Saturday, 9 December 2017

9 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
HATI YANG BERSUKA CITA
Bacaan: Lukas 15:1-11

Sukacita itu tidak hanya dimiliki oleh anak-anak yang ceria atau hanya terjadi pada masa-masa menjelang Natal. Luapan sukacita karena mengalami kehadiran Kristus dalam hidup kita menjadi salah satu tema dari pengajaran terakhir Yesus kepada para murid pada malam sebelum Dia mati di kayu salib. Dia mengungkapkan kasih-Nya yang berlimpah atas mereka—bahwa Dia telah mengasihi mereka, sama seperti Bapa telah mengasihi Dia (Yoh. 15:9). Setelah menjelaskan tentang bentuk dari hubungan yang abadi tersebut, Yesus berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya SUKACITA-Ku ada di dalam KAMU dan SUKACITAMU menjadi PENUH” (ay. 11). Amin. Janji yang sangat menakjubkan! Melalui Yesus Kristus, hati kita dapat dipenuhi dengan  SUKACITA yang sejati. Ya Tuhan, Engkau telah memilih kami dan menebus kami, serta melingkupi  dengan kasih dan sayang. Tidak ada yang dapat  kami lakukan selain meluap dengan sukacita karena kasih-Mu yang besarbagi kami, bagi mereka yang kami kasihi dan bagi dunia. Karena di setiap musim kehidupan, kami TETAP dapat MENGALAMI SUKACITA di dalam Kristus. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: DANIEL 11-12
PB: Yudas

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLove
#Happyweekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 Desember 2017. DOAKAN ATAU DUAKAN? Bacaan: Kejadian 16:1-6. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai (Kejadian 16:2). Kemandulan Sarai mendorongnya membujuk Abram mengambil Hagar sebagai istri. Tanpa berpikir panjang Abram menuruti keinginan istrinya. Mungkin ia ingin segera mendapatkan keturunan seperti yang Allah janjikan. Alih-alih memecahkan, keputusan itu memunculkan persoalan baru yang lebih rumit. Ada banyak godaan dalam hidup ini yang tampak masuk akal dan pantas dilakukan karena disertai dalih yang amat baik. Datangnya bisa dari mana saja, termasuk dari orang terdekat. Bujukan mereka dapat sangat berbahaya karena kita percaya dan tidak curiga pada mereka. Hawa nafsu daging sering menuntut Tuhan segera menunjukkan rahmat-Nya secara nyata. Tak sabar, orang kemudian menerka-nerka, mencari jalan lain dan merasa menolong Tuhan menggenapi janji-Nya dengan melakukan tindakan yang mengabaikan norma ilahi. Alih-alih membawa pergumulan dalam doa, orang rela menduakan Tuhan demi mendapatkan solusi yang cepat. Akibatnya, ia malah menjauhkan diri dari jalan Tuhan. Syukurlah, Tuhan senantiasa peduli sekalipun umat-Nya sering ingkar. Tuhan tetap menyediakan pertolongan bagi umat-Nya sekalipun mereka menderita akibat kecerobohan sendiri. Kiranya kita waspada dan tidak mengulangi kesalahan Abram dan Sarai. Kita perlu belajar bahwa mencoba menyelesaikan masalah tanpa melibatkan Allah malah akan menimbulkan masalah lain yang lebih pelik. Kiranya kita membawa setiap pergumulan dalam doa dan menantikan jawaban-Nya dengan sabar. Jangan biarkan iman kepada Tuhan terkalahkan oleh logika manusia. SEKALIPUN KITA MENDERITA AKIBAT KECEROBOHAN SENDIRI, TUHAN SENANTIASA MENYEDIAKAN JALAN KELUAR DAN PEMULIHAN. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Daniel 11-12 dan Yudas.

WM Stars
KEPASTIAN. Untuk menyatakan kepastian akan suatu transaksi bisnis diperlukan suatu "ikatan". Biasanya dalam bisnis dibuat dengan cara memberikan down payment dalam jumlah tertentu. Untuk menyatakan kepastian kehadiran suatu undangan yaitu dengan sistem RSVP, untuk mengetahui kepastian kehadiran biasanya dengan menelpon atau menjawab melalui email atau pesan singkat. Kadang kepastian tidak cukup secara lisan, kalau dinyatakan dengan tertulis dan dengan jaminan baru dapat dipercaya. Saat ini kepercayaan dan kejujuran benar-benar sulit ditemukan. Saya merenung bahwa semakin orang tidak mengenal Tuhan dan sesama, semakin orang sulit saling percaya dan jujur satu sama lain. Apalagi kalau rasa takut dan kuatir menguasai hati orang itu. Coba renungkan bagian kisah pengintaian kota Yerikho dalam kitab Yosua 2. Yosua 2:12-14, “’12Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, 13bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.’ 14Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: ‘Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu.’”

No comments:

Post a Comment