Tuesday, 19 December 2017

19 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
Karena BEGITU BESAR KASIHNYA

Dengan kelahiran Yesus ke dunia, kita bisa melihat Allah dalam rupa manusia. Dengan penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib, dosa kita ditebus sehingga kita tidak binasa. Inilah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kita. Tidak ada jalan atau cara lain. Ini semua karena Allah sungguh mengasihi kita. Seperti tertulis dalam Yohanes 3:16, ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Hanya dengan pengorbanan Yesuslah, kita bisa diselamatkan. Dialah satu-satunya jalan keselamatan. Tidak ada satu makhlukpun atau agama apapun yang bisa menjamin keselamatan selain Yesus. Dialah Tuhan dan Juruselamat kita. Seperti kata Yesus, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Jadi kita memang harus bersyukur dan bersukacita dengan anugerah keselamatan yang diberikan Allah melalui kelahiran Yesus ke dunia. Jangan pernah ragu dengan keselamatan yang dijamin Yesus. Mari kita HIDUPI anugerah keselamatan ini dengan pertobatan sejati dan menjalankan firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yunus
PB: Wahyu 10

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLOVED

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 19 Desember 2017. STATUS. Bacaan: Kejadian 23. “Aku ini orang asing dan pendatang di antara kamu; berikanlah kiranya kuburan milik kepadaku di tanah kamu ini, supaya kiranya aku dapat mengantarkan dan menguburkan isteriku yang mati itu” (Kejadian 23:4). Bapak J.E.A. adalah hamba Tuhan yang telah menggembalakan jemaat selama puluhan tahun, mendirikan sekolah Alkitab dan banyak mengajar, serta mencipta banyak lagu rohani. Suatu hari beberapa orang datang dan mengatakan bahwa beliau layak mendapat gelar Doktor. Mereka pun berjanji akan memperjuangkan terwujudnya hal itu. Namun, secara pribadi Tuhan berbicara, agar beliau jangan menerima gelar tersebut. Sebab, beliau adalah hamba, budak. Saat bersaksi, beliau berkata, "Benar, saya ini budaknya Tuhan. Jadi jika ada orang yang memaki saya, maka saya akan diam. Jika ada orang memarah-marahi saya, maka saya akan menerimanya.” Ketika Sara meninggal di usia 127 tahun, Abraham berada di tanah Kanaan. Namun karena belum sepenuhnya memiliki tanah itu, Abraham memohon untuk membeli Gua Makhpela agar menjadi pekuburan keluarga. Namun, bagaimana ia memohon? Ia menyebut dirinya orang asing dan pendatang, yang tak punya apa-apa di tanah itu. Padahal, saat orang Het menanggapi, mereka menyebutnya “raja agung”, sebab ia terkenal baik dan terhormat. Orang-orang menghormatinya dengan status yang tinggi, tetapi Abraham tidak menganggapnya penting. Maka, Tuhan pun membela dan meninggikannya. Kadang ada anak Tuhan yang mengejar dan mengagungkan status. Lalu bila keinginan ini melebihi batas, ia bisa lupa bahwa ia hamba Tuhan. Maka, ia mudah terluka bila orang mengkritik pelayanannya, ia patah arang ketika orang merendahkannya. Mari kembali pada esensi kita-kita ini hamba, budak-Nya, yang mesti siap melayani, dengan hati rela. SEORANG BUDAK HANYA TAHU BAHWA IA MESTI BEKERJA. TANPA PERNAH MEMIKIRKAN UPAH, BAHKAN PUJIAN SEKALIPUN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yunus dan Wahyu 10.

No comments:

Post a Comment