SO LOVED CHRISTMAS
#SOLOVEDCHRISTMAS
Sudah
berapa lama kita kenal Tuhan Yesus? Masih ingat nggak bagaimana perasaan kita
saat pertama kali menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat? Setelah itu apa
yang terjadi? Apakah setelah perjumpaan dengan Tuhan itu, hidup kita berubah? Apakah
kita hanya sebatas KENAL tentang Tuhan, tapi tidak punya KERINDUAN lebih untuk
tahu lebih banyak tentang Pribadi-Nya, tentang apa menjadi isi hati-Nya, apa
yang Dia suka dan tidak suka.
Tuhan
sudah menyatakan diri-Nya dalam firman yang tertulis. Hari ini kita semua tentu
punya yang namanya Alkitab, Firman Tuhan, perkataan-perkataan dari Tuhan sendiri.
Tapi SEBERAPA JAUH kita ingin KENAL dengan DIA lebih lagi? DIA adalah
pribadi yang sangat mencintai kita. Yohanes 14:23, “Jawab Yesus: ‘Jika seorang
MENGASIHI Aku, ia akan MENURUTI firman-Ku dan Bapa-Ku akan MENGASIHI dia dan
Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.’” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Yehezkiel 45-46
PB:
1 Yoh 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 3 Desember 2017. MENGHARGAI KAUM DIFABEL. Bacaan: Imamat 19. Janganlah
kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan,
tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN (Imamat 19:14). Suatu
ketika, saya menemukan flashdisk anak saya dalam kondisi bengkok, tetapi masih
digunakannya. Waktu itu ia masih di bangku SD. Karena harganya tidak murah,
saya pun ingin mengetahui apa yang membuat flashdisk itu melengkung ke samping.
Ternyata flashdisk itu dicabut paksa dari komputer sekolah dan dibawa lari oleh
temannya. Anak saya mengejar untuk mengambilnya kembali. Namun, ia tidak
memarahi temannya karena ternyata temannya itu menderita gangguan mental.
Rupanya guru sudah mengajarkan agar siswa tidak menertawakan dan melecehkan
kaum difabel. Kita yang beranggota tubuh lengkap dan sehat tidak mungkin mampu
memahami sepenuhnya rasa frustrasi saudara kita yang difabel. Kita semestinya
belajar berempati kepada mereka. Ini adalah kewajiban kita untuk hidup kudus di
hadapan TUHAN (ay. 2). Begitu pula, salah satu wujud rasa takut akan TUHAN
adalah tidak mengutuki, sengaja mengganggu, atau melecehkan orang difabel.
Menghargai orang yang kurang beruntung karena difabel menunjukkan perasaan
belas kasih kita. Kelak kita juga akan mendapat belas kasihan ketika kita
sendiri dihakimi (Yak. 2:13). Beberapa wilayah di dunia telah merancang bangun
kota agar kaum difabel dapat beraktivitas lebih mudah dan baik. Pemimpin
pemerintahan yang baik biasanya juga adalah mereka yang memerhatikan dan
menolong penyandang disabilitas. Kita sepatutnya mendukung program pemerintah
yang memberdayakan kaum difabel ini. TAKUT AKAN TUHAN MEWUJUDKAN DIRI DALAM
BENTUK PERHATIAN KEPADA KAUM DIFABEL. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan
Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 45-46 dan 1 Yohanes 2.

No comments:
Post a Comment