Saturday, 2 September 2017

2 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Efesus 3:18-19, 18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kasih Kristus itu luar biasa. Apakah kita semua sudah mengalamiNya? Meskipun saya tidak sepenuhnya MEMAHAMI KASIHNya sampai dengan hari ini karena ada banyak hal yang sulit saya mengerti, sulit saya pahami. Meski kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya MEMAHAMI kedalaman KasihNya, sampai akhir hidup kita sekalipun/sampai kekekalan, kita masih akan terus menemukan betapa LEBARnya (karena DIA mati untuk semua orang). Betapa PANJANGnya KASIH-Nya (kekal) dan betapa TINGGInya (diluar jangkauan pikiran kita) dan betapa DALAMnya(menjangkau kita semua yang mungkin sudah terhilang/rusak sekalipun, ayat 18). Ke-4 dimensi ini saling berkaitan dan menunjukkan betapa SEMPURNA KasihNya. KasihNya melampaui segala pengetahuan (ayat 19). KasihNya menuntun kita pada hubungan yang benar dengan Allah dan dengan sesama. Sudahkah kita mengalami KasihNya? ❤ Sekalipun kadang kita belum memahamiNya? ❤

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 137-139
PB: Lukas 13:22-35

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 2 September 2017. MEMBANGUN BAIT SUCI. Bacaan: Hagai 1. “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (Hagai 1:4). Sebelum Hagai tampil sebagai nabi, puluhan ribu orang Yehuda menunda pembangunan Bait Suci setelah kembali dari pembuangan di Babel selama beberapa belas tahun. Selain karena ada serangan musuh, pembangunan itu tertunda karena mereka lebih sibuk membangun rumah mereka sendiri. Hagai pun tampil memberitakan firman Tuhan demi mengingatkan mereka. Dua kali Tuhan berkata, “Perhatikan keadaanmu!” (ay. 5, 7), hendak menekankan bahwa pembangunan Bait Suci adalah untuk perbaikan keadaan umat itu sendiri. Dia menjanjikan berkat dan kepuasan jika umat-Nya tak mengabaikan Bait-Nya (ay. 6). Membangun Bait Suci, dalam pengertian yang lebih luas bukanlah pelayanan atau hal-hal gerejawi semata. Dalam Perjanjian Baru, diri kita disebut sebagai tempat tinggal Roh Kudus (1 Kor. 6:19). Ya, tubuh kita adalah bait atau rumah bagi Roh Kudus. Sudahkah kita terus membangunnya, menjadikannya tempat tinggal kesukaan Tuhan? Apakah kita menjaga kekudusan pikiran dan hati serta mengendalikan hawa nafsu, dan mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada-Nya? Ataukah kita telah melalaikannya, hidup secara sembrono sehingga tubuh kita menjadi “reruntuhan”? Baiklah kita kembali kepada firman Tuhan. Mari kita berbalik dan memohon penyertaan Tuhan untuk melanjutkan kembali karya-Nya dalam hidup kita. Kita kembali berpegang pada kehendak-Nya sehingga kita dapat menjalani hidup yang berkenan kepada- Nya dan mendatangkan damai sejahtera. MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI TUHAN DALAM HATI ADALAH PROSES YANG BERKELANJUTAN, BUKAN HANYA SATU KALI. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 137-139 dan Lukas 13:22-35.

No comments:

Post a Comment