Saturday, 2 December 2017

2 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
Roma 8:37 (TB), “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh DIA yang telah MENGASIHI kita.”

Hidup tidak akan pernah sama lagi ketika kita berjumpa dengan Tuhan secara pribadi dan mengetahui bahwa Dia sangat mencintai kita. Firman-Nya akan mengubah cara kita berpikir dan bertindak. Kita tidak akan lagi menangisi diri karena merasa tidak dicintai. Sebaliknya, karena kita tahu bahwa kita dicintai Tuhan, kita akan makin mencintai orang-orang di sekitar kita. Kita ingin mereka juga tahu bahwa mereka sangat dicintai Tuhan.

Bapa, tolonglah kami agar selalu mengingat CINTA-Mu yang tak bersyarat bagi kami, dan kiranya kami berpegang teguh pada pengharapan bahkan ketika kami kehilangan ‘sesuatu’ yang paling berharga dalam hidup kami, kami tetap PERCAYA Ada TUHAN YESUS yang TETAP MENGASIHI/MENCINTAI kami selamaNya. Terima kasih  ya TUHAN untuk cintaMu yang tak berkesudahan dalam hidup kami. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yehezkiel 42-44
PB: 1 Yoh 1

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 2 Desember 2017. ANUGERAH DAN PRESTASI. Bacaan: Lukas 1:26-38. “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah” (Lukas 1:30). Jean-Dominique Bauby adalah editor, penulis, dan jurnalis kenamaan dari majalah Prancis, ELLE. Pada 1995, ia mengalami serangan jantung parah dan koma selama 20 hari. Ternyata ia terkena sindrom saraf langka, yaitu locked-in syndrome. Penderitanya lumpuh total, tetapi pikirannya tetap sadar. Dalam kondisi itu, Bauby menulis The Diving Bell and the Butterfly dengan cara mengedipkan mata ketika penulis yang membantunya menunjukkan huruf yang benar. Ia menulis dan mengedit buku itu sepenuhnya dalam kepalanya, huruf demi huruf. Bauby meninggal dua hari setelah bukunya terbit. Ia tercatat sebagai salah satu manusia yang berprestasi dan produktif dalam segala keadaan. Allah yang Mahakuasa memilih perawan Maria, seorang gadis desa yang sederhana, tulus dan rendah hati. Maria menempatkan diri sebagai hamba Allah dan merindukan kehendak Allah terjadi atas hidupnya. Tercatat bahwa Maria “beroleh kasih karunia” (ay. 30) atau charis atau anugerah. Sebuah pemberian yang diberikan kepada orang yang tidak layak menerimanya. Allah yang sepenuhnya berinisiatif memberikan anugerah-Nya atas Maria. Kepada setiap orang percaya, Tuhan memberikan anugerah yang sama. Dosa yang membuat kita “lumpuh” dalam segala hal tidak menghalangi anugerah Allah untuk memanggil, menguduskan, melayakkan, dan memampukan kita untuk melayani Dia. Sekali lagi, bukan karena usaha kita, kata Paulus (Ef. 2:8-10). Oleh karena itu, marilah kita kembali menghayati anugerah Allah secara benar supaya kita dapat melayani Allah dengan sukacita dan rendah hati. ANUGERAH TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGATASI KELUMPUHAN AKIBAT DOSA. Selamat pagi. Enjoy your weekend. Tuhan Yesus mengasihi. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 42-44 dan 1 Yohanes 1.

Ibu Caroline – Bandung
Ibrani 11:39-40, “Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.”

Iman kita tidak akan mencapai kesempurnaan 
Akan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya 
Masa depan pemimpin ada pada bawahannya
Masa depan pemimpin rohani tergantung pada anak rohaninya
Bangun generasi mendatang dengan pengajaran yang benar
Generasi yang bisa memisahkan diri dari yang jahat 
Bangun generasi dengan nilai hidup yang benar, ada nilai hidup yang benar.

Anak-anak Eli bergaul dengan Samuel tapi Samuel tidak terkontaminasi. Seorang leader yang baik bisa membangun bawahannya menjadi orang yang berhasil dan berprestasi. TUHAN, tolong kami supaya boleh menjadi ortu yang bisa membangun anak-anak kami dengan nilai hidup yang benar... Bisa menolong mendidik anak-anak kami menjadi orang yang benar yang hidupnya takut TUHAN dan berhasil... Hidup mereka boleh menjadi saksi Kristus dan jadi berkat… Tolong kami supaya bisa membangun anak-anak kami hidup tumbuh dewasa dan mandiri... Tolong kami ROH KUDUS... Supaya kami diberi hikmat bisa membangun generasi yang siap dilatih mental mereka untuk bisa menangkap visi dan destiny Gereja... Melatih iman mereka dengan pengetahuan pengertian yang bisa mengerti kehendak TUHAN. Terampil dalam menangkap visi TUHAN dan mau hidup selaras dengan TUHAN... Biarlah visi kami yang belum tergenapi boleh dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Seperti Salomo yang menggenapi rencana Daud.

1 Raja-Raja 5:5 
Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku. 

Thank You LORD... Kami sehati dan sepakat berdoa dalam nama YESUS. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Kencan Dengan Tuhan. Sabtu, 2 Desember 2017. Bacaan: Amsal 10:4, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”
Renungan:
Calvin Coolidge berkata, “Di dunia ini tidak ada yang dapat menggantikan kegigihan dan keuletan. Begitu pentingnya kegigihan dan keuletan sehingga bakat pun tidak menggantikannya. Mengapa? Banyak orang gagal meskipun sebenarnya mereka berbakat. Begitu juga pendidikan tidak dapat menggantikannya karena di mana-mana kita akan menemukan orang-orang yang berpendidikan bahkan memiliki titel lebih dari satu namun tidak berhasil mencapai apapun juga.” Kegigihan dan keuletan berhubungan erat dengan rajin dan bekerja keras. Orang yang ulet pastilah rajin dan suka bekerja. 

Kita sering memilih untuk tidak bekerja daripada mengerjakan pekerjaan rendah yang menurut kita tidak cocok, meskipun pekerjaan itu baik dan halal. Kita mendambakan pekerjaan yang “wah” tetapi tidak mau mulai mengerjakan dengan rajin pekerjaan yang kecil-kecil atau pekerjaan apa saja yang dapat kita kerjakan saat ini. Apapun yang dapat kita kerjakan saat ini, kerjakanlah itu dengan tekun dan rajin karena mungkin saja Tuhan sedang melatih dan memersiapkan kita untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi dan mencapai suatu keberhasilan yang besar kelak. Kalau kita sengaja bermalas-malasan dan menyia-nyiakan apa yang dapat kita kerjakan saat ini, itu sama saja dengan membakar jembatan yang seharusnya dilalui untuk membawa kita pada kesuksesan dan hidup yang diberkati. Lawanlah kemalasan, gengsi yang berlebihan dan bekerjalah dengan rajin, maka Tuhan akan memberkati kita. Tuhan memberkati. 

Doa:
Yesus, tambahkanlah kerajinanku, agar pekerjaan yang dilakukan oleh tangan, pikiran dan perkataanku dapat menghasilkan berkat berkelimpahan. Amin.

No comments:

Post a Comment