Monday, 4 December 2017

4 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
Bagaimana kita tahu bahwa ALLAH ITU ADA?

1) Bukti adanya Tuhan dalam alam semesta
Musim hujan, musim kemarau, pohon berbuah, dan buahnya dapat kita nikmati, itu semua bercerita / bersaksi tentang Tuhan. Kisah Para Rasul 14:17 (TB), “namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.”
2) Manusia memiliki perasaan / inner sense tentang adanya TUHAN. Roma 1:21 (TB), “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” 
Apa yang harus kita lakukan? AlAMI TUHAN LEBIH LAGI. Melalui KasihNYA, KuasaNya dan KesetiaanNya. Dia lahir karena DIA MAU MENYATAKAN DIRINYA buat setiap kita yang PERCAYA. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yehezkiel 47-48
PB: 1 Yoh 3

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

(Diambil dari Warta Komsel 03 Des 2017)

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 4 Desember 2017. MENANGIS UNTUK KEBAIKAN. Bacaan: Yohanes 11:1-44. Lalu menangislah Yesus (Yohanes 11:35). Dalam buku Why Humans Like To Cry, Profesor Trimble dari National Hospital Queen Square, London, mengungkapkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang meneteskan air mata karena pengaruh emosi. Tangisan adalah respons alami terhadap penderitaan, dan sekaligus kemampuan berempati. Manusia dapat menangis karena kesakitan, kehilangan, ancaman, sukacita, dan lain-lain. Namun, kesedihan adalah penyebab utama mengapa manusia menangis. Tuhan Yesus pun menangis. Namun, ada perbedaan antara tangisan Maria-Marta dan tangisan Yesus. Maria dan Marta menangis karena dua hal. Pertama, karena kehilangan saudaranya. Kedua, karena merasa Tuhan Yesus terlambat datang sehingga Lazarus meninggal. Tangisan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah 100% manusia yang mampu merasakan kesedihan Maria dan Marta. Namun, berbeda dengan tangisan manusia, tangisan Yesus juga melambangkan kesedihan-Nya sebagai Tuhan karena Dia ingin manusia belajar percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mukjizat (ay. 15, 25, 40, 42). Adakah yang kita tangisi hari ini? Ketika kita menangis karena merasa pertolongan Tuhan terlambat dan keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ingatlah Tuhan juga ikut menangis untuk kebaikan kita. Dia ingin kita belajar percaya dan berserah pada-Nya. Dia ingin kita terus bertumbuh di dalam iman sehingga kita dapat semakin serupa dengan Dia. Hapuslah air mata dan katakan pada Tuhan, “Ya Tuhan, aku percaya pada-Mu dan aku mau berjalan kembali bersama-Mu.” KETIKA KITA MENANGIS, TUHAN ADA DI SAMPING KITA. DIA INGIN KITA PERCAYA PADA-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 47-48 dan 1 Yohanes 3.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama
Senin, 4 Desember 2017
Kristus Adalah Dia Yang Membangun Gereja Sebagai Rumah Allah Dan Elemen Yang Dengannya Gereja Dibangun

2 Sam 7:13, “Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.”
Ef 2:21, “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.”

Di dalam 2 Samuel 7, Daud, seperti banyak dari kita, memiliki konsepsi yang salah bahwa Allah memerlukan dia untuk membangun sesuatu bagiNya. Ketika beberapa orang mendengar hal ini, mereka mungkin heran mengapa konsepsi ini bisa salah karena kita hari ini berusaha untuk membangun gereja. Apakah membangun gereja bukanlah perkara membangun sesuatu bagi Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu menyadari bahwa kelihatannya kita yang membangun gereja, tetapi sebenarnya Allah adalah Yang membangun gereja dengan Kristus sebagai elemen yang unik. Ketika kita akan melakukan beberapa pekerjaan pembangunan melalui berbicara bagi Allah, Dia mungkin memeriksa dengan berkata, "Engkau bermaksud untuk membangun rumahKu? Dengan bahan apa engkau akan membangun rumahKu?" Jika kita berkata bahwa kita membangun gereja dengan Kristus, Allah mungkin menanyakan kita berapa banyak Kristus yang kita miliki. Ini menyingkapkan kekurangan kita akan Kristus. Kita memerlukan Kristus bukan sekadar dalam nama dan dalam pengetahuan; kita memerlukan Kristus yang riil, Kristus sebagai Roh dalam kebangkitan. Kita semua memerlukan Kristus dan lebih banyak lagi. Kita mungkin memiliki banyak pengetahuan Alkitab dan bisa mengajar Alkitab kepada orang lain, tetapi ini bukan cara untuk membangun gereja. Gereja tidak dibangun dengan pengetahuan Alkitab. Gereja dibangun dengan Kristus sebagai elemen yang unik... Dalam 2 Samuel 7 Daud ingin membangun rumah Allah, tetapi dalam pasal ini Allah ingin Daud menyadari bahwa ia memerlukan Allah untuk membangun Kristus ke dalam dirinya. Jadi, 2 Samuel 7 adalah penyingkapan nubuat melalui perlambangan memperlihatkan kepada kita bahwa tidak perlu bagi kita untuk membangun sesuatu bagi Allah. Kita tidak bisa melakukannya. Kita tidak bisa membangun sesuatu bagi Allah dengan diri kita atau dengan pengetahuan Alkitab dan teologi kita. Kita perlu Allah untuk membangun Kristus ke dalam susunan intrinsik kita sehingga seluruh diri kita akan disusun ulang dengan Kristus. Hasilnya, kita tidak hanya diubah, tetapi kita ditransformasi dari satu jenis orang ke jenis yang lain.

Mungkin sekarang kita dapat nambak bahwa 2 Samuel 7 hanya menunjukkan bahwa Allah tidak perlu kita membangun sesuatu bagiNya. Kita bukanlah apa-apa, kita tidak punya apa-apa, dan kita tidak bisa apa-apa. Karena itu, kita perlu Kristus digarapkan ke dalam kita.

Ekonomi Allah adalah untuk mengerjakan diriNya ke dalam kita di dalam Kristus sebagai perwujudanNya. Kita perlu membiarkan Allah mengerjakan Kristus sebagai Roh itu ke dalam setiap bagian diri kita. Semakin banuyak Allah melakukan ini, semakin kita akan berkata, “Bagiku, hidup adalah Kristus,” dan “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Flp 1:21; Gal 2:19b-20) (Life-study of 1 & 2 Samuel)

Oh Tuhan, sungguh aku perlu Kristus lebih banyak, mohon garapkanlah diriMu lebih banyak lagi ke dalamku. Aku tidak akan bisa membangun tempat kediamanMu dengan sesuatu dari diriku sendiri. Aku takkan bisa berbagian dengan pembangunan jika aku kekurangan diriMu. Oh Tuhan ampunilah aku yang masih kurang kadar Kristus, aku sungguh damba dan ingin belajar agar kadarMu makin bertambah tergarap ke dalamku. Karena Engkaulah yang membangun gereja dan Engkaulah elemen yang dengannya rumah Allah dibangunkan....

No comments:

Post a Comment