Wednesday, 13 December 2017

13 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
IMANUEL = ALLAH BESERTA KITA

Raja Daud adalah manusia biasa seperti kita. Dia pun melalui berbagai pengalaman dalam hidupnya. Banyak dari pengalamannya yang sulit tersebut membuatnya lemah dan putus asa, namun ia tidak menyerah pada perasaan itu.  Mazmur 23 adalah kesaksian Daud mengenai kesetiaan Tuhan yang menolongnya melalui jalan hidup yang naik-turun.

Ayat 1-6:
“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku,
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya,
sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;
dan aku akan berdiam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”

Daud memuji Tuhan yang telah menjadi Gembala Agungnya, Penuntun, Pemelihara dan Pelindungnya yang setia. Pada hari Natal pertama, Sang Gembala Agung mengambil rupa manusia dan tinggal bersama kita. Kita melihat ini di Yesaya 7:14 dimana nabi Yesaya menubuatkan tentang kelahiran Yesus. Dia mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan Ia akan dinamai IMANUEL, yang berarti ALLAH BERSERTA KITA. Allah yang tak terlihat dan transenden kini menjadi Allah yang dekat dan imanen. Karena itulah, ketika menghadapi tantangan dan rintangan dalam hidup yang membuat kita gelisah, kita dapat memandang pada Yesus dan cara Ia menjalani hidup-Nya selama di dunia, yakni bagaimana Ia menuntun, memelihara dan melindungi umat-Nya.

Yesus berkata, “Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya . . . Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yoh. 10:11,14).

Apakah KITA SUDAH mengenal Sang Gembala yang Baik itu? Sudahkah KITA 
MENGUNDANG-Nya menjadi Gembala atas hidup kita? Kita bisa melakukannya dengan berdoa seperti di bawah ini:

”Tuhan Yesus, aku percaya Engkau lahir di bumi untuk aku dan Engkau mati di kayu salib untuk menebus dosaku, karena itu aku mengundang Engkau menjadi Tuhan dan Juru selamat pribadiku. Berkuasalah atas hidupku dan sertailah setiap langkahku. Dalam nama Yesus, aku berdoa, amin.”

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Hosea 11-14
PB: Wahyu 4

#LoveGod
#Lov ePeople
#LoveTheBlble
#IMLOVED

Bp. Anto - Citraland
RENUNGAN PAGI: Kamu adalah garam dunia (Matius 5:13a). Menjelang hari Natal, di pelbagai tempat, hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan bahkan rumah sakit dan tempat-tempat umum lainnya, kita bisa melihat pernak-pernik Natal. Namun, pernak-pernik Natal bukan lambang dari orang percaya, menurut Yesus, lambang orang percaya yang paling sentral adalah “Garam”. Jika kita gagal menjadi “Garam dunia”, otomatis kita gagal pula  sebagai pengikut Kristus dan kata Yesus, kita tidak ada gunanya lagi, selain dibuang dan diinjak orang, tidak beda dengan “sampah”. Dalam konteks:  “Kristen Garam dan Kristen Semut”,dipertanyakan, mengapa Yesus memilih sebuah kiasan (simbol) yang tidak membanggakan (garam), untuk sesuatu yang amat membanggakan (menjadi pengikut Kristus)? Jawabnya adalah karena Ia hendak menekankan betapa kebanggaan seorang pengikut Kristus itu tidak terletak pada hal-hal yang eksternal, terutamanya  tidak ditentukan oleh hal-hal yang kasat mata. Garam seharusnya memiliki kebanggaan fungsional, bukan kebanggaan eksternal. Ketika kita bisa menggarami sekeliling kita, membuat orang banyak se”kristiani” mungkin, itu adalah kebanggaan fungsional. Namun, menjadi “garam” pun belum jaminan, sebab bukan garamnya yang penting, tapi asinnya, garam tidak ada gunanya kalau tidak asin. Lalu siapakah yang dimaksud Yesus “garam yang tidak asin”itu? Tidak lain adalah orang percaya, yang mungkin memiliki banyak hal, tapi tidak fungsional, artinya keberadaan kita tidak punya dampak positif terhadap sekeliling kita. Kita adalah garam dunia, kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk Tuhan dan sesama, kalau kita hidup hanya untuk diri kita sendiri, kita tidak beda dengan garam yang tawar, tidak ada gunanya, kata Yesus. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 13 Desember 2017. TAK CARI PUAS. Bacaan: 2 Timotius 4:1-8. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya (2 Timotius 4:3). Penulis Arthur Boers pernah menulis, “Saya kerap menemui orang-orang baru yang datang ke gereja dan mendapati mereka hanya suka berkunjung sesekali ke gereja-gereja. Mereka berusaha mencari tahu apa yang bisa mereka peroleh dari sebuah gereja. Gereja seperti menjajakan barang dagangan. Ibadah bukan lagi menjadi tempat melayani Tuhan, tetapi tempat di mana orang bisa membeli penyembahan yang menginspirasi, musik yang bagus, khotbah yang menyentuh, penitipan anak yang berkualitas. Seakan-akan mereka hendak membeli gereja dan menyenangkan diri sendiri!” Bacaan hari ini adalah bagian dari surat terakhir Paulus. Di sini ia bersungguh-sungguh menasihati Timotius agar menyampaikan pesan Tuhan dan kebenaran yang sejati. Bukan menyampaikan pesan yang berasal dari dirinya sendiri-yang lucu, menyentuh- tetapi bukan tentang hati Tuhan. Sebab, di akhir zaman ini akan semakin banyak orang yang tidak menyukai kebenaran firman. Mereka ke gereja, tetapi tidak siap mendengar teguran atau didikan Tuhan. Mereka tidak membuka hati, tetapi mencoba memuaskan diri dan telinga saja. Mungkin kita bukan tipe orang yang suka berkunjung ke berbagai gereja, ke sana kemari. Namun, adakah kita masih selalu sedia mendengar firman dan segala kebenarannya, yang disampaikan demi memperbaiki kelakuan kita? Adakah kita bersedia ditegur oleh Firman Tuhan dan dengan hancur hati mohon ampun di hadapan-Nya? Adakah kita tunduk pada otoritas yang menyampaikan teguran dan disiplin demi kita kembali memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Kristus? BERGEREJA BUKAN DEMI MENDAPAT KEPUASAN TELINGA NAMUN AGAR HIDUP KITA TERUS DISELARASKAN DENGAN-NYA. Selamat pagi. Kasih setiaNYA selalu menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Hosea 11-14 dan Wahyu 4.

