SO LOVED CHRISTMAS
#SolovedChristmas
Memuji dengan BERSUKACITA
Pada
saat kita memuji TUHAN dengan segenap hati, kita pun mengalami SUKACITA yang menjadi tujuan penciptaan kita itu. Sama
seperti indahnya matahari terbenam atau pemandangan alam yang teduh mengarahkan
kita pada kemuliaan Tuhan Pencipta, demikianlah penyembahan menarik kita pada
persekutuan rohani yang intim dengan-Nya. Pemazmur mengatakan, “Besarlah TUHAN dan sangat terpuji… TUHAN
dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya” (Mzm 145:3, 18). TUHAN
Sebenarnya tidak membutuhkan pujian kita, tetapi kita perlu memuji Tuhan.
Dengan menikmati hadirat-Nya, kita mereguk SUKACITA yang mengalir dari kasih-Nya yang
tak terbatas dan BERSUKA di dalam Dia
yang telah datang untuk menebus dan memulihkan kita. “Di hadapan-Mu ada SUKACITA berlimpah-limpah,” kata pemazmur. “Di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa”
(Mzm. 16:11). Ya Tuhan, Engkaulah TUHAN yang Mahabesar dan Mahakuasa,
Pencipta alam semesta. Kami akan memuji nama-Mu selalu. Tiada TUHAN selain
Engkau saja. Kiranya penyembahan kami adalah peyembahan dengan HATI yang berlimpah dengan pujian & ucapan syukur kepadaMu. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Hosea 1-4
PB:
Wahyu 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLove
#HappSunday
#HappyServingGod
WM Stars
Orang
kaya ini sudah mau mati, tapi dokter malah menyuruhnya melakukan “3 hal ini”,
tak disangka setelah dilakukan, ia serasa “Hidup Kembali”! Ada seorang pria tua
yang sangat kaya raya. Namun, walau berlimpa harta, ia terkena penyakit ganas
yang tidak bisa diobati. Merasa bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, ia merasa
amat sangat takut. Ia pun berkunjung ke seorang tabib yang terkenal. Setelah
mengecek denyut nadinya, Tabib itu berkata, “Penyakit ini tidak ada obatnya,
tapi ada 1 cara. Sini saya kasih 3 macam resep. Kamu buka dan lakukan sesuai
dengan apa yang ditulis di atas. Tapi kamu harus selesai 1 dulu baru kamu boleh
buka yang lain.” Sepulangnya ke rumah, orang kaya itu membuka resep pertama.
Resep itu bertuliskan, “Pergilah ke tepi pantai, baringlah selama 30 menit
setiap hari berturut-turut selama 21 hari.” Orang kaya itu bingung, tapi ia
tetap melakukannya sesuai pesan dokter itu. Setiap harinya ia pergi ke pantai
dan berbaring di atas pasir, tapi nyatanya, ia berbaring sampai hampir 2 jam
setiap hari. Ia tidak pernah merasa begitu nyaman dalam hidupnya karena
biasanya ia sangat sibuk. Tiduran sambil mendengar suara angin, ombak dan suara
burung berkicau benar-benar membuat hatinya terasa begitu damai. Hari ke 22, ia
membuka resep kedua. Di dalamnya bertuliskan, “Carilah 5 ekor ikan, udang, atau
kerang di tepi pantai dan kembalikan mereka ke laut. Lakukan setiap hari
berturut-turut selama 21 hari.” Ia berpikir, apa lagi ini, namun ia tetap
melakukan sesuai dengan apa yang dituliskan. Siapa sangka, setiap kali ia
melepas ikan dan udang tersebut ke laut, entah kenapa ia merasa hatinya tergerak.
Hari ke 43, ia membuka resep terakhir. Kali ini, resep tersebut bertuliskan, “Carilah
sebatang ranting pohon dan tulis semua amarah dan kebencianmu di atas pasir.”
Baru saja ia selesai tulis 1, ombak langsung datang dan menghapus tulisannya.
Ia tulis lagi, ombak datang lagi dan menghapusnya. Satu per satu, seluruh
amarah dan kebencian yang ia pendam, terhapus dan hilang dibawa laut.
Tiba-tiba, air mata mengucur di pipinya. Setelah kembali ke rumah, ia merasa
seluruh badannya lega, terasa begitu ringan, seakan-akan semua bebannya sudah
terangkat, hanya menyisakan hati yang tenang dan damai, bahkan ia sudah tidak
takut mati. Ternyata, jika manusia tidak tahu tentang 3 hal ini, maka selamanya
ia akan sulit untuk bahagia:
1.
