Sunday, 24 December 2017

24 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
Lukas 2:11
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

Peristiwa Natal yang pertama kali bukanlah suatu peristiwa yang penuh kemeriahan. Maria yang tengah mengandung harus menempuh perjalanan jauh hingga tibalah saatnya untuk bersalin. Tak ada tempat untuknya hingga sebuah kandang harus menjadi tempat bagi sang Juruselamat dilahirkan. Dari sebuah kandang itu sukacita besar dicurahkan bagi seluruh umat manusia (Lukas 2:1-7).

Yesus lahir dan dunia beroleh kesukaan besar bagi seluruh bangsa. Kelahiran-Nya disambut dengan kehadiran para gembala sederhana yang mendengar kabar bahwa ada Juruselamat yang baru saja dilahirkan (Lukas 2:8-18).

Sejatinya, Natal adalah tentang MEMBERI. Allah telah MEMBERI kan Anak-Nya yang tunggal sebagai jalan keselamatan bagi kita (Yohanes 3:16). Lalu, sebagai anak-anak-Nya yang telah ditebus oleh-Nya. APA YANG SUDAH KITA BERIKAN KEPADA YESUS DIHARI NATAL INI? Kita bisa MEMBERIKAN kasih kita bagi sesama kita. Kita bisa menelpon seseorang yang sudah lama tidak beribadah. Kita bisa mengunjungi sahabat kita yang mungkin terbaring di rumah sakit/ Kita bisa membagikan sesuatu untuk mereka yang membutuhkan mungkin. Bawalah “hadiah natal” bagi Tuhan Yesus melalui saudara-saudara kita yang membutuhkan KASIH-Nya.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Habakuk 1-3
PB: Wahyu 15

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED
#HappySunday
#HappyservingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 24 Desember 2017. BUKAN OMONG KOSONG. Bacaan: Markus 8:22-26. Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (Markus 8:25). Seorang anak merengek meminta ayahnya untuk segera membelikannya sepeda, padahal ayahnya sudah menjanjikan hadiah sepeda di hari Natal. Sekalipun anak itu begitu mendesaknya, ayahnya tetap pada keputusannya. Sang ayah ingin mengajar anaknya agar memercayai dirinya sebagai pribadi yang dapat diandalkan dan tidak ingkar janji. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Betsaida, dibawalah seorang buta kepada-Nya supaya Ia menjamah dan menyembuhkannya. Yesus lalu membawa orang buta itu ke luar kampung, meludahi mata orang itu, dan meletakkan tangan-Nya ke atasnya (ay. 22-23). Yesus lalu bertanya apakah orang buta itu sudah dapat melihat sesuatu. Orang itu dapat melihat tetapi penglihatannya belum sempurna, sebab apa yang ia lihat adalah orang-orang yang berjalan tetapi tampak seperti pohon-pohon (ay. 24). Yesus sekali lagi meletakkan tangan-Nya pada mata orang itu. Pada akhirnya, orang itu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (ay. 25). Saya percaya Yesus dapat menyembuhkan seketika tanpa harus meletakkan tangan-Nya sekali lagi atas mata orang buta itu. Bahkan hanya dengan perkataan, Yesus mampu mengusir setiap penyakit dan kelemahan manusia (lih. Luk. 7:7). Yesus berbuat demikian agar kita tetap memercayai-Nya sebagai Pribadi yang dapat diandalkan. Tuhan tidak pernah bertindak setengah-setengah ketika memberikan pertolongan. Tangan-Nya bergerak sempurna dan tidak berhenti sampai kita melihat dengan jelas karya-Nya yang indah. KESEMPURNAAN RENCANA TUHAN TELAH TERUJI DENGAN JELAS DALAM KEHIDUPAN SETIAP ORANG PERCAYA. Selamat pagi. Selamat menyambut Natal. Selamat beribadah. KasihNYA melimpah. #LoveTheBible – Bacaan: Zefanya dan Wahyu 16.

No comments:

Post a Comment