Wednesday, 20 December 2017

20 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
Lukas 2:11
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

Juruselamat telah lahir! Seberapa antusias kita dengan pesan ini? Bisa saja perayaan-perayaan yang meriah dan berkesan mewah membuat kita kehilangan rasa takjub akan Allah yang berbaring dalam palungan. Dia yang tak terbatas rela membatasi diri agar kita dapat mengenal-Nya. Apakah kita memiliki semangat para gembala yang tak hanya puas mendengarkan berita malaikat, tetapi rindu mengalami sendiri perjumpaan dengan Sang Mesias?

Refleksi Natal tahun ini mengingatkan kita betapa perlunya selalu memeriksa diri, apakh kita tetap  antusias dalam hubungan kita dengan Tuhan. Adakah tempat terutama dalam hati ini menjadi milik Yesus setiap waktu? Apakah setiap pesan Firman Tuhan membuat kita  ingin “cepat-cepat” menaati-Nya, atau kita justru berlambat-lambat, bahkan pura-pura tidak pernah mendengar-Nya? Siapa pun bisa saja mengaku sebagai pengikut Yesus, atau merayakan Natal dengan gempita. Namun, Tuhan mengetahui mana hati yang benar-benar haus akan Dia, dan mana hati yang tertutup bagi-Nya.

Kiranya kita tidak hanya merayakan Natal karena tradisi, tetapi karena keyakinan yang makin kuat akan kebenaran tentang Sang Juruselamat yang telah lahir bagi segala suku bangsa. Kiranya hati kita tak hanya diliputi kerinduan akan suasana Natal yang damai dan menyenangkan, tetapi juga kerinduan untuk makin mengenal Sang Pembawa Damai Sejati secara pribadi, untuk bertumbuh makin serupa Dia, dan untuk membagikan karya keselamatan-Nya kepada dunia. Amin

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Mikha 1-3 
PB: Wahyu 11

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 20 Desember 2017. PEMBERI SEGALA YANG BAIK. Bacaan: Filipi 3:1-11. “... Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Timotius 6:17b). Seorang hamba Tuhan menerima pinjaman mobil mewah dari jemaatnya yang kaya untuk liburan. Sepanjang perjalanan ia mengendarai mobil dengan nyaman dan setiap orang memandang kagum ke arahnya. Saat sedang mengisi bensin, seorang pria berkata padanya, “Wow, mobil yang sangat indah. Betapa beruntungnya Anda!” Sebuah peperangan rohani berkecamuk di hatinya, namun ia menang, dan berkata, “Itu bukan mobil saya, tapi saya menyukainya!” Kita memiliki banyak kesempatan untuk menerima pujian bagi diri sendiri dalam setiap keberhasilan. Tetapi pikirkanlah, betapa kita tidak akan berhasil jika bukan Tuhan yang memberikan kita kesempatan lewat kemampuan untuk mencapai hal-hal yang terpuji. Ketika orang-orang melihat bahwa kita memiliki sesuatu yang baik, akankah kemuliaan untuk diri kita sendiri, atau kita mengubah sorotan berbalik kembali kepada Allah? Paulus dengan tepat mengatakan dalam bacaan kita ketika ia mendorong setiap orang untuk berhenti membual tentang dirinya sendiri dan mulai bersukacita di dalam Tuhan. Ia mengumpulkan daftar mengesankan tentang dirinya dan mengatakan mereka seperti “sampah” jika dibandingkan dengan memiliki kemuliaan Kristus dalam hidup-Nya. Hal ini bukan berarti bahwa kita tidak dapat menikmati kesenangan dalam hal-hal yang baik yang diberikan Allah kepada kita. Hanya saja, penting untuk menyadari bahwa setiap pujian untuk semua kebaikan yang kita miliki seharusnya dipersembahkan kepada satu pribadi yang tepat: Tuhan, pemberi dari segala yang baik (1 Tim. 6:17). SAAT SETIAP TEPUKAN TANGAN MENGARAH KEPADA ANDA, ITULAH SAAT YANG TEPAT UNTUK MEMPERKENALKAN DIA YANG MENGASIHI ANDA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mikha 1-3 dan Wahyu 11.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama
Pembacaan Alkitab: Mat. 6:19-34
Doa baca: Mat. 6:33
Karena itu, janganlah kamu khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Beban saya dalam berita ini ialah menggali butir dasar ini. Kita semua mempunyai kewajiban kita masing-masing. Ketika kita menunaikan kewajiban kita, kita tidak boleh melakukannya karena kekhawatiran kita, sebab kita mempunyai hayat ilahi yang tidak mengenal kekhawatiran. Dan kita memiliki Bapa Surgawi yang mahabisa dan almuhit, yang memperhatikan kita dalam berbagai aspek. Dunia hari ini penuh dengan kekhawatiran, tetapi umat kerajaan seyogianya tidak mengkhawatirkan apa pun. Kita tidak dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidup kita dengan kekhawatiran kita (ayat 27). Mengenai moralitas, kita memiliki hayat dan sifat Bapa kita di dalam kita untuk membuat kita dapat menggenapkan tuntutan moral yang tertinggi. Mengenai kehidupan kita, kita mempunyai Bapa Surgawi sendiri yang memelihara kita. Namun, ini bukan berarti kita tidak perlu menunaikan kewajiban kita. Sekalipun kita harus menunaikan kewajiban kita, kita tidak boleh khawatir. Seperti umat Israel yang hidup berkecukupan dan yang memberikan bagian tertentu untuk berbagai keperluan, kita pun harus mempunyai tuaian dan mau memberikan sejumlah tertentu untuk berbagai keperluan. Pada akhirnya, semua yang kita berikan akan terkumpul dalam bank di surga dan harta kita akan berada di sana.

