SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
IMANUEL = ALLAH BESERTA KITA
Raja
Daud adalah manusia biasa seperti kita. Dia pun melalui berbagai pengalaman
dalam hidupnya. Banyak dari pengalamannya yang sulit tersebut membuatnya lemah
dan putus asa, namun ia tidak menyerah pada perasaan itu. Mazmur 23
adalah kesaksian Daud mengenai kesetiaan Tuhan yang menolongnya melalui jalan
hidup yang naik-turun.
Ayat
1-6:
“TUHAN adalah gembalaku, takkan
kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang
berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang,
Ia menyegarkan jiwaku,
Ia menuntun aku di jalan yang benar
oleh karena nama-Nya,
sekalipun aku berjalan dalam lembah
kekelaman, aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang
menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku,
dihadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan
minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan
mengikuti aku, seumur hidupku;
dan aku akan berdiam dalam rumah TUHAN
sepanjang masa.”
Daud
memuji Tuhan yang telah menjadi Gembala Agungnya, Penuntun, Pemelihara dan
Pelindungnya yang setia. Pada hari Natal pertama, Sang Gembala Agung mengambil
rupa manusia dan tinggal bersama kita. Kita melihat ini di Yesaya 7:14 dimana
nabi Yesaya menubuatkan tentang kelahiran Yesus. Dia mengatakan bahwa seorang
anak akan lahir dan Ia akan dinamai IMANUEL, yang berarti ALLAH BERSERTA KITA.
Allah yang tak terlihat dan transenden kini menjadi Allah yang dekat dan
imanen. Karena itulah, ketika menghadapi tantangan dan rintangan dalam hidup
yang membuat kita gelisah, kita dapat memandang pada Yesus dan cara Ia
menjalani hidup-Nya selama di dunia, yakni bagaimana Ia menuntun, memelihara
dan melindungi umat-Nya.
Yesus
berkata, “Akulah Gembala yang baik.
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya . . . Akulah Gembala
yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yoh.
10:11,14).
Apakah
KITA SUDAH mengenal Sang Gembala yang Baik itu? Sudahkah KITA
MENGUNDANG-Nya
menjadi Gembala atas hidup kita? Kita bisa melakukannya dengan berdoa seperti
di bawah ini:
”Tuhan
Yesus, aku percaya Engkau lahir di bumi untuk aku dan Engkau mati di kayu salib
untuk menebus dosaku, karena itu aku mengundang Engkau menjadi Tuhan dan Juru
selamat pribadiku. Berkuasalah atas hidupku dan sertailah setiap langkahku.
Dalam nama Yesus, aku berdoa, amin.”
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Hosea 11-14
PB:
Wahyu 4
#LoveGod
#Lov
ePeople
#LoveTheBlble
#IMLOVED
Bp. Anto - Citraland
RENUNGAN
PAGI: Kamu adalah garam dunia (Matius 5:13a). Menjelang hari Natal, di pelbagai
tempat, hotel, pusat perbelanjaan, rumah makan bahkan rumah sakit dan
tempat-tempat umum lainnya, kita bisa melihat pernak-pernik Natal. Namun,
pernak-pernik Natal bukan lambang dari orang percaya, menurut Yesus, lambang
orang percaya yang paling sentral adalah “Garam”. Jika kita gagal menjadi
“Garam dunia”, otomatis kita gagal pula sebagai pengikut Kristus dan kata
Yesus, kita tidak ada gunanya lagi, selain dibuang dan diinjak orang, tidak
beda dengan “sampah”. Dalam konteks: “Kristen Garam dan Kristen
Semut”,dipertanyakan, mengapa Yesus memilih sebuah kiasan (simbol) yang tidak
membanggakan (garam), untuk sesuatu yang amat membanggakan (menjadi pengikut
Kristus)? Jawabnya adalah karena Ia hendak menekankan betapa kebanggaan seorang
pengikut Kristus itu tidak terletak pada hal-hal yang eksternal, terutamanya
tidak ditentukan oleh hal-hal yang kasat mata. Garam seharusnya memiliki
kebanggaan fungsional, bukan kebanggaan eksternal. Ketika kita bisa menggarami
sekeliling kita, membuat orang banyak se”kristiani” mungkin, itu adalah
kebanggaan fungsional. Namun, menjadi “garam” pun belum jaminan, sebab bukan
garamnya yang penting, tapi asinnya, garam tidak ada gunanya kalau tidak asin. Lalu
siapakah yang dimaksud Yesus “garam yang tidak asin”itu? Tidak lain adalah
orang percaya, yang mungkin memiliki banyak hal, tapi tidak fungsional, artinya
keberadaan kita tidak punya dampak positif terhadap sekeliling kita. Kita
adalah garam dunia, kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, melainkan untuk
Tuhan dan sesama, kalau kita hidup hanya untuk diri kita sendiri, kita tidak
beda dengan garam yang tawar, tidak ada gunanya, kata Yesus. Selamat pagi, Tuhan
Yesus memberkati.
