SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Bagaimana kita tahu bahwa ALLAH ITU
ADA?
1)
Bukti adanya Tuhan dalam alam semesta
Musim
hujan, musim kemarau, pohon berbuah, dan buahnya dapat kita nikmati, itu semua
bercerita / bersaksi tentang Tuhan. Kisah Para Rasul 14:17 (TB), “namun Ia
bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan
menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu.
Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.”
2)
Manusia memiliki perasaan / inner sense
tentang adanya TUHAN. Roma 1:21 (TB), “Sebab
sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau
mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati
mereka yang bodoh menjadi gelap.”
Apa
yang harus kita lakukan? AlAMI TUHAN LEBIH LAGI. Melalui KasihNYA,
KuasaNya dan KesetiaanNya. Dia lahir karena DIA MAU MENYATAKAN DIRINYA buat
setiap kita yang PERCAYA. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yehezkiel 47-48
PB:
1 Yoh 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
(Diambil
dari Warta Komsel 03 Des 2017)
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 4 Desember 2017. MENANGIS UNTUK KEBAIKAN. Bacaan: Yohanes
11:1-44. Lalu menangislah Yesus (Yohanes 11:35). Dalam buku Why Humans Like To
Cry, Profesor Trimble dari National Hospital Queen Square, London,
mengungkapkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang meneteskan air
mata karena pengaruh emosi. Tangisan adalah respons alami terhadap penderitaan,
dan sekaligus kemampuan berempati. Manusia dapat menangis karena kesakitan,
kehilangan, ancaman, sukacita, dan lain-lain. Namun, kesedihan adalah penyebab
utama mengapa manusia menangis. Tuhan Yesus pun menangis. Namun, ada perbedaan
antara tangisan Maria-Marta dan tangisan Yesus. Maria dan Marta menangis karena
dua hal. Pertama, karena kehilangan saudaranya. Kedua, karena merasa Tuhan
Yesus terlambat datang sehingga Lazarus meninggal. Tangisan Yesus membuktikan
bahwa Dia adalah 100% manusia yang mampu merasakan kesedihan Maria dan Marta.
Namun, berbeda dengan tangisan manusia, tangisan Yesus juga melambangkan
kesedihan-Nya sebagai Tuhan karena Dia ingin manusia belajar percaya bahwa
Tuhan sanggup melakukan mukjizat (ay. 15, 25, 40, 42). Adakah yang kita tangisi
hari ini? Ketika kita menangis karena merasa pertolongan Tuhan terlambat dan
keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ingatlah Tuhan juga ikut
menangis untuk kebaikan kita. Dia ingin kita belajar percaya dan berserah
pada-Nya. Dia ingin kita terus bertumbuh di dalam iman sehingga kita dapat semakin
serupa dengan Dia. Hapuslah air mata dan katakan pada Tuhan, “Ya Tuhan, aku
percaya pada-Mu dan aku mau berjalan kembali bersama-Mu.” KETIKA KITA MENANGIS,
TUHAN ADA DI SAMPING KITA. DIA INGIN KITA PERCAYA PADA-NYA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 47-48 dan 1 Yohanes 3.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama
Senin,
4 Desember 2017
Kristus
Adalah Dia Yang Membangun Gereja Sebagai Rumah Allah Dan Elemen Yang Dengannya
Gereja Dibangun
2
Sam 7:13, “Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan
mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.”
Ef
2:21, “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait
Allah yang kudus, di dalam Tuhan.”
Di
dalam 2 Samuel 7, Daud, seperti banyak dari kita, memiliki konsepsi yang salah
bahwa Allah memerlukan dia untuk membangun sesuatu bagiNya. Ketika beberapa
orang mendengar hal ini, mereka mungkin heran mengapa konsepsi ini bisa salah
karena kita hari ini berusaha untuk membangun gereja. Apakah membangun gereja
bukanlah perkara membangun sesuatu bagi Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini,
kita perlu menyadari bahwa kelihatannya kita yang membangun gereja, tetapi
sebenarnya Allah adalah Yang membangun gereja dengan Kristus sebagai elemen
yang unik. Ketika kita akan melakukan beberapa pekerjaan pembangunan melalui
berbicara bagi Allah, Dia mungkin memeriksa dengan berkata, "Engkau
bermaksud untuk membangun rumahKu? Dengan bahan apa engkau akan membangun
rumahKu?" Jika kita berkata bahwa kita membangun gereja dengan Kristus,
Allah mungkin menanyakan kita berapa banyak Kristus yang kita miliki. Ini
menyingkapkan kekurangan kita akan Kristus. Kita memerlukan Kristus bukan
sekadar dalam nama dan dalam pengetahuan; kita memerlukan Kristus yang riil,
Kristus sebagai Roh dalam kebangkitan. Kita semua memerlukan Kristus dan lebih
banyak lagi. Kita mungkin memiliki banyak pengetahuan Alkitab dan bisa mengajar
Alkitab kepada orang lain, tetapi ini bukan cara untuk membangun gereja. Gereja
tidak dibangun dengan pengetahuan Alkitab. Gereja dibangun dengan Kristus
sebagai elemen yang unik... Dalam 2 Samuel 7 Daud ingin membangun rumah Allah,
tetapi dalam pasal ini Allah ingin Daud menyadari bahwa ia memerlukan Allah
untuk membangun Kristus ke dalam dirinya. Jadi, 2 Samuel 7 adalah penyingkapan
nubuat melalui perlambangan memperlihatkan kepada kita bahwa tidak perlu bagi
kita untuk membangun sesuatu bagi Allah. Kita tidak bisa melakukannya. Kita
tidak bisa membangun sesuatu bagi Allah dengan diri kita atau dengan pengetahuan
Alkitab dan teologi kita. Kita perlu Allah untuk membangun Kristus ke dalam
susunan intrinsik kita sehingga seluruh diri kita akan disusun ulang dengan
Kristus. Hasilnya, kita tidak hanya diubah, tetapi kita ditransformasi dari
satu jenis orang ke jenis yang lain.
Mungkin
sekarang kita dapat nambak bahwa 2 Samuel 7 hanya menunjukkan bahwa Allah tidak
perlu kita membangun sesuatu bagiNya. Kita bukanlah apa-apa, kita tidak punya
apa-apa, dan kita tidak bisa apa-apa. Karena itu, kita perlu Kristus digarapkan
ke dalam kita.
Ekonomi
Allah adalah untuk mengerjakan diriNya ke dalam kita di dalam Kristus sebagai
perwujudanNya. Kita perlu membiarkan Allah mengerjakan Kristus sebagai Roh itu
ke dalam setiap bagian diri kita. Semakin banuyak Allah melakukan ini, semakin
kita akan berkata, “Bagiku, hidup adalah Kristus,” dan “Aku telah disalibkan
dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Flp 1:21; Gal 2:19b-20) (Life-study
of 1 & 2 Samuel)
Oh
Tuhan, sungguh aku perlu Kristus lebih banyak, mohon garapkanlah diriMu lebih
banyak lagi ke dalamku. Aku tidak akan bisa membangun tempat kediamanMu dengan
sesuatu dari diriku sendiri. Aku takkan bisa berbagian dengan pembangunan jika
aku kekurangan diriMu. Oh Tuhan ampunilah aku yang masih kurang kadar Kristus,
aku sungguh damba dan ingin belajar agar kadarMu makin bertambah tergarap ke
dalamku. Karena Engkaulah yang membangun gereja dan Engkaulah elemen yang
dengannya rumah Allah dibangunkan....

No comments:
Post a Comment