SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Roma
8:37 (TB), “Tetapi dalam semuanya
itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh DIA yang telah MENGASIHI
kita.”
Hidup
tidak akan pernah sama lagi ketika kita berjumpa dengan Tuhan secara pribadi dan
mengetahui bahwa Dia sangat mencintai kita. Firman-Nya akan mengubah cara kita
berpikir dan bertindak. Kita tidak akan lagi menangisi diri karena merasa tidak
dicintai. Sebaliknya, karena kita tahu bahwa kita dicintai Tuhan, kita akan
makin mencintai orang-orang di sekitar kita. Kita ingin mereka juga tahu bahwa
mereka sangat dicintai Tuhan.
Bapa,
tolonglah kami agar selalu mengingat CINTA-Mu yang tak bersyarat bagi kami, dan
kiranya kami berpegang teguh pada pengharapan bahkan ketika kami kehilangan ‘sesuatu’
yang paling berharga dalam hidup kami, kami tetap PERCAYA Ada TUHAN YESUS yang
TETAP MENGASIHI/MENCINTAI kami selamaNya. Terima kasih ya TUHAN untuk cintaMu
yang tak berkesudahan dalam hidup kami. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yehezkiel 42-44
PB:
1 Yoh 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 2 Desember 2017. ANUGERAH DAN PRESTASI. Bacaan: Lukas 1:26-38. “Jangan
takut, hai Maria, sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah” (Lukas 1:30).
Jean-Dominique Bauby adalah editor, penulis, dan jurnalis kenamaan dari majalah
Prancis, ELLE. Pada 1995, ia mengalami serangan jantung parah dan koma selama 20
hari. Ternyata ia terkena sindrom saraf langka, yaitu locked-in syndrome.
Penderitanya lumpuh total, tetapi pikirannya tetap sadar. Dalam kondisi itu,
Bauby menulis The Diving Bell and the Butterfly dengan cara mengedipkan mata
ketika penulis yang membantunya menunjukkan huruf yang benar. Ia menulis dan
mengedit buku itu sepenuhnya dalam kepalanya, huruf demi huruf. Bauby meninggal
dua hari setelah bukunya terbit. Ia tercatat sebagai salah satu manusia yang
berprestasi dan produktif dalam segala keadaan. Allah yang Mahakuasa memilih
perawan Maria, seorang gadis desa yang sederhana, tulus dan rendah hati. Maria
menempatkan diri sebagai hamba Allah dan merindukan kehendak Allah terjadi atas
hidupnya. Tercatat bahwa Maria “beroleh kasih karunia” (ay. 30) atau charis
atau anugerah. Sebuah pemberian yang diberikan kepada orang yang tidak layak
menerimanya. Allah yang sepenuhnya berinisiatif memberikan anugerah-Nya atas
Maria. Kepada setiap orang percaya, Tuhan memberikan anugerah yang sama. Dosa
yang membuat kita “lumpuh” dalam segala hal tidak menghalangi anugerah Allah
untuk memanggil, menguduskan, melayakkan, dan memampukan kita untuk melayani
Dia. Sekali lagi, bukan karena usaha kita, kata Paulus (Ef. 2:8-10). Oleh
karena itu, marilah kita kembali menghayati anugerah Allah secara benar supaya
kita dapat melayani Allah dengan sukacita dan rendah hati. ANUGERAH TUHAN
MEMAMPUKAN KITA MENGATASI KELUMPUHAN AKIBAT DOSA. Selamat pagi. Enjoy your
weekend. Tuhan Yesus mengasihi. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 42-44 dan 1
Yohanes 1.
Ibu Caroline – Bandung
Ibrani
11:39-40, “Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun
iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab
Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka
tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.”