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 13 Desember 2017. TAK CARI PUAS. Bacaan: 2 Timotius 4:1-8. Karena
akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi
mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan
keinginan telinganya (2 Timotius 4:3). Penulis Arthur Boers pernah menulis, “Saya
kerap menemui orang-orang baru yang datang ke gereja dan mendapati mereka hanya
suka berkunjung sesekali ke gereja-gereja. Mereka berusaha mencari tahu apa
yang bisa mereka peroleh dari sebuah gereja. Gereja seperti menjajakan barang
dagangan. Ibadah bukan lagi menjadi tempat melayani Tuhan, tetapi tempat di
mana orang bisa membeli penyembahan yang menginspirasi, musik yang bagus,
khotbah yang menyentuh, penitipan anak yang berkualitas. Seakan-akan mereka
hendak membeli gereja dan menyenangkan diri sendiri!” Bacaan hari ini adalah
bagian dari surat terakhir Paulus. Di sini ia bersungguh-sungguh menasihati
Timotius agar menyampaikan pesan Tuhan dan kebenaran yang sejati. Bukan
menyampaikan pesan yang berasal dari dirinya sendiri-yang lucu, menyentuh-
tetapi bukan tentang hati Tuhan. Sebab, di akhir zaman ini akan semakin banyak
orang yang tidak menyukai kebenaran firman. Mereka ke gereja, tetapi tidak siap
mendengar teguran atau didikan Tuhan. Mereka tidak membuka hati, tetapi mencoba
memuaskan diri dan telinga saja. Mungkin kita bukan tipe orang yang suka
berkunjung ke berbagai gereja, ke sana kemari. Namun, adakah kita masih selalu
sedia mendengar firman dan segala kebenarannya, yang disampaikan demi
memperbaiki kelakuan kita? Adakah kita bersedia ditegur oleh Firman Tuhan dan
dengan hancur hati mohon ampun di hadapan-Nya? Adakah kita tunduk pada otoritas
yang menyampaikan teguran dan disiplin demi kita kembali memiliki hubungan
pribadi yang intim dengan Kristus? BERGEREJA BUKAN DEMI MENDAPAT KEPUASAN
TELINGA NAMUN AGAR HIDUP KITA TERUS DISELARASKAN DENGAN-NYA. Selamat pagi.
Kasih setiaNYA selalu menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Hosea 11-14 dan Wahyu
4.
WM Stars
PERSIAPAN
PERANG HARMAGEDON SAAT INI.
Dalam
pengertian bahasa, Harmagedon berarti “Bukit Megiddo”, yaitu Pegunungan Israel yang
mengelilingi lembah ini. Dalam nubuatan Yehezkiel (30:1-9, 38:8-21, 39:1-4),
Pegunungan Israel memainkan peran yang sangat menonjol dalam pertikaian di
akhir zaman. Video: https://youtu.be/w51jXJfSraQ
Peperangan
di masa yang akan datang di mana Allah akan campur tangan dan menghancurkan
bala tentara Antikris sebagaimana dinubuatkan dalam Alkitab (Wahyu 16:16,
20:1-3, 7-10). Akan ada jutaan orang terlibat dalam peperangan Harmagedon krn
semua bangsa akan berkumpul bersama untuk melawan Kristus.
Dataran
Megiddo adalah wilayah untuk melancarkan serangan terhadap Yerusalem, inilah
pertempuran terakhir. Peperangan itu sendri menyebar seluas 200 mil dari utara
ke selatan (Wahyu 14:20).
Nubuatan
itu juga menggambarkan konflik yang terjadi bersifat global dan mempunyai
akibat global. Seluruh planet bumi akan digoncang oleh ledakan kerusakan besar
dimana sumbunya berada di Harmagedon. Tujuan Antikris adalah menguasai
Yerusalem selamanya, tapi ia gagal secara menyedihkan setelah 31/2 tahun
berkuasa di sana.
Mengapa
Yerusalem????
Karena
keberadaan kota ini merupakan lokasi dimana titik Pusat Bumi terletak, dengan
menguasai Pusat Bumi akan menguasai seluruh bumi. Lebih dari 200 peperangan
akan terjadi di wilayah Israel smpai ke bagian Selatan sejauh kota Bozrah di
wilayah Edom (Yes. 63:1).
