SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Lukas
2:11
“Hari ini telah lahir bagimu
Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
Peristiwa
Natal yang pertama kali bukanlah suatu peristiwa yang penuh kemeriahan. Maria
yang tengah mengandung harus menempuh perjalanan jauh hingga tibalah saatnya
untuk bersalin. Tak ada tempat untuknya hingga sebuah kandang harus menjadi
tempat bagi sang Juruselamat dilahirkan. Dari sebuah kandang itu sukacita besar
dicurahkan bagi seluruh umat manusia (Lukas 2:1-7).
Yesus
lahir dan dunia beroleh kesukaan besar bagi seluruh bangsa. Kelahiran-Nya
disambut dengan kehadiran para gembala sederhana yang mendengar kabar bahwa ada
Juruselamat yang baru saja dilahirkan (Lukas 2:8-18).
Sejatinya,
Natal adalah tentang MEMBERI. Allah telah MEMBERI kan Anak-Nya yang tunggal
sebagai jalan keselamatan bagi kita (Yohanes 3:16). Lalu, sebagai anak-anak-Nya
yang telah ditebus oleh-Nya. APA YANG SUDAH KITA BERIKAN KEPADA YESUS DIHARI
NATAL INI? Kita bisa MEMBERIKAN kasih kita bagi sesama kita. Kita bisa menelpon
seseorang yang sudah lama tidak beribadah. Kita bisa mengunjungi sahabat kita yang
mungkin terbaring di rumah sakit/ Kita bisa membagikan sesuatu untuk mereka yang
membutuhkan mungkin. Bawalah “hadiah
natal” bagi Tuhan Yesus melalui saudara-saudara kita yang membutuhkan
KASIH-Nya.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Habakuk 1-3
PB:
Wahyu 15
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED
#HappySunday
#HappyservingGod
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 24 Desember 2017. BUKAN OMONG KOSONG. Bacaan: Markus
8:22-26. Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu
sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala
sesuatu dengan jelas (Markus 8:25). Seorang anak merengek meminta ayahnya untuk
segera membelikannya sepeda, padahal ayahnya sudah menjanjikan hadiah sepeda di
hari Natal. Sekalipun anak itu begitu mendesaknya, ayahnya tetap pada
keputusannya. Sang ayah ingin mengajar anaknya agar memercayai dirinya sebagai
pribadi yang dapat diandalkan dan tidak ingkar janji. Ketika Yesus dan
murid-murid-Nya tiba di Betsaida, dibawalah seorang buta kepada-Nya supaya Ia
menjamah dan menyembuhkannya. Yesus lalu membawa orang buta itu ke luar
kampung, meludahi mata orang itu, dan meletakkan tangan-Nya ke atasnya (ay.
22-23). Yesus lalu bertanya apakah orang buta itu sudah dapat melihat sesuatu.
Orang itu dapat melihat tetapi penglihatannya belum sempurna, sebab apa yang ia
lihat adalah orang-orang yang berjalan tetapi tampak seperti pohon-pohon (ay.
24). Yesus sekali lagi meletakkan tangan-Nya pada mata orang itu. Pada
akhirnya, orang itu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (ay. 25). Saya
percaya Yesus dapat menyembuhkan seketika tanpa harus meletakkan tangan-Nya
sekali lagi atas mata orang buta itu. Bahkan hanya dengan perkataan, Yesus
mampu mengusir setiap penyakit dan kelemahan manusia (lih. Luk. 7:7). Yesus
berbuat demikian agar kita tetap memercayai-Nya sebagai Pribadi yang dapat
diandalkan. Tuhan tidak pernah bertindak setengah-setengah ketika memberikan
pertolongan. Tangan-Nya bergerak sempurna dan tidak berhenti sampai kita
melihat dengan jelas karya-Nya yang indah. KESEMPURNAAN RENCANA TUHAN TELAH
TERUJI DENGAN JELAS DALAM KEHIDUPAN SETIAP ORANG PERCAYA. Selamat pagi. Selamat
menyambut Natal. Selamat beribadah. KasihNYA melimpah. #LoveTheBible – Bacaan: Zefanya
dan Wahyu 16.

No comments:
Post a Comment