SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Lukas
2:11
“Hari ini telah lahir bagimu
Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”
Juruselamat
telah lahir! Seberapa antusias kita dengan pesan ini? Bisa saja
perayaan-perayaan yang meriah dan berkesan mewah membuat kita kehilangan rasa
takjub akan Allah yang berbaring dalam palungan. Dia yang tak terbatas rela
membatasi diri agar kita dapat mengenal-Nya. Apakah kita memiliki semangat para
gembala yang tak hanya puas mendengarkan berita malaikat, tetapi rindu
mengalami sendiri perjumpaan dengan Sang Mesias?
Refleksi
Natal tahun ini mengingatkan kita betapa perlunya selalu memeriksa diri, apakh
kita tetap antusias dalam hubungan kita dengan Tuhan. Adakah tempat
terutama dalam hati ini menjadi milik Yesus setiap waktu? Apakah setiap pesan
Firman Tuhan membuat kita ingin “cepat-cepat” menaati-Nya, atau kita
justru berlambat-lambat, bahkan pura-pura tidak pernah mendengar-Nya? Siapa pun
bisa saja mengaku sebagai pengikut Yesus, atau merayakan Natal dengan gempita.
Namun, Tuhan mengetahui mana hati yang benar-benar haus akan Dia, dan mana hati
yang tertutup bagi-Nya.
Kiranya
kita tidak hanya merayakan Natal karena tradisi, tetapi karena keyakinan yang
makin kuat akan kebenaran tentang Sang Juruselamat yang telah lahir bagi segala
suku bangsa. Kiranya hati kita tak hanya diliputi kerinduan akan suasana Natal
yang damai dan menyenangkan, tetapi juga kerinduan untuk makin mengenal Sang
Pembawa Damai Sejati secara pribadi, untuk bertumbuh makin serupa Dia, dan
untuk membagikan karya keselamatan-Nya kepada dunia. Amin
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari
ini:
PL:
Mikha 1-3
PB:
Wahyu 11
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 20 Desember 2017. PEMBERI SEGALA YANG BAIK. Bacaan: Filipi 3:1-11.
“... Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk
dinikmati” (1 Timotius 6:17b). Seorang hamba Tuhan menerima pinjaman mobil
mewah dari jemaatnya yang kaya untuk liburan. Sepanjang perjalanan ia
mengendarai mobil dengan nyaman dan setiap orang memandang kagum ke arahnya.
Saat sedang mengisi bensin, seorang pria berkata padanya, “Wow, mobil yang
sangat indah. Betapa beruntungnya Anda!” Sebuah peperangan rohani berkecamuk di
hatinya, namun ia menang, dan berkata, “Itu bukan mobil saya, tapi saya
menyukainya!” Kita memiliki banyak kesempatan untuk menerima pujian bagi diri
sendiri dalam setiap keberhasilan. Tetapi pikirkanlah, betapa kita tidak akan
berhasil jika bukan Tuhan yang memberikan kita kesempatan lewat kemampuan untuk
mencapai hal-hal yang terpuji. Ketika orang-orang melihat bahwa kita memiliki
sesuatu yang baik, akankah kemuliaan untuk diri kita sendiri, atau kita
mengubah sorotan berbalik kembali kepada Allah? Paulus dengan tepat mengatakan
dalam bacaan kita ketika ia mendorong setiap orang untuk berhenti membual
tentang dirinya sendiri dan mulai bersukacita di dalam Tuhan. Ia mengumpulkan
daftar mengesankan tentang dirinya dan mengatakan mereka seperti “sampah” jika
dibandingkan dengan memiliki kemuliaan Kristus dalam hidup-Nya. Hal ini bukan
berarti bahwa kita tidak dapat menikmati kesenangan dalam hal-hal yang baik
yang diberikan Allah kepada kita. Hanya saja, penting untuk menyadari bahwa
setiap pujian untuk semua kebaikan yang kita miliki seharusnya dipersembahkan
kepada satu pribadi yang tepat: Tuhan, pemberi dari segala yang baik (1 Tim.
6:17). SAAT SETIAP TEPUKAN TANGAN MENGARAH KEPADA ANDA, ITULAH SAAT
YANG TEPAT UNTUK MEMPERKENALKAN DIA YANG MENGASIHI ANDA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mikha 1-3 dan Wahyu 11.
Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama
Pembacaan
Alkitab: Mat. 6:19-34
Doa
baca: Mat. 6:33
Karena
itu, janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai
kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
Beban
saya dalam berita ini ialah menggali butir dasar ini. Kita semua mempunyai
kewajiban kita masing-masing. Ketika kita menunaikan kewajiban kita, kita tidak
boleh melakukannya karena kekhawatiran kita, sebab kita mempunyai hayat ilahi
yang tidak mengenal kekhawatiran. Dan kita memiliki Bapa Surgawi yang mahabisa
dan almuhit, yang memperhatikan kita dalam berbagai aspek. Dunia hari ini penuh
dengan kekhawatiran, tetapi umat kerajaan seyogianya tidak mengkhawatirkan apa
pun. Kita tidak dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidup kita dengan
kekhawatiran kita (ayat 27). Mengenai moralitas, kita memiliki hayat dan sifat
Bapa kita di dalam kita untuk membuat kita dapat menggenapkan tuntutan moral
yang tertinggi. Mengenai kehidupan kita, kita mempunyai Bapa Surgawi sendiri
yang memelihara kita. Namun, ini bukan berarti kita tidak perlu menunaikan
kewajiban kita. Sekalipun kita harus menunaikan kewajiban kita, kita tidak
boleh khawatir. Seperti umat Israel yang hidup berkecukupan dan yang memberikan
bagian tertentu untuk berbagai keperluan, kita pun harus mempunyai tuaian dan
mau memberikan sejumlah tertentu untuk berbagai keperluan. Pada akhirnya, semua
yang kita berikan akan terkumpul dalam bank di surga dan harta kita akan berada
di sana.
Ini
pun berhubungan dengan pertumbuhan kita dalam hayat setiap hari. Baik kemalasan
maupun kekhawatiran akan menunda pertumbuhan Anda dalam hayat. Tidak seorang
pun yang bermalas-malasan dan tidak mau menunaikan kewajibannya dapat bertumbuh
dalam hayat. Setiap orang yang bertumbuh dalam hayat ialah orang-orang yang
rajin dan giat. Sudah selayaknyalah kerajinan dan kegiatan ini akan
menghasilkan pahala dan sejumlah kekayaan materi yang Anda peroleh. Semua
kekayaan ini harus digunakan bukan untuk kekhawatiran Anda, melainkan untuk
pemberian Anda. Kekhawatiran harus pergi. Janganlah memperbolehkan kekhawatiran
menduduki hidup Anda sehari-hari. Karena hayat Bapa yang di dalam Anda tidak
mengenal kekhawatiran, Anda harus pula tidak mempunyai kekhawatiran apa pun.
Setiap kelebihan yang Anda miliki jangan Anda gunakan untuk kekhawatiran Anda.
Gunakanlah untuk menambah tabungan di bank di surga. Saya meyakinkan Anda jika
Anda demikian, Anda akan bertumbuh dalam hayat. Satu-satunya orang yang
bertumbuh dalam hayat ialah orang yang rajin, dan yang tidak menggunakan
kelebihannya untuk kekhawatirannya. Anda perlu rajin belajar, mencapai nilai
yang baik, dan meraih gelar yang tertinggi. Namun, kekayaan yang Anda peroleh
jangan Anda gunakan untuk kekhawatiran Anda. Kita bekerja dan menunaikan
kewajiban kita, tanpa kekhawatiran sedikit pun. Inilah jalan yang tepat untuk
bertumbuh dalam hayat Bapa.
Kerajaan
Bapa adalah realitas Kerajaan Surga hari ini, realitas hidup gereja hari ini,
dan akan menjadi manifestasi Kerajaan Surga pada zaman yang akan datang.
Kebenaran Bapa adalah kebenaran yang dinyatakan dengan memelihara hukum baru
kerajaan, seperti yang disebutkan dalam 5:20. Karena umat kerajaan mencari
kerajaan dan kebenaran Bapa Surgawi lebih dulu, maka tidak saja Kerajaan-Nya
dan kebenaran-Nya akan diberikan kepada mereka, tetapi juga semua keperluan
mereka akan di-tambahkan kepada mereka (ay. 33).
Sumber:
Pelajaran-Hayat Matius, Buku 2, Berita 22

No comments:
Post a Comment