I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya) – Discipleship. 1 Tesalonika 1:7, “sehingga
kamu telah menjadi TELADAN untuk semua orang yang percaya di wilayah
Makedonia dan Akhaya.” 1 Kor 11:1, “ Jadilah pengikutku (Rasul Paulus), sama seperti aku juga
menjadi PENGIKUT Kristus.” Rasul Paulus mendorong jemaat di
Tesalonikamaupun jemaat di Korintus / kita semua untuk mengikuti teladanNya sebagaimana ia mengikuti
teladan Kristus. Rasul
Paulus tidak mencari keuntungan untuk dirinya sendiri tetapi ia mengupayakan
kebaikan bagi sesamamya dengan cara meniru teladan Kristus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita
sudah dimuridkan dan sungguh-sungguh
mengikuti teladan bapak rohani kita/mentor kita? Sehingga kita dengan
yakin dapat berkata: Ikutlah teladanku sama seperti aku meneladani
Kristus?? Dalam hidup kerohanian/spiritual saya: ada
seorang partner/kakak rohani yang selalu peduli
dan siap menegur & menasehati
jika saya membutuhkan semuanya itu. Kami
sudah bersahabat sejak saya duduk dibangku SMP (usia persahabatan kami 40 thn). Seorang
kakak rohani yang luar biasa, kedisiplinannya dalam
bersaat teduh, dalam hal kekudusan, dalam hal memberi, semuanya sangat menginspirasi saya.
Kalau saya boleh ada sebagaimana saya ada hari ini, semua “only by
His Grace”. DIA
sudah memuridkan saya melalui orang-orang/partner rohani yang sudah
Tuhan percayakan untuk membimbing dan memuridkan saya! Amin. Miliki mentor/partner rohani agar pertumbuhan kita
maksimal.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 9-10
PB: ibrani 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
WM
Stars
MENUNGGU. Menunggu
adalah kegiatan yang tanpa kegiatan. Seringkali orang dibuat bosan dan
karena jemu bisa membuat kita terlelap & tidak siaga. Sebetulnya soal
menunggu tergantung pada siapa yang ditunggu dan untuk kepentingan apa kita
menunggu. Menunggu pemimpin atau pejabat negara yang penting akan membuat kita
termotivasi untuk terus tetap siaga. Menanti kedatangan mempelai tidak akan
membuat pasangannya menanti dengan seenaknya, apalagi dengan lalai tanpa
persiapan. Tuhan Yesus akan segera datang kembali, kita orang percaya
sebagai mempelai wanita-Nya harus dengan persiapan dan kesungguhan hati menanti
kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Dengan berdandankan kekudusan jangan
pernah lalai untuk selalu siap menyongsong kedatangan Tuhan kita. TETAPLAH SIAP DALAM MENANTI KEDATANGAN
TUHAN KITA. KARENA MAHKOTA TELAH TERSEDIA. Wahyu 3:10-11, “10 Karena engkau menuruti firman-Ku,
untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari
pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam
di bumi. 11 Aku
datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun
mengambil mahkotamu.”
Ibu
Khai Lie – Citraland 1
DO YOU BELIEVE ME.
```Alkisah, ada sepasang suami istri. Keduanya saling
mencintai. Hanya saja sifat keduanya sangat bertolak belakang. Suami berjiwa sangat tenang, dalam
keadaan yang sangat sulit sekalipun. Sedang si istri sangat temperamental,
senang meluapkan emosi karena sebab-sebab yang
remeh. Pada
suatu hari mereka berdua melakukan perjalanan laut dengan sebuah
kapal. Beberapa
hari mereka berada di atas samudera. Tiba-tiba datang angin topan mengamuk, kapal oleng
digoncangkan oleh ombak yang menggulung-gulung. Sang istri tidak mampu lagi menahan
dirinya.
Dia berteriak-teriak tanpa
tahu apa yang mesti dilakukannya. Dia
segera menemui suaminya dengan harapan akan menemukan solusi bagaimana
menyelamatkan diri dari kematian yang sedang mengintai. Seluruh penumpang kapal tidak berbeda
kondisinya dari sang istri. Tapi
sang istri terkejut bukan main. Ia menemukan suaminya duduk tenang seperti
biasanya. Sang
istri bertambah marah dan menuduh suaminya tidak punya perasaan dan kepedulian. Sang suami memandang istrinya. Dan
dengan wajah dingin serta pandangan tajam suami menghunuskan pisau ke dada
istrinya. Lalu bertanya dengan suara tegas dan serius```. “Apakah kamu tidak takut dengan pisau
ini?” Dengan penuh keheranan sang istri
menjawab, “Tentu saja tidak.” Suami bertanya lagi: “Kenapa?” Istri berteriak melotot, “Karena pisau itu dipegang oleh orang
yang KUPERCAYAI DAN AKU CINTAI.” Seketika
sang suami tersenyum dan berkata pada istrinya: “Begitu juga aku. Ombak-ombak yang sedang mengamuk ini berada di
tangan PRIBADI yang AKU PERCAYAI DAN YANG AKU CINTAI. Jadi kenapa aku
harus takut? Bukankah Dia BERKUASA ATAS SEGALANYA...??”
Saudara-saudariku
tercinta... Jika ombak kehidupan menghadangmu... Angin kencang
problema dunia menerpamu... Janganlah
takut. Janganlah
khawatir. Karena
semua yang ada di dunia ini berada dalam genggaman tanganNya. Dia mengetahui dirimu melebihi
pengetahuanmu tentang dirimu sendiri. Dia mengetahui segalanya, bahkan yang
tersembunyi. Jika
kamu mencintai dan percaya kepada-Nya, maka tidak perlu takut dan khawatir. Karena dia tidak akan mencurangi dan
mengkhianati umat-Nya yang ditebus dengan penuh CINTA DAN
PENGORBANAN. Maka sibukkan dirimu dengan memupuk cinta dan
kepercayaan kepadaNya. Berjuanglah
untuk selalu berada di jalanNya. Dan jika saat itu tiba, segala gelombang
dan angin topan yang datang dalam kehidupanmu dan membuatmu seakan tak berdaya. Yang perlu kau lakukan hanya bersujud
padaNya dan mengangkat tangan berserah padaNya. Pertolongan-Nya sedang datang
tepat pada waktu-Nya.
Semangat untuk selalu mengingat Allah dan FirmanNYA… Maju terus pantang mundur dalam
beribadah. Bersama
Allah kita pasti aman. Mazmur
92:1b-2, 15 (TB) “Adalah
baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi
nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu
pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam,
(92-16) untuk memberitakan, *bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia
gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.*”
Selamat beraktivitas. Selamat menikmati kasih
setiaNya. Amin. Jbu all.

No comments:
Post a Comment