I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kasih Kristus itu luar biasa. Apakah kita
semua sudah mengalamiNya? Meskipun saya tidak sepenuhnya MEMAHAMI KASIHNya
sampai dengan hari ini karena ada banyak hal yang sulit saya mengerti, sulit
saya pahami. Meski kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya MEMAHAMI kedalaman
KasihNya, sampai akhir hidup kita sekalipun/sampai kekekalan, kita masih akan
terus menemukan betapa LEBARnya (karena DIA mati untuk semua orang). Betapa
PANJANGnya KASIH-Nya (kekal) dan betapa TINGGInya (diluar jangkauan pikiran
kita) dan betapa DALAMnya(menjangkau kita semua yang mungkin sudah
terhilang/rusak sekalipun, ayat 18). Ke-4 dimensi ini saling berkaitan dan
menunjukkan betapa SEMPURNA KasihNya. KasihNya melampaui segala pengetahuan
(ayat 19). KasihNya menuntun kita pada hubungan yang benar dengan Allah dan
dengan sesama. Sudahkah kita mengalami KasihNya? ❤ Sekalipun kadang kita belum
memahamiNya? ❤
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 137-139
PB: Lukas 13:22-35
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 2 September 2017. MEMBANGUN BAIT SUCI.
Bacaan: Hagai 1. “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami
rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi
reruntuhan?” (Hagai 1:4). Sebelum Hagai tampil sebagai nabi, puluhan ribu orang
Yehuda menunda pembangunan Bait Suci setelah kembali dari pembuangan di Babel
selama beberapa belas tahun. Selain karena ada serangan musuh, pembangunan itu
tertunda karena mereka lebih sibuk membangun rumah mereka sendiri. Hagai pun
tampil memberitakan firman Tuhan demi mengingatkan mereka. Dua kali Tuhan
berkata, “Perhatikan keadaanmu!” (ay. 5, 7), hendak menekankan bahwa
pembangunan Bait Suci adalah untuk perbaikan keadaan umat itu sendiri. Dia
menjanjikan berkat dan kepuasan jika umat-Nya tak mengabaikan Bait-Nya (ay. 6).
Membangun Bait Suci, dalam pengertian yang lebih luas bukanlah pelayanan atau
hal-hal gerejawi semata. Dalam Perjanjian Baru, diri kita disebut sebagai
tempat tinggal Roh Kudus (1 Kor. 6:19). Ya, tubuh kita adalah bait atau rumah
bagi Roh Kudus. Sudahkah kita terus membangunnya, menjadikannya tempat tinggal
kesukaan Tuhan? Apakah kita menjaga kekudusan pikiran dan hati serta
mengendalikan hawa nafsu, dan mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan
yang hidup dan berkenan kepada-Nya? Ataukah kita telah melalaikannya, hidup
secara sembrono sehingga tubuh kita menjadi “reruntuhan”? Baiklah kita kembali
kepada firman Tuhan. Mari kita berbalik dan memohon penyertaan Tuhan untuk
melanjutkan kembali karya-Nya dalam hidup kita. Kita kembali berpegang pada
kehendak-Nya sehingga kita dapat menjalani hidup yang berkenan kepada- Nya dan
mendatangkan damai sejahtera. MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI TUHAN DALAM HATI
ADALAH PROSES YANG BERKELANJUTAN, BUKAN HANYA SATU KALI. Selamat pagi. Happy
weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 137-139 dan
Lukas 13:22-35.

No comments:
Post a Comment