I AM LOVED
Worship –
“LOUD”
I AM LOVED Part 3
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisheba
Soetopo
September 17th 2017
Intro:
Saat Anda datang ke
gereja, pernahkah Anda bertanya:
- Kenapa di gereja
sering ada nyanyi-nyanyi?
- Kenapa orang kalau
waktu nyanyi di gereja bisa sampai nangis-nangis?
- Kenapa kok ada
yang loncat-loncat?
- Lalu, kenapa ada
tepuk-tepuk tangan? Angkat-angkat tangan?
Dan juga, waktu host yang
welcoming di tengah acara naik, di AOC
selalu dibilang “Kami harap Anda tidak merasa canggung dengan cara kami
mengangkat tangan, menyanyi, melompat. Kami yakin lagu itu bisa membangkitkan
iman, dan itu merupakan ekspresi kami mencintai Tuhan kami.” Why?
LUKAS
17:11-19
Jadi, hari itu Yesus
sedang berjalan, masuk ke sebuah desa, ketemu dengan 10 orang yang sakit kusta.
Lukas
17:12 “mereka tinggal berdiri agak jauh…”
Kita juga gitu—seringkali
ragu mau mendekat sama Tuhan, karena kita menganggap diri kita tidak layak.
Lukas
17:13 mereka berteriak “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
à di momen itu, mungkin mereka cuma longing
for a touch. Tapi Yesus selalu MELEBIHI apa yang kita harapkan!
Dia beri kita MELEBIHI apa yang kita minta!
Lukas
17:14 – Ini sesuatu yang berat sebenarnya untuk mereka. Karena mereka tidak
boleh dekat orang, apalagi ke Bait Allah (gereja), tempat dimana imam itu
berada! Karena yang najis tidak boleh menyentuh yang kudus. Tapi tiba-tiba…
Lukas
17:14 “Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.” – this is a REAL miracle! Yesus selalu berikan lebih daripada apa
yang kita bisa minta.
Kenapa?
Karena Dia cinta kita, dan hanya ingin yang terbaik untuk hidup kita.
Lukas
17:15-16
Seorang dari mereka, ketika
melihat bahwa ia telah sembuh, (1)kembali sambil (2)memuliakan Allah (3)dengan suara nyaring, 16lalu (4)tersungkur di depan kaki Yesus dan (5)mengucap syukur kepada-Nya.
Orang yang dicintai Yesus, suka
menyembah, dan menunjukkan tindakan menyembah yang NYATA.
A.
What is worship?
Penyembahan = memberi
kemuliaan/hormat kepada sesuatu.
Saat kita menyembah Tuhan
(di gereja ini, di rumah, atau di manapun), kita sedang
memberi Tuhan kemuliaan & hormat yang pantas Dia terima. Saat kita sadar
siapa diri kita, dan seberapa besar cintanya Tuhan—kita yang dulunya “kusta”
sekarang disembuhkan, respon kita akan memberi Tuhan kemuliaan yang pantas Dia
terima (Keluaran 14:18, Matius 5:16, Wahyu 4:11).
Illust: Gollum di film
Lord of the Rings.
Makhluk ini yang pegang
cincin itu, dan dia panggil cincin itu “my
precious”. — Apa yang menjadi “my
precious” kita?
Perhatikan 5 hal ini:
Yang Anda bicarakan, waktu Anda, pikiran Anda, harta Anda, dan talenta Anda — Lihat
kemana kita curahkan 5 hal ini paling banyak. Berarti itu yang kita sembah dan
anggap sebagai “my precious”. Kita
selalu menyembah sesuatu. Kalau kita tidak menyembah Tuhan, berarti kita
memprioritaskan yang lain.
Loved
people, love worship, and show REAL acts of worship.
Orang
yang dicintai Yesus, suka menyembah, dan menunjukkan tindakan menyembah yang
NYATA.
B.
Bagaimana kita Menyembah & Memuji Tuhan?
Bersyukur, Tuhan memberi
kita cara yang praktikal. Ada 7 kata di Alkitab yang mengajar kita bagaimana
memuji & menyembah Tuhan secara NYATA, kelihatan.
