SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Karena BEGITU BESAR KASIHNYA
Dengan
kelahiran Yesus ke dunia, kita bisa melihat Allah dalam rupa manusia. Dengan
penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib, dosa kita ditebus sehingga kita
tidak binasa. Inilah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kita. Tidak ada
jalan atau cara lain. Ini semua karena Allah sungguh mengasihi kita.
Seperti tertulis dalam Yohanes 3:16, ”Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.” Hanya dengan pengorbanan Yesuslah,
kita bisa diselamatkan. Dialah satu-satunya jalan keselamatan. Tidak ada satu
makhlukpun atau agama apapun yang bisa menjamin keselamatan selain Yesus.
Dialah Tuhan dan Juruselamat kita. Seperti kata Yesus, “Akulah jalan dan
kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku” (Yohanes 14:6). Jadi kita memang harus bersyukur dan bersukacita
dengan anugerah keselamatan yang diberikan Allah melalui kelahiran Yesus ke
dunia. Jangan pernah ragu dengan keselamatan yang dijamin Yesus. Mari kita
HIDUPI anugerah keselamatan ini dengan pertobatan sejati dan menjalankan firman
Allah dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yunus
PB:
Wahyu 10
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLOVED
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 19 Desember 2017. STATUS. Bacaan: Kejadian 23. “Aku ini orang
asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku
di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan
isteriku yang mati itu” (Kejadian 23:4). Bapak J.E.A. adalah hamba Tuhan yang
telah menggembalakan jemaat selama puluhan tahun, mendirikan sekolah Alkitab
dan banyak mengajar, serta mencipta banyak lagu rohani. Suatu hari beberapa
orang datang dan mengatakan bahwa beliau layak mendapat gelar Doktor. Mereka
pun berjanji akan memperjuangkan terwujudnya hal itu. Namun, secara pribadi
Tuhan berbicara, agar beliau jangan menerima gelar tersebut. Sebab, beliau
adalah hamba, budak. Saat bersaksi, beliau berkata, "Benar, saya ini
budaknya Tuhan. Jadi jika ada orang yang memaki saya, maka saya akan diam. Jika
ada orang memarah-marahi saya, maka saya akan menerimanya.” Ketika Sara
meninggal di usia 127 tahun, Abraham berada di tanah Kanaan. Namun karena belum
sepenuhnya memiliki tanah itu, Abraham memohon untuk membeli Gua Makhpela agar
menjadi pekuburan keluarga. Namun, bagaimana ia memohon? Ia menyebut dirinya
orang asing dan pendatang, yang tak punya apa-apa di tanah itu. Padahal, saat
orang Het menanggapi, mereka menyebutnya “raja agung”, sebab ia terkenal baik
dan terhormat. Orang-orang menghormatinya dengan status yang tinggi, tetapi
Abraham tidak menganggapnya penting. Maka, Tuhan pun membela dan
meninggikannya. Kadang ada anak Tuhan yang mengejar dan mengagungkan status.
Lalu bila keinginan ini melebihi batas, ia bisa lupa bahwa ia hamba Tuhan.
Maka, ia mudah terluka bila orang mengkritik pelayanannya, ia patah arang
ketika orang merendahkannya. Mari kembali pada esensi kita-kita ini hamba,
budak-Nya, yang mesti siap melayani, dengan hati rela. SEORANG BUDAK HANYA TAHU
BAHWA IA MESTI BEKERJA. TANPA PERNAH MEMIKIRKAN UPAH, BAHKAN PUJIAN SEKALIPUN.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yunus dan Wahyu
10.

No comments:
Post a Comment