Wednesday, 27 December 2017

27 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
JANGAN TAKUT

Alangkah melegakan ketika menyadari bahwa Allah yang peduli kepada kita tidak pernah kehilangan jejak kita. Yesus bahkan berkata bahwa tidak seekor pun burung pipit “akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa. . . . Sebab itu JANGANLAH KAMU TAKUT; karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (Mat. 10:29-31).

Ketika kita sedang berada dalam keadaan yang sulit, rasa takut dapat menyebabkan kita bertanya-tanya apakah Allah menyadari keadaan kita. Perkataan Yesus meyakinkan kita bahwa Allah sangat peduli kepada kita dan Dia senantiasa memegang kendali. Hidup kita tidak pernah berada di luar kendaliNYA

Bapa, kami menyerahkan kerinduan dan beban kami kepada-Mu di penghujung tahun ini karena kami tahu Engkau peduli kepada kami dan sanggup berkarya dengan dahsyat. Terima kasih karena diri kami  dan orang-orang yang kami kasihi berada di dalam perlindungan-Mu.

Jika Allah peduli pada burung di udara, tidakkah Dia akan peduli kepada anak-anak-Nya? AMIN.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Zhakharia 1-4
PB: Wahyu 18

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 27 Desember 2017. BERPEGANG PADA HIKMAT. Bacaan: Amsal 4:1-22. Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari (Amsal 4:18). Dunia memberi nilai tinggi pada kesuksesan. Ukurannya tentu saja kekayaan, jabatan, kehormatan, kepuasan, dan kenyamanan. Banyak orang berjuang mengejarnya. Sayangnya, demi kesuksesan, orang dapat melonggarkan moralitas, melegalkan segala cara. Mereka rela berlaku jahat, serong, dan munafik. Mereka menanggalkan firman Tuhan, sehingga hidup dalam kegelapan, tetapi tidak tahu sumber kesesatan mereka. Mereka tidak sadar akan kejahatannya. Kesuksesan tidak selalu membuat hidup menjadi bermakna. Banyak orang menjadi pejabat, terkenal, kaya, terhormat, tetapi tidak berguna bagi sesama, bahkan mengalami kekosongan jiwa. Kesuksesan mereka tidak didasari hikmat yang benar. Mereka sukses hanya demi kepuasan diri, bukan kemuliaan Tuhan. Kesuksesan itu tidak menghasilkan buah kehidupan. Orang percaya berpegang pada hikmat dan berjalan menurut pimpinan firman Tuhan. Firman-Nya menjadi pelita, sumber sukacita dan penghiburan yang menerangi jalan mereka. Mereka meneladani Sang Terang, setia menjadi terang bagi setiap orang yang dijumpai. Dengan begitu, mereka menyingkirkan kegelapan. Terang bertambah, anugerah pun semakin bertumbuh. Semakin kuat mereka menjaga kekudusan, sukacita, dan kehormatan rohani, semakin deras hidup mereka mengalirkan kemurnian hati, kasih, kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Bagaimana dengan kita? Apakah kita hidup menurut jalan orang fasik atau hidup menurut hikmat Tuhan? ORANG JAHAT MERASA PUAS DENGAN KEFASIKAN, ORANG BENAR BERPUAS DALAM HIKMAT TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Zakharia 1-4 dan Wahyu 18.

No comments:

Post a Comment