Istirahat
2.
Memberi
3.
Merelakan
Keserakahan
adalah racun. Hasrat manusia tidak memiliki akhir. Setelah mendapat kestabilan,
selanjutnya mengejar kenyamanan. Setelah mendapat kenyamanan, selanjutnya
mengejar kemewahan. Selama keinginan manusia tidak berakhir, ia tidak akan
pernah bahagia. Bersyukur dan merasa puas akan mendatangkan kebahagiaan.
Hargailah apa yang Anda miliki sekarang dan Anda akan menemukan bahwa Anda
adalah orang terkaya di dunia.
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 10 Desember 2017. BERLANDASKAN KUASA TUHAN. Bacaan: Keluaran 4.
“Oleh
sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang
harus kaukatakan” (Keluaran 4:12). Saya bukan siswa yang pandai ketika
bersekolah. Bahkan saya pernah tidak naik kelas di SMA. Ditambah oleh fisik
yang lemah, saya pun merasa sangat tidak percaya diri. Daya konsentrasi yang
buruk dan takut salah membuat saya selalu tampak ragu dan tidak lancar
berbicara. Namun secara perlahan namun pasti, saya semakin percaya diri. Hal
itu diawali ketika saya merasa doa-doa saya untuk orang lain dijawab secara
ajaib. Tuhan berkenan menyertai saya sekalipun saya penuh kelemahan. Tidak
percaya diri juga melanda diri Musa ketika dia dipanggil untuk memimpin Israel
keluar dari Mesir. Tentu dia teringat akan pengalamannya sebagai orang yang
ditolak teman-teman sebangsa yang dibelanya. Oleh pengalaman pahit itu, mungkin
Musa menuduh dirinya sebagai orang yang gagal dan penakut. Apalagi saat itu
pun, Musa bukan siapa-siapa. Pekerjaannya hanyalah gembala domba yang bahkan
bukan miliknya sendiri, melainkan milik mertuanya. Berkata-kata menentang
Firaun yang berkuasa dan dikelilingi oleh tentara yang hebat tentu membuat
gentar. Namun TUHAN meneguhkan Musa dengan janji akan menyertai serta
mengajarnya. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani sesamanya. Namun
ketidakpercayaan diri ada kalanya membuat kita menolak melayani. Dalam keadaan
demikian, ada baiknya kita bercermin pada pengalaman Musa. Orang yang kita
hadapi merasa terbantu dan terberkati bukan bergantung pada keterampilan hebat
dan kefasihan kita berbicara. Sebaliknya, Tuhanlah yang empunya kuasa yang
membuat kita berhasil. KEBERHASILAN MELAYANI SESAMA TERLETAK PADA KUASA
PENYERTAAN DARI TUHAN YANG MEMERCAYAKAN TUGAS ITU KEPADA KITA. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Hosea
1-4 dan Wahyu 1.
WM Stars
Kerjakan
bagian kita sebaik mungkin, janganlah menganggap segala sesuatu dapat kita raih
dengan instan karena semua ada waktunya (Pengkhotbah 3: 11). Jangan sia-siakan
talenta yang sudah Tuhan percayakan pada kita, kerjakan sepenuh hati dengan
mengandalkan Tuhan (Pengkhotbah 9: 10). Tuhan akan melakukan jauh lebih
besar dari yang kita pikirkan, kalau kita mau melangkah bersamaNya (Efesus 3:
20). Serahkanlah hidup kita kepada Tuhan, karena Dia yang tahu segalanya
atas hidup kita (Amsal 16: 3).
WM Stars
Copas
tulisan teman yang sangat bagus dan mendidik kita, agak panjang memang:
DO YOUR CHILDREN WORK HARDER THAN YOU? (Apakah anak-anak anda bekerja
lebih keras daripada Anda?)
Pagi
itu saya breakfast di Westin Hotel di Rasuna Said. Sebut saja namanya Bertrand,
seorang investor yang banyak pengalaman di dunia bisnis. Dia pernah menjadi CEO
di 3 perusahaan di 3 negara yang berbeda. Dan ternyata pagi itu saya belajar
banyak sekali dari Bertrand.
