Friday, 29 December 2017

29 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






KILAS BALIK 2017 (2)
MOVED ON 

Alkitab berkata: “Aku ini [TUHAN] mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11)

Kita hanya bisa melihat sebatas mata dan pikiran kita. Tetapi, Tuhan tahu segalanya. Dan, sekalipun Dia tidak memberikan detail peristiwa yang akan kita alami hari demi hari, Dia memberikan gambaran masa depan yang pasti dihadapi semua orang di dunia ini.  Daripada sibuk mencari tahu perhitungan manusia yang serba tak pasti, bukankah lebih baik kita mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang menurut Tuhan pasti akan terjadi? Apakah kita sudah siap moved on untuk menghadapi tantangan dimasa yang akan datang?

Walau kita tak tahu apa yang menanti di hidup kita. Apa yang akan terjadi di masa depan, namun yang kita tahu Allah itu setia, sebab Dia telah sering membuktikannya —Amin.

Bimbingan Allah di masa lalu memberi kita keberanian untuk menghadapi masa depan. Yess.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Zhakharia 9-12
PB: Wahyu 20

#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMLOVED

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 29 Desember 2017. ADAGIO, ADANTE, ALLEGRO. Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pengkotbah 3:11). Adagio (lambat), andante (sedang), dan allegro (cepat) adalah tiga tempo dalam orkestra musik klasik. Musik klasik biasanya berdurasi 20-30 menit per judul, yang disebut simfoni. Dalam satu simfoni perubahan tempo bisa terjadi secara acak dan berkali-kali. Dari adagio ke andante, lalu ke allegro, atau sebaliknya. Oleh kepiawaian komposer dalam mengatur tempo, simfoni tersebut terdengar indah di telinga. Suatu ketika, dengan menggunakan gawai, iseng-iseng saya mengganti tempo salah satu simfoni menjadi lebih lambat dan lebih cepat. Hasilnya, simfoni itu jadi aneh dan sangat tidak enak didengar. Allah, Sang komposer mahaagung, juga menetapkan tempo atau waktu yang tepat untuk semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya (ay. 1-15). Dari awal sampai akhir, bahkan sebelum saya lahir dan mengenal Dia, tergubah begitu indah. Namun, saya sering mengacaukan tempo Allah. Saya merusak simfoni-Nya. Saya melecehkan Allah karena merasa mampu membuat karya yang lebih baik dari karya- Nya. Saya tidak menyadari bahwa tempo atau waktu Allah itulah yang paling indah, dan tidak ada manusia yang dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (ay. 11). Allah tidak pernah salah dalam menentukan tempo. Manusialah yang merusak tempo itu sehingga hidupnya tidak damai sejahtera. Maka, saya akan memohon bimbingan Allah agar tidak lagi merusak hasil karya-Nya. Kiranya ketika simfoni saya selesai dimainkan, Sang komposer tersenyum puas menyimak hasil karya-Nya. UJIAN TERSULIT DALAM HIDUP ADALAH KESABARAN UNTUK MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Zakharia 9-12 dan Wahyu 20.

No comments:

Post a Comment