1. YADAH – Mengucap syukur
karena apa yang telah diterima, dengan mengangkat tangan
Saat kita makan pagi.
Kita nggaK makan pagi hanya karena jamnya pagi. Kita makan
pagi karena kita meresponi sesuatu – rasa lapar, rasa ingin makan. Demikian
juga kita tidak menyembah hanya karena itu jamnya di hari Minggu. Tapi kita
meresponi sesuatu – ANUGERAH & CINTA-Nya Tuhan!
Loved
people, love worship, and show REAL acts of worship.
Jangan
jadi kebal terhadap anugerah Tuhan.
Kejadian 29:35 – saat
anak Yakub yang namanya Yehuda lahir.
Yehuda artinya “Praise” – pujian & penyembahan.
Dari nama Yehuda inilah, asal akar dari kata “Yadah”. Aku akan memuji (Yadah
– angkat tangan) kepada Tuhan.
2.
TODAH – Sacrifice of praise
– korban persembahan pujian
Hidup ini tidak selamanya
selalu mulus, dan akan ada momen-momen dimana kita lagi tidak merasa “mood”
untuk memuji & menyembah Tuhan. Justru di situlah momen Tawdah/Todah kita. Memuji Tuhan saat
sedang dalam situasi berat. Karena itulah disebut korban persembahan pujian.
Karena Anda sedang mengorbankan perasaan; mengorbankan
ego; mengorbankan mood Anda, ditukar dengan KEPENUHAN-Nya Tuhan bagi
hidup Anda!
Di cerita 10 orang kusta
tadi, Lukas 17:14 “Dan sementara
mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.” — Kadang kita menunggu Tuhan
untuk melakukan mujizat buat kita. Tapi Tuhan sedang beritau kita untuk JALAN
dulu.
Saat kita melangkah
menyembah, worshipping even in the hard
times, in the tough times, the power of God can come on us, and make us well
then and there!
3. BARAK – Berlutut
Lukas
17:15-16 --
[Dia]
(1)kembali sambil (2)memuliakan Allah
(3)dengan suara nyaring, 16lalu (4)tersungkur di depan kaki Yesus.
Berlutut adalah posisi
merendahkan diri di hadapan Tuhan. Menyadari siapa Tuhan, dan siapa kita, bahwa
Tuhan yang sedemikian mulia, besar, agung, dan luar biasa, mau mengasihi kita
manusia yang terbatas ini.
CONTOH: Di Keraton Jogja,
orang yang melayani di Keraton tidak sembarangan, tapi di depan Sri Sultan,
karena saking menghormatinya, mereka jalan sambil bersimpuh. Manusia aja gitu,
apalagi Tuhan di atas segala Tuhan yang cinta hidup kita!
4. HALAL – To show, to boast, to be foolish, to be unashamed = bangga, nekat,
gila-gilaan, dan tidak malu
Mazmur
150:1 — Dari kata HALAL ini juga
kita mendapat kata HALELUYA. HALAL
(Terpujilah), YAH (Yahweh) = Pujilah Yahweh dengan bangga, nekat, gila-gilaan,
dan tidak malu.
Kita orang Indonesia
diwarisi sebuah budaya yang unik, yaitu budaya SUNGKAN. Dan ini terbawa juga
untuk kalau kita sama Tuhan. Padahal, “sungkan” kita ini tidak sesuai dengan
firman Tuhan. Yang Tuhan mau,
bukan seberapa sungkan kita, tapi seberapa kita bangga, nekat, gila-gilaan, dan
tidak malu… Sama seperti Dia juga bangga, nekat, gila-gilaan, dan tidak malu
mengakui bahwa Dia jatuh cinta mati-matian sama kita!
5. SABACH – bersorak/berteriak
dengan suara keras
Mazmur
47:2 (BIMK) “Bertepuktanganlah dengan gembira, hai segala bangsa! Pujilah Allah
dengan sorak-sorai”.
