPI. Bacaan: Lukas 7:18-23. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28). Mselalui muridnya, Yohanes Pembaptis bertanya kepada Tuhan, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” (ay. 19b). Jika diungkap lugas, Yohanes sebenarnya bertanya, “Engkau ini Juru Selamat yang dijanjikan itu, atau bukan?” Rupanya, Yohanes meragukan Tuhan, dia mempertanyakan Tuhan. Sungguh, itu melampaui batas. Siapa dia hingga berhak menilai Tuhan? Tetapi, respons Tuhan sungguh luar biasa. Kepada utusan Yohanes, Tuhan berkata, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (ay. 22). Semua karya Tuhan Yesus itu (orang lumpuh berjalan, orang mati dibangkitkan, dll.) membuktikan bahwa Dia sungguh Sang Juru Selamat. Yohanes jelas amat keliru. Tetapi, Tuhan tidak memarahi Yohanes. Dia berkata lembut, “Kembalilah kepada Yohanes. Ceritakan semua bukti yang kalian ketahui.” Dan, Tuhan menyilakan Yohanes menyimpulkan sendiri. Apa arti semua itu? Tuhan kita bukan Tuhan yang hanya mau dipuji. Dia Tuhan yang hati-Nya begitu luas, bak samudra tanpa tepi. Tuhan yang terbuka, yang peduli pada keluh kesah, tangis, dan pergumulan kita. Bahkan, Tuhan berkenan memahami kesalahpahaman kita. Membaca kisah itu, saya serasa mendengar Tuhan berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28). TUHAN KITA BUKAN TUHAN YANG HANYA MAU DIPUJI. DIA ADALAH TUHAN YANG HATI-NYA BEGITU LUAS, BAK SAMUDRA TANPA TEPI --O.S. RAILLE. Welcome New Year 2018. Tuhan Yesus memberkati, menyertai dan memberikan AnugerahNYA.

No comments:

Post a Comment