Ini pun berhubungan dengan pertumbuhan kita dalam hayat setiap hari. Baik kemalasan maupun kekhawatiran akan menunda pertumbuhan Anda dalam hayat. Tidak seorang pun yang bermalas-malasan dan tidak mau menunaikan kewajibannya dapat bertumbuh dalam hayat. Setiap orang yang bertumbuh dalam hayat ialah orang-orang yang rajin dan giat. Sudah selayaknyalah kerajinan dan kegiatan ini akan menghasilkan pahala dan sejumlah kekayaan materi yang Anda peroleh. Semua kekayaan ini harus digunakan bukan untuk kekhawatiran Anda, melainkan untuk pemberian Anda. Kekhawatiran harus pergi. Janganlah memperbolehkan kekhawatiran menduduki hidup Anda sehari-hari. Karena hayat Bapa yang di dalam Anda tidak mengenal kekhawatiran, Anda harus pula tidak mempunyai kekhawatiran apa pun. Setiap kelebihan yang Anda miliki jangan Anda gunakan untuk kekhawatiran Anda. Gunakanlah untuk menambah tabungan di bank di surga. Saya meyakinkan Anda jika Anda demikian, Anda akan bertumbuh dalam hayat. Satu-satunya orang yang bertumbuh dalam hayat ialah orang yang rajin, dan yang tidak menggunakan kelebihannya untuk kekhawatirannya. Anda perlu rajin belajar, mencapai nilai yang baik, dan meraih gelar yang tertinggi. Namun, kekayaan yang Anda peroleh jangan Anda gunakan untuk kekhawatiran Anda. Kita bekerja dan menunaikan kewajiban kita, tanpa kekhawatiran sedikit pun. Inilah jalan yang tepat untuk bertumbuh dalam hayat Bapa.

Kerajaan Bapa adalah realitas Kerajaan Surga hari ini, realitas hidup gereja hari ini, dan akan menjadi manifestasi Kerajaan Surga pada zaman yang akan datang. Kebenaran Bapa adalah kebenaran yang dinyatakan dengan memelihara hukum baru kerajaan, seperti yang disebutkan dalam 5:20. Karena umat kerajaan mencari kerajaan dan kebenaran Bapa Surgawi lebih dulu, maka tidak saja Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya akan diberikan kepada mereka, tetapi juga semua keperluan mereka akan di-tambahkan kepada mereka (ay. 33).

Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 2, Berita 22

No comments:

Post a Comment