Bahasa Inggris: “Clap your hands! Shout to God
with joyful praise!” Sorak-sorai tidak mungkin tenang-tenang atau
diam-diam. Sorak sorai pasti keras.
Menjadi orang yang
antusias, itu bukan tentang usia. Kata-kata ANTUSIAS, berasal dari kata EN THEOS, yang artinya DI DALAM TUHAN.CAntusias bukan
tentang usia atau culture (budaya)
atau kebiasaan. Antusian tentang BEING IN
GOD, berada DI DALAM TUHAN!
Illust:
-- Ada yang pernah nonton
olahraga, tim favoritnya??
-- Atau bayangkan anak Anda ikut lomba??
Tidak peduli Anda usia berapa, Anda akan
menyorak-i anak Anda! Karena apa?? Karena SAYANG & membela
anak. Sama halnya meresponi cinta-Nya Tuhan. Kalau kita di
dalam Tuhan, kita nggak akan tahan ngga antusias. Nggak akan tahan untuk
nggak nyanyi keras, teriak-teriak.
Karena inilah AOC
melakukan apa yang AOC lakukan. Angkat-angkat tangan; nyanyi-nyanyi keras; lompat-lompat; ajak teriak-teriak “woohooo”, dan
nyanyi keras… Karena inilah AOC bikin Sound of PRAISE!!! Loud praise! Karena Shabach!
Praising God loudly!
6. ZAMAR – singing accompanied by instruments;
menyanyi diiringi music
Mazmur
98:5-6, Loved people, love worship, and show REAL acts of
worship. Orang yang dicintai
Yesus, suka menyembah, dan menunjukkan tindakan menyembah yang NYATA.
7. TEHILAH – all in praise.
Semuanya jadi satu.
Tehillah = Yadah + Todah
+ Barach + Halal + Shabach + Zamar. Paket komplit!!
Mazmur
100:4
Conclusion:
Be
active! Choose to be active! Choose to praise! Kita semua perlu ingat,
lagu adalah firman Tuhan yang diulang-ulang. Our God is a FUN God, a happy God! We should be happy too! Orang yang
dicintai itu happy, ketawa-ketawa, gandeng-gandeng. Same thing with us to Jesus!
Zefanya 3:17 (MILT)
Tuhan, Allahmu, ada di
tengah-tengahmu sebagai Pahlawan yang akan member kemenangan. Dia akan
bersukacita atas engkau dengan kegembiraan, Dia akan memperbaharui engkau di
dalam kasih-Nya. Dia akan bergembira atas engkau dengan sorak-sorai penuh
sukacita.
Yang sorak-sorak TUHAN
loh!!! Tuhan aja kayak gitu sama kita, apalagi respon kita terhadap Tuhan!
We often take relationships for granted.
Kalau sudah lama atau sudah lama sekali menikah, bilangnya, “nggak usah gitu-gitu!!
Nggak usah macam-macam! Kayak orang pacaran saja!” Kadang kita juga gitu sama
Tuhan, “sudahlah ya Tuhan, nggak usah gitu-gitu.” NO!!
Loved people, love worship, and show REAL acts to worship.
Orang yang dicintai
Yesus, suka menyembah, dan menunjukkan tindakan menyembah yang NYATA.
Apa yang harus kita
lakukan?
Mari kita jadi penyembah
yang aktif, yang responsive, yang sesuai firman Tuhan. Yang terjadi dengan
orang kusta ini… Lukas 17:19, “Lalu Ia berkata kepada orang itu, ‘Berdirilah
dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Yang 9 orang lainnya jadi
tahir (ayat 14) – katharizo – clean.
Tapi orang ini dibilang “imanmu telah menyelamatkan engkau.” Menyelamatkan – sozo – sembuh dan selamat. Utuh. Whole. Wholly healed AND saved. Worship
and experiences with God, makes you whole! Changes your life! Penyembahan
dan pengalaman bersama Tuhan, membuat kita utuh! Mengubah hidup kita!
Ibrani 4:16; Yakobus 4:8
No comments:
Post a Comment