Friday, 8 December 2017

8 Desember 2017








#SOLOVEDCHRISTMAS

Tuhan menunjukkanku bahwa sukacita bukanlah kebahagiaan yang bersifat sementara, melainkan sebuah kepuasan yang mendalam akan rencana Tuhan, yang kita tahu adalah untuk kebaikan kita dan tujuan-Nya. Sukacita bukan berarti bahwa aku akan selalu bangun dengan senyuman setiap harinya; sukacita bukan berarti bahwa aku akan selalu riang gembira di tengah badai kehidupan. Sukacita adalah sebuah keputusan untuk melihat tujuan Allah ketika segala sesuatunya runtuh. Sukacita adalah pilihan setiap hari, sekalipun ada hal-hal yang membuat air mata menetes.

Tuhan mengajariku bahwa menjadi seorang yang lemah adalah jauh lebih baik daripada berpura-pura kuat. Kelemahan kita menunjukkan bahwa sesungguhnya kita butuh bergantung pada DIA. Tuhan menyambut setiap keraguan kita dan mengundang kita untuk bersama-sama bergumul dengan-Nya di saat kita tidak mengerti apa yang DIA sedang kerjakan.

Hal yang indah yang kupelajari tentang Tuhan adalah Dia tidak pernah menyerah terhadap kita. Dia tidak pernah berhenti mengejar kita tak peduli sebagaimanapun usaha kita untuk melarikan diri. Dia akan pergi ke tempat terdalam dan tergelap di hati kita untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang baik.

Saya percaya bahwa Tuhan memiliki cerita yang unik untuk setiap orang. Dia memberikan yang terbaik untuk hidup kita dan mengubah rasa sakit yang kita alami menjadi sebuah kebaikan yang jauh lebih indah daripada yang dapat kita bayangkan. Hidup adalah sebuah pemberian, dan kisah hidup kita, tak peduli seperti apapun kisahnya adalah gambaran dari Injil. Cerita hidup kita adalah tentang DIA dan kemuliaan-Nya.

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku” (Habakuk 3:17-19).

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: DANIEL 8-10
PB: 3 Yohanes

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 8 Desember 2017. POTENSI TERSEMBUNYI. Bacaan: 1 Samuel 17:31-39. “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup” (1 Samuel 17:36). Dalam dunia sepakbola, dikenal istilah talent scouts, yakni bagian dari tim kepelatihan klub yang bertugas mencari pemain belia dengan kemampuan di atas rata-rata. Tak jarang, mereka jeli melihat kehebatan para atlet belia sebelum disadari oleh publik. Ketika pemain itu berhasil diyakinkan untuk bergabung dengan klubnya, ada kesempatan baginya menjadi pemain cemerlang kelas dunia. Terkadang orang berpikir bahwa Daud dipilih menjadi raja Israel karena keberhasilannya dalam mengalahkan Goliat. Sebenarnya, peristiwa itu hanyalah momentum yang melejitkan namanya di mata bangsa Israel. Potensi besar Daud sebenarnya sudah ada sejak ia dipercaya menggembalakan ternak ayahnya. Sekelumit cerita Daud di hadapan raja Saul menunjukkan bahwa dirinya bukanlah orang muda sembarangan. Ia tergolong pemuda pemberani, setia, dan bertanggung jawab. Ia bahkan siap bertaruh nyawa untuk menjaga ternak ayahnya. Potensi yang tak terendus oleh Samuel ketika hendak memilih raja dari antara keturunan Isai, tetapi tetap terbidik oleh penglihatan Allah. Sampai hari ini, rencana Allah terbukti tak pernah salah dalam mengenali potensi seseorang dan melejitkan orang itu untuk menggenapi rencana-Nya di muka bumi. Dia pun dapat mengenali potensi terdahsyat dalam diri kita, lalu mengurapi dan memampukan kita memaksimalkan potensi tersebut. Maukah kita dipakai oleh-Nya untuk menggenapi rencana-Nya melalui potensi kita, sama seperti Dia memakai seorang Daud? ALLAH TAK PERNAH KELIRU DALAM MENILAI POTENSI DALAM DIRI ANAK-ANAK-NYA. Selamat pagi. Berkat Tuhan menyertai. #LoveTheBible – Bacaan: Daniel 8-10 dan 3 Yohanes.

No comments:

Post a Comment