SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Tuhan
senantiasa bekerja melalui diri kita. Ia memakai suka dan duka untuk
mengerjakan banyak hal yang baik bagi kita maupun orang-orang di sekitar kita.
Mari ingatlah segala perbuatan-Nya di dalam hidup kita. Sambutlah Natal dengan
hati yang dipenuhi dengan UCAPAN SYUKUR. 1 Tesalonika 5:18 (TB), “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab
itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Adakah
Ucapan Syukur kita hari-hari ini untuk menyambut Natal/Kelahiran Sang Juruselamat
bagi dunia? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yoel 1-3
PB:
Wahyu 5
#LoveGod
#Lov
ePeople
#LoveTheBlble
#IMLOVED
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 14 Desember 2017. UCAPAN YANG MENYAKITKAN. Bacaan: Mazmur 109. Biar
mereka mengutuk, Engkau akan memberkati; biarlah lawan-lawanku mendapat malu,
tetapi hamba-Mu ini kiranya bersukacita (Mazmur 109:28). Dalam majalah
Intisari, Desember 2016, ada survei menarik tentang efek perkataan positif dan
negatif. Perkataan positif-bisa berupa pujian, sanjungan, atau lainnya-dapat
membuat orang bergembira satu hari. Sementara perkataan negatif-bisa berupa
hinaan, makian, dan sebagainya-dapat membuat orang bersedih selama sembilan
hari. Ternyata, banyak orang yang lebih suka memendam sakit hati ketimbang
bergembira. “Doa Seorang yang Kena Fitnah”, judul perikop hari ini dengan
sangat baik menggambarkan keadaan Daud yang berduka karena kata-kata fitnah- “mulut
orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku” (ay. 2). Bila membacanya,
kita akan mendapati bahwa ada pihak yang tidak suka kepada jabatan atau
kedudukannya. Daud mengeluh, mereka memfitnah- “menyerang dan memeranginya
tanpa alasan” (ay. 3). Karenanya, ia bahkan sampai merasa “sengsara, miskin,
hatinya terluka, dan menghilang seperti bayang-bayang” (ay. 22-23). Begitu
besar pengaruh kata-kata negatif yang mengandung kebencian, tak muncul dari
pertimbangan atau kebijaksanaan, atau tak beralasan. Kata-kata demikian sangat
destruktif, menggerogoti daya hidup yang ada pada diri seseorang. Selama ini,
sudahkah kita mewaspadai apa yang keluar dari mulut kita? Mungkin kita tidak
sadar, dengan kata-kata yang negatif, kita didekatkan dengan kutuk (ay. 17)
atau kegagalan. Mari kita membiasakan diri dengan menjadi berkat, mengatakan
hal-hal yang positif untuk membangun semangat dan kehidupan orang lain. BIASAKANLAH
BERPIKIR SEBELUM BERKATA-KATA, KARENA PERKATAAN KITA BARANGKALI AKAN SANGAT
SERING DIPIKIRKAN ORANG LAIN. Good morning. Jesus Christ blessed you. #LoveTheBible
– Bacaan: Yoel dan Wahyu 5.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama
Pembacaan
Alkitab: Mat. 6:1-18
Doa
baca: Mat. 6:1
Ingatlah,
jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka,
karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.
Melakukan
kebenaran dalam Matius 6:1 menyatakan perbuatan benar, seperti memberi sedekah
(ayat 2-4), berdoa (ayat 5-15), dan berpuasa (ayat 16-18). Memang benar
ayat-ayat ini membicarakan perbuatan benar umat kerajaan. Namun sebenarnya
ayat-ayat ini menyingkapkan diri (ego) dan daging. Di dalam kita ada sesuatu
yang lebih buruk daripada amarah dan hawa nafsu. Banyak orang Kristen bahkan
tidak tahu betapa buruknya ego dan daging. Dalam kedelapan belas ayat ini Tuhan
menggunakan tiga ilustrasi: memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa — untuk
mewahyukan betapa kita ini dipenuhi dengan ego dan daging.
Daging
manusia mencari kemuliaan bagi diri sendiri, selalu ingin melakukan perbuatan
baik di hadapan manusia untuk mendapatkan pujian manusia. Tetapi umat kerajaan,
yang hidup dalam roh yang dikosongkan, merendah, serta berperilaku dalam hati
yang murni dan tidak bercabang di bawah pengaturan surgawi dan kerajaan, tidak
dibolehkan melakukan apa pun di dalam daging untuk mendapatkan pujian manusia,
tetapi harus melakukan segala hal di dalam roh untuk menyenangkan Bapa Surgawi
mereka.
Mengenai
tiga ilustrasi ini Tuhan menggunakan kata “tersembunyi” dalam tiap-tiap
ilustrasi (ayat 4, 6, 18). Kita harus melakukan perbuatan benar kita secara
tersembunyi, sebab Bapa kita tersembunyi. Dalam ayat 4 Tuhan mengatakan bahwa
Bapa kita melihat segala sesuatu yang tersembunyi. Umat kerajaan, sebagai anak-anak
Bapa Surgawi, harus hidup dalam hadirat Bapa dan memperhatikan kehadiran Bapa.
Apa pun yang mereka lakukan secara tersembunyi untuk Kerajaan Bapa, dilihat
secara tersembunyi oleh Bapa dan Dia akan membalasnya. Bapa surgawi mereka
melihat secara tersembunyi. Hal ini merupakan suatu pendorong bagi perbuatan
benar mereka di tempat yang tersembunyi. Ini mungkin terjadi dalam zaman ini (2
Kor. 9:10-11), atau sebagai upah (pahala) dalam zaman yang akan datang (Luk.
14:14).
Jadi,
prinsip dasar kita sebagai umat kerajaan dalam melakukan perbuatan benar ialah
tidak memamerkan diri kita. Sedapat mungkin, sembunyikanlah diri Anda,
tutupilah diri Anda, dan lakukanlah segala kebajikan yang tersembunyi.
Hendaklah kita tersembunyi sedemikian rupa sehingga tak ubahnya seperti yang
Tuhan Yesus katakan, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat
tangan kananmu (ayat 3). Ini berarti kita tidak boleh memberi tahu orang lain
apa yang sedang kita lakukan. Umpamanya, Anda berpuasa tiga hari, janganlah
memburukkan rupa Anda dengan menunjukkan air muka yang sedih. Sebaliknya,
berilah kesan kepada orang lain bahwa Anda ti-dak berpuasa sehingga puasa Anda
tersembunyi. Jangan berpuasa di hadirat manusia, tetapi secara tersembunyi di
hadirat Bapa Surgawi. Berbuat demikian berarti membunuh ego dan daging.
Sumber:
Pelajaran-Hayat Matius, Buku 2, Berita 21

No comments:
Post a Comment