Sunday, 3 December 2017

3 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS







#SOLOVEDCHRISTMAS

Sudah berapa lama kita kenal Tuhan Yesus? Masih ingat nggak bagaimana perasaan kita saat pertama kali menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat? Setelah itu apa yang terjadi? Apakah setelah perjumpaan dengan Tuhan itu, hidup kita berubah? Apakah kita hanya sebatas KENAL tentang Tuhan, tapi tidak punya KERINDUAN lebih untuk tahu lebih banyak tentang Pribadi-Nya, tentang apa menjadi isi hati-Nya, apa yang Dia suka dan tidak suka.

Tuhan sudah menyatakan diri-Nya dalam firman yang tertulis. Hari ini kita semua tentu punya yang namanya Alkitab, Firman Tuhan, perkataan-perkataan dari Tuhan sendiri. Tapi SEBERAPA JAUH kita ingin KENAL dengan DIA lebih lagi? DIA adalah pribadi yang sangat mencintai kita. Yohanes 14:23, “Jawab Yesus: ‘Jika seorang MENGASIHI Aku, ia akan MENURUTI firman-Ku dan Bapa-Ku akan MENGASIHI dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.’” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yehezkiel 45-46
PB: 1 Yoh 2

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 3 Desember 2017. MENGHARGAI KAUM DIFABEL. Bacaan: Imamat 19. Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN (Imamat 19:14). Suatu ketika, saya menemukan flashdisk anak saya dalam kondisi bengkok, tetapi masih digunakannya. Waktu itu ia masih di bangku SD. Karena harganya tidak murah, saya pun ingin mengetahui apa yang membuat flashdisk itu melengkung ke samping. Ternyata flashdisk itu dicabut paksa dari komputer sekolah dan dibawa lari oleh temannya. Anak saya mengejar untuk mengambilnya kembali. Namun, ia tidak memarahi temannya karena ternyata temannya itu menderita gangguan mental. Rupanya guru sudah mengajarkan agar siswa tidak menertawakan dan melecehkan kaum difabel. Kita yang beranggota tubuh lengkap dan sehat tidak mungkin mampu memahami sepenuhnya rasa frustrasi saudara kita yang difabel. Kita semestinya belajar berempati kepada mereka. Ini adalah kewajiban kita untuk hidup kudus di hadapan TUHAN (ay. 2). Begitu pula, salah satu wujud rasa takut akan TUHAN adalah tidak mengutuki, sengaja mengganggu, atau melecehkan orang difabel. Menghargai orang yang kurang beruntung karena difabel menunjukkan perasaan belas kasih kita. Kelak kita juga akan mendapat belas kasihan ketika kita sendiri dihakimi (Yak. 2:13). Beberapa wilayah di dunia telah merancang bangun kota agar kaum difabel dapat beraktivitas lebih mudah dan baik. Pemimpin pemerintahan yang baik biasanya juga adalah mereka yang memerhatikan dan menolong penyandang disabilitas. Kita sepatutnya mendukung program pemerintah yang memberdayakan kaum difabel ini. TAKUT AKAN TUHAN MEWUJUDKAN DIRI DALAM BENTUK PERHATIAN KEPADA KAUM DIFABEL. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yehezkiel 45-46 dan 1 Yohanes 2.

No comments:

Post a Comment