Lembah
Harmagedon terkenal dengan 2 kemenangan besar dalam sejarah Israel:
-
Kemenagan Barak atas orang-orang Kanaan (Hakim-Hakim 4:15)
-
Kemenangan Gideon terhadap orang-orang Midian (pasal 7)
Harmagedon
juga merupakan lokasi dari 2 tragedi besar:
-
matinya Saul dan anak-anaknya (1 Sam. 31:8)
-
matinya raja Yosia (2 Raj. 23:29-30, 2 Taw. 35:22)
Karena
sejarah ini, lembah Harmagedon menjadi simbol dari pertempuran terakhir antara
Allah dan kekuatan si jahat. Kata Harmagedon hanya muncul dalam Wahyu 16:16,
ini berbicara soal raja-raja yang setia kepada Antikris berkumpul bersama untuk
menyerang Israel untuk terakhir kalinya. Di Harmagedon, “cawan yang penuh dengan
anggur kegeraman murka-Nya (Wahyu 16:19) akan dicurahkan dan Antikris serta
para pengikutnya akan dikalahkan.”
Saat
ini bila kita mengunjungi dataran lembah Megiddo, kita dapat melihat (dari
kejauhan) persiapan-persiapan yang dilakukan Israel di Harmagedon. Disana terdapat
banyak sekali tempat-tempat yang dikamuflase:
-
landasan-landasan pesawat terbang tempur dengan hangar-hanggar yang mampu
menampung puluhan bahkan ratusan pesawat mutakhir
-
stasiun-stasiun radar
-
kubu-kubu alteleri
-
banker-banker pasukan dan perbekalan
-
senjata-senjata nuklir dan peluru kendali biologi yang disimpan di bawah
permukaan air danau buatan
Biasanya
ketika mendekati dan melewati tempat-tempat vital seperti itu (yang jaraknya
relatif dekat dengan jalan raya), supir bus-tour Anda akan menurunkan tirai
kaca depan untuk menghalangi sebagian pemandangan keluar. Anda yang teliti akan
mampu menyaksikan kamuflase berupa hamparan plastik sangat besar berwarna pasir
menutupi sesuatu di dalamnya, itu adalah salah satu fasilitas militer Israel yang
tersembunyi.
Diperkirakan
oleh banyak pengamat militer bahwa fasilitas militer Israel Megiddo adalah
fasilitas militer rahasia yang paling canggih yang pernah ada di muka bumi ini.
Mungkinkah bangsa Israel menyadari bahwa mereka akan mengambil bagian penting
dari nubuatan akhir zaman di Harmagedon. Atau para politisi Israel merasa perlu
membangun fasilitas sebesar itu untuk mengantisipasi serangan bangsa Arab dan
Rusia ketika mereka membangun Bait Suci ke-3 di Bukit Bait Tuhan yang dikuasai
orang Muslim???
Yang
pasti bangsa ini sedang menggenapi nubuatan-nubuatan Kitab Suci tentang akhir
zaman, disadari atau tidak persiapan terakhir menjelang Harmagedon sedang
dilakukan dan melibatkan seluruh kekuatan mesin perang dunia.
Juga
jalan masuk ke lembah Megiddo yaitu Sungai Efrat (Wahyu 16:12) yang akan
dilalui oleh pasukan dari Asia Timur Raya berita terakhir sdh terjadi
pendangkalan hebat dan suatu nanti sungai itu akan kering hingga siaplah jln
masuk bg pasukan dr Asia yang akan masuk ke Megiddo.
Serta
Burung Nazar (pemakan bangkai) yang hidup dilembah Megiddo yang sesuai dengan
Wahyu 19:17-18 akan memakan bangkai manusia yang sangat banyak dilembah itu, maka
sesuai berita terakhir dimana Burung Nazar yang biasanya bertelur 1 butir
setiap tahunnya saat ini bertelur 4 butir setiap tahunnya.
Satu
tanda besar telah hadir didalam generasi terakhir ini: HARI TUHAN SUDAH DEKAT!!!!
WM Stars
TRUE
FRIEND. “Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah
kawan yang memaksa Anda terus berkembang” -- Thomas J. Watson. Ada udang di
balik batu; suatu pepatah yang diartikan ada maksud tersembunyi yang ingin
didapat dari apa yang diperbuat. Sikap dan perbuatan baik memang diharapkan
oleh setiap orang yang mau membangun sebuah hubungan. Namun tidaklah jarang
kita temui ada orang yang tidak tulus. Maka selalu hal-hal baik dan
menyenangkan saja yang dikatakan. Tetapi hal-hal yang sensitif, apalagi nasihat
membangun yang bersifat menantang jarang disampaikan. Kecenderungan orang lebih
senang berhadapan dengan orang bermanis bicara dari pada orang yang suka
berbicara apa adanya. Perlu bagi setiap saudara untuk belajar memilih sahabat.
Agar dalam persahabatan memberikan manfaat untuk saling membangun dan
menambahkan wawasan bagi kehidupan. Jalinlah persahabatan dengan orang yang
mudah diidentifikasi jati dirinya, dan tidak pada orang sulit, yang membuat Anda
selalu menerka-nerka apa maksudnya. Mintalah pimpinan Roh Kudus sehingga
diperoleh bimbingan agar anda tidak salah berteman. Amsal 27:5-6, “Lebih baik
teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan
memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara
berlimpah-limpah.”

No comments:
Post a Comment