Friday, 15 December 2017

15 Desember 2017

SO LOVED CHRISTMAS






#SOLOVEDCHRISTMAS
KUATKAN DAN TEGUHKAN HATIMU

Kitab Yosua sangat baik dibaca ketika kita berada dalam masa masa menunggu. Setelah 40 tahun mengembara dan mengalami sejumlah kemunduran, umat Allah bersiaga untuk memasuki Tanah Perjanjian. Musa, pemimpin besar mereka, telah meninggal. Dan Yosua, pengganti Musa, yang sekarang memimpin mereka.

Allah berfirman kepada Yosua, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi” (Yos 1:7). Pedoman firman Allah itu harus menjadi fondasi bagi kepemimpinan Yosua dalam segala situasi.

Perintah dan janji Tuhan bagi Yosua juga berlaku bagi kita: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi” (ay.9). Allah menyertai kita di setiap masa-masa “menunggu sesuatu yang kita harapkan”. Apakah kita masih sabar menanti janji Tuhan digenapi dalam hidup kita?

Mazmur 37:34 (TB), “Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.” 

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#SolovedChristmasSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Amos 1-3
PB: Wahyu 6

#LoveGod
#Lov ePeople
#LoveTheBlble
#IMLOVED

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama
Pembacaan Alkitab: Mat. 6:1-4
Doa baca: Mat. 6:4
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Bapa kita melihat yang tersembunyi. Ketika Anda berdoa sendiri dalam kamar Anda, tidak seorang pun melihat Anda, Bapa Surgawi melihatnya. Berdoalah di tempat yang tersembunyi yang akan dilihat oleh Bapa Anda yang melihat yang tersembunyi. Kemudian Anda juga akan menerima jawaban dari Dia secara tersembunyi. Kita harus senantiasa mengerjakan sesuatu secara tersembunyi agar dapat menolak si aku dan menyingkirkan daging. Jika mungkin, lakukanlah segala sesuatu secara tersembunyi, untuk tidak memberi kesempatan apa pun kepada ego Anda dan tidak memberi tempat sedikit pun kepada daging Anda.

Perkara yang penting di sini bukanlah pahala, melainkan pertumbuhan dalam hayat. Orang beriman yang bertumbuh secara terbuka tidak bertumbuh secara sehat. Kita semua perlu beberapa pertumbuhan yang tersembunyi dalam hayat, beberapa pengalaman yang tersembunyi dalam Kristus. Kita perlu berdoa kepada Tuhan, menyembah Tuhan, bersentuhan dengan Tuhan, dan bersekutu dengan Tuhan secara tersembunyi. Boleh jadi bahkan tidak ada satu pun orang yang dekat dengan kita mengetahui atau memahami apa yang sedang kita lakukan. Kita perlu pengalaman-pengalaman terhadap Tuhan yang tersembunyi ini, sebab pengalaman-pengalaman ini akan membunuh ego dan daging kita. Sekalipun temperamen dan nafsu daging adalah buruk, tetapi yang paling merusak kita dalam pertumbuhan hayat kita ialah ego. Ego paling terlihat saat senang melakukan sesuatu secara terbuka untuk umum, di hadapan banyak orang. Orang yang kuat egonya senang melakukan suatu kebenaran di depan orang. Kita semua mengakui bahwa kita, tanpa terkecuali, memiliki ego seperti ini.

Alam semesta menunjukkan bahwa Allah itu tersembunyi, Allah itu rahasia. Sekalipun Ia telah melakukan banyak hal, orang tidak sadar bahwa Ia telah melakukannya. Kita telah nampak hal-hal yang dilakukan oleh Allah, tetapi tidak ada satu pun di antara kita yang pernah nampak Dia, sebab Ia selalu tersembunyi, selalu rahasia. Hayat Allah memiliki sifat yang begitu rahasia dan tersembunyi. Jika kita mengasihi orang lain dengan hayat kita sendiri, hayat ini akan pamer diri di hadapan orang. Tetapi jika kita mengasihi orang lain dengan kasih Allah, kasih ini akan selalu tetap tersembunyi. Jika kita hidup oleh hayat ilahi ini, kita mungkin banyak berdoa, tetapi orang lain tidak akan tahu berapa banyak kita telah berdoa. Kita mungkin memberi banyak untuk membantu orang lain, tetapi tidak seorang pun akan tahu berapa banyak kita telah memberi. Kita mungkin memiliki banyak di dalam kita, tetapi amat sedikit yang termanifestasikan. Inilah hakiki umat Kerajaan Surga dalam melakukan perbuatan benar mereka.

