Friday, 1 December 2017

1 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS








LEGO
ANUGERAH TUHAN BESAR BAGI KITA 

Hidup ini penuh dengan masa depan yang tidak pasti dan tidak bisa diperkirakan. Namun demikian, satu hal yang pasti, kita punya ANUGERAH YANG BESAR dari Tuhan, kesetiaan-Nya yang tidak pernah berubah. Allah telah berjanji dalam Roma 8:38-39, “bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”. Bapa di surga, tolong kami bisa menghargai ANUGERAHMU YANG BESAR sehingga dimampukan dengan kasihMu, kami bisa  setiap hari melalui perkataan dan perbuatan kami menunjukkan KASIH ANUGERAHMU kepada orang lain dan menyenangkan hatiMu. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#LegoSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yehezkiel 40-41
PB: Yohanes 21

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 1 Desember 2017. YESUS, ANAK DAUD. Bacaan: Matius 1:1-17. Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham (Matius 1:1). Mengapa Yesus disebut “Anak Daud” bukan “Anak Salomo”, padahal Salomo juga raja Israel yang terkenal? Tentu ada alasan khusus mengapa Allah lebih memilih dan menetapkan Daud untuk “disematkan” pada sebutan nama- Nya, sehingga sampai saat ini kita mengenal Yesus sebagai keturunan Daud.

Matius mencatat pengakuan ini ketika mengawali suratnya. Tanpa ragu ia menyebut Yesus sebagai anak atau keturunan Daud. Sebagai orang Yahudi, Matius memahami bahwa sosok Mesias yang dinanti-nantikan oleh bangsanya berasal dari keturunan Daud. Alkitab menginformasikan dengan jelas bahwa pada masa Daudlah bangsa Israel mengalami masa keemasan sebagai sebuah kerajaan. Allah pun pernah menubuatkan mengenai kelahiran Mesias, yang akan berasal dari keturunan Daud (bdk. Yes. 11:10; Yer. 23:5). Kehidupan Daud memang sangat spesial di hadapan Allah, sehingga Dia pun pernah bersaksi bahwa Daud adalah orang yang berkenan di hati-Nya (Kis. 13:22). Tak banyak orang mendapat pengakuan seperti ini langsung dari Allah. Sekalipun Daud manusia biasa yang tidak sempurna, kita dapat terus belajar untuk menjalani hidup yang berkenan kepada Allah. Hidup berpaut kepada-Nya, jujur, berani mengoreksi diri bila berbuat salah sesuai Firman-Nya, dan bersedia dibentuk oleh-Nya. Tentu bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan bersandar pada Allah, melalui pertolongan Roh Kudus. Selamat menjalani hidup yang berkenan kepada Allah! SEPANJANG ZAMAN, ALLAH TERUS MENCARI MANUSIA YANG MENJALANI HIDUP UNTUK MENYENANGKAN HATI-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 40-41 dan Yohanes 21.

Hanna
Kisah tragis di balik lagu “It Is Well With My Soul”

Sebagai seorang Kristen, kita hidup di dunia ini dengan iman yang tertuju kepada Kristus, tetapi terakadang iman kita diuji dengan tragedi yang sangat luar biasa. Ada sebuah hymne berjudul “It is well with my soul”; hymne ini diciptakan oleh Horatio Spafford, seorang pengacara kaya dari Chicago. Pada tahun 1870, ia kehilangan satu-satunya anak laki-lakinya oleh karena penyakit demam berdarah. Satu tahun kemudian, terjadi tragedi bernama The Great Chicago Fire, dan itu membakar habis hampir seluruh aset properti yang ia miliki. Hidup tidak terlihat begitu baik bagi Spafford dan keluarga. Spafford akhirnya merencanakan sebuah perjalanan bersama istrinya dan keempat anaknya ke Eropa untuk menyaksikan seminar D.L.Moody. Namun, Spafford tiba-tiba mendapatkan masalah bisnis yang harus diselesaikan, sehingga ia mengatakan kepada istri dan ke empat anak perempuannya untuk mendahuluinya berlayar—ia mengatakan bahwa ia akan menyusul secepatnya. Meskipun Spafford tidak dapat bergabung bersama keluarganya, ia senang karena keluarganya dapat berkumpul bersama para Kristen-Kristen lainnya di kapal tersebut. Namun, di dalam perjalanannya, kapal yang membawa istri dan anak-anak Spafford mengalami kecelakaan, dan kapal tersebut hanyut ke dasar laut. Setelah beberapa hari, Spafford mendapatkan sebuah telegram dari istrinya. Pesan tersebut hanya memiliki dua kata, “selamat sendirian.” Keempat anak perempuan dari Horatio Spafford tidak selamat, mereka semua tenggelam di lautan itu. Spafford akhirnya berlayar untuk menemui istrinya, dan sepanjang perjalanan ia hanya meratapi laut yang telah mengambil keempat anak perempuannya. Dan di dalam perjalanannya, ia memuji Tuhan dan menuliskan hymne ini,

When peace, like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou has taught me to say,
It is well, it is well, with my soul.