WM Stars
PERSIAPAN PERANG HARMAGEDON SAAT INI.

Dalam pengertian bahasa, Harmagedon berarti “Bukit Megiddo”, yaitu Pegunungan Israel yang mengelilingi lembah ini. Dalam nubuatan Yehezkiel (30:1-9, 38:8-21, 39:1-4), Pegunungan Israel memainkan peran yang sangat menonjol dalam pertikaian di akhir zaman. Video: https://youtu.be/w51jXJfSraQ

Peperangan di masa yang akan datang di mana Allah akan campur tangan dan menghancurkan bala tentara Antikris sebagaimana dinubuatkan dalam Alkitab (Wahyu 16:16, 20:1-3, 7-10). Akan ada jutaan orang terlibat dalam peperangan Harmagedon krn semua bangsa akan berkumpul bersama untuk melawan Kristus.

Dataran Megiddo adalah wilayah untuk melancarkan serangan terhadap Yerusalem, inilah pertempuran terakhir. Peperangan itu sendri menyebar seluas 200 mil dari utara ke selatan (Wahyu 14:20).

Nubuatan itu juga menggambarkan konflik yang terjadi bersifat global dan mempunyai akibat global. Seluruh planet bumi akan digoncang oleh ledakan kerusakan besar dimana sumbunya berada di Harmagedon. Tujuan Antikris adalah menguasai Yerusalem selamanya, tapi ia gagal secara menyedihkan setelah 31/2 tahun berkuasa di sana.

Mengapa Yerusalem????
Karena keberadaan kota ini merupakan lokasi dimana titik Pusat Bumi terletak, dengan menguasai Pusat Bumi akan menguasai seluruh bumi. Lebih dari 200 peperangan akan terjadi di wilayah Israel smpai ke bagian Selatan sejauh kota Bozrah di wilayah Edom (Yes. 63:1).

Lembah Harmagedon terkenal dengan 2 kemenangan besar dalam sejarah Israel:
- Kemenagan Barak atas orang-orang Kanaan (Hakim-Hakim 4:15)
- Kemenangan Gideon terhadap orang-orang Midian (pasal 7)
Harmagedon juga merupakan lokasi dari 2 tragedi besar:
- matinya Saul dan anak-anaknya (1 Sam. 31:8)
- matinya raja Yosia (2 Raj. 23:29-30, 2 Taw. 35:22)

Karena sejarah ini, lembah Harmagedon menjadi simbol dari pertempuran terakhir antara Allah dan kekuatan si jahat. Kata Harmagedon hanya muncul dalam Wahyu 16:16, ini berbicara soal raja-raja yang setia kepada Antikris berkumpul bersama untuk menyerang Israel untuk terakhir kalinya. Di Harmagedon, “cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya (Wahyu 16:19) akan dicurahkan dan Antikris serta para pengikutnya akan dikalahkan.”

