SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
JANGAN TAKUT
Alangkah
melegakan ketika menyadari bahwa Allah yang peduli kepada kita tidak pernah
kehilangan jejak kita. Yesus bahkan berkata bahwa tidak seekor pun burung pipit
“akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa. . . . Sebab itu JANGANLAH KAMU TAKUT;
karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (Mat. 10:29-31).
Ketika
kita sedang berada dalam keadaan yang sulit, rasa takut dapat menyebabkan kita
bertanya-tanya apakah Allah menyadari keadaan kita. Perkataan Yesus meyakinkan
kita bahwa Allah sangat peduli kepada kita dan Dia senantiasa memegang kendali.
Hidup kita tidak pernah berada di luar kendaliNYA
Bapa,
kami menyerahkan kerinduan dan beban kami kepada-Mu di penghujung tahun ini
karena kami tahu Engkau peduli kepada kami dan sanggup berkarya dengan dahsyat.
Terima kasih karena diri kami dan orang-orang yang kami kasihi berada di
dalam perlindungan-Mu.
Jika
Allah peduli pada burung di udara, tidakkah Dia akan peduli kepada
anak-anak-Nya? AMIN.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Zhakharia 1-4
PB:
Wahyu 18
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 27 Desember 2017. BERPEGANG PADA HIKMAT. Bacaan: Amsal 4:1-22. Tetapi
jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai
rembang tengah hari (Amsal 4:18). Dunia memberi nilai tinggi pada kesuksesan.
Ukurannya tentu saja kekayaan, jabatan, kehormatan, kepuasan, dan kenyamanan.
Banyak orang berjuang mengejarnya. Sayangnya, demi kesuksesan, orang dapat
melonggarkan moralitas, melegalkan segala cara. Mereka rela berlaku jahat,
serong, dan munafik. Mereka menanggalkan firman Tuhan, sehingga hidup dalam
kegelapan, tetapi tidak tahu sumber kesesatan mereka. Mereka tidak sadar akan kejahatannya.
Kesuksesan tidak selalu membuat hidup menjadi bermakna. Banyak orang menjadi
pejabat, terkenal, kaya, terhormat, tetapi tidak berguna bagi sesama, bahkan
mengalami kekosongan jiwa. Kesuksesan mereka tidak didasari hikmat yang benar.
Mereka sukses hanya demi kepuasan diri, bukan kemuliaan Tuhan. Kesuksesan itu
tidak menghasilkan buah kehidupan. Orang percaya berpegang pada hikmat dan
berjalan menurut pimpinan firman Tuhan. Firman-Nya menjadi pelita, sumber
sukacita dan penghiburan yang menerangi jalan mereka. Mereka meneladani Sang
Terang, setia menjadi terang bagi setiap orang yang dijumpai. Dengan begitu,
mereka menyingkirkan kegelapan. Terang bertambah, anugerah pun semakin
bertumbuh. Semakin kuat mereka menjaga kekudusan, sukacita, dan kehormatan
rohani, semakin deras hidup mereka mengalirkan kemurnian hati, kasih,
kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Bagaimana dengan kita? Apakah kita hidup
menurut jalan orang fasik atau hidup menurut hikmat Tuhan? ORANG JAHAT MERASA
PUAS DENGAN KEFASIKAN, ORANG BENAR BERPUAS DALAM HIKMAT TUHAN. Selamat
pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Zakharia 1-4 dan Wahyu 18.

No comments:
Post a Comment