Jika kita serius menjadi umat kerajaan, kita harus belajar hidup oleh hayat Bapa kita yang tersembunyi. Jika kita hidup berdasarkan hayat Bapa kita yang tersembunyi, kita akan melakukan banyak perkara tanpa memamerkannya. Sebaliknya, semua yang akan kita lakukan secara rahasia, tersembunyi dari mata orang. Biografi banyak orang beriman menunjuk-kan bahwa mereka melakukan beberapa perkara tertentu secara tersembunyi, perkara yang hanya orang ketahui setelah mereka meninggal dunia. Inilah jalan yang benar.

Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 2, Berita 21

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 15 Desember 2017. LEBIH PENTING ORANGNYA. Bacaan: Markus 10:17-27. Tetapi Yesus memandang dia dan mengasihinya, lalu berkata kepadanya, “Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku” (Markus 10:21). Jika seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas, apakah yang lebih dahulu kita tanyakan, orangnya atau kendaraannya? Pasti orangnya. Mengapa? Karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada kendaraan. Kendaraan yang rusak masih bisa diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Adapun nyawa manusia hanya satu dan tak ada gantinya. Begitu juga kehidupan kita. Tuhan lebih tertarik mengubah diri kita lebih dahulu daripada mengubah keadaan kita. Kalau kita berubah, dengan sendirinya keadaan pasti berubah. Yesus menaruh kasih kepada orang yang bertanya kepada-Nya tentang cara memperoleh hidup yang kekal. Yesus menghargai segala usahanya untuk menaati firman Allah (ay. 20) sejak masa muda. Hanya satu yang masih kurang, orang itu mencintai hartanya yang banyak. Yesus memberikan perintah kepadanya untuk pergi, menjual segala hartanya, dan memberikannya kepada orang miskin supaya ia beroleh harta di surga. Setelah itu ia diminta datang menemui Yesus dan mengikuti-Nya (ay. 21). Namun, orang kaya ini memilih mempertahankan harta dunia. Ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih meninggalkan Yesus. Lebih berharga mana, harta di surga atau harta di dunia? Mari kita jawab dengan jujur. Tuhan bisa dengan mudah mengubah kondisi ekonomi kita, dengan gampang menyembuhkan penyakit kita, atau membereskan masalah lain yang kita hadapi. Namun, sebelum itu Tuhan ingin diri kita berubah lebih dahulu, kita siap diproses dan dimurnikan oleh Tuhan. Bersediakah kita? TUHAN LEBIH SUKA MENGUBAH DIRI KITA, BARULAH KEADAAN KITA BERUBAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amos 1-3 dan Wahyu 6.

Ibu Caroline – Bandung
Efesus 4:31, “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan akhirnya tahun pun berganti tahun menunjukkan bahwa segala sesuatu ada akhirnya dan selalu berubah. Bila segala sesuatu harus ada akhirnya dan berganti dengan suasana baru, bagaimana dengan keadaan dan suasana hati kita?  Apakah juga sudah mengalami pembaharuan? Jika di masa-masa lalu terjadi kegeraman, pertikaian, saling membenci, saling memfitnah di antara keluarga, teman, rekan sepelayanan atau di mana saja, apakah sampai hari ini rasa itu masih tertanam di dalam kita, sehingga timbul suatu akar pahit? Apakah kita terus diam saja dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal di hati kita masih berkemelut rasa dendam, pahit dan sakit hati? Sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh terus-menerus menyimpan akar pahit itu. Harus segera dibereskan! Kita harus dengan rendah hati datang kepada Tuhan Yesus dan membuka hati kita untuk dijamah dan diselidiki oleh Roh Kudus sehingga kita menyadari segala perbuatan salah kita dan bukan sebaliknya:  kita tetap merasa benar dan menyalahkan orang lain. Jika telah diperdamaikan atau ditegur oleh pihak lain demi kebaikan kita janganah kita marah dan dendam. Ingat, “Apabila kamu menjadi marah, janganah kamu berbuat dosa:  janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Efesus 4:26-27). Jangan pernah berharap Tuhan akan mengampuni kita apabila kita tidak mau mengampuni orang lain.  Ditegaskan kembali demikian: “...jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang. Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14-15). Tuhan tidak menghendaki kita memiliki dendam dan terus-menerus menyimpan akar pahit.  Kita harus bersikap ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni satu sama lain. Kita yang telah beroleh pengampunan dari Tuhan juga harus mau membuka hati untuk mengampuni orang lain, dan buanglah semua kepahitan yang ada! Gbu.

No comments:

Post a Comment