Friday, 15 September 2017

15 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Efesus 3:18-19, 18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kalau kita “dikasihi/dicintai” oleh pasangan hidup kita pasti luar biasa ya, senang sekali apalagi bila pasangan kita suka memberi kejutan/sesuatu hadiah yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Jadi ingat beberapa tahun yang lalu, saat usia pernikahan kami 25 tahun, diberi kejutan dari orang sangat kita cintai itu sesuatu yang luar biasa ya, sesuatu yang istimewa. Lalu apakah saya juga merespon untuk memberikan Kejutan/Hadiah buat pasangan saya? Seingat saya hanya kado kecil yang sangat sederhana sekali (ini menurut penilaian saya pribadi) jadi tidak sebanding dengan apa yang sudah Dia berikan kepada saya. Hanya hal-hal kecil yang sudah saya lakukan bagi dia yaitu melayani nya dengan setia. Kalau suami kita didunia bisa memberikan KASIHnya kepada kita atau memberikan sesuatu yang istimewa, demikian juga dengan Tuhan kita yang Hidup, DIA mencintai kita dengan KASIH-Nya yang extravagant, dengan KASIH-Nya yang lebar panjang tinggi dan dalam... Apa sebenarnya yang masih kita khawatirkan? Karena janji FirmanNya itu Ya dan Amin. Sadarilah bahwa kita sangat dicintaiNya. Responilah KasihNya dengan membagikan Kasih kita kepada DIA yaitu ambil langkah untuk melayaniNya. Amin. Sudahkah kita meresponi Kasih-Nya yang extravagant tersebut? Jangan Ragu! Melangkahlah untuk ambil bagian MELAYANI-Nya dengan setia!

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 22-24
PB: Lukas 20:27-47

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 15 September 2017. LANGSUNG. Bacaan: Kejadian 22:1-14. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham... lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya (Kejadian 22:3). Seorang anak misionaris di Afrika sedang bermain di kebun. Tiba-tiba ayahnya menyuruhnya tiarap. Anak itu dengan cepat melakukan perintah ayahnya. Lalu si ayah menyuruhnya merangkak secepat mungkin. Anak itu kembali mematuhinya. “Sekarang berdiri dan berlarilah kemari!” Misionaris itu lalu memeluk anaknya dengan lega. Anaknya menengok ke belakang, tampak seekor ular besar menggantung di atas pohon. Jika ia tidak langsung mematuhi perintah ayahnya, kemungkinan besar ular itu akan membunuhnya. Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengambil dan mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal, sebagai korban bakaran di Gunung Moria (ay. 2). Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, memanggil dua orang bujangnya dan Ishak, anaknya; lalu berangkat menuju tempat yang dikatakan Allah (ay. 3). Ia langsung melakukan perintah Allah, tanpa bernegosiasi, mengajukan pertanyaan atau keberatan atas perintah yang sangat sulit, berat, dan bahkan tidak masuk akal itu. Kita perlu belajar menaati perintah Allah tanpa menunda-nunda. Pemazmur menggambarkannya seperti mata para hamba laki-laki memandang tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang tangan nyonyanya. Mereka menanti aba-aba dari tangan tuan mereka dan siap untuk segera melakukan perintahnya. Demikianlah kiranya mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai Dia mengasihani kita (Mzm. 123:2). Perintah-Nya, meskipun seakan tidak masuk akal, pada akhirnya mendatangkan kebaikan bagi kita. KETAATAN MELAKUKAN PERINTAH TUHAN MERUPAKAN BERKAT BESAR. KETIDAKTAATAN MELAKUKAN PERINTAH TUHAN MERUPAKAN BAHAYA BESAR. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 22-24 dan Lukas 20:27-47.

Ibu Caroline – Bandung
Satu “kata ajaib” yang bisa mengubah sejarah hidupmu - based on science. Dalam semesta kehidupan manusia yang hanya rata rata 30.000 hari ini, ternyata ada satu kata ajaib yang memberikan dampak ampuh dalam mengubah nasib seseorang. Apakah satu kata kunci yang ajaib itu? Dan bagaimana memahami cara kerjanya? Mari kita pelajari dalam sajian renyah ini. Satu kata yang ajaib itu adalah “bersyukur” atau “be grateful” dalam bahasa Inggrisnya. Ya, rasa syukur yang terus mengalir, “never ending gratitude for life”. Riset yang dilakukan Prof. Frederickson dalam bukunya Positivity menyimpulkan: bersyukur (always being grateful) adalah sebuah habit yang begitu mudah dilakoni, namun begitu dramatis manfaatnya bagi hidup kita. Dalam buku itu ditulis: “orang yang rajin bersyukur akan lebih bahagia hidupnya, jarang sakit dan otaknya makin kreatif.” Luar biasa Amazing. Penelitian lain menyebut adanya efek resonansi: “semakin sering Anda bersyukur, maka yang Anda syukuri itu akan makin sering menghampiri Anda.” Sebaliknya, ingat ini: “semakin Anda sering mengeluh, maka yang Anda keluhkan itu justru akan makin sering menghampiri Anda.” Sebaliknya, limpahan rasa syukur yang terus Anda lantunkan akan membuka tabir Kebesaran Ilahi, dan “Invisible Hand” pelan-pelan akan mengirimkan paket kejutan pada Anda: apa yang terus Anda sukuri itu akan makin rajin menghampiri Anda. Jadi apa yang bisa Andasyukuri hari ini? Ada begitu banyak mungkin. Bersyukur masih bisa menikmati sinar matahari pagi. Bersyukur masih punya pekerjaan. Bersyukur punya keluarga, dan ribuan hal lainnya yang layak kita syukuri. Selamat menjalankan kehidupan dengan penuh rasa syukur. Awali hari kita dengan BERDOA dan BERSYUKUR kepada Tuhan yang memberkati kesehatan, perjalanan, pekerjaan dan keselamatan hidup kita. Gbu.

No comments:

Post a Comment