Iman
kita tidak akan mencapai kesempurnaan
Akan
dilanjutkan oleh generasi selanjutnya
Masa
depan pemimpin ada pada bawahannya
Masa
depan pemimpin rohani tergantung pada anak rohaninya
Bangun
generasi mendatang dengan pengajaran yang benar
Generasi
yang bisa memisahkan diri dari yang jahat
Bangun
generasi dengan nilai hidup yang benar, ada nilai hidup yang benar.
Anak-anak
Eli bergaul dengan Samuel tapi Samuel tidak terkontaminasi. Seorang leader yang
baik bisa membangun bawahannya menjadi orang yang berhasil dan berprestasi. TUHAN,
tolong kami supaya boleh menjadi ortu yang bisa membangun anak-anak kami dengan
nilai hidup yang benar... Bisa menolong mendidik anak-anak kami menjadi orang yang
benar yang hidupnya takut TUHAN dan berhasil... Hidup mereka boleh menjadi
saksi Kristus dan jadi berkat… Tolong kami supaya bisa membangun anak-anak kami
hidup tumbuh dewasa dan mandiri... Tolong kami ROH KUDUS... Supaya kami diberi
hikmat bisa membangun generasi yang siap dilatih mental mereka untuk bisa
menangkap visi dan destiny Gereja... Melatih iman mereka dengan
pengetahuan pengertian yang bisa mengerti kehendak TUHAN. Terampil dalam
menangkap visi TUHAN dan mau hidup selaras dengan TUHAN... Biarlah visi
kami yang belum tergenapi boleh dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Seperti Salomo
yang menggenapi rencana Daud.
1
Raja-Raja 5:5
Dan
ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN,
Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu
yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang
akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku.
Thank
You LORD... Kami sehati dan sepakat berdoa dalam nama YESUS. Amin.
Ibu Caroline – Bandung
Kencan
Dengan Tuhan. Sabtu, 2 Desember 2017. Bacaan: Amsal 10:4, “Tangan yang lamban
membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”
Renungan:
Calvin
Coolidge berkata, “Di dunia ini tidak ada yang dapat menggantikan kegigihan dan
keuletan. Begitu pentingnya kegigihan dan keuletan sehingga bakat pun tidak
menggantikannya. Mengapa? Banyak orang gagal meskipun sebenarnya mereka
berbakat. Begitu juga pendidikan tidak dapat menggantikannya karena di
mana-mana kita akan menemukan orang-orang yang berpendidikan bahkan memiliki
titel lebih dari satu namun tidak berhasil mencapai apapun juga.” Kegigihan dan
keuletan berhubungan erat dengan rajin dan bekerja keras. Orang yang ulet
pastilah rajin dan suka bekerja.
Kita
sering memilih untuk tidak bekerja daripada mengerjakan pekerjaan rendah yang
menurut kita tidak cocok, meskipun pekerjaan itu baik dan halal. Kita
mendambakan pekerjaan yang “wah” tetapi tidak mau mulai mengerjakan dengan
rajin pekerjaan yang kecil-kecil atau pekerjaan apa saja yang dapat kita
kerjakan saat ini. Apapun yang dapat kita kerjakan saat ini, kerjakanlah
itu dengan tekun dan rajin karena mungkin saja Tuhan sedang melatih dan
memersiapkan kita untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi dan mencapai suatu
keberhasilan yang besar kelak. Kalau kita sengaja bermalas-malasan dan
menyia-nyiakan apa yang dapat kita kerjakan saat ini, itu sama saja dengan
membakar jembatan yang seharusnya dilalui untuk membawa kita pada kesuksesan
dan hidup yang diberkati. Lawanlah kemalasan, gengsi yang berlebihan dan
bekerjalah dengan rajin, maka Tuhan akan memberkati kita. Tuhan
memberkati.
Doa:
Yesus,
tambahkanlah kerajinanku, agar pekerjaan yang dilakukan oleh tangan, pikiran
dan perkataanku dapat menghasilkan berkat berkelimpahan. Amin.

No comments:
Post a Comment