Tragedi yang menimpa Spafford dan kesetiaan yang Spafford miliki mengingatkan saya tentang apa yang tertulis di 1 Petrus 4:19. Petrus mengingatkan kita bahwa terkadang kita akan menderita karena kehendak Allah, tetapi ketika kita mengalami itu semua, kita harus tetap mempercayakan jiwa kita kepada Sang Pencipta yang setia.
Dua bait pertama dari lagu It Is Well With My Soul menceritakan dukacita oleh karena tragedi-tragedi yang Spafford alami. Namun, ketiga bait selanjutnya menceritakan tentang rasa syukurnya atas pengampunan yang Yesus telah berikan di atas kayu salib, beserta pengharapannya kepada kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa dan tidak masuk akal, Spafford masih tetap memuliakan Tuhan bahkan di tengah-tengah dukacita nya. Beberapa Minggu setelah semua ini terjadi, istri dari Spafford mengatakan bahwa mereka tidak sedang kehilangan anak-anaknya, melainkan hanya berpisah untuk beberapa waktu lamanya. Spafford beserta istrinya menunjukkan kepada kita bentuk dari iman sejati. Kisah dari Horatio Spafford mengingatkan kita akan Kekristenan yang sesungguhnya. Kekristenan bukanlah tentang, “Jika Engkau mengikut Yesus, engkau akan memiliki hidup enak yang bebas masalah di dunia ini.” Tetapi, Kekristenan yang sesungguhnya adalah tentang, *“Aku akan tetap berdiri untuk Yesus, apa pun permasalahan yang terjadi pada ku di dunia ini.”

Seluruh tragedi yang menimpa Spafford tidak dapat merengut sukacitanya oleh karena penebusan yang Yesus Kristus telah berikan untuknya. Apa pun masalah yang sedang menimpamu hari ini, percayalah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat melebihi keindahan pengorbanan yang Yesus telah berikan kepadamu. Sang Pencipta tidak pernah meninggalkanmu. He is Faithful yesterday, today, tomorrow, and forever more.

Ibu Caroline – Bandung
Shalom, “sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi” (1 Raja 12:14). Elia berani berkata demikian karena ia sering mengalami bahwa apapun yang Tuhan ucapkan pasti terjadi. Dalam kehidupan ini, seringkali kita merasa bahwa janji-janji Tuhan yang mustahil terjadi ternyata kita menerimanya.
Namun Tuhan ijinkan itu terjadi agar kita tidak berkata kebetulan. Kita harus percaya dengan yakin bahwa dalam Tuhan TIDAK ADA YANG KEBETULAN. Tuhan pasti memberikan jalan keluar dan pertolongan kepada kita, sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, DIA SANGGUP MELAKUKAN SEGALA PERKARA. JANGAN PERNAH MEMAKSA TUHAN UNTUK MELAKUKAN INI DAN ITU. KITA TIDAK PERLU MENGATUR TUHAN, KARENA DIA MELAKUKAN SEGALA HAL DENGAN CARANYA. Janda di Sarfat ketika melakukan perintah Tuhan lewat Elia, maka tepung dan minyak yang ia miliki tidak pernah habis. KETAATAN AKAN MENGHASILKAN MUJIZAT. JIKA KITA MELAKUKAN SEGALA SESUATU DENGAN HATI TULUS, MAKA TUHAN AKAN MEMBERIKANNYA BERLIPAT KALI GANDA. TAATLAH LEBIH DULU KEPADA TUHAN, MAKA KITA AKAN MENIKMATI MUJIZAT YANG TUHAN NYATAKAN BAGI KITA. TAAT DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN AKAN MEMBUAT HIDUP KITA BERUBAH, TAMPIL BEDA.

WM Stars
KETAATAN MENJADI PEWAHYUAN.

Kalau Tuhan memberikan pengajaran, maka “Ia ingin meningkatkan apa yang diajarkan menjadi pengalaman Anda”. Saat Yesus meminjam perahu Petrus dan mengajar orang banyak, saat itu Tuhan ingin melibatkan Petrus lebih jauh dari apa yang didengarnya. Lalu Yesus meminta untuk menengahkan perahu ke tempat yang lebih dalam dan menyuruhnya untuk menebarkan jalanya. Saat itu Petrus ragu-ragu, karena sudah semalam-malaman ia gagal menangkap ikan. 

Ketika Petrus mau *menaati* perintah Tuhan akan membuatnya berpengalaman akan kejaiban Tuhan. Ketaatan mendatangkan mujizat. Petrus menangkap banyak ikan dan perahunya hampir tenggelam, karena banyaknya ikan. 

Tuhan ingin agar kita bukan hanya mempunyai kebenaran sebagai pengetahuan belaka, tetapi juga kebenaran dalam pengalaman. Ketaatanmu akan membawa kepada pewahyuan yang lebih besar dan kesempatan lebih jauh untuk melayani. Maukah Anda mengalami kebenaran Firman Tuhan? Dan mulai masuklah dalam rencana-Nya.

Lukas 5:4-6, 10-11 (TB)
4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.  
10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. 

Yohanes 8:31-32 (TB) 
31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Yohanes 7:38 (TB)
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

No comments:

Post a Comment