Saat ini bila kita mengunjungi dataran lembah Megiddo, kita dapat melihat (dari kejauhan) persiapan-persiapan yang dilakukan Israel di Harmagedon. Disana terdapat banyak sekali tempat-tempat yang dikamuflase:
- landasan-landasan pesawat terbang tempur dengan hangar-hanggar yang mampu menampung puluhan bahkan ratusan pesawat mutakhir
- stasiun-stasiun radar
- kubu-kubu alteleri
- banker-banker pasukan dan perbekalan
- senjata-senjata nuklir dan peluru kendali biologi yang disimpan di bawah permukaan air danau buatan

Biasanya ketika mendekati dan melewati tempat-tempat vital seperti itu (yang jaraknya relatif dekat dengan jalan raya), supir bus-tour Anda akan menurunkan tirai kaca depan untuk menghalangi sebagian pemandangan keluar. Anda yang teliti akan mampu menyaksikan kamuflase berupa hamparan plastik sangat besar berwarna pasir menutupi sesuatu di dalamnya, itu adalah salah satu fasilitas militer Israel yang tersembunyi.

Diperkirakan oleh banyak pengamat militer bahwa fasilitas militer Israel Megiddo adalah fasilitas militer rahasia yang paling canggih yang pernah ada di muka bumi ini. Mungkinkah bangsa Israel menyadari bahwa mereka akan mengambil bagian penting dari nubuatan akhir zaman di Harmagedon. Atau para politisi Israel merasa perlu membangun fasilitas sebesar itu untuk mengantisipasi serangan bangsa Arab dan Rusia ketika mereka membangun Bait Suci ke-3 di Bukit Bait Tuhan yang dikuasai orang Muslim???

Yang pasti bangsa ini sedang menggenapi nubuatan-nubuatan Kitab Suci tentang akhir zaman, disadari atau tidak persiapan terakhir menjelang Harmagedon sedang dilakukan dan melibatkan seluruh kekuatan mesin perang dunia.

Juga jalan masuk ke lembah Megiddo yaitu Sungai Efrat (Wahyu 16:12) yang akan dilalui oleh pasukan dari Asia Timur Raya berita terakhir sdh terjadi pendangkalan hebat dan suatu nanti sungai itu akan kering hingga siaplah jln masuk bg pasukan dr Asia yang akan masuk ke Megiddo.

Serta Burung Nazar (pemakan bangkai) yang hidup dilembah Megiddo yang sesuai dengan Wahyu 19:17-18 akan memakan bangkai manusia yang sangat banyak dilembah itu, maka sesuai berita terakhir dimana Burung Nazar yang biasanya bertelur 1 butir setiap tahunnya saat ini bertelur 4 butir setiap tahunnya.

Satu tanda besar telah hadir didalam generasi terakhir ini: HARI TUHAN SUDAH DEKAT!!!!

WM Stars
TRUE FRIEND. “Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang” -- Thomas J. Watson. Ada udang di balik batu; suatu pepatah yang diartikan ada maksud tersembunyi yang ingin didapat dari apa yang diperbuat. Sikap dan perbuatan baik memang diharapkan oleh setiap orang yang mau membangun sebuah hubungan. Namun tidaklah jarang kita temui ada orang yang tidak tulus. Maka selalu hal-hal baik dan menyenangkan saja yang dikatakan. Tetapi hal-hal yang sensitif, apalagi nasihat membangun yang bersifat menantang jarang disampaikan. Kecenderungan orang lebih senang berhadapan dengan orang bermanis bicara dari pada orang yang suka berbicara apa adanya. Perlu bagi setiap saudara untuk belajar memilih sahabat. Agar dalam persahabatan memberikan manfaat untuk saling membangun dan menambahkan wawasan bagi kehidupan. Jalinlah persahabatan dengan orang yang mudah diidentifikasi jati dirinya, dan tidak pada orang sulit, yang membuat Anda selalu menerka-nerka apa maksudnya. Mintalah pimpinan Roh Kudus sehingga diperoleh bimbingan agar anda tidak salah berteman. Amsal 27:5-6, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.”

No comments:

Post a Comment