Bertrand
bercerita bahwa sekarang dia berusia 70 tahun (dan masih sehat). Waktu dia
lulus universitas, bumi ini dihuni oleh 3 Milyard manusia. Sekarang bumi dihuni
oleh 7 Milyard manusia. Dan pada saat anak-anak kita nanti lulus universitas,
bumi akan dihuni oleh 9 milyard manusia.
Apa
maksudnya? Berarti kompetisi akan semakin lama semakin keras. Baik itu
kompetisi untuk masuk di universitas terbaik ataupun kompetisi untuk mendapatkak
job terbaik (setelah anak-anak kita diwisuda nanti). Ya wajarlah, penghuni bumi
semakin banyak, buminya ukurannya sama, sumberdaya alamnya makin menurun
(karena diambil terus-terusan). Berarti kompetisi akan semakin ketat.
Kalau
Anda lulusan universitas terbaik, atau kalau Anda mendapatkan job di perusahaan
terbaik, tanyakan kepada Anda sendiri apakah anak-anak Anda nanti akan diterima
di universitas terbaik dan mendapatkan job di perusahaan terbaik? Kenapa?
Kompetitisi semakin sulit. Berarti untuk memenangkan kompetisi yang semakin
sulit, anak-anak kita harus bekeja lebih keras daripada kita dulu. Yakinkah
kita bahwa anak-anak kita bekerja lebih keras daripada kita?
Karena
banyak sekali di antara kita yang mendapatkan pekerjaan terbaik (dengan
kesibukan yang mapan), dan cenderung memanjakan anak-anak dengan apa yang
mereka mau (termasuk gadget mutakhir), dan ternyata itu justru mengurangi jam
belajar mereka. Kalau mereka tidak terbiasa bekerja keras dari kecil, bagaimana
mereka akan memenangkan kompetisi yang jauh lebih sulit (ingat, melawan 9
milyard manusia di bumi ini). Banyak orang tua yang sudah menabung uang banyak-banyak
di bank (baik tabungan maupun asuransi pendidikan). Dananya disiapkan, tetapi
apakah otak anak-anak kita juga disiapkan? Jleb!
Ingat
bagaimana Anda dulu harus bekerja keras untuk mencapai kehidupan yang sekarang?
Anak-anak anda harus berjuang, bekerja dan belajar lebih keras lagi! Masalahnya
banyak orang tua yang karena kesibukan (kariernya) cenderung memberikan
fasilitas kepada anaknya (hidup yang nyaman, pembantu, sopir, gadget ...etc). Karena
mereka dulu merasa hidup susah, dan tidak ingin anak-anaknya hidup susah lagi. Karena
mereka sibuk dengan kariernya, mereka berusaha menebus dosa dan memberikan
segala fasilitas. Mereka lupa bahwa dengan melakukan itu mereka “menghancurkan”
masa depan mereka. Anak-anak kita perlu semangat kerja dan kerja keras yang
lebih tinggi dari kita. Kan kompetisinya akan lebih keras?
Makanya
mereka harus lebih “susah” daripada kita. Karena sebenarnya yang lebih
penting untuk memenangkan kompetisi di masa depan itu, bukanlah kemahiran
bermain budget, bukanlah kemampuan akademis yang jago, bahkan sebenarnya bukan
ijasah dari universitas ternama (saya mengenal banyak CEO yang dari universitas
biasa-biasa, dan saya juga mengenal banyak teman yang dari universitas ternama
tapi kariernya gak kemana-mana).
Yang
akan menentukan daya kompetive mereka nanti adalah daya juang mereka, semangat
pantang menyerah, fighting spirit! Dan itu hanya bisa dibentuk kalau sejak
kecil anak Anda dibiasakan bekerja keras! Bukan dimanjakan dengan dikasih
gadget mutakhir, dengan semuanya dikerjakan oleh pembantu, dan dimanjakan oleh
orang tuanya!
Di
sinilah pentingnya mengajak dan mendorong mereka bekerja keras, “hidup susah”,
agar mereka tahan banting dan itu akan membuat mereka mempunyai semangat juang
yang tinggi!
Ingat,
saya tidak bilang bahwa Anda tidak boleh memberikan gadget kepada anak-anak Anda,
saya juga nggak bilang bahwa keluarga Anda nggak boleh punya pembantu. Saya
bilang it is okay kalau Anda memberikan fasilitas kepada anak-anak Anda, tetapi
fasilitas itu harus diimbangi dengan dorongan Anda untuk bekerja keras! Jadi
bagaimana dong menyeimbangkannya? Ikuti kelima rekomendasi di bawah ini...
0.
UNDERSTAND THEIR DREAMS
Coba
pahami di mana passion mereka. Apa-cita cita mereka di masa depan. Ingat anak-anak
Anda bukanlah foto copy Anda. Anak-anak Anda juga bukan korban masa lalu Anda.
Banyak orang tua yang memaksa anaknya untuk mendalami profesi orangtuanya, atau
memaksa anaknya karena kegagalan orang tua di masa lalu (contoh memaksa anak
menjadi pilot atau dokter, padahal belum tentu itu yang dimaui anaknya). Biarkan
anak-anak Anda membangun mimpi mereka sendiri, agar mereka lebih bersemangat
untuk mengejar mimpi mereka!
0.
HELP THEM TO BUILD THE PATH TO REACH THEIR DREAMS
Setelah
anak Anda jelas mimpinya mau menjadi apa, sekarang bantulah untuk menjelaskan
jalan apa yang harus ditempuh agar cita-cita tersebut bisa tercapai! Misalnya
kalau ingin menjadi arsitek yang baik, berarti harus dari sekarang belajar
keras agar masuk jurusan yang sesuai di SMA, kemudian juga rajin berlatih
menggambar. Kemudian setelah itu, ya harus belajar keras lagi agar nanti
diterima di universitas yang bagus.
0.
MOTIVATE THEM TO WORK HARD
Motivasi
mereka agar mereka mau (dan dengan kesadaran mereka sendiri), mereka mau rajin
belajar dan bekerja keras! Gambarkan pada mereka betapa menyenangkannya hidup
mereka kalau berhasil mencapai cita-cita mereka. Mereka akan sukses, dihormati
orang, dengan penghasilan yang tinggi sambil mengerjakan sesuatu yang mereka
sukai! Bandingkan dengan sebaliknya, harus bekerja siang malam, melakukan
sesuatu yang nggak mereka sukai, penghasilan minim dan belum tentu dihormati
orang lain. Kasih tahu mereka bahwa pilihan itu ada di tangan mereka sendiri!
0.
BALANCING THE HARDWORK and THE REWARDS
Now
we come to the hard part. Di sini Anda harus menyeimbangkan antara orang tua
yang “penyayang” dan orang tua yang “tegas”. Percayalah bahwa kedua-duanya
dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Kalau anda hanya bisa memainkan peran “penyayang”
nanti anak Anda tidak akan bekerja keras dan sudah berkompetisi di masa depan. Kalau
Anda hanya bisa memainkan peran “tegas dan keras” mungkin anak Anda akan rajin
belajar, tapi ternyata nanti akan stress karena tingginya pressure yang mereka
terima. Seimbangkan kedua peran itu, lakukan kedua-duanya di saat yang tepat.
0.
BE A ROLE MODEL, GIVE THEM GOOD EXAMPLES
Terakhir,
dan yang paling penting, kalau Anda ingin anak-anak Anda melakukan sesatu ya
berarti Anda harus melakukannya terlebih dahulu agar anak-anak Anda juga
mencontohnya. Misalnya kalau Anda ingin anak-anak Anda membatasi waktu mereka
di gadget, ya mungkin sudah waktunya Anda mengurangi jumlah WA group Anda yang
30-an itu (5 group alumni universitas, 2 group keluarga, 2 group tetangga, 5
group SMA ... etc)
Kalau
Anda ingin anak Anda rajin membaca dan belajar ya kalau ke toko buku Anda
minimal harus beli dua buku, satu untuk Anda dan satu untuk anak Anda.
The
change starts from yourself. Perubahan itu dimulai dari diri Anda sendiri, sebelum
Anda menyuruh anak Anda berubah!
Jadi
ingat ya, agar anak-anak anda lebih mampu bersaing di masa depan yang akan
semakin kompetitive, lakukan kelima langkah ini...
0.
UNDERSTAND THEIR DREAMS
0.
HELP THEM TO BUILD THE PATH TO REACH THEIR DREAMS
0.
MOTIVATE THEM TO WORK HARD
0.
BALANCING THEIR REWARDS
0.
BE A ROLE MODEL, GIVE THEM GOOD EXAMPLES
Dan
ternyata seringkali yang paling sudah adalah yang terakhir, bagaimana menjadi
contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak kita. Because change wont happen,
unless the change starts from ourselves!
Salam
Hangat
Pambudi
SSunarsihanto

No